Pengolahan Limbah Organik

Komposter adalah sebuah alat sederhana yang efektif dan efisien dalam pengolahan sampah organik yang dapat menghasilkan pupuk salah satunya yang tentunya tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pembuatannya. Metode yang digunakan komposter ini yaitu sederhana dengan memanfaatkan kealamiahan bakteri dalam tanah untuk mengubah sampah oraganik menjadi pupuk kompos. Bahan baku yang digunaka tentunya sampah organik, hal ini bisa daiapatkan dari limbah rumah tangga. Sehingga selain menghasilkan suatu produk hal ini juga untuk membantu lingkungan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan, yang sering dijumpai karena penimbunan di TPA serta akan mengurangi lahan yang dijadikan TPA karena sampah organik yang diolah. Proses pengolahan sampah organik ini sangatlah alami sehingga tidak akan mengganggu kesuburan tanah. Komposter juga bermanfaat dalam mengurangi sampah organik yang ada lingkungan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Seperti yang diketahui sampah dapat mengeluarkan gas metan yang cukup berbahaya dan dapat membahayakan lingkungan. Pupuk yang dihasilkan dari komposter inipun dapat berupa cair atau padat tergantung dari keinginan pengolah. Hal ini menjadikan komposter merupakan salah satu cara yang baik dalam menjaga lingkungan dengan pengolahan sampah organik (Yohana dkk, 2020).

Langkah-langkah Pembuatan Komposter (Yohana dkk, 2020):

1. Dua buah lubang dibuat di sisi kanan dan kiri tong sampah yang digunakan dapat menggunakan bor, dengan besar lubang disamakan dengan besar pipa paralon yang akan dipakai.

2. Lubang dibuat Kembali untuk penyangga polycarbonate menggunakan bor di empat sisi tong, dengan posisi lubang pada 8-10 cm dari permukaan tanah.

3. Lubang keluar dibuat pada tong sekitar 15-18 cm dari permukaan tanah.

4. Buat Kembali lubang untuk selang air lindi yang sama besarnya dengan pipa yang digunakan dibagian paling bawah tong sekitar 1-2 cm dari permukaan tanah.

5. Polycarbonat dibentuk sesuai dengan diameter tong yang digunakan lalu dilubangu dengan jarak 3 cm satu sama lain.

6. Untuk instalasi udara digunakan lubang dua paling atas yang sudah dipasang pipa, lalu ditutup dengan menggunakan kasa hingga rapi.

7. Setiap lubang dipasang pipa lalu dilem hingga rapi.

8. Polyvarbonat dimasukan kedalam tong dengan harus bersentuhan dengan penyangga polycarbonate.

Kompos merupakan bahan organik dimana timbul karena adanya proses pelapukan yang diakibatkan oleh interkasi antara mikroorganisme yang bekerja didalamnya. Komposting ini merupakan salah satu upaya penting dalam pendauran ulang sampah organik yang banyak ditimbun yang dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan. Sistem yang digunakan dalam proses composting ini yaitu anaerob. Hal tersebut merupakan dekomposisi bahan organik secara biologis untuk menjadi produk stabil seperti hal nya humus. Alat yang digunakan sering disebut komposter, alat ini dapat dibuat dari bahan plastik untuk menghindari adanya proses pengkaratan serta karena memiliki daya tahan yang cukup kuat. Komposter ini dapat menghasilkan pupuk padat dan cair sehingga didalamnya dapat dipasang sekat atau pemisah untuk menghasilkan kedua produk tersebut (Widyastuty dkk, 2019).

 

2. PERBANDINGAN C/N RASIO

C merupakan lambang dari karbon dan N merupakan lambang dari nitrogen. Hal ini termasuk aspek penting dalam keseimbangan unsur hara, karena perbandingan banyaknya kedua unsur tersebut dalam suatu bahan organik akan menentukan proses yang akan dialami bahan organik tersebut dalam pengolahan tahap selanjutnya. Rasio C/N bahan organik disebut juga sebagai perbandingan antara banyak nya kandungan karbon dan banyaknya kandungan nitrogen pada suatu bahan organik. Jika rasio C/N pada suatu bahan organik tinggi maka aktivitas dari mikroorganismenya akan berkurang, sehingga akan diperlukan waktu yang selama proses vermicomposting karena adanya beberpa siklus untuk mendegradasi kompos, serta dihasilkan mutu yang lebih rendah. Jika rasio C/N rendah maka kelebihan nitrogen yang tidak diapakai oleh mikroorganisme, namun tidak dapat diasilmilasikan dan akan hilang melalui volatisasi sebagai amoniak atau dapat disebut terdenitrifikasi. Kandungan karbon pada bahan organik jika pada tanaman merupakan pembentuk jaringan tubuh tanaman untuk membentuk lemak, protein, dan karbohidrat (Purnomo, 2017).

Unsur C dan N adalah makronutrien utama yang digunakan bakteri untuk melakukan metabolisme sel dalam menghasilkan senyawa-senyawa yang penting tumbuhnya bakteri. . Unsur N berperan penting dalam menyusun asam nukleat, asam amino dan enzim-enzim. Unsur C yaitu unsur utama yang mempunyai peran menyusun sel-sel bakteri (putri dkk, 2015).

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, rasio C/N yang semakin rendah akan mempercepat proses pengomposan. Variasi rasio C/N 30:1 merupakan variasi optimum dalam pengomposan dan produksi listrik berdasarkan analisis skoring. Hasil yang diperoleh yaitu kadar C organik sebesar 20,31, kadar N total sebesar 1,63 %, kadar P total sebesar 0,21 %, kadar K total sebesar 2,49, rasio C/N sebesar 12,47, pH sebesar 7,1 dan suhu 27,5 OC, serta menghasilkan power density sebesar 48,02 mW/m2 , Couloumbic efficiency sebesar 0,19 % (Lucitawati, 2018).

 

3. NITRIFIKASI

Proses nitrifikasi merupakan tahap utama dalam siklus nitrogen yaitu perubahan nitrogen yang diikat oleh bakteri untuk menjadi ammonia (fiksasi nitrogen) yang kemudia senyawa amonia menjadi senyawa nitrit dan dioksidasi menjadi senyawa nitrat. Mekanisme proses ini dilakukan untuk penguraian senyawa ammonia menjadi nitrit, lalu akan dioksidasi menjadi senyawa nitrat dan Sebagian lagi menjadi gas dinitrogen oksida. Proses atau mekanistersebut disebut proses nitrifikasi. Proses nitrifikasi in ikan berlangsung secara aerobic, sehingga akan berlangsung secara lancer apabila ada bantuan tambahan udara disuplai dari luar yang dapat menggunakan blower (Marsidi, 2002).

Metode nitrifikasi ini merupakan salah satu proses yang berlangsung Ketika pengomposan. Karena hal ini akan mengukur dan menata pemberian masukan air, udara, dan bahan yang kaya akan karbon dan nitrogen. Bakteri aerobic akan mengatur proses penguraian secara kimiawi dengan menubah input menjadi panas dan juga karbon dioksida dan ammonia. Proses penguraian bisa dilakukan dengan mengoyak-ngoyak bahan yang digunakan dalam pengomposan dan juga menambahkan air untuk menciptakan aerasi yang cukup dengan membalik-balikan campuran bahan dan air yang sudah tercampur. Bakteri aeorbik yang digunakan bermanfaat untuk menghancurkan bahan bahan tersebut. Amonia yang dihasilkan tadi akan diubah oleh bakteri menjadi nitrit dan nitrat untuk bahan makanan tanaman yang dikenal dengan proses nitrifikasi (Lumbanraja, 2014).

 

DAFTAR PUSTAKA

Ismayana, Andes., dkk. FAKTOR RASIO C/N AWAL DAN LAJU AERASI PADA PROSES CO-COMPOSTING BAGASSE DAN BLOTONG. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Vol. 22. No. 3.

Lucitawati, Erika., A.R., G.S. 2018. PENENTUAN VARIASI RASIO C/N OPTIMUM SAMPAH CAMPURAN (DEDAUNAN DAN SISA MAKANAN) TERHADAP KINERJA COMPOST SOLID PHASE MICROBIAL FUEL CELLS (CSMFC). Jurnal Presipitasi. Vol. 15. No. 2.

Marsidi, Ruliasih., A.H. PROSES NITRIFIKASI DENGAN SISTEM BIOFILTER UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG AMONIAK KONSENTRASI TINGGI. Jurnal Teknologi Lingkungan. Vol. 3. No. 3.

Putri, M.A., N.A., P.W.P. 2015. RASIO C/N TERHADAP BAHAN ORGANIK DAN TOTAL BAKTERI PADA SEDIMEN DI HABITAT RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PANTAI BETAHWALANG, KABUPATEN DEMAK. Vol. 4. No. 4.

Purnomo, Eko Adi., E.S., S.S. 2017. PENGARUH VARIASI C/N RASIO TERHADAP PRODUKSI KOMPOS DAN KANDUNGAN KALIUM (K), POSPAT (P) DARI BATANG PISANG DENGAN KOMBINASI KOTORAN SAPI DALAM SISTEM VERMICOMPOSTING. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol. 6. No. 2.

Widyastuty, A.A.S.A., dkk. 2019. PENGOLAHAN SAMPAH MELALUI KOMPOSTER DAN BIOPORI DI DESA SEDAPURKLAGEN BENJENG GRESIK. Jurnal Abadimas Adi Buana. Vol. 03. No. 1.

Yohana, Eflita., dkk. 2020. PENGADAAN KOMPOSTER SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GEDAWANG SEMARANG, JAWA TENGAH. Jurnal Pasopati. Vol. 2. No. 2.

Lumbaranja, Parlindungan. 2014. PRISNSIP DASAR PROSES PENGOMPOSAN. Skripsi. Sekolah Pascasarjana. Universitas Sumatera Utara. Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *