Pengolahan Limbah Air Wudhu Untuk Budidaya Ikan Air Tawar

Air merupakan elemen terpenting bagi peradaban manusia . Dalam islam, kegiatan membersihkan diri dari segala kotoran dengan menggunakan air itu dinamakan wudhu. Dan Indonesia merupakan negara dengan mayoritas masyarakatnya adalah beragama islam. Wudhu merupakan suatu kebiasaan seorang muslim dan muslimah sebelum melaksanakan shalat ataupun bisa juga sebelum tidur supaya tetap terjaga keimanannya. Setidaknya dalam sehari seorang muslim melakukan wudhu sebanyak lima kali sehari juga bisa ditambah dengan shalat sunah. Dan rata-rata setiap muslim menghabiskan air untuk berwudhu kurang lebih sebanyak 3 liter air setiap kali wudhu. Berarti kurang lebih setiap muslim menggunakan 15 liter air setiap harinya untuk wudhu. Air ini sedikit tercemar karena terkena dengan beberapa bagian tubuh. Namun air limbah ini memiliki nilai guna untuk diolah kembali atau bisa di daur ulang , itu dilihat berdasarkan volume dan juga kualitasnya yang memungkinkan untuk kembali di olah. Dengan demikian kita harus bisa menyesuaikan diri akan kebutuhan air setiap harinya, apabila manusia lebih banyak mencemari dari pada mengolah kembali limbah air, itu  justru akan mempersulit manusia di kehidupan yang akan datang. Dengan menggunakan air wudhu sebanyak itu, kita dapat memanfaatkan limbah nya dengan semaksimal mungkin.

Penggunaan air cukup banyak terbuang karena yang di basuh hanya sebagian dari tubuh. Dan juga air wudhu itu menggunakan air yang mengalir langsung dari keran. Maka dari itu sangat disayangkan apabila air bekas wudhu tidak dimanfaatkan dan di buang secara langsung. Apabila air yang masih dalam keadaan atau kondisi yang masih bersih langsung di buang begitu saja mengalir ke selokan dan juga banyaknya air wudhu yang tersisa harus segera dimanfaatkan kembali sehingga air wudhu yang mengalir tidak terbuang sia – sia.

Beberapa solusi yang digunakan yaitu dengan cara membangun mekanisme penjernihan limbah air wudhu yang sederhana, membangun kebun tanaman atau media tanam dengan meggunakan cara hidroponik, dan selanjutnya setelah air dijernihkan maka air di distribusikan dan air siap digunakan kembali.

Mengembangkan penjernih air wudhu terdapat tiga cara diantaranya yang pertama kita dapat membangun tempat penampungan limbah air wudhu, yang kedua kita sediakan material yang diperukan untuk menjernihkan limbah air, danyang terakhir komposisikan material dan bangun bak penampung air bersih.

Untuk membangun bak penampung air bersih dari limbah wudhu terdapat dua jenis galian tanah. Yang pertama yaitu galian sisi tegak untuk tanah keras lalu kemudian galian sisi miring untuk tanah yang mudah longsor. Kedua teknik ini disesuaikan dengan kontur tanah dari bangunan masjid itu sendiri. Setelah menentukan  jenis galian bak penampungan limbah air wudhu tambahkan pipa aliran keluar pada bagian dasar bak, lalu susun batu kali sebagai media proses pengendapan air. Kemudian limbah air wudhu dapat dialirkan dalam bak penampungan. Langkah kedua yaitu menyiapkan material sistem pembangunan air. Material yang dibutuhkan yaitu ijuk, tempurung kelapa, batu kusam, pasir halus, dan kerikil. Jumlah material tergantung sesuai kebutuhan berapa sistem penjernih air yang akan dibangun langkah yang ke tiga  yaitu membangun sistem penjernih air. Buat media sebagai wadah material penjernih air contohnya dengan tinggi 120 cm dan lebar 50 cm tambahkan  pipa keluaran pada bagian dasar media. Susun materi penjernih air mulai dari batu kusam setinggi 15 cm, kerilikil setinggi 15 cm, kemudian arang tempurung kelapa setinggi 15 cm, ditambahkan pasir halus setinggi 15 cm, lalu ijuk setinggi 20 cm, disusun kembali denganpasir halus setinggi 20 cm, dan yang terakhir ditambah lagi dengan  ijuk setinggi 20 cm. Lalu air dalam hasil endapan dapat dialirkan kedalam system penjernih air. Proses penjernihan air dapat dilakukan secara berulang sesuai dengan kadar kekeruhan air.

Pengelola masjid dapat juga membangun kebun dengan system hidroponik dan membangun Air bekas wudhu termasuk air limbah greywater yang dapat di daur ulang Greywater adalah air limbah rumah tangga yang tidak mengandung tinja dan urin. Greywater ini berasal dari kegiatan memasak , mencuci pakaian, mencuci kendaraan,  mandi, cuci peralatan makan, cuci peralatan masak, cuci bahan makanan. Selama ini air pembuangan selalu di buang secara langsung ke saluran drainase sehingga menyebabkan kondisi lingkungan pemukiman di Indonesia mayoritas kurang baik. dari segi estetika dan kesehatan lingkungan. Dari sisi pengeloaan air limbah, pemanfaatan greywater menjadi salah satu cara untuk mengurangi volume air limbah yang dialirkan ke dalam saluran drainase permukiman, bahkan dengan pemanfaatan ini air tidak usah ke saluran drainase untuk mengalirkannya dengan demikian saluran drainase hanya digunakan untuk mengatuskan air hujan saja, dengan begitu kita juga akan mengurangi potensi terjadinya penyumbatan pada saluran drainase yang akan menyebabkan bencana seperti banjir. Apabila kita bisa memanfaatkan nya hasilnya malah akan menjadi sebaliknya bukannya merugikan namun menguntungkan seperti dapat dimanfaatkan untuk air reklamasi seperti untuk air lanskap yakni untuk menyiram tanaman atau menanam tanaman hidroponik, air kolam ikan, mengepel lantai atau membersihkan kendaraan.

Untuk budidaya ikan air tawar itu sendiri, kita perlu melakukan beberapa tahapan terlebih dahulu seperti membuat program, pelatihan dan juga menentukan tempat untuk budidaya. Hal ini dilakukan supaya proses budidaya dapat berjalan dalam jangka panjang. Apabila pengelola masjid sudah menentukan dan sudah melakukan pembangunan media, maka tahapan selanjutnya adalah pemanfaatan media budidaya ikan air tawar tersebut dengan memasukan bibit ikan Adapun ikan yang dipilih untuk dibudidayakan sebagai percobaan awal adalah ikan lele. Untuk budidaya ikan di langkah awal memang kebanyakan orang memilih ikan lele karena ikan lele tidak perlu membutuhkan biaya perawatan dan modal yang besar juga perawatannya yang terbilang cukup mudah.

Pengolahan air wudhu ini sangat bermanfaat apabila kita bisa mengolahnya. Baik itu untuk budidaya ikan air tawar maupun untuk membuat tanaman menggunakan metode hidroponik. Tentu saja hal ini dapat mengatasi permasalahan utama dinegara kita yaitu kekurangan air yang menyebabkan kekeringan. Selain itu pengetahuan kita aka pemanfaatan limbah pun bertambah karena adanya pengolahan limbah air wudhu . selain itu , kita juga bisa menambah penghasilan dari hasil panen budidaya ikan maupun tumbuhan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Bahagia, Bahagia, and Muhammad Nizar. 2018. “Analisis Pengelolaan Air Bekas Wudhu’ Jamaah Mesjid Jamik Lambaro Kabupaten Aceh Besar.” Jurnal Serambi Engineering 3(1): 209–14.

Hadisantoso, Eko Prabowo et al. 2018. “Pengolahan Limbah Air Wudhu Wanita Dengan Metode Aerasi Dan Adsorpsi Menggunakan Karbon Aktif.” al-Kimiya 5(1): 1–6.

Juziwijaya, Dudiman et al. “PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR ( IPA ) WUDHU DENGAN MENGGUNAKAN ALAT FILTER SEDERHANA DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 6 MALANG Pasir Silika Zeolit.”

Sayta Budi Nugraha, Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Nana Kariada Tri Martuti. 2018. “Pemanfaatan Air Sisa Wudhu Untuk Budidaya Ikan Air Tawar Pada Lingkungan Pondok Pesantren SGJB.” Jurnal Panrita Abdi 2(1): 26–32. http://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi.

Studi, Program et al. 2013. “KAJIAN PUSTAKA POTENSI PEMANFAATAN GREYWATER SEBAGAI AIR SIRAM WC DAN AIR SIRAM TANAMAN DI RUMAH TANGGA Dwi Siwi Handayani PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Kajian Pustaka.” Presipitasi 10 No. 1: 41–50.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *