Penghijauan Kota dalam Menanggulangi Pencemaran Udara

Lingkungan adalah tempat tinggal manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda alam lainnya. Lingkungan menjadi sarana makhluk hidup untuk berkembang biak dan bertahan hidup. Lingkungan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya matahari, dan mineral yang tumbuh di atas tanah maupun yang berada di dalam lautan.

Pengelolaan  lingkungan  hidup  adalah  upaya  untuk melestarikan fungsi    lingkungan    hidup    yang    meliputi penataan kembali, pemanfaatan lahan kosong yang sempit,  pengembangan lingkungan,  pemeliharaan lingkungan agar tetap asri dan nyaman,  pemulihan lingkungan menjadi nyaman,  pengawasan lingkungan agar tetap terjaga,  dan  pengendalian lingkungan hidup.

Agar lingkungan semakin terjaga akan kesegaran dan kesejukannya, perlu adanya perubahan yang signifikan yaitu merubah area perkotaan menjadi lebih sejuk, segar, dan juga sehat.

Semakin berkembangnya zaman, wilayah di perkotaan semakin terus maju dan berkembang. Adanya perkotaan membuat masyarakat memilih pindah dan mengadu nasib di perkotaan. Tujuannya adalah agar bisa membantu kesejahteraan dirinya dan keluarga dengan mencari pekerjaan di kota.

Perkotaan adalah wilayah yang menjadi kegiatan utama, dan berfungsi sebagai pemusatan dan distribusi pelayanan pemerintah, pelayanan sosial, bahkan kegiatan ekonomi.

Perkotaan menjadi tempat yang paling diimpikan bagi sebagian orang karena ketika tinggal di perkotaan maka kita bisa lebih mudah menjangkau yang dibutuhkan. Seperti banyak pusat pembelanjaan, banyak transportasi umum, banyak tempat makan, dan mudah mendapatkan pekerjaan.

Melihat banyaknya fasilitas di perkotaan membuat sebagian orang menginginkan tinggal di perkotaan. Tetapi dibalik kelebihan yang ada di perkotaan, kita juga harus melihat kekurangannya. Di perkotaan tentu saja kita dapat melihat adanya gedung-gedung pencakar langit yang membuat suhu udara menjadi terasa panas, di perkotaan juga banyak terjadi tindak kriminal yang banyak menelan korban, banyak kendaraan yang sudah melebihi batas juga dapat menyebabkan macet, biaya hidup di perkotaan mahal karena segala import datang di perkotaan, lahan kosong yang sempit seiring bertambahnya pembangunan, dan kurangnya tumbuhan di perkotaan akan mengakibatkan pencemaran udara.

Pencemaran udara adalah  suatu kondisi dimana kehadiran satu atau lebih zat kimia, fisik atau biologi di atmosfer dalam jumlah banyak dan membahayakan. Akan sangat berbahaya bagi kesehatan semua makhluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, dan juga merusak properti yang dimiliki oleh seseorang.

Pencemaran udara adalah perusakan terhadap kualitas udara. Kerusakan kualitas ini disebabkan oleh berbagai sumber. Polusi udara dapat bersumber dari berbagai macam, antara lain seperti tingginya jumlah kendaraan bermotor yang menyebabkan masyarakat terpapar asap berbahaya, asap pabrik, limbah industri, limbah rumah tangga dan yang lainnya.

Dampak dari pencemaran udara ini sangat berbahaya. Berikut beberapa dampak pencemaran udara atau polusi udara.

  1. Dampak Kesehatan

Dampak pencemaran udara yang berbentuk debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru, penyakit asma, serta penyakit saluran pernapasan lainnya.

  1. Dampak ekonomi

Hasil kajian Bank Dunia menemukan bahwa dampak ekonomi yang disebabkan oleh pencemaran udara di Indonesia mencapai sebesar Rp 1,8 triliun. Jumlah ini meningkat mencapai 4,3 triliun pada tahun 2015.

  1. Dampak sosial

Dengan adanya pencemaran udara, orang-orang tidak dapat menikmati udara sehat dan sejuk. Setiap hari harus melihat dan menghirup debu dan asap. Akibatnya, aktifitas sosial menjadi terhambat.

  1. Dampak pada pendidikan

Dampak bagi pendidikan, pencemaran udara dapat mempengaruhi tingkat belajar para siswa karena mereka terhambat dalam hal berfikir. Terhambat juga dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

  1. Dampak terhadap pertanian

Pencemaran udara sangat berpengaruh pada sektor pertanian. Kurangnya lahan pertanian akan mengganggu pertumbuhan pohon dalam melakukan fotosintesis. Tanaman juga akan rawan penyakit. Ini menyebabkan sirkulasi udara sehat berkurang. Udara menjadi kotor sehingga akan sangat tidak sehat bila dihirup.

Pemanasan global sudah bukan lagi menjadi isu belaka, namun telah ada fakta yang nyata. Dibuktikan dengan pergantian musim antara kemarau dan penghujan sulit untuk diprediksi. Tindakan yang nyata dapat dilakukan uuntuk mencegah lingkungan menjadi semakin buruk adalah dengan melakukan kegiatan penghijauan. Penghijauan adalah suatu bentuk kegiatan dalam menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan sehat.

Penghijauan adalah  penanaman  pada  lahan  kosong  yang bukan kawasan  hutan.   Dengan   tujuan   agar   lahan tersebut  dapat  di pulihkan,  dipertahankan  dan ditingkatkan  kesuburannya,  mencegah terjadinya erosi, menjaga persediaan air, dan mampu membantu pencegahan pemanasan global agar memberikan suplai oksigen bagi manusia.

Penghijauan sangat diperlukan di wilayah perkotaan, karena dengan adanya kegiatan penghijauan kita akan mendapatkan banyak manfaat antara lain sebagai berikut.

  1. Penghijauan menjadi sarana untuk melestarikan lingkungan, agar lingkungan kembali asri, nyaman dan sehat tanpa adanya pencemaran udara
  2. Dengan adanya penghijauan akan menurunkan suhu udara suatu tempat. Semakin banyak oksigen yang dikeluarkan oleh tumbuhan akan membuat ligkungan menjadi lebih segar, sejuk, teduh, nyaman, dan asri.
  3. Adanya penghijauan akan memberikan perlindungan. Pohon-pohon besar akan melindungi kita dari paparan sinar matahari dan juga untuk menahan debu. Selain itu juga pohon-pohon besar dapat melindungi dari angin kencang.
  4. Penghijauan dapat mengurangi pencemaran udara¸ karena asap yang berasal dari kendaraan bermotor dan asap pabrik dapat diserap oleh daun-daun pepohonan yang hijau. Oleh pohon akan diubah menjadi oksigen, yang sangat dibutuhkan manusia untuk bernafas.
  5. Penghijauan sebagai sarana pencegahan terjadinya bencana banjir dan erosi tanah. Dengan banyaknya jumlah pohon besar dan tinggi, air hujan akan diserap oleh akar tumbuhan pada pohon. Kemudian air hujan tersebut diubah menjadi air yang masuk ke dalam tanah yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, tidak menjadi alasan untuk tidak melakukan kegiatan penghijauan. Dengan adanya tumbuhuhan di perkotaan, sangatlah penting sebagai tempat resapan air. Maka dari itu tetap lakukan penghijauan walaupun pada lahan yang sempit dan terbatas. Ada banyak cara untuk melakukan kegiatan penghijauan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Pembuatan taman kota

Pembangunan taman kota di tengah padatnya perkotaan ini akan sangat mengoptimalkan upaya penghijauan, upaya menciptakan kesehatan pernapasan, dan mengurangi pencemaran udara . Keberadaan taman kota juga berfungsi sebagai sarana wisata bagi masyarakat.

  • Penanaman tumbuhan di rumah

Penanaman tumbuhan di lingkungan rumah menjadi salah satu alternatif untuk melakukan kegiatan penghijauan. Penghijaun dapat dilakukan dengan menanam tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias di halaman atau pekarangan rumah.

Maka dari itu, peran pemerintah dan masyarakat sangat berpengaruh dalam melakukan perubahan di daerah perkotaan agar terlaksananya kegiatan penghijauan dengan baik. Masyarakat sebagai pendukung kegiatan penghijauan dengan cara menjaga taman kota dan pemerintah sebagai pemberi izin dan modal dalam pelaksanaan kegiatan.

DAFTAR PUSTAKA

dlh.semarangkota.go.id, “Penghijauan Kota, Wujud Pelestarian Lingkungan Hidup Perkotaan”, Rabu 22 April 2020. https://dlh.semarangkota.go.id/penghijauan-kota-wujud-pelestarian-lingkungan-hidup-perkotaan/  [10 November 2020]

lingkunganhidup.co, “Pencemaran Udara: Pengertian, Penyebab, Dampak, Polutan dan Penanggulannya”, 29 Agustus 2017. https://lingkunganhidup.co/pencemaran-udara-pengertian-penyebab-dampak-solusi/   [10 November 2020]

Nurhajati, N., Ngunut, K., & Tulungagung, K. (n.d.). Nunun Nurhajati, Pelaksanaan Penghijauan Kota Dalam Menanggulangi Pencemaran Udara di Wilayah Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung 1. 1–20. http://www.jurnalunita.org/index.php/publiciana/article/view/71  [09 November 2020]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *