Penggunaan Maggot Black Soldier Fly untuk Menguraikan Sampah

Permasalahan yang paling umum terjadi di kehidupan bermasyarakat di Indonesia khususnya pada tahun 2020 adalah sampah. Sampah dapat diartikan sebagai sisa material berupa benda yang menumpuk di alam. Benda yang tidak berguna tersebut dan tidak diinginkan lagi kegunaannya dalam jangka yang panjang akan berubah menjadi masalah serius yang perlu dilakukan perhatian dan pencegahan yang serius. Dari tahun ke tahun, sudah terbukti bahwa volume sampah terus naik sejalan dengan jumlah kebutuhan penduduk yang semakin meningkat. Situasi seperti ini akan terus terjadi dan memburuk seiring dengan kondisi lingkungan di Indonesia yang kian memburuk. Jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia dominan terdapat di Pulau Jawa. Sampah sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa digunakan kembali menjadi benda layak pakai. Sampah jenis ini dapat diuraikan, walaupun didiamkan dan tidak dirawat, sampah ini akan terurai secara sendirinya. Contoh dari sampah organik seperti sisa dari masakan, sisa makanan , daun , kertas , dan lain lain. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang sudah tak layak pakai dan tidak digunakan lagi. Sampah jenis ini sulit untuk diurai. Contohnya seperti plastik. Meskipun tidak bisa diuraikan, sampah ini juga mempunyai keuntungan. Sampah jenis ini jika mendapat perhatian yang baik dari banyak orang bisa menjadi barang yang layak pakai. Sampah ini dapat diolah kembali hingga bisa dikomersilkan. Dikarenakan sampah ini tidak hancur dalam waktu yang lama, sampah ini sangat cocok untuk diolah.


Jika tidak ditangani secara baik, sampah akan menyampaikan banyak dampak negatif. Bila sampah dibuang secara sembarangan dengan tidak memperhatikan tempat yang seharusnya akan menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan tidak nyaman untuk dilihat. Apabila sampah tersebut berupa sisa-sisa makanan juga akan mengeluarkan bau busuk yang mengganggu dan membuat tidak nyaman. Limbah sisa buangan tersebut juga dapat berpengaruh pada kesehatan makhluk hidup karena tumpukan sampah menjadi tempat yang sangat ideal bagi organisme penyebab penyakit untuk berkembang biak. Cairan sampah yang masuk ke selokan juga dapat menyebabkan saluran mampet dan memicu untuk terjadinya banjir. Limbah – limbah yang terdapat bahan kimia yang masuk ke sungai juga dapat mengganggu terhadap keseimbangan ekosistem perairan karena dapat meracuni habitat sungai.


Umumnya, ada program yang diberi nama 3R untuk mengatasi sampah, yaitu Reduce(pengurangan), Reuse(penggunaan kembali), dan Recycle (daur ulang). Reduce atau pengurangan adalah usaha untuk mengurangi penggunaan bahan dengan tidak memakai sampah yang berpeluang untuk menjadi sampah yang sulit untuk diuraikan. Contohnya adalah menggunakan bahan yang bisa digunakan untuk berulang kali atau bukan sekali pakai dan menghindari pembelian barang yang tidak dimanfaatkan. Reuse atau penggunaan kembali adalah usaha untuk mengurangi bahan buangan dengan menggunakan sampah kembali walaupun dengan fungsi yang berbeda. Contohnya adalah penggunaan botol air mineral untuk menyimpan minyak, menggunakan kaleng sebagai tempat penyimpanan perkakas, dan lain- lain. Recycle atau daur ulang adalah untuk mengolah bahan sisa menjadi sesuatu yang baru. Contohnya adalah membuat kreasi dari botol plastik bekas menjadi hiasan. Kegiatan ini juga berpeluang untuk menjadi sumber pendapatan jika diolah secara kreatif dan berfungsi dengan baik. Ketiga kegiatan ini bisa mengurangi sampah jika mendapatkan perhatian baik dari seluruh masyarakat Indonesia. Selain ketiga hal tersebut ada terobosan baru untuk mengurangi sampah, yaitu pemanfaatan maggot dari lalat jenis Black Soldier Fly yang merupakan salah satu cara dari Biokonversi untuk mengurai sampah organik menjadi pupuk organik yang aman lingkungan dan memberikan kandungan unsur hara yang bagus.


Biokonversi adalah proses perubahan sumber energi metan dari limbah organik melalui proses yang menggunakan mikroorganisme hidup seperti jamur, bakteri , dan larva serangga jenis Chalifordae,Stratiomydae, dan Mucidae dalam proses fermentasinya. Kunci keberhasilan dari proses biokonversi yang menggunakan mikroorganisme adalah kemampuan memproduksi mikroorganisme tersebut dalam jumlah yang tidak sedikit dan setelah itu digunakan sebagai pengurai berbagai macam limbah organik. Salah satu agen untuk mengurai limbah organik tersebut adalah serangga Black Soldier Fly.


Black Soldier Fly(BSF), atau bisa disebut lalat tentara hitam merupakan insekta yang sedang marak dipelajari tentang sifat da kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Lalat ini ditemukan pertama kali di Amerika dan menyebar ke wilayah tropis dan subtropis yang ada di dunia. Siklus hidup Black Soldier Fly terdiri dari beberapa tahapan, yaitu dimulai dengan fase telur yang berasal dari lalat black soldier, telur itu menetas dan berubah menjadi larva yang disebut maggot, maggot akan tumbuh dan berkembang menjadi pupa dan pupa tersebut menjadi lalat black soldier.


Maggot terkenal sebagai organisme pembusuk. Hal itu disebabkan karena keahliannya untuk memakan bahan-bahan organik. Mulut maggot berbentuk seperti pengait yang berfungsi untuk mengunyah makanannya. Pengait tersebut bisa juga disebut dengan hook. Maggot tumbuh dan berkembang pada bahan organik yang membusuk di wilayah tropis. Maggot yang sudah berubah menjadi lalat tidak memerlukan makan, tetapi hanya butuh air untuk hidup saja dikarenakan nutrisi yang didapat dari makanan hanya diperlukan untuk reproduksi selama berada di fase larva. Maggot bisa memakan semua jenis sampah organik karena memiliki jangkauan yang luas terhadap PH makanan.


Keuntungan menggunakan maggot untuk mengelola sampah adalah sampah organik dan sampah sisa makanan seperti sayur dapat diubah dengan cepat menjadi pupuk kompos karena maggot merupakan organisme yang sangat aktif untuk makan. Seperti yang kita tahu bahwa sampah organik yang membusuk akan menimbulkan bau yang tidak enak. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kita bisa menggunakan maggot sebagai solusinya karena maggot sangat rakus dan hebatnya, sampah organik tersebut langsung dimakan dan tidak sempat menimbulkan bau yang tidak sedap. Pada saat maggot memakan sampah organik akan mengeluarkan kotoran. Kotoran tersebut sangat baik untuk dijadikan pupuk. Pupuk tersebut berharga tinggi. Maggot yang sudah tidak digunakan untuk memakan limbah organik juga dapat digunakan sebagai pakan ikan karena mengandung protein yang cukup tinggi. Dibanding menggunakan teknologi yang mahal, maggot dapat mengurai sampah dengan hasil yang sama baiknya dengan teknologi dengan pengeluaran yang murah karena hanya menyediakan kandang black soldier fly yang berasal dari kayu dan kain hitam.


Penggunaan Maggot BSF sangat efektif untuk menanggulangi sampah karena selain dapat mengurai sampah, berpotensi juga menjadi sumber penghasilan untuk penjualan pupuk organik. Dalam seminggu dapat mengurai 21 ton sampah organik.


DAFTAR PUSTAKA
Bima. (2005). Bab Ii Tinjauan Pustaka Aplikasi. Hilos Tensados, 1, 1–476.
Mengatasi Persoalan Sampah Organik Pakai Maggot. (2020). Bingar.Id. https://bingar.id/mengatasi-persoalan-sampah-organik-pakai-maggot/
Mengenal Maggot BSF, Si Pengolah Sampah Organik yang Andal. (2018). Maggotbsf.Com. https://maggotbsf.com/index.php/maggot-bsf/artikel-umum/36-mengenal-maggot-si-pengolah-sampah-organik-yang-andal
Risky, A. (2019). Sampah: Pengertian, Jenis, Penyakit, Energi, dan Dampak Buruk. Foresteract.Com. https://foresteract.com/sampah/4/
Suryani, A. S. (2014). Peran Bank Sampah Dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Malang). Jurnal Aspirasi, 5(1), 71–84.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *