Penggunaan Ampas Kopi dan Ampas Teh dengan Media Hidroponik

Sebagian orang khususnya yang tinggal di Indonesia menganggap bahwa ampas kopi dan ampas teh merupakan suatu limbah rumah tangga ataupun industri dalam bidang kuliner yang kedepannya sudah tidak dapat dipergunakan kembali. Sehingga, masyarakat pada umumnya langsung membuangnya tanpa berpikir apakah bisa dipergunakan kembali. Akan tetapi, jika diproses kembali dengan metode yang tepat, ampas kopi dan ampas teh tersebut dapat dimanfaatkan kembali dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai. Salah satu metode pemanfaatan ampas kopi dan ampas teh tersebut adalah dengan menggunakan hidroponik.

Hidroponik merupakan salah satu cara menanam dengan memanfaatkan air, tidak menggunakan tanah. Metode ini diterapkan dengan cara menekan pelengkapan kebutuhan nutrisi dari suatu tanaman. Jumlah air yang dibutuhkan pada metode hidroponik itu sendiri juga lebih sedikit daripada jumlah air yang digunakan pada proses penanaman menggunakan media tanah. Penggunaan air pada metode hidroponik yang lebih efisien menjadikan metode ini sangat tepat dipergunakan pada daerah yang memiliki pasokan air yang minim bahkan terbatas. Kata hidroponik itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani  yang terdiri dari dua kata, dimana kata pertama diambil dari kata hydro yang berarti air dan kata kedua diambil dari kata ponos yang berarti daya atau kerja. 

Kandungan yang terdapat dalam ampas kopi serta ampas teh memiliki banyak sekali manfaat khususnya untuk tanaman. Limbah dari ampas teh memiliki beberapa kandungan yang diantaranya adalah lemak kasar, serat kasar, protein kasar, dan juga air. Ampas dari teh itu sendiri juga memiliki banyak manfaat, selain dapat meningkatkan produktivitas tanaman, ampas teh juga dapat mempercepat pertumbuhan dari akar tanaman itu sendiri, meperbaiki kesuburan pada tanahnya, merangsang pertumbuhan batang dan daun pada tanaman, dan bersifat toksik terhadap serangga sehingga tanaman dapat terhindar dari kerusakan yang dibuat oleh serangga. Ampas dari teh ini dapat langsung digunakan kembali tanpa perlu dilakukan pengolahan kembali. Selain ampas teh, ampas dari kopi juga memiliki kegunaan bagi tanaman, diantaranya ampas dari kopi memiliki kandungan yang dapat menambah asupan nitrogen pada tanaman, kalium, dan juga fosfor pada tanah yang juga dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah pada tanaman itu sendiri. Tanaman yang dapat digunakan untuk menerapkan metode ini juga beragam, mulai dari tanaman cabai dan juga tanaman tomat.

Hal pertama yang dapat dilakukan dalam menerapkan metode ini adalah mempersiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan yang digunakan dalam menggunakan metode hidroponik ini adalah styrofoam, gelas plastik, sendok, penggaris, gunting, air, tanah, bibit tanaman, ampas teh, dan ampas kopi. Setelah semua alat dan bahan sudah tersedia, kita dapat mulai memperisapkan bibit yang nantinya akan ditanam. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memasukkan media berupa tanah untuk tempat tanaman tumbuh dan pupuk organik kedalam wadah atau media sebagai tempat dilakukannya pembibitan. Selanjutnya, kita bisa mulai menyirami air ke media tanah tersebut sehingga keadaan pada tanah tidak kering dan menjadi lembab. Setelah tanah sudah mulai basah, bisa dimulai proses pengaplikasian atau menanam bibit di tanah tersebut. Proses penyiraman tanaman dilakukan setiap hari selama minimal dua minggu sehingga benih yang sudah ditanam sebelumnya dapat tumbuh menjadi tanaman yang baru.

Setelah bibit yang ditanam sudah tumbuh, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah memindahkan bibit yang sudah menjadi tanaman tersebut ke dalam beberapa wadah. Hal ini dilakukan untuk melihat perbedaan dari perkembangan masing-masing tanaman jika diberikan pengaruh yang berbeda dari luar. Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan menyiapkan air secukupnya yang nantinya akan dituangkan kedalam tiga buah gelas plastik. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan menyediakan tiga  buah gelas plastik yang bagian bawahnya sudah dilubangi untuk jalan keluarnya air. Setelah gelas plastik diberikan lubang, langkah selanjutnya dapat dengan menaruh styrofoam di dalam gelas dan styrofoam itu dilubangi untuk nantinya akan berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Styrofoam juga berfungsi agar setiap tanaman dapat berdiri dengan tegak dan dapat membantu tanaman untuk bertumbuh dengan baik. Setelah media penanaman telah siap, tanaman yang sudah tumbuh tadi dipindahkan ke dalam media tersebut. Tanaman dijepitkan ke styrofoam agar sebagian dari akar tanaman tersebut menyentuh dengan air. Untuk setiap gelas yang sudah berisi tanaman dilakukan perlakuan yang berbeda-beda. Gelas pertama diberikan ampas teh sebanyak 3 gram, gelas kedua diberikan ampas kopi sebanyak 3 gram, dan gelas ketiga diberikan ampas teh 1,5 gram dan ampas kopi 1,5 gram.

Penanaman dengan pemanfaatan kembali ampas kopi dan ampas teh ini dapat dilakukan selama satu minggu. Setelah satu minggu, kita dapat melihat hasil dari perubahan yang terjadi pada setiap tanaman yang ada di gelas plastik, baik yang yang diberikan ampas kopi, ampas teh, serta setengah ampas kopi dan setengah ampas teh. Setiap tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik menggunakan ampas kopi dan ampas teh ini memiliki hasil yang berbeda. Untuk seminggu pertama, tanaman yang diberikan setengah ampas kopi dan setengah ampas teh tumbuh menjadi yang paling tinggi, lalu diurutan kedua disusul dengan tanaman yang diberikan ampas teh saja, dan di urutan yang ketiga adalah tanaman yang diberikan ampas kopi saja. Pada metode penanaman menggunakan ampas kopi dan ampas teh ini juga dipengaruhi dengan beberapa faktor eksternal, salah satunya adalah dari cahaya matahari yang terkena pada setiap tanaman. Alangkah baiknya dalam proses penanaman ini dilakukan pada tempat yang memiliki pencahayaan matahari pas, tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Lokasi menempatkan tanaman ini juga sebaiknya tidak terkena langsung dengan cahaya matahari.

Penanaman tanaman menggunakan metode hidroponik dengan pemanfaatan kembali ampas kopi dan ampas teh dapat mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan metode tersebut memiliki banyak manfaat dalam kehidupan makhluk hidup khususnya untuk lingkungan yang diantaranya adalah mengurangi penggunaan media tanah, memiliki dampak positif dalam pertumbuhan tanaman, dan juga dapat mepergunakan kembali barang yang sebagian orang pikir sudah tidak dapat dipergunakan kembali dan langsung dibuang.

 

Referensi :

Hidroponik. (2020, Oktober 17). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 22:17, November 11, 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik

majalah.ottencoffee.co.id. (2018, Januari 26). Tips Menggunakan Ampas Kopi Untuk Nutrisi Tanaman. Diakses pada 23:09, November 11, 2020, dari https://majalah.ottencoffee.co.id/tips-menggunakan-ampas-kopi-untuk-nutrisi-tanaman/

8villages.com. (2020, Januari 13). Manfaat Ampas Kopi Untuk Tanaman. Diakses pada 22:43, November 11, 2020, dari https://8villages.com/full/petani/article/id/5e1be4f61535402a78827bf4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *