Penerapan Sistem Irigasi Pada Sekelompok Masyarakat Bali

Secara umum sumber daya alam merupakan segala yang alam sediakan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan manusia. Sumber daya alam memiliki jenis dengan tingkat kebutuhan serta konservasi yang berbeda. Sumber daya alam bagian penting yang menyokong keberlangsungan hidup. Sumber daya alam yang utama ialah tanah dan air. Tanah dan air merupakan sumber daya alam yang menjadi penyokong seluruh kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Kedua komponen sumber daya alam itu sangat penting bagi keberlangsungan hidup semua makhluk di muka bumi. Kerusakan tanah dan air akan sangat berakibat fatal bagi keberlangsungan hidup manusia. Sehingga dalam pemanfaatannya dibutuhkan konservasi agar menjaga komponen tersebut tetap ada. Upaya konservasi ini dilakukan untuk menjaga kualitas tanah dan air agar bisa digunakan secara berkelanjutan. Upaya konservasi pada umumnya dilakukan di daerah aliran sungai dan lahan-lahan kritis. Hal ini karena tanah dan air rawan mengalami degradasi dan kerusakan. Penyebab utama kerusakan tersebut adalah aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian, perumahan, infrastruktur dan industri.

Teknik irigasi merupakan pemanfaatan air yang berasal dari permukaan tanah untuk untuk menunjang pertanian. dengan usaha pengaturan , pendistribusian ,dan pembuangan air. Menurut Abdullah Agoeda, Irigasi adalah sesuatu yang dilakukan secara teknis menyalurkan air melalui saluran-saluran pembawa air ke tanah pertanian dan setelah air tersebut diambil manfaat sebesarnya-besarnya akan menyalurkan ke saluran pembuangan terus ke sungai. Irigasi merupakan kegiatan penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi kepentingan pertanian dengan memanfaatkan air yang berasal dari air permukaan dan tanah Kartasapoetra (1994).

Tujuan teknik irigasi yaitu :

  1. Untuk membasahi tanah, teknik irigasi bertujuan untuk membantu pembasahan tanah pada lahan yang kering.
  2. Untuk mengatur pembasahan tanah, pembasahan tanah yang dilakukan di lahan pertanian bertujuan agar daerah yang kekurangan air tetap memperoleh air sepanjang waktu.
  3. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, air dan lumpur yang dialirkan mengandung serat unsur hara yang baik untuk lahan.
  4. Kolmatase, merupakan meninggikan permukaan tanah dengan endapan lumpur yang terbawa oleh air irigasi
  5. Untuk mengalirkan air kotor di kota dengan Teknik irigasi, yang bertunjuan untuk mengalirkan kotoran atau sampah ke tempat yang seharusnya atau tempat yang di sediakan dan diolah secara alamiah.
  6. Untuk meningkatkan suhu tanah. Air yang dihasilkan dari teknik irigasi memiliki suhu yang lebih tinggi dari tanah. Hal ini menyebabkan petani di daerah lahan yang beriklim lebih dingin dapat melakukan kegiatan pertanian.

Teknik irigasi sudah banyak dimanfaatkan di berbagai daerah di Indonesia khususnya daerah pedesaan. Ini karena Indonesia merupakan negara agraris dengan tanah yang subur serta iklim yang mendukung. Salah satu contoh pemanfaatan teknik irigasi di masyarakat  diterapkan pada sekelompok petani di Bali.

Pada masyarakat Bali terdapat sekelompok para petani  yang mengatur sistem perairan irigasinya dan sistem irigasi ini di pimpin oleh seorang pemuka adat yang berprofesi juga sebagai petani di Bali.

Sekelompok petani di Bali menerapkan sistem irigasi yang ditunjukan dengan lahan yang tidak dapat berdiri sendiri. Lahan yang tidak dapat berdiri tersebut mencakup semua petak sawah yang berada pada satu wilayah. Wilayah tersebut merupakan kesatuan maka dari itu ketika sawah satu terganggu maka yang lainya ikut terganggu

Sistem irigasi yang di lakukan oleh sekelompok petani di Bali sama dengan sistem irigasi lainya yaitu dimana petani berhak atas bendungan air, parit dan sebuah saluran air yang menuju lahan namun pembuatan , pemeliharaan dan pengelolaan nya ini di lakukan bersama dengan para petani di daerah tersebut.

Pemanfaatan penggunaan irigasi di Bali yang di lakukan oleh sekelompok petani ini bertujuan agar terciptanya keadilan bagi setiap angggota dari kelompok tani. Jika suatu petak sawah memiliki sitem saluran air yang berdekatan maka ketinggian saluran air harus sama  agar pengaliran air tetap lancar namun lebar saluran dapat di bedakan berdasakan luas petak sawah yang di garap oleh para petani. Sistem Irigasi para petani di Bali  memiliki fungsi yaitu sebagai :

  1. Mengatur pendistribusian dan penggunaan air secara tradisional
  2. Pemeliharaan dan pengelolaan air agar terhindar dari kerusakan dan kehilangan air pada saluran irigasi.
  3. Mengatur lahan sawah dengan sistem terasering.
  4. Mengatur sistem pola tanam dengan kerta masa yaitu seluruh daerah ditanami padi.
  5. Membuat inovasi di dalam bidang pertanian seperti mina padi, peternakan itik dan sapi dengan teknik tumpang sari.

Sumber air dari sistem irigasi ini bersumber dari aliran sungai atau mata air di karenakan lingkungan topografi dan kondisi sungai sungai di bali yang umumnya curam. Hal itu membuat sumber air untuk pesawahan sangat jauh letaknya dan kadang kadang mereka perlu membuat terowongan untuk mengalirkan airnya , karena hal tersebut para petani tidak mampu untuk berkeja sendiri sendiri , dan pada akhirnya mereka harus membuat kelompok agar perkerjaan nya tidak terlalu berat yang di kenal dengan menganut sistem distribusi air secara proposional maka resiko yang ada harus di tanggung bersama.

Sistem perairan irigasi di Bali merupakan sistem perairan yang merata. Sayangnya sistem perairan ini terancam keberadaannya karena perubahan kehidupan masyarakat Bali. Sistem irigasi ini merupakan sistem irigasi yang sangat efektif untuk pengairan sawah di Bali. Sistem irigasi ini sangat sesuai dengan bangsa Indonesia yang terkenal akan gotong-royong. Dimana para petani mendapatkan semua tugas dengan merata. Selain itu Bali merupakan aset pariwisata Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi geografis Bali banyak dikelilingi oleh pantai membuat sumber air tawar sangat minim. Sehingga para petani harus mengandalkan sungai-sungai yang ada di Bali sebagai sumber daya air dalam sistem irigasi ini. Sistem irigasi ini cocok untuk dijadikan acuan, karena pendistribusian serta pengelolaan airnya yang merata di daerah yang minim akan sumber daya air. Sebagai mahasiswa, dalam memberikan resolusi terhadap kasus ini yaitu memperketat konservasi, khususnya di bidang budaya. Penyebab terancam hilang sistem irigasi di Bali bukan karena sistem pengairannya namun karena perubahan kebudayaan masyarakat Bali, serta banyak lahan pertanian yang di alih fungsikan, dan juga berkurangnya warga  yang berkerja sebagi petani sehingga hal tersebut menjadi ancaman untuk di masa yang akan datang.

 

Daftar Pustaka

https://msmbindonesia.com/sistem-irigasi-subak-bali/, diakses pada 9 November 2020

http://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/JPB/article/view/461/456, diakses pada 9 November 2020

https://buleleng.bulelengkab.go.id/artikel/sistem-irigasi-subak-bali-indonesia-metode-pengairan-sawah-tradisional-di-bali-yang-terkenal-dan-ditetapkan-oleh-unesco-sebagai-warisan-budaya-dunia-  36#:~:text=Subak%20sebagai%20metode%20teknologi%20dari,air%20ke%20bidang%20sawah%20garapan) diakses pada 10 November 2020

https://www.kajianpustaka.com/2018/11/pengertian-tujuan-dan-jenis-jenis-irigasi.html, diakses pada 10 November 2020

https://www.pelajaran.co.id/2018/18/pengertian-irigasi-sejarah-tujuan-fungsi-dan-jenis-jenis-irigasi.html#:~:text=Menurut%20Abdullah%20Agoeda%2C%20Irigasi%20adalah,saluran%20pembuangan%20terus%20ke%20sungai. diakses pada 10 November 2020

http://materipelajaranterbaruips.blogspot.com/2016/05/fungsi-tujuan-dan-manfaat-irigasi.html, diakses pada 10 November 2020

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/1ff697d4a9f7186e12e2dc61a5c8e381.pdf, diakses pada 10 November 2020

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *