Penerapan Metode Akuaponik dalam Budidaya Tanaman Pakcoy dan Ikan lele

Sumber Gambar Klik, Hulondalo.id

Pangan merupakan suatu kebutuhan yang harus terpenuhi bagi makhluk hidup khususnya manusia baik itu yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan. Menghasilkan produk pertanian merupakan salah satucara untuk memenuhi kebutuhan pangan. Akan tetapi, tidak seluruh kawasan memiliki lahan yang mendukung lajunya pertanian sehingga dapat memproduksi produk pertanian. Kawasan yang biasanya tidak memiliki lahan luas untuk pertanian yaitu kawasan perkotaan. Maka dari itu, cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menerapkan Urban Farming. Urban farming adalah sistem pertanian yang memanfaatkan lahan sempit seperti pekarangan untuk bisa membudidayakan produk pertania. Urban farming memiliki beberapa metode yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Metode hidroponik (budidaya tanam menggunakan air sebagai media tanam )
  2. Metode akuaponik (budidaya yang memadukan budidaya ikan dan budidaya tanaman)
  3. Metode aeroponik (budidaya tanamam menggunakan udara)
  4. Metode vertikultur (budidaya tanam secara vertikal menggunakan paralon atau botol secara bertingkat)

Metode yang akan dibahas yaitu mengenai metode akuaponik. Akuaponik adalah salah satu metode dari urban farming yang ramah lingkungan serta memadukan antara akuakultur (budidaya ikan) dengan budidaya tanaman secara hidroponik. Akuaponik memiliki prinsip dasar yaitu dapat dilakukan secara bersamaan dengan memanfaatkan kotoran yang dihasilkan oleh ikan dan juga limbah dari sisa-sisa makanan ikan sebagai asupan nutrisi atau sumber pupuk yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Pada proses akuaponik ini terjadi simbiosis mutualisme atau saling menguntungan satu sama lain yaitu antara tanaman dengan ikan. Dimana tanaman ini akan berfungsi sebagai filter vegetasi atau penyaring sehingga dapat mengubah zat beracun menjadi zat yang tidak berbahaya lagi bagi ikan. Jadi, inilah siklus yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme). Penyerapan limbah oleh tanaman dapat mengurangi pencemaran yang dihasilkan dari limbah budidaya ikan.

Pada metode ini sistem yang digunakan yaitu sistem resirkulasi (pemanfaatan kembali air yang telah digunakan), maka metode ini dapat mengatasi permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, serta permasalahan lahan yang sempit.

Metode ini mendorong masyarakat supaya bisa meningkatkan produktifitas yang intensif yaitu bisa membudidayakan dua jenis yang berbeda secara bersamaan. Adapun jenis tanaman dan jenis ikan yang cocok untuk dibudidayakan dengan metode akuaponik ini adalah tanaman yang memiliki kemampuan bisa menyerap nutrisi yang terlarut dalam air serta ikan yang bisa berkembang serta tumbuh dengan baik meskipun di lahan yang terbatas. Contoh tanaman dan jenis ikan yang bisa di budidayakan melalui akuaponik ini adalah tanamam pakcoy dan ikan lele.

Tanaman pakcoy (Brassica rapa chinensis) merupakan tanaman yang dapat menyerap bahan organik, mudah dibudidayakan, sebagai agen fitoremediator limbah, tanaman yang bukan musiman jadi bisa ditanam kapan saja, serta tahan terhadap kadar air tinggi. Ikan yang bisa dibudidayakan melalui metode akuaponik salah satunya yaitu Ikan lele. Ikan lele  (Clarias sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang dapat tumbuh di lahan yang terbatas dan dapat tumbuh dengan cepat.

Budidaya menggunakan metode akuaponik bisa ini dilakukan dengan menggunakan kolam ikan atau media lainnya seperti akuarium, ember besar, dan lain sebagainnya.

Tahapan budidaya metode akuaponik

  1. Pembibitan tanaman

Benih dari tanaman pakcoy disemaikan terlebih dahulu selama 10 hari sampai berdaun 3-4 helai pada media rockwool.

  1. Persiapan kolam, instalasi, dan penyebaran ikan

Siapkan kolam sebagai media perangkat akuaponik bisa juga menggunakan aquarium atau ember besar. Langkah selanjutnya yaitu penyebaran ikan lele yang masih kecil secukupnya disesuaikan dengan perangkat akuaponiknya.

  1. Persiapan nutrisi

Setelah ikan lele ditebar selama 7 hari, maka lakukan proses dekomposisi limbah kotoran ikan dan pembuatan nutrisi AB Mix untuk tanaman sayuran.

  1. Penanaman dan pemeliharaan

Pindahkan bibit yang sudah tumbuh ke talang hidroponik diatas kolam. Untuk pemeliharaanya yaitu untuk ikan diberi pakan sebanyak 3 kali sehari sedangkan untuk tanamannya diberi nutrisi dari limbah kotoran ikan dan nutrisi AB Mix. Pemberian nutrisi dilakukan dengan cara resirkulasi berisi kompartemen pemeliharaan dan kompartemen pengolahan air seperti menggunakan mesin pompa air yang dinyalakan selama 9 jam mulai dari pagi hari. Keuntungan dari resirkulasi ini yaitu dapat mengurangi penggunaan air, buffer pH, serta dapat mereduksi bahan organik.

  1. Pemanenan

Pemanenan pada tanaman pakcoy dilakukan saat umur 30 hari setelah pindah tanaman dan pemanenan itu baik dilakukan pada pagi hari. Ciri bahwa tanaman pakcoy sudah diap panen yaitu daunnya berbentuk oval melebar menyerupai sendok yang mengarah ke bawah. Untuk ikan lele, waktu pemanenanya biasanya pada umur enam bulan hingga sembilan bulan.

Produk yang dihasikan dari metode ini termasuk kedalam produk organik karena hanya menggunakan pupuk yang berasal dari limbah kotoran ikan lele yang telah melalui proses biologis. Kandungan yang terdapat pada tanaman ini yaitu terdapat sumber serat, vitamin, serta mineral yang cukup baik bagi kebutuhan tubuh manusia. Adapun manfaat dari tanaman pakcoy ini yaitu :

Pertama, tanaman pakcoy dapat mencegah kanker. Selain mengandung folat yaitu untuk mencegah pembentukan sel kanker, pakcoy juga mengandung vitamin C, vit. E, dan beta karoten yang berperaan sebagai antioksidan sehingga bisa mencegah kerusakan sel, serta mengandung selenium yang bisa membersihkan tubuh dari komponen penyebab kanker.

Kedua, dapat menjaga kesehatan jantung. Pakcoy mengandung kolesterol dan kalori yang sangat rendah sehingga bisa menjaga kesehatan jantung.

Ketiga, menjaga kesehatan tulang. Tanaman ini mengandung banyak macam nutrisi dan zat mineral yang berguna untuk kesehatan tulang.

Keempat, mencegah peradangan dalam tubuh. Kolin yang terkandung dalam tanaman ini dapat mencegah peradangan dalam tubuh. Selain itu, kandungan kolin juga dapat menjaga pergerakkan otot dan juga meningkatkan kemampuan belajar serta mengingat.

Kelima, menjaga tekanan darah. Tanaman ini dapat menjaga tekanan darah secara alami karena mengandung kalium, kalsium, serta magnesium.

Keenam, meningkatkan imunitas tubuh. Kandungan selenium yang dimiliki tanaman ini dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh sehingga dapat melawan infeksi.

Ketujuh, menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C pada tanaman ini memiliki kolagen yang baik sehingga dapat mendukung dalam menjaga kesehatan kulit.

Keunggulan dari metode ini yaitu dapat mengkombinasikan antara sistem akuakultur dengan hidpoponik. selain Keunggulan, metode ini juga memiliki kelemahan yaitu dapat memakan biaya yang cukup besar.

DAFTAR PUSTAKA

Manuhara, Y. Sri Wulan, dkk. 2017. Budidaya Sayuran Organik Secara Aquaponik Melalui Ipteks Bagi Masyarakat. pdf.

https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/limbah-kolam-ikan-dapat-dimanfaatkan-untuk-akuaponik-57

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *