Penanaman dan Pemanfaatan Sawi Hidroponik untuk Masker Wajah Alami

Kegiatan bertani atau menanam tanaman biasanya dilakukan pada lahan yang luas, namun lahan pertanian di masa sekarang semakin hari semakin sedikit dan semakin sempit, bahkan untuk di beberapa kota, lahan pertanian sudah mulai beralih fungsi menjadi lahan pemukiman warga serta gedung-gedung dan pabrik-pabrik, selain itu harga tanah juga semakin mahal. Hal demikian tentunya disebabkan karena makin bertambahnya jumlah penduduk, khususnya di wilayah perkotaan dan ketidak merataannya jumlah penduduk di kota dengan jumlah penduduk di pedesaan. Dengan bertambah banyaknya jumlah penduduk tersebut berarti bawah jumlah kebutuhan pangan pun akan semakin bertambah, namun kebutuhan akan pangan mereka terhambat dengan lahan pertanian yang sempit. Maka dari itu untuk terus bisa memenuhi kebutuhan akan pangan khususnya di wilayah perkotaan, diciptakanlah konsep pertanian kota atau biasa disebut urban farming.

FAO (Food and Agriculture Organization) menjelaskan bahwa konsep pertanian kota adalah sebagai industri yang memproduksi, memproses, dan memasarkan produk pertanian, terutama memenuhi permintaan harian konsumen di dalam perkotaan, dengan metode produk intensif, memanfaatkan dan mendaur ulang sumber daya dan limbah perkotaan untuk menghasilkan beragam tanaman kebutuhan pangan masyarakat perkotaan (Smit, J, A. Ratta, J. Nasr, 1996).

Jadi, konsep urban farming merupakan suatu cara atau konsep bertani yang dilakukan di lahan sempit dan umumnya dilakukan oleh penduduk kota yang mempunyai keterbatasan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan akan pangan. Urban farming ini bisa dilakukan di atap rumah (rooftop), balkon rumah, maupun di dinding. Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan penanaman dengan konsep ini pun murah dan perawatannya juga cukup mudah karena konsep pertanian ini memanfaatkan limbah perkotaan yang ada. Tanaman yang bisa ditanam dengan konsep urban farming pun beragam, mulai dari kacang-kacangan, umbi-umbian, sayur-sayuran, hingga buah-buahan pun dapat dapat dilakukan. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa konsep urban farming ini sangat efisien dan praktis.

Salah satu produk urban farming dari jenis tanaman sayur-sayuran yang cukup banyak ditanam dan diminati oleh banyak orang adalah sawi. Sawi mempunyai jenis yang beragam, namun yang banyak dibudidayakan dan ditanam di Indonesia yaitu, sawi hijau, sawi putih, dan pakcoy (Cahya, Syarifuddin, & Hasibuan, 2019). Semua jenis sawi tersebut sangat digemari oleh masyarakat Indonesia mulai dari anak-anak hingga orang tua pun menyukainya karena baik untuk kesehatan, mengandung banyak serat dan vitamin. Selain untuk dikonsumsi, sawi juga bisa digunakan untuk perawatan wajah seperti  untuk masker wajah. Masker alami tersebut dapat memberikan efek yang lebih baik bagi wajah karena tidak menggunakan bahan kimia.

Sawi merupakan salah satu sayuran berumur pendek, yang dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dan dapat ditumbuhkan secara hidroponik (Setiawan, Ginting, & Karyanto, 2013). Hidroponik sendiri merupakan salah satu jenis cara bertanam yang ada pada konsep pertanian kota.

Hidroponik berasal dari kata hydroponic, hydro = air dan ponic = pengerjaan. Sehingga dapat diartikan sebagai sistem budidaya pertanian yang dilakukan tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrient (Roidah, 2015). Teknologi ini sangat banyak memberikan keuntungan terutama dapat menghemat biaya investasi sekitar 38%, dan mampu menghasilkan sayuran yang berkualitas dan baik di pasaran (Rahimah, 2012). Untuk menanam secara hidroponik diperlukan beberapa syarat yang harus terpenuhi, yaitu media hidroponik harus bisa dijadikan tempat diletakkannya tanaman, bisa menampung  air dan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, memiliki drainase dan aerasi yang baik, bisa menjaga dan mempertahankan kelembaban di sekitar akar tanaman, serta tidak mudah lapuk (Agoes, 1994).

Penanaman dan Perawatan Sawi Hidroponik

Untuk penanaman tanaman sawi yang menggunakan cara hidroponik itu cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, dengan menggunakan wadah botol bekas pun sawi sudah bisa ditanam. Selain botol bekas, kita juga bisa memanfaatkan barang bekas lain seperti pipa paralon bekas. Sehingga dengan hidroponik juga kita bisa membantu untuk meminimalisir sampah.

Berikut cara menanam sawi dengan sistem hidroponik  (Wibowo & S, 2013)

  1. Menyiapkan alat dan bahan

Alat: Botol/gelas plastik, pipa paralon, wadah, spons, kain flanel, solder

Bahan: bibit sawi, pupuk hidroponik, air

  1. Penyemaian

Potong spons menjadi dadu-dadu kecil dan lubangi sedikit dibagian tengahnya, taruh satu bibit sawi di dalam lubang spons tadi, taruh di dalam wadah yang sudah berisi air, diamkan semalaman.

  1. Penanaman

lubangi gelas plastik pada bagian bawah dan samping menggunakan solder, taruh flanel dan kaitkan pada lubang gelas, taruh gelas plastik tadi ke dalam pipa paralon yang sudah dilubangi sesuai dengan ukuran gelas yang berisikan air dengan campuran pupuk hidroponik, masukkan bibit yang sudah disemai ke dalam gelas plastik, sawi sudah selesai ditanam.

Untuk perawatan sawi hidroponik juga sangat mudah, yaitu cukup dengan menambahkan nutrisi, melakukan pengecekan penyakit atau serangan hama dengan cara menyemprotkan pestisida dan insektisida  (Anonim, 2020).

Pemanfaatan Sawi Hidroponik Sebagai Masker Alami

Dalam Pemanfaatannya, sawi memang lebih sering untuk dikonsumsi dengan menjadikannya sebagai  lauk pauk yang disajikan dengan beberapa sayuran lain  atau sebagai tambahan dalam berbagai makanan.  Namun, pada saat ini pemanfaatan sawi sudah mulai berkembang, sekarang banyak orang, khususnya kaum hawa yang memanfaatkan sawi pada bidang kecantikan, yaitu sebagai masker wajah alami.

Sawi dimanfaatkan sebagai masker wajah alami karena pada sawi terdapat senyawa flavonoid yang berfungsi melembabkan kulit (Cahya, Syarifuddin, & Hasibuan, 2019). Selain itu juga, sawi memiliki kandungan yang dapat mencegah kerusakan akibat paparan sinar UV atau polusi, serta mengandung senyawa antioksidan  yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini pada kulit sehingga dapat terlihat awet muda (Rachmayanti, 2019). Maka dari itu pemanfaatan sawi sebagai masker wajah alami ini sangat direkomendasikan karena akan banyak manfaat yang akan diperoleh dari penggunaannya tersebut.

Cara yang dapat dilakukan untuk membuat masker wajah alami yaitu cari sawi yang masih segar, kemudian cuci sawi hingga bersih, lalu potong sawi menjadi beberapa bagian, sebelumnya cuci muka terlebih dahulu, dan kemudian letakkan potongan sawi tadi di atas wajah dan diamkan selama beberapa menit, setelah selasai kemudian bilas wajah dengan air hangat, dan disarankan untuk rutin melakukannya agar mendapatkan hasil yang maksimal (Pangestu, 2017).

Cukup mudah sekali untuk membuat masker wajah alami ini, sawi yang digunakannya dapat digunakan dari jenis sawi apa pun, untuk mendapatkannya pun sangat mudah terlebih lagi jika sawi tersebut diperoleh dari hasil menanam mandiri secara hidroponik, selain dapat menyehatkan tubuh dan bisa mempercantik kulit, penanaman sawi yang dilakukan secara hidroponik juga dapat membantu meminimalisir limbah yang ada.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Smit, J., A. Ratta, J. Nasr. 1996. Urban Agriculture : Foods, Jobs, and Sustainable Cities. United Nations Development Programme (UNDP). New York: NY.

Setiawan, N., Ginting, Y. C., & Karyanto, A. (2013). Respons Sawi (Brassica juncea L. Czern) yang Dibudidayakan Secara Hidroponik Pada Media Padat dan Cair Terhadap Konsentrasi Nitrogen. Jurnal Agrotek Tropika , 252-253.

Roidah, I. S. (2015). Pemanfaatan lahan dengan menggunakan sistem hidroponik. Jurnal Bonorowo, 1(2), 43-49.

Rahimah, D. S., 2012. Hidroponik Dibawah Langit. TRUBUS No. 513 Edisi Agustus 2012/XLIII.

Agoes, S., 1994. Aneka Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Penebar Swadaya. Jakarta.

Cahya, C. A., Syarifuddin, A., & Hasibuan, A. S. (2019). Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Sawi Hijau Sebagai Pelembab Kulit Dengan Sediaan Masker Peel-Off. Jurnal Farmasi , 6-7.

Wibowo, S., & S, A. A. (2013). Aplikasi Hidroponik NFT pada Budidaya Pakcoy. Jurnal Penelitian pertanian Terapan , 159-167.

Anonim. (2020). Cara Menanam Sawi Hidroponik dengan Botol Bekas. Dipetik November 9, 2020,  dari bibitonline: https://bibitonline.com/artikel/cara-menanam-sawi-hidroponik-dengan- botol-bekas.

Rachmayanti, N. (2019, November 28). 8 Manfaat Sawi Putih Bagi Kesehatan, Bikin Kulit Cantik. Dipetik November 10, 2020, dari Bola.net: https://www.bola.net/lain_lain/8-manfaat- sawi-putih-bagi  kesehatan-bikin-kulit-cantik.

Pangestu, C. (2017, September 11). Masker Sawi, Solusi Buat Kamu yang Ingin Kulit Halus. Dipetik November 10, 2020, dari teen.co.id: http://www.teen.co.id/read/6452/masker-sawi-solusi- buat-kamu-yang-ingin-kulit-halus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *