Pemeliharaan Saluran Drainase untuk Mencegah Terjadinya Banjir

Banjir yang sering kali terjadi di beberapa daerah di Indonesia, menjadi suatu masalah yang sering terulang dan belum bisa terselesaikan hingga saat ini. Banjir yang terjadi ini di akibatkan oleh beberapa faktor. Contohnya yaitu, pada musim hujan yang terus menerus dan dapat mengakibatkan terjadinya banjir, pembangunan dengan tidak memperhatikan lingkungan sekitar, kurang adanya sikap hidup bersih di masyarakat, kurangnya pemeliharaan pada sistem drainase yang baik, tidak adanya campur tangan pihak pemerintah dalam mengatasi banjir, kurangnya upaya konservasi faktor penyeimbang lingkungan air.

Drainase merupakan fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota. Secara umum juga drainase didefinisikan sebagai serangkaian bagunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan tersebut dapat difungsikan secara optimal serta kehidupan masyarakat kota menjadi aman, nyaman, bersih, dan sehat.

Saluran drainase memiliki empat jenis yaitu ada saluran primer, saluran primer ini mengalir langsung ke sungai, kemudian yang kedua ada saluran sekunder, saluran sekunder merupakan selokan besar yang nantinya terhubung ke saluran primer. Serta saluran yang berasal dari perumahan disebut dengan saluran tersier. Pada kawasan sekitar perumahan. Saluran tersier akan mengalir ke saluran sekunder terlebih dahulu, sebelum akhirnya masuk ke saluran primer. Kemudan untuk kawasan pemukiman padat penduduk, saluran drainase terjadi sampai pada tingkat kuarter, yang selanjutnya mengarah ke saluran tersier dan seterusnya.

Saluran drainase memiliki beberapa kegunaan yaitu diantaranya untuk mengeringkan daerah genangan air sehingga didaerah tersebut tidak becek atau berlumpur, menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal, mengendalikan erosi tanah yang mengakibatkan kerusakan pada jalan dan bangunan yang ada di sekitarnya, dapat juga mengontrol banyaknya air hujan yang berlebih sehingga tidak menyebabkan banjir. Sistem drainase pokok harus memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung air yang berlebih di sungai dan saluran dengan daerah lebih dari 100 Ha, dengan masa waktu pengulangan selama 10 tahun.

Ada juga beberapa sarana penunjang bangunan drainase, yaitu:

  • Lubang air pada dinding saluran atau wheep hole yaitu lubang yang berfungsi untuk mengalirkan air resapan yang berasal dari tanah sekitar saluran drainase sehingga tanah tidak menjadi lumpur atau becek.
  • Lubang air pada trotoar atau street inlet yang berfungsi untuk mengalirkan air dari jalan sekitaran saluran drainase sehingga jalan tidak terjadi genangan air yang dapat mengakibatkan banjir.

Di beberapa daerah ini sebenarnya telah memiliki saluran drainase yang memadai dari segi kuantitas dan pemeliharaan menjadi poin penting dalam mencegah terjadinya banjir. Sementara itu juga, beberapa cara pemeliharaan nya cenderung tidak diperhatikan. Beberapa kebiasaan buruk yang sering di terapkan di kehidupan masyarakat ini biasanya apabila setelah selesai membuat suatu inovasi baru, justru malah membiarkannya dan tidak melakukan perawatan yang serius, sehingga pada akhirnya tidak berjalan dengan baik dan berdampak negative untuk masyarakat sekitar.

Beberapa kebiasaan buruk yang sudah menjadi budaya di Indonesia, khususnya di kota-kota besar ini, menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya banjir. Adanya sampah yang menumpuk di saluran drainase adalah bukti nyata dari ketidak sadaran masyarakat akan kebersihan. pada setiap pembuatan saluran drainase, telah dirancang sedemikian rupa supaya berfungsi dengan baik, contohnya diberikan jeruji besi didalamnya untuk menyaring sampah dan sisa tanah yang berlebih. Apabila terdapat sampah yang menumpuk di jeruji tersebut selalu di bersihkan dibersihkan, maka tidak akan ada lagi sampah yang menumpuk, dan air diselokan akan mengalir dengan lancar.

Apabila kita sebagai masyarakat tidak peduli dengan kebersihan saluran drainase, maka saluran akan tersumbat dan menyebabkan banjir, langkah pertama yang harus kita ambil adalah kita harus melakukan pemeliharaan saluran drainase, pemeliharaan ini ada banyak macamnya, yaitu:

  • Pemeliharaan rutin adalah pekerjaan yang selalu dilakukan secara berulang pada waktu yang sudah ditentukan, misalnya setiap hari minggu diadakan pembersihan saluran drainase secara rutin
  • Pemeliharaan berkala merupakan pekerjaan yang dilakukan pada waktu tertentu seperti satu tahun sekali.
  • Pemeliharaan khusus dilakukan apabila sarana dan prasana mengalami kerusakan dan sifatnya mendadak.
  • Rehabilitasi dilakukan ketika sarana dan prasarana mengalami kerusakan dan sudah tidak dapat berfungsi kembali.

Selanjutnya dipemukiman warga, selokan menjadi saluran untuk membuang air. Oleh sebab itu dilarang keras untuk membuang sampah ke selokan, karena bisa menjadi penyebab terjadinya banjir. Ketika hujan selokan yang tersumbat oleh sampah, bisa menyebabkan air diselokan meluap dan menjadi banjir. Oleh sebab itu perlu adanya pembersihan sistem pembuangan air secara rutin, atau dengan cara  bekerja bakti bersama tetangga untuk membersihkan sistem saluran air.

Salah satu penyebab saluran tersumbat juga adalah Rambut. Ternyata rambut juga bisa menjadi penyumbat drainase dirumah daerah. Apabila melihat banyak helai rambut yang menumpuk pada sistem pembuangan rumah, bias saja menyebabkan penyumbatan air, sehingga air tidak mengalir ke selokan. Beberapa saran yang cocok untuk menanggulanginya yaitu dengan membersihkan saluran pembuangan dan mengurangi jumlah jatuhnya rambut ke dalam selokan. Rambut ini muncul dari sistem pembuangan dikamar mandi. Oleh karena itu, apabila kita mandi, biasakan kumpulkan rambut rambut sisa mandi, dan buang ke tong sampah, jangan sampai terbuang ke saluran pembuangan air.

Kita juga tidak boleh membuang sampah sembarangan. membuang sampah sembarangan juga sudah menjadi kebiasaan atau salah satu budaya di Indonesia, masih banyak masyarakat yang belum sadar mengenai dampak dari membuang sampah sembarangan. Tanpa kita sadari dengan kita membuang sampah sembarangan, ini merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. Membuang sampah ke selokan atau saluran drainase juga mengakibatkan saluran menjadi tersumbat yang  disebabkan oleh menumpuknya sampah.

Untuk itu diperlukannya kerja sama masyarakat dan pemerintah yang berperan aktif dalam memelihara saluran drainase yang ada di daerahnya masing-masing. Salah satu tugas dari pemerintah terhadap saluran drainase yaitu dengan membersihkan sampah yang tersangkut pada jeruji secara rutin, dan normalisasi air yang dikhususkan dijalan-jalan utama atau sekitaran jalan raya. Sementara untuk masyarakat sekitar, perlu adanya kesadaran untuk hidup bersih, yaitu dengan tidak membuang sampah pada saluran drainase. Apabila pemerintah dan masyarakat sudah menjalankan perannya masing-masing dengan baik dan benar, maka dipastikan tidak akan ada lagi banjir yang terjadi akibat saluran drainase.

Daftar Pustaka

Mengatasi Drainase Mampet di Lingkungan Rumah Untuk Mencegah Banjir. Diambil dari:            https://pusatkrisis.kemkes.go.id/

Rumila, H., Kemala, J., & Ernesto, M. (2020). Drainase pemukiman: Prinsip Dasar & Aplikasinya, Indonesia: yayasan kita menulis. Drainase 26-30

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *