Pembudidayaan Stroberi dengan Hidroponik

Stroberi merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dikelola dan dibudidayakan. Buahnya yang manis dan warnanya yang mencolok membuat stroberi banyak diminati oleh semua kalangan. Buah stroberi merupakan buah palsu, yang berarti daging pada buahnya tidak berasal dari ovary tanaman tetapi dari bagian bawah yang berbentuk mangkuk. Tanaman stroberi membutuhkan cahaya yang cukup untuk proses pematangan buah dan fotosintesisnya. Proses penanaman hingga pemeliharaan buah stroberi ini harus diperhatikan secara benar. Media tanah atau bisa disebut dengan teknik mulsa adalah salah satu cara penanaman buah stroberi dengan cara yang tradisional, teknik penanaman ini terbilang cukup murah dan mudah sehingga banyak dipakai oleh kebanyakan petani. Namun walaupun teknik ini terbilang mudah tetapi memiliki kekurangan, dikarenakan jika tanah yang terus menerus ditanami akan jenuh dan berdampak mengandung mikroorganisme yang berbahaya karena bisa menjadi hama untuk tanaman tersebut.

Untuk penanganan masalah tersebut, penanaman stroberi bisa dilakukan dengan cara hidroponik. Secara umum system penanaman tanaman dengan cara hidroponik ini adalah system budidaya pertanian dengan mengganti penggunaan media tanah dengan menggunakan media air yang berisi larutan nutrien dan cara hidroponik ini bisa memanfaatkan lahan yang sempit sehingga tidak membutuhkan lahan yang begitu luas. System ini menggunakan media air, lebih hemat lahan atau tempat dan bisa menghasilkan tanaman yang lebih banyak, dan tentunya lebih menghasilkan varietas tanaman yang lebih baik juga apalagi stroberi terbilang komoditas pertanian yang banyak dikelola dan digunakan untuk keperluan produk tertentu.

Dengan system hidroponik, kebutuhan pasar bisa disesuaikan karena panen dalam system ini tidak bergantung pada musim atau waktu. System penanaman tanaman dengan cara hidroponik ini jika dibandingkan dengan system penanaman yang tradisional memiliki beberapa keunggulan, seperti menghemat lahan karena tanamannya dapat dilipat gandakan, mutu produknya yang terjamin, bentuknya lebih sempurna, ukurannya, rasanya, dan yang paling penting adalah kebersihan tanaman itu sendiri, karena pada system hidroponik kebutuhan nutrisi tanaman sangat dipasok dan diperhatikan. Adapun keuntungan lainnya dari system hidroponik yaitu bisa mengasilkan buah yang kualitasnya jauh lebih baik. Dikarenakan, dengan melakukan cara hidroponik, dari segi ukuran maupun rasa pada buahnya bisa direkayasa sesuai dengan kebutuhan dan harapan.

System hidroponik memiliki cara tersendiri agar tanaman bisa tumbuh dengan subur diantaranya yaitu :

  1. System wick. Tanaman akan ditempatkan dalam wadah yang digunakan untuk menyimpan air. System ini menggunakan metode yang bernama kapiler.
  1. System deep water culture. Metode yang satu ini sangat sederhana karena tanaman yang akan di tanam cukup dimasukan kedalam wadah yang berisi air aersi.
  1. System aeroponi menggunakan aliran air pada akar tanaman yang disusun dengan sedemikian rupa. Metode ini merupakan salah satu cara penanaman yang terbilang sulit untuk dilakukan dan memerlukan biaya yang cukup banyak, akan tetapi tidak memerlukan lahan dan ruangan yang luas.

Perlakuan pada system hidroponik ini bertujuan agar pertumbuhan tanaman bisa terkontrol, bebas dari penyakit, pengaruh cuaca diluar yang tidak stabil. Selain itu, system ini bertujuan agar kontinuitas produksi tanaman berjalan dengan baik dan efisien. Dalam penanaman buah stroberi dengan cara hidroponik ini  memiliki peranan penting untuk pengaturan suhu. Oleh karena itu, biasanya penanaman stroberi yang dilakukan di greenhouse atau rumah kaca dilengkapi oleh kipas angin yang berfungsi sebagai sirkulasi udara terutama pada siang hari karena suhu nya lumayan panas.

Ada dua jenis media tanam yang dipakai pada system hidroponik, yaitu media air dan media non tanah. Media air umumnya mengandung nutrien atau pupuk yang berperan sebagai media. Sedangkan media non tanah umumnya menggunakan pasir arang, zeolite, sekam padi, gambur, dan sabut kelapa. Penanaman stroberi dengan system hidroponik sebenarnya tidak berbeda jauh dengan system hidroponik pada tanaman yang lainnya. Namun yang membuat tanaman stroberi lebih terlihat lebih menarik, system hidroponik pada tanaman stroberi umumnya menggunakan media tanam berupa kayu lapuk. Jika suatu saat ada perubahan suhu atau kelebihan dan kekurangan nutrisi, media tersebut berperan sebagai penyeimbang. Namun, media tanam yang sering digunakan untuk menanam stroberi secara hidroponik biasanya menggunakan serabut kelapa dan arang sekam. Penanaman stroberi dengan cara hidroponik bisa dilakukan dengan mudah dan tidak memerlukan lahan yang cukup luas, contohnya bisa di rooftop dan di rumah kaca.

Proses penanaman stroberi diawali dengan mempersiapkan media tanam yang berupa serabut kelapa atau sekam. Diawali dengan menyangrai serabut kelapa dan arang sekam di atas wajan atau lapisan seng proses ini harus dilakukan secara hati – hati.  Sediakan polybag kecil sebagai media penyemaian benih dan polybag besar untuk tahap pertumbuhan. Masukan sekam dan serabut kelapa yang sudah dingin pada polybag tersebut. Selanjutnya bibit yang telah dimasukan kedalam polybag diberikan nutrien sesuai dengan kebutuhan dan takaran yang tepat. Pemberian nutrein ini harus disesuaikan dengan masa pertumbuhan, pembibitan, dan pemanenan. Nutrien yang sudah dilarutkan ke dalam air tersebut kemudian di distribusikan ke media melalui jaringan irigasi mikro, yaitu jaringan yang dapat meneteskan nutrien ke media yang langsung bisa diserap oleh tanaman.

Selanjutnya ke proses penanaman, cara menanam stroberi menggunakan system hidroponik dapat melalui 3 cara penanaman diantaranya menanam dari tanaman eksiting, menanam dari sulur atau stolon, dan menanam stroberi dengan benih. Untuk pemberian nutrien bisa dilakukan dengan system tetes. Dalam penanaman stroberi dengan system hidroponik, kita bisa menggunakan system tetes dengan penerapannya yang mirip dengan selang infus, botol yang berisi nutrisi untuk tanaman tersebut akan memberikan tetesan nutrisi pada setiap tanamannya yang dapat diatur pula intesitas banyak tetesannya. Untuk waktu penyiraman dan pemberian nutrisi harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, berikan tetesan nutrisi ke akar tanaman agar dapat langsung diterima dengan baik oleh tanaman tersebut. Tempatkan tanaman stroberi yang telah diberikan tetesan nutrisi ke tempat yang cukup menerima cahaya matahari dengan baik dan diusahakan untuk jauh dari hama seperti serangga.

Pada tahap pemeliharaan, menanam stroberi dengan cara hidroponik harus lebih memperhatikan PH yang ada pada media tanamnya. Selain memperhatikan PH, pemberian pupuk cair pun harus secara rutin dilakukan. Terakhir adalah tahap pemanenan, setelah menunggu sekitar kurang lebih 4-6 bulan, tanaman stroberi yang ditanam menggunakan system hidroponik sudah bisa menghasilkan buah yang segar dengan kualitas baik.

Daftar Pustaka :

Siti Istiqomah. 2007. Hidroponik : Menanam Hidroponik. Semarang : Azka Mulia Media.

Teknik Hidroponik. Teknik menanam stroberi secara hidroponik. Diakses  November 09, 2020, dari https://bibitonline.com/artikel/teknik-dan-cara-menanam-strawberry-hidroponik

Menanam Stroberi. Menanam stroberi dengan cara hidroponik. Diakses  September 11, 2018, dari https://hortiindonesia.com/berita/menanam-stroberi-dengan-sistem-hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *