Pembuatan Bokashi dari Limbah Teh Hitam Ortodoks (Fluff) Dengan Metode Komposter

Pemupukan adalah kegiatan pemberian unsur hara organik maupun anorganik baik melalui akar maupun daun untuk mengganti sejumlah unsur hara yang telah terambil akibat kegiatan produksi. Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan daya dukung tanah, pertumbuhan tanaman, dan kesehatan tanaman. Sasaran dalam pemupukan yaitu untuk mempertahankan kesuburan tanaman, memperoleh produksi optimal dan kesehatan tanaman terjaga. Pemupukan memiliki prinsip umum supaya tanaman mendapatkan unsur hara sesuai dengan yang dibutuhkan, tercapainya efektivitas dan efisiensi pemupukan meliputi tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat sasaran, dan pupuk ang diberikan berwawasan lingkungan. Pupuk yang digunakan yaitu diantaranya pupuk organik, pupuk anorganik atau pupuk yang berasal dari kotoran hewan, atau limbah pertanian (tanaman).

Pupuk yang berasal dari tanaman atau kotoran hewan merupakan pupuk yang telah melalui proses rekayasa seperti fermentasi. Pupuk yang diketahui dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya, seperti dari bentuknya bisa berupa pupuk cair atau pupuk padat. Sementara pupuk dilihat dari bahan penyusunnya terdiri dari pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pupuk yang terbuat dengan cara menguraikan limbah, baik berupa sisa tanaman, kotoran hewan dengan bantuan bakteri pengurai. Seperti halnya kompos, pupuk bokashi merupakan sebuah kompos yang terbuat dari limbah pertanian dan kotoran hewan dengan bantuan em4. Pembuatan bokashi bisa dibuat dari permanfaatan dari limbah pertanian. Pemanfaatan limbah berguna untuk mengurangi kuantitas dari suatu limbah. Pembuatan teh hitam orthodoks menghasilkan limbah teh yang menyebabkan pencemaran jika lebih dari batas maksimal pencemaran limbah teh tersebut. Flupp merupakan limbah teh yang berbentuk serat, limbah yang dihasilkan dapat membuat pencemaran air jika limbah tersebut menyatu dan membuat warna air menjadi keruh. Dalam pemanfaatan limbah teh hitam orthodoks bisa dimanfaatkan menajadi kompos dengan metode komposter. Metode komposter adalah metode untuk mempermudah proses pengomposan.

Komposter

Metode komposter merupakan metode untuk mempermudah proses pengomposan, metode ini menggunakan alat berupa tong bekas, ember bekas atau bak sebagai tempat pengomposan. Metode komposter memanfaatkan bakteri yang dapat mengurai dan mempermudah proses pengomposan.  Komposter membantu bakteri pengurai untuk mempercepat pengomposan.

Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi merupakan jenis atau salah satu dari pupuk kompos. Penguraian limbah sisa tanaman atau limbah pertanian dan kotoran hewan dapat dibuat menjadi sebuah pupuk dengan bantuan bakteri pengurai yang terdapat di em4. Bantuan bakteri pengurai digunakan untuk mempercepat proses fermentasi. Proses fermentasi yang dengan pemberian (EM-4) akan untuk mempercepat proses pembuatan kompos. Bokashi yang sudah siap diaplikasikan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Apabila dicium baunya tidak menyengat atau tidak berbau;
  • Warna yang mantang seperti tanah atau coklat kehitaman;
  • Penyusutan menjadi 20 persen;
  • Tes dengan kantong platik tutup rapat simpan seminggu tidak ada perubahan jadi matang;
  • Dengan tes perkecambahan yaitu menanam benih jika 3-4 hari muncul tunas maka kompos tersebut matang;
  • Proses pengomposan akan terjadi penurunan suhu, sehingga suhu normal kompos yaitu 20°C. Pupuk yang panas akar akan mati;
  • Kandungan air pada kompos yang matang yaitu 50-65 persen.

Bokashi singkatan dari bahan organik yang telah difermentasi merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dengan bantuan em4 dan dilakukan dengan proses pengomposan. Proses pengomposan terjadi dan membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga terdapat teknologi dengan bantuan effective microorganisme (EM4) untuk mempercepat pengomposan. Bokashi merupakan pupuk kompos yang dihasilkan dengan bantuan EM4. Penggunaan EM4 akan membuat pengomposan akan lebih cepat 4-7 hari. Dalam pembuatan pupuk bokashi terdapat aspek terpenting yaitu perbandingan antara karbon dan nitrogen pada bahan yang akan digunakan. Keseimbangan unsur hara perlu diperhatikan, antara rasio organik karbon dengan nitrogen (C/N Rasio). Nilai C/N pada pupuk bokashi akan berpengaruh pada kematangan pupuk, semakin tinggi nilai C/N maka pupuk akan terurai dan matang merata. Jika rasio C/N tinggi aktivitas biologi mikroorganisme akan berkurang, jika rasio C/N terlalu rendah sehingga akan kelebihan nitrogen dan membuat  tidak dipakai oleh mikroorganisme dan tidak dapat diasimilasi dan akan hilang (Djuarnani, 2005).

Nutrifikasi

Proses nutrifikasi merupakan proses pembusukan dimana terjadi proses oksidasi amoniak nitrit (Sumarno, 1987).

Cara Membuat Pupuk Bokashi

Bahan yang digunakan untuk pembuatan 1 kwintal bokashi adalah :

  1. Feses sapi atau ayam petelur/potong, ternak babi /kambing : 40 kg
  2. Flupp : 13 Kg
  3. Limbah pertanian (Semak-semak. Daun hijau, Bonggol pisang) : 20 kg
  4. Abu sekam bakar : 35 kg
  5. EM4 (efectif Microba) : 500 cc
  6. Gula air : 1 liter
  7. Air bersih : 5 liter.

Proses pembuatan bokashi adalah sebagai berikut:

  1. Limbah pertanian berupa sisa tanaman, maupun rumput liar dicincang kemudain dicampur dengan fleupp, feses dan arang sekam sampai merata;
  2. Cairan larutan em4, gula air dan air bersih dicampurkan;
  3. Kemudian, penyiraman dilakukan dengan rata dan lakukan pembalikan sampai semua bahan tercampur merata;
  4. Bahan bokashi yang sudah diaduk dengan rata, masukan ke dalam komposter supaya terjadi proses fermentasi
  5. Pembalikkan kompos dilakukan untuk membuang gas yang dibnetuk, sehingga dilakukan setiap seminggu sekali atau setiap 7 hari;
  6. Lama fermentase 21 s/d 60 hari; dan
  7. Pada kasus ini fermentasi dilakukan selama 15 hari, kemudian dapat dimasukan di karung/atau plastik untuk diaplikasikan.
  8. Proses fermentasi akan berpengaruh pada kualitas pupuk, jika proses fermentasi dilakukan lama maka dengan dilakukan pembalikkan maka pupuk bokashi akan semakin bagus.

Pengaplikasian Pupuk Bokashi

Dalam pengaplikasian pupuk bokashi ini yaitu  sebagai contoh pada tanaman jeruk, dapat diaplikasikan yaitu untuk kebutuhan pupuk bokashi tanaman jeruk di bawah 2 tahun sebanyak 25 kg untuk 1 pohon dan tanaman jeruk di atas 3 tahun sebanyak 500 kg untuk 1 pohon.

 

DAFTAR PUSTAKA

Djuarnani, Kristia, dan Setiawan BS. 2005. Cara Cepat Membuat Kompos (cetakan ke 2). Bogor. 74 halaman.

Sumarno. 1987. Kedelai dan Cara Budidaya. Yasaguna Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *