Pemanfaatan Urban Farming Untuk Lahan Perkotaan

Kebutuhan pangan di setiap daerah akan selalu meningkat setiap tahunnya, sedangkan penduduk di suatu daerah juga ikut bertambah yang menyebabkan pengubahan lahan pertanian ataupun lahan kosong menjadi fasilitas fasilitas dan pemukiman warga. Di Kota Bandung sendiri kebutuhan pangan belum bisa dipenuhi oleh warganya. Dengan jumlah penduduk mencapai 2.483.997 jiwa, Kota Bandung hanya bisa mencukupi 4% kebutuhan pangan di daerahnya sendiri, selain dari itu Kota Bandung mencukupi kebutuhan pangannya, dengan cara mendapat suplai dari daerah sekitarnya. Maka dari itu, Kota Bandung membutuhkan solusi untuk mencukupi kebutuhan pangannya. Dengan lahan yang sempit urban farming merupakan solusi yang baik untuk diterapkan di masyarakat Kota Bandung. Sebenarnya di Kota Bandung sendiri sudah mulai diterapkan walaupun dalam pelaksanaannya masih belum bisa berjalan dengan baik dan belum bisa memenuhi kebutuhan pangan bagi daerah ini.

Urban farming merupakan kegiatan pertumbuhan, pengolahan, dan distribusi pangan serta produk lainnya melalui budidaya tanaman dan peternakan yang intensif di perkotaan dan daerah sekitarnya, dan menggunakan (kembali) sumber daya alam dan limbah perkotaan, untuk memperoleh keragaman hasil panen dan hewan ternak (FAO, 2008; Urban Agriculture Committee of the CFSC, 2003).  Dari pernyataan diatas kita dapat menyimpulkan beberapa keuntungan dari adanya urban farming untuk mengatasi permasalahan di perkotaan, antara lain :

  1. Tidak membutuhkan lahan yang luas

Urban farming bisa dilakukan di sekitar rumah maupun di atap, tanpa harus menyiapkan lahan untuk mulai produksi. Hal ini selain bisa memanfaatkan lahan yang sempit, juga mengurangi biaya untuk sewa tanah maupun membeli tanah untuk produksi.

  1. Ramah lingkungan

Selain tidak membutuhkan lahan yang besar, urban farming sendiri bisa memanfaatkan limbah limbah dari rumah tangga, limbah limbah organik bisa diolah kembali agar bisa dijadikan pupuk organik, dan botol plastik serta kresek bekas bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pot tanaman.

Urban farming juga memberikan manfaat bagi warga di sekitarnya karena ikut membantu untuk memberikan suplai oksigen dan mengurangi kadar karbondioksida di udara.

  1. Menghasilkan komoditas yang sehat dan membantu memenuhi kebutuhan pangan

Tanaman dan buah buahan yang kita tanam bisa dikontrol sesuai keinginan kita. Pupuk yang kita gunakan bisa kita pilih sendiri dan kita juga bisa memilih untuk tidak memakai pestisida yang berbahaya. Selain itu, harga dari tanaman akan semakin murah, karena di produksi dekat dengan tempat penjualannya, sehingga dikurangi oleh biaya distribusi.

Berdasarkan penelitian dari Arizona State University, Matei Georgescu mengungkapkan bahwa, jika urban farming diterapkan di kota kota besar di dunia maka hasil produksi dari urban farming akan menghasilkan 180 juta ton selama setahun yang setara dengan 10% total hasil produksi makanan global. Selain itu juga urban farming berpotensi menghemat 15 miliar kilowatt daya listrik per jam dalam pemakaian selama setahun dan sistem ini juga dapat menghasilkan 170.000 ton nitrogen ke udara. Urban farming sendiri cukup simpel dalam pembuatannya. Berikut merupakan beberapa contoh dari urban farming yang bisa kita buat di pekarangan rumah :

  1. Vertikultura

Yaitu  dengan cara menggunakan paralon atau pipa yang dipasang secara vertikal, metode ini tidak terlalu memakan lahan karena paralon bisa dipasangkan di tembok bangunan, tetapi metode vertikultura ini kurang cocok untuk tanaman yang berdiri tegak karena paralon tidak akan kuat untuk menahan tanaman tersebut. Metode ini lebih cocok digunakan untuk sayur sayuran.

  1. Hidroponik

Hidroponik merupakan metode yang digunakan dengan cara memanfaatkan air, unsur hara, media tanam, dan oksigen. Berdasarkan media tanamya sendiri metode ini di bedakan menjadi tiga, yaitu :

  • Kultur air, dengan cara menempatkan larutan unsur hara di bawah tanaman agar ujung tanaman menyentuh larutan hara tersebut
  • Kultur agregat, dengan cara menggunakan sekam, kerikil, dan pasir sebagai media tanamnya, lalu di aliri air dan unsur hara melalui selang maupun pipa.
  • Nutrient film technique, dengan cara menanam tumbuhan di tempat yang sempit dan dialiri oleh unsur hara, kemudian akan terbentuk lapisan tipis (film) yang akan berperan sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan, metode ini memerlukan perhatian yang serius dari penggunaan air, unsur hara, media tanam, dan oksigen.

 

  1. Vertiminaponik

Metode merupakan metode yang cocok digunakan untuk pertanian maupun perternakan, karena metode ini memanfaatkan simbiosis antara tumbuhan dan hewan, dengan menanam tumbuhan di atas wadah yang dijadikan tempat tinggal untuk para ikan. Selain menghasilkan tanaman dan ikan, metode ini juga bermanfaat bagi lingkungan setempat, karena dengan metode ini kita bisa menghemat tempat.

Dari beberapa keuntungan dan manfaat dari urban farming yang ada di atas, urban farming juga memiliki dampak negatif jika pengelolaannya tidak berjalan dengan baik, akan terjadi pemborosan sumber daya seperti air, tanah dan lain lain. Jika lahan yang sudah digunakan untuk urban farming tidak terurus, hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan permasalahan baru, air yang tergenang akan menyebabkan sarang nyamuk dan terjadinya penyakit penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan lain lain. Selain itu, urban farming juga dapat mengundang hama tanaman datang yang menyebabkan banyak hama di sekitaran rumah.

Urban farming sendiri masih memiliki permasalahan dalam implementasinya, banyaknya warga yang kurang mendalami ilmu urban farming dan setengah setengah dalam pelaksanaannya yang menyebabkan masalah masalah lain seperti yang sudah disebutkan di atas. Ditambah lagi, rata rata warga perkotaan sendiri akan lebih memilih sesuatu yang instan dan mudah untuk di dapat, produksi dari urban farming sendiri memakan waktu yang cukup lama dan memiliki proses yang tidak mudah, dibandingkan dengan membeli produk pangan langsung dari pasar atau toko pangan lainnya.

Dari permasalahan di atas urban farming akan kurang efektif jika diterapkan tanpa adanya pembelajaran atau latihan terlebih dahulu, karena akan menimbulkan masalah baru. Selain pembelajaran juga diperlukannya konsistensi dari warga itu sendiri.  Tetapi jika urban farming ini sudah bisa diimplementasikan secara baik dan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, urban farming akan memiliki dampak yang baik untuk pemenuhan pangan pada daerah yang lahannya sempit dan akan sangat bermanfaat bagi lingkungan yang ada di perkotaan karena bisa memanfaatkan limbah rumah tangga dan manfaat yang didapat dari tanaman.

Daftar Pustaka

 

Astuti, W. (2019). Artikel tentang Urban Farming. Mengenal Urban Farming, Konsep Pertanian untuk                                 Masa Depan. Diambil dari http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/79712/Mengenal-Urban-                                    Farming-Konsep-Pertanian-Kota-untuk-Masa-Depan/

Jabarprov.go.id (2014, Desember 12). Pangan Kota Bandung Masih Harus di Suplai. Di ambil dari                                                                 https://jabarprov.go.id/index.php/news/10373/2014/12/12/Pangan-Kota-Bandung-Masih-                                             Harus-Disuplai

Mayasari, K. (2016, Agustus 12). Konsep Urban Farming sebagai Solusi Kota Hijau. Di ambil dari                                                                    http://jakarta.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/639-konsep-urban-                                              farming-sebagai-solusi-kota-hijau

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *