Pemanfaatan Daun Sirih Hijau sebagai Hand Sanitizer

Pada 31 Desember 2019 China melaporkan wabah Covid-19 kepada World Health Organization (WHO) lalu pada akhir Februari WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi. Wabah ini menyebabkan kekhawatiran bagi negara di seluruh dunia. Pada awal tahun 2020 Virus Covid-19 mulai menyebar ke berbagai negara, hal ini menyebabkan beberapa negara memberlakukan lockdown untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. Di Indonesia sendiri kasus wabah Covid-19 pertama ditemukan pada bulan Maret, hal tersebut menyebabkan Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut WHO virus corona merupakan virus yang dapat menyerang manusia dan hewan, pada manusia virus ini menyebabkan infeksi pernapasan beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus corona antara lain Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). WHO juga menyebutkan bahwa penularan virus corona dapat terjadi lewat tetesan air dari hidung atau pun mulut dan pada akhirnya menyebar ke tangan dan beberapa anggota tubuh lainnya, hal ini menyebabkan semua orang dianjurkan untuk menggunakan masker, selalu mencuci tangan, dan selalu menggunakan hand sanitizer.

Covid-19 ini merupakan jenis terbaru dari virus corona, virus corona pada awalnya hanya menyerang hewan namun pada tahu 1960-an ditemukan pertama kali virus corona pada manusia. Beberapa jenis virus corona ainnya seperti MERS ditularkan oleh unta ke manusia, SARS ditularkan oleh musang ke manusia, dan Covid-19 ini diyakini ditularkan oleh ular dan kelalawar ke manusia. Karena semakin meluasnya penyebaran virus corona membuat semua orang memburu masker dan hand sanitizer untuk ikut mencegah penularan virus corona. Karena meningkatnya kebutuhan akan hand sanitizer pada masa pandemi harga hand sanitizer di pasaran meningkat pesat, namun hal tersebut tidak sejalan dengan kondisi ekonomis yang menurun yang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia. Maka dari itu, pembuatan hand sanitizer dengan bahan baku utama tanaman herbal menjadi alternatif pada masa pandemi ini. Salah satunya dengan memanfaatkan kandungan dari daun sirih hijau yang dapat digunakan sebagai bahan baku utama hand sanitizer.

Daun siri hijau  (Piper betle L.) merupakan salah satu dari sekian tanaman yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Di Indonesia sendiri daun sirih merah sering dijadikan obat herbal untuk mengatasi berbagai macam gangguan kesehatan seperti menjaga kesehatan gigi dan mulut, sebagai anti septik, menjaga saluran pencernaan, mengobati mimisan, obat batuk, dan masih banyak lagi. Pembudidayaan nya yang mudah dan harga yang ekonomis menjadi alasan kenapa daun sirih hijau banyak diburu. Bagi beberapa masyarakat di Pulau Jawa daun sirih hijau digunakan untuk Tradisi Nginang. Daun sirih memiliki beberapa jenis, yaitu daun sirih gading (Epiprenum aureum.), daun sirih merah (Piper ornatum.), dan daun sirih hijau (Piper betle L.). Daun sirih hijau pada umumnya dapat tumbuh di tanah yang gembur, tidak terlalu lembab, memiliki cuaca tropis, dan memiliki air yang cukup. Daun sirih hijau tumbuh dengan cara perdu merambat dan bersandar pada pohon lain dengan panjang 1 m hingga 3 m. Daun sirih hijau yang baik pada umumnya memiliki panjang 10-15 cm dengan lebar 8-12 cm. Morfologi yang dimiliki daun sirih hijau, yaitu memiliki jenis daun tunggal dengan bentuk bulat telur, tipe daun meruncing dan ujung daun membulat. Lakshmi dan Naidu (2010) kurang lebih terdapat 125 hingga 150 kultivar sirih yang terdapat di India.

Pada zaman dahulu, sebelum mengenal pengobatan modern manusia zaman dahulu sudah menemukan cara pengobatan dengan memanfaatkan tanaman-tanaman sekitar untuk dijadikan obat-obatan. Berdasarkan dari jurnal yang ditulis oleh mahasiswa Sekolah Ilmu Tinggi Makassar, Sulawesi Selatan, ekstrak etilasetat daun sirih hijau dapat menghambat bakteri S.epidermidis pada konsentrasi 3% sampai 5% dengan memiliki daya hambat 9.8 mm dan 15 mm. Alasan kenapa daun sirih hijau dapat digunakan sebagai anti bakteri karena mengandung minyak atsiri sebanyak 4.2% dan sebagian besar terdiri dari betephenol, caryophyllen (sisqueterpene), kavikol, kavibetol, estagol, dan terpen. Namun kandungan minyak atsiri pada setiap jenis daun sirih berbeda, sirih cacing mengandung 0.3% minyak atsiri, sirih gading mengandung 0.3% minyak atsiri, dan sirih merah mengandung 0.6% minyak atsiri. Tanaman daun sirih merupakan salah satu tanaman yang mengandung banyak air, dengan kadar air sekitar 85-90%. Daun sirih juga rendah kalori dan rendah lemak hanya terdapat 44 kalori dan 0.1-4 % lemak per 100 gram daun sirih. Selain itu, kandungan yang dimiliki daun sirih per 100 gram daun sirih antara lain :

  • Protein sebesar 3%
  • Iodin sebesar 3.4 mcg
  • Sodium sebesar 1.1-4.6%
  • Vitamin A sebesar 1.9-2.9 mg
  • Vitamin B1 sebesar 13-70 mcg
  • Vitamin B2 sebesar 1.9-30 mcg
  • Asam Nikotinat sebesar 0.63-0.89 mg

Menurut Sundari (2015) dalam mengolah obat-obatan herbal teknik yang paling mudah dilakukan jika kita ingin mengkonsumsi atau menggunakan obat herbal tersebut adalah dengan cara merebusnya. Merebus tanaman herbal bertujuan untuk memindahkan zat-zat yang berkhasiat dari tanaman ke dalam air rebusan untuk selanjutnya di konsumsi atau digunakan. Walaupun cara ini tergolong mudah namun cara merebus tanaman herbal pun perlu diperhatikan, karena kesalahan dalam merebus dapat menurunkan kualitas dari obat herbal yang akan dikonsumsi. Beberapa faktor dalam proses perebusan yang dapat menurunkan kualitas obat herbal :

  1. Penggunaan alat merebus yang tidak higienis dikhawatirkan kuman atau pun bakteri yang ada dalam peralatan tersebut mengkontaminasi obat herbal yang kita buat. Selain itu, bahan dari alat yang kita gunakan untuk mengolah obat tersebut dapat memicu adanya zat kimia lain dalam obat yang akan kita konsumsi. Contohnya, jika kita menggunakan alat dari alumunium maka kemungkinan obat herbal tersebut terkontaminasi bahan logam (Fe) atau alumunium (Al).
  2. Cara merebus yang baik adalah bahan rebusan dibiarkan mendidih 5-10 menit, setelah itu api dikecilkan dan tunggu hingga 15 menit hingga air rebusan tersisa sesuai kebutuhan. Setelah itu, saring dan dinginkan lalu siap untuk dikonsumsi.

Dalam pembuatan hand sanitizer pun dilakukan dengan teknik perebusan, langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam pembuatan hand sanitizer berbahan baku daun sirih hijau ini antara lain :

  1. Pilih daun sirih hijau yang baik.
  2. Pastikan peralatan yang digunakan bersih dan higienis.
  3. Cuci bersih daun sirih hijau pada air yang mengalir.
  4. Tiriskan daun sirih hijau yang telah dicuci.
  5.  Didihkan air secukupnya.
  6.  Lalu, siapkan wadah sesuai dengan anjuran yang telah diberikan.
  7.  Masukan air dan daun sirih hijau yang telah dicuci ke dalam wadah tersebut.
  8.  Rebus di atas air yang telah di didihkan sebelumnya.
  9.  Jika telah mendidih, kecilkan api dan tunggu hingga 15 menit.
  10.  Setelah itu, pastikan wadah yang akan digunakan untuk menyimpan air hasil rebusan direndam oleh alkohol.
  11.  Lalu, masukan air hasil rebusan ke dalam wadah yang telah direndam oleh alkohol.

DAFTAR PUSTAKA

Kursia, S., Lebang, J. S., Taebe, B., Burhan, A., Rahim, W, O, R., & Nursamsiar. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etilasetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Volume3. Nomor 2.

Bustanussalam., Apriasi, D., Suhardi, E., & Jaenudin, D. (2015). EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn) TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923. Volume 5. Nomor 2.

Widiyastuti, Y., Haryanti, S., & Subositi, D. (2016). Karakterisasi Morfologi dan Kandungan Minyak Atsiri Beberapa Jenis Sirih (Piper sp.).

Putri, M, H., Sukini., & Yodong. (2017). Bahan Ajar Keperawatan Gigi. Retrieved November 11, 2020, from http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/mikrobiologi_bab1-9.pdf

Nuraini, R. (2020, March 2). Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat jangan Panik. Retrieved November 11, 2020, from https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/kasus-covid-19-pertama-masyarakat-jangan-panik

Widyaningrum, G, L. (2020, March 12). WHO Tetapkan Covid-19 Sebagai Pandemi Global. Apa Maksudnya?. Retrieved November 11, 2020, from https://nationalgeographic.grid.id/read/132059249/who-tetapkan-covid-19-sebagai-pandemi-global-apa-maksudnya

Etika, N, M. (2020, November 5). Manfaat daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang jika Dilewatkan. Retrieved November 11, 2020, from https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-daun-sirih-hijau-sirih-merah/#gref

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *