Pemanfaatan Cabai Menjadi Produk Olahan Abon Cabai

Pada zaman ini, urban farming sangat dibutuhkan di perkotaan. Semakin sedikitnya lahan pertanian membuat masyarakat berfikir bagaimana bisa menanam tanaman tetapi tetap menghemat lahan. Urban Farming atau yang sering dikenal dengan pertanian perkotaan merupakan solusi yang sangat dibutuhkan, karena memanfaatkan lahan kosong dengan biaya yang murah dan fleksibel bagi masyarakat. Urban farming sendiri tetap berkaitan dengan ketahanan pangan. 4 aspek ketahanan pangan yang harus ada adalah ketersediaan pangan, akses ekonomi dan fisik terhadap pangan, pemanfaatan pangan serta kestabilitasan ketiga dimensi itu. Ada beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam menggunakan urban farming. Semakin meroketnya kebutuhan akan pangan dan meningkatnya harga, maka denga metode urban farming merupakan cara yang tepat dalam memenuhi kebetuhan.

Urban Farming merupakan penanaman dengan cara memanfaatkan perkarangan rumah ataupun lahan kosong yang ada di lingkungan sekitar. Urban Farming mampu memenuhi keinginan masyarakat kota dalam menjalani gaya hidup sehat. Aktivitas menanam, merawat serta menyiram tanaman yang dilakukan setiap pagi merupakan salah satu bentuk berolahraga. Selain bisa berolahraga dengan urban farming, kita bisa mendapatkan hasil panen yang tidak kalah menyehatkan karena penanaman urban farming menggunakan pupuk organik bukan pupuk kimia atau pestisida. Manfaat lainnya dari urban farming adalah meluasnya perkotaan ruang hijau di kota, dengan begitu Oksigen akan lebih banyak dan kualitas udara menjadi lebih baik.

Berdasarkan Pepres Nomor 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpangan Harga kebutuhan pokok dan barang penting, cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat diminati masyarakat. Selain sebagai makanan khas masyarakat Indonesia, cabai memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, diantaranya untuk mengurangi risiko terserang penyakit jantung, mencegah penyakit lemak, membakar lemat tubuh serta manfaat yang jarang diketahui masyarakat adalah cabai mampu untuk memperpanjang umur seseorang. Tetapi semakin meningkatnya kebutuhan pokok akan cabai meningkatlah pula harga cabai di Indonesia. Oleh karena itu harus adanya inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan pokok cabai tetapi tetap memperhatikan ketersediaan dan keterjangkauan harga cabai sepanjang waktu. Salah satunya dengan pembudidayaan menggunakan Urban Farming. Membudidayakan cabai dengan urban farming merupakan suatu cara yang sangat efektif karena pembudidayaannya sangat mudah dan dapat dilakukan oleh setiap masyarakat dalam pemenuhan akan pangan. Ada beberapa tahapan dalam pembudidayaan cabai yang harus dilalui mulai dari penyemaian, penanaman, pemeliharan dan yang terakhir panen.

Penyemaian benih cabai

  • Penyemaian benih cabai biasanya membutuhkan waktu 18 hari
  • Media semai harus memiliki tekstur yang halus dan lembut seperti pupuk kandang
  • Setelah memiliki daun 4-6 helai, bibit cabai bisa dipindahkan ke polybag yang memiliki diameter 30-50 cm
  • Penanaman yang baik dilakukan pada pagi atau sore hari, serta pastikan tanaman mendapatkan paparan sinar matahari langsung.

Pemeliharaan dan Pemupukan Cabai

  • Setelah bibit ditanam, penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi hari
  • Pemupukan dilakukan dua minggu sekali dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik, lalu disiram
  • Pengendalian terhadap hama dan penyakit, dengan cara rutin membuang hama atau disemprot dengan bahan kimia.

Pemanenan Cabai

  • Cabai bisa dipanen biasanya pada usia 45- 65 hari setelah masa tanam
  • Cabai dipetik beserta tangkai buahnya dengan maksud menjaga kesegaran buah lebih lama
  • Hasil panen bisa langsung dikonsumsi atau diolah menjadi bahan pangan lainnya.

Pada era 4.0 ini inovasi-inovasi baru selalu ditunggu oleh masyarakat, terlebih lagi inovasi terhadap olahan makananan. Olahan cabai yang sesuai dengan  komoditas urban farming sangat menjadi incaran masyarakat baik para konsumen maupun produsennya. Abon cabai contohnya, merupakan olahan abon yang terbuat dari cabai. Cabai sendiri memiliki sifat mudah rusak tetapi dengan pengolahan abon cabai, mampu menyelamatkan komoditas cabai sehingga memiliki nilai dan manfaat yang lebih tinggi. Bagi para produsen, abon cabai mempunyai peluang bisnis yang sangat tinggi dan menjanjikan, karena olahan abon cabai terhitung produk baru sehingga masih bersifat usaha rumahan. Bagi para konsumen, abon cabai yang merupakan inovasi baru ini, membuat kian hari masyarakat semakin tertarik dan sehingga semakin banyak pula pemasaran abon cabai tersebut. Modal dalam pembuatan abon cabai ini juga tidak terlalu besar, melihat penanamannya menggunakan urban farming yang sangat memperhatikan perekonomian masyarakat serta juga tidak membutuhkan peralatan yang mahal. Dengan begitu, penanaman cabai menggunakan urban farming agar bisa menghasilkan produk abon cabai menjadi sebuah alternatif baru yang sangat diincar masyarakat. Selain bisa memenuhi kebutuhan pangan, abon cabai bagi produsen rumahan bisa juga meningkatkan pendapatan.

Abon cabai yang digemari masyarakat memiliki beberapa kelebebihan, seperti yang sudah disampaikan tadi, cabai yang diolah menjadi abon cabai akan memiliki umur simpan yang lebih lama kemudian karena abon cabai ini dikemas dengan baik untuk para konsumen sehingga akan lebih praktis penggunaannya dan mudah dibawa kemanapun dan kapan saja serta abon cabai memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dari pada sebelum mengalami pengolahan. Abon cabai sendiri memiliki manfaat bagi tubuh kita yaitu mengandung vitamin c yang berguna meningkatkan daya tahan tubuh serta anti oksidan yang bisa menangkal radikal bebas.

Pengolahan abon cabai juga sangat mudah, berikut merupakan bahan dan cara pembuatan dari abon cabai.

  • Alat dan Bahan
  1. 20 biji cabai merah
  2. 56 biji cabai rawit
  3. 8 siung bawang putih
  4. 10 siung bawang merah
  5. 2 sdt garam dan 1 sdt gula pasir
  • Cara pembuatan
  1. Kukus cabai hingga matang sekitar 10-15 menit
  2. Jemur cabai hingga kering sekitar 3-4 hari. Sebelum dijemur, iris tipis cabai agar lebih cepat kering.
  3. Potong bawang putih dan bawang merah secara tipis sebagai bahan pelengkap
  4. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga berwarna emas kecoklatan
  5. Haluskan cabe yang sudah kering tadi dengan bawang putih dan bawang merah menggunakan blender. Blender hingga halus
  6. Sangrai hasil bon cabai yang sudah di blender dengan api kecil. Sangrai hingga kering agar umur simpan bisa lebih lama
  7. Jika sudah kering angkat dan letakkan bon cabai ke dalam kemasan yang menarik dan praktis saat dibawa kemana saja.

 

Referensi

apriyati, e. (2015). Teknologi Pengolahan Abon Cabai .

hidroponik, u. (2016 ). Cara berkebun cabai rawit di Perkarangan Rumah .

Noya, d. A. (2019). Tak Hanya Pedas, Banyak Manfaat Cabai Untuk Kesehatan Tubuh.

Surabaya, A. S. (2017). Urban Farming, Surabaya Panen Cabai Manfaatkan Lahan Sempit.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *