Optimalisasi Produksi dan Pemasaran Keripik Pisang di Masa Pandemi Covid-19

Pisang adalah buah yang cukup umum karena buah ini tumbuh di seluruh penjuru Indonesia. Tidak hanya itu, buah ini sangat diminati masyarakat dan mudah untuk diolah menjadi beranekaragam bentuk. Bahkan ketika buahnya sudah matang, pisang bisa dikonsumsi secara langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Buah pisang bisa diolah menjadi beranekaragam bentuk seperti sale, keripik, nugget, dan masih banyak lagi.

Salah satu hasil olahan dari buah pisang adalah keripik pisang. Olahan yang satu ini sangat diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Selain harganya yang cukup merakyat, keripik pisang memiliki berbagai varian rasa dan mudah untuk didapatkan. Tidak heran jika perajin keripik pisang mampu meraih omset yang cukup besar karena keuntungan yang didapatkan bisa mencapai hingga jutaan rupiah per harinya.

Tetapi, di masa pandemi Covid-19 banyak sekali sektor yang terdampak. Usaha kuliner dan pariwisata merupakan salah satu dari sekian banyak usaha yang terdampak pandemi ini. Banyak perajin keripik pisang yang harus memangkas dana produksi dan memangkas harga jual produk secara besar-besaran karena keterbatasan ekonomi yang melanda para perajin.

1. Dimana saja kah keripik pisang ini bisa kita dapatkan?

Keripik pisang sangat mudah untuk didapatkan. Tidak hanya di pusat oleh-oleh atau pusat kuliner, tetapi keripik pisang bisa juga didapatkan melalui online shop atau di warung terdekat.

2. Siapa saja target konsumen dari keripik pisang?

Keripik pisang sangat digemari oleh seluruh kalangan. Mulai dari anak kecil sampai orang yang sudah lansia. Faktor yang menyebabkan keripik pisang ini laris manis di pasaran yaitu rasanya yang ideal, varian rasanya banyak, dan harganya yang relatif merakyat.

3. Apakah produksi dan penjualan keripik pisang tetap berjalan optimal selama pandemi Covid-19?

Tentu saja tidak karena perajin keripik pisang harus menjalankan protokol kesehatan (3M). Salah satunya adalah melakukan social distancing dengan cara mengurangi jumlah tenaga kerja dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Berkurangnya jumlah tenaga kerja berakibat pada hilangnya penghasilan karyawan produksi keripik pisang dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tidak hanya itu, keterbatasan dana pun memaksa perajin untuk memangkas biaya dan bahan produksi secara besar-besaran.

4. Mengapa produksi dan penjualan keripik pisang tidak berjalan secara optimal di masa pandemi Covid-19?

Karena di masa pandemi Covid-19, setiap orang wajib menjalankan protokol kesehatan (3M) yang terdiri dari Mencuci tangan pakai sabun, Memakai masker, dan Menjaga jarak minimal satu meter. Tentu saja perajin keripik pisang mau tidak mau wajib menjalankannya. Alhasil jumlah tenaga kerja harus dikurangi demi mencegah penyebaran virus yang mengakibatkan banyak terjadinya PHK. Tidak hanya itu, dana yang dimiliki pun semakin terbatas sehingga tidak heran jika banyak perajin yang menjual rugi produknya demi bertahan hidup dan berujung dengan kebangkrutan usaha. Alhasil karena banyak karyawan yang terkena PHK dan keterbatasan dana, perajin pun kesulitan dalam membuka lapangan pekerjaan. Hal ini pun disebabkan oleh minimnya pengetahuan perajin akan sebuah kecanggihan teknologi yang bernama sosial media dan online shop yang sebenarnya bisa saja menyelamatkan banyak pengusaha di masa pandemi ini agar konsumen tetap bisa mendapatkan produknya meskipun secara online.

5. Sejak kapan hal ini terjadi?

Hal ini terjadi sejak Covid-19 melanda tanah air tercinta ini, yaitu Indonesia. Lebih tepatnya sejak awal bulan Maret 2020. Banyak sekali pengusasha yang terdampak, salah satunya adalah perajin keripik pisang. Sampai saat ini pun masih banyak perajin keripik yang terkena dampak baik dari segi ekonomi maupun kesejahteraan. Mayoritas yang terkena dampak adalah pengusaha kuliner yang berjualan di tempat pariwisata seperti Lembang, di pinggir ruas jalan nasional seperti Jalan Bandung – Sumedang, dan pengusaha yang berjualan di Rest Area jalan tol dikarenakan pengunjung Rest Area berkurang drastis

6. Bagaimana caranya supaya produksi keripik pisang tetap berjalan optimal dan tetap meraih keuntungan di tengah pandemi?

Seperti yang kita tahu, pandemi Covid-19 ini telah memaksa tidak hanya penduduk bumi namun juga masyarakat Indonesia untuk lebih banyak berdiam diri di rumahnya masing – masing. Hal ini berdampak pada meningkatnya pengeluaran setiap individu, khususnya dalam bidang konsumsi rumah tangga.

Tanaman pisang tumbuh subur di Indonesia dan stoknya berlimpah, terutama ketika musim hujan tiba.  Momen ini harus dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh para perajin. Pilihlah buah pisang dengan kualitas terbaik untuk hasil yang maksimal, tetapi dengan harga yang kompetitif. Penggunaan bahan penyedap dan pengawet pun harus diperhatikan. Jangan sampai berlebihan dan membuat konsumen kecewa. Pada saat proses pengolahan, sanitasi harus diperhatikan terutama di masa pandemi supaya para tenaga kerja pengolahan keripik pisang tetap terjaga kesehatannya karena sanitasi kerap kali diabaikan saat proses pengolahan. Sanitasi wajib diperhatikan mengingat akan berdampak besar pada tingkat kesterilan produk dan orang tentunya akan berpikir dua kali saat berbelanja di masa pandemi ini.

Dalam teknik penjualan produk, para perajin mau tidak mau harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan keadaan di lingkungan sekitarnya. Karena di masa pandemi seperti ini akan sangat sulit jika perajin menjual produknya secara offline karena masyarakat diwajibkan menerapkan social distancing dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Secara otomatis permintaan dan penawaran pun turun drastis. Hal ini bisa diattasi jika perajin memanfaatkan kecanggihan teknologi yang bernama online shop dan media sosial. Melalui kedua media tersebut, para perajin dapat mempublikasikan produknya supaya konsumen tetap bisa mendapatkan produknya meskipun secara online. Sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya bila perajin menjalin kerjasama dengan pihak ekspedisi tertentu supaya tidak terjadi miskomunikasi dan memudahkan perajin jika hendak mengirimkan barang pesanan konsumen yang berasal dari luar kota.

Pemerintah, baik pusat maupun daerah sudah mulai memahami keluh kesah dari para pengusaha selama pandemi ini. Oleh karena itu, pemerintah kembali menggencarkan “Gerakan Belanja di Warung Tetangga” untuk menjaga daya beli dan daya jual yang secara tidak langsung dapat membantu perekonomian dari para perajin keripik pisang mengingat cukup banyak perajin yang menggunakan sistem konsinyasi (titip jual). Tidak hanya itu, pemerintah masih memiliki program lainnya yang bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT) sejumlah Rp 2,4 Juta untuk pengusaha yang terdampak selama pandemi Covid-19. Persyaratan untuk mendapatkannya cukup mudah dan jumahnya lebih dari cukup untuk mempertahankan usaha keripik pisang. Diharapkan supaya kebijakan BLT dan “Gerakan Belanja di Warung Tetangga” dapat terus berjalan secara konsisten dan tepat sasaran sampai pandemi ini berakhir mengingat kedua kebijakan tersebut mendapat sambutan yang baik dari pengusaha berbagai kalangan.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompas.com/, BLT UMKM, 24 Oktober 2020 06:02 WIB, https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/24/060200565/target-penerima-blt-umkm-12-juta-simak-syarat-dan-cara-daftarnya? (9 November 2020)

https://www.suara.com, Belanja di Warung Tetangga, 25 Agustus 2020 06:59 WIB https://www.suara.com/lifestyle/2020/08/25/065953/belanja-di-warung-tetangga-cara-sederhana-kita-bantu-umkm-di-masa-pandemi?page=all (10 November 2020)

https://www.instagram.com, Utamakan belanja di Warung Kecil, 23 Oktober 2020, https://www.instagram.com/p/CGq_OPfHbMv/ (8 November 2020)

Youtube.com, Produksi Keripik Pisang, 17 April 2014, https://www.youtube.com/watch?v=OORnmktKTFY (8 November 2020)

https://cirebon.tribunnews.com, Kerugian yang Dialami Pengusaha Keripik Pisang Selama Pandemi, 12 Juni 2020 20:43 https://cirebon.tribunnews.com/2020/06/12/video-pengusaha-keripik-pisang-kuningan-rugi-besar-saat-masa-pandemi-covid-19 (8 November 2020)

https://www.lampost.co/, Usaha Keripik Pisang di Tengah Pandemi, 2 September 2020 19:34 WIB, https://www.lampost.co/berita-perjuangan-usaha-keripik-pisang-bertahan-di-tengah-pandemi.html (8 November 2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *