Nilai Kearifan Lokal Terhadap Pengelolaan Sumber Daya Air di Tengah Pandemi

Virus Corona (COVID – 19)  tengah menjadi perhatian di berbagai belahan dunia. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China sejak Desember 2019 lalu. Tiga bulan setelahnya, tepatnya pada bulan Maret 2020 virus Corona untuk pertama kalinya muncul di Indonesia. Adanya pandemic virus Corona ini menimbulkan kepanikan diantara masyarakat, ratusan ribu orang terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia akibat dari virus ini. Organisasi Kesehatan dunia atau WHO menegaskan para masyarakat untuk selalu menggunakan masker dan melakukan physical distancing saat melakukan aktivitas di luar rumah. Selain menjaga jarak dan menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dengan selalu mencuci tangan sekurang kurangnya selama 20 detik menggunakan sabun dan air yang mengalir secara rutin. Namun, cuci tangan ini membutuhkan air sekitar 9 – 12 liter satu orang per hari. Adanya pandemic ini mengakibatkan meningkatnya penggunaan air yang diakibatkan oleh anjuran dari WHO untuk selalu mencuci tangan secara teratur. Maka dari itu ketersediaan sumber daya air perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan dan layanan kesehatan masyarakat di tengah masa pandemic ini.

Dari hal tersebut menunjukan bahwa pentingnya ketersediaan air bersih bagi kehidupan manusia khususnya di tengah pandemic seperti ini. Di Indonesia sendiri krisis air bersih semakin terasa dan juga meningkat saat musim kemarau tiba, krisis air bersih ini pula diperparah dengan adanya pandemic virus Corona. Air juga merupakan komponen utama bagi keberlangsungan hidup manusia dan  makhluk hidup lainnya yang harus diperoleh atau didapatkan secara berkelanjutan. Sehingga pengelolaan serta pemanfaatan sumber daya air perlu ditingkatkan.

Pengelolaan sumber daya air merupakan proses yang mendorong keterpaduan antara pengelolaan air, tanah, hingga sumber daya yang lainnya. Pengelolaan sumber daya air ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pengelolaan sumber daya air terdapat prinsip prinsip umum yang mendukung pengelolaan sumber daya air tersebut, antara lain :

  1. Konservasi, yaitu menggunakan air dengan secukupnya saja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Biasanya dalam konservasi terdapat langkah langkah pengendalian sumber daya air, seperti :
  2. Perlindungan dan pelestarian sumber daya air, contohnya dengan melakukan rehabilitasi lahan dan pengendalian sumber daya air.
  3. Pengawetan air, salah satunya adalah dengan menyimpan air yang berlebih saat musim hujan.
  4. Pengelolaan kualitas air, biasanya dilakukan melalui upaya aerasi yaitu proses penanaman oksigen kedalam air dan prasarana pada sumber daya air.
  5. Pengendalian pencemaran air, dilakukan dengan cara mencegah masuknya pencemaran air pada sumber air.
  6. Mengedukasi masyarakat terhadap akibat yang dapat muncul jika masyarakat boros dalam menggunakan air.
  7. Pendayagunaan sumber daya air secara optimal dan kelanjutan.
  8. Pengendalian daya rusak air, dalam hal ini mencakup beberapa prinsip mulai dari upaya pencegahan, penanggulangan dan pemulihan air.

Kearifan lokal sebagai gagasan masyarakat setempat yang dianggap bijaksana, berkearifan, memiliki nilai yag baik yang telah tertanam dan juga telah diikuti masyarakat setempat itu (Sartini, 2004: 111). Masyarakat Indonesia memiliki banyak warisan dari para leluhur sesuai dengan kondisi wilayahnya masing-masing. Masyarakat Indonesia memiliki kearifan tradisi dan pengetahuan lokal yang berkaitan dengan lingkungan, terutama sumber daya air. Kearifan lokal tersebut biasanya telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat di wilayah tersebut. Salah satu contoh kearifan lokal adalah tentang pengelolaan sumber daya air.

Dalam pengelolaan sumber daya air, kearifan lokal mencakup lima dimensi sosial, yaitu pengetahuan lokal, budaya lokal, keterampilan lokal, sumber-sumber lokal, dan proses sosial lokal (Aprianto dkk, 2008). Dari kelima dimensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Pengetahuan masyarakat daerah lokal tentang pembuatan aliran air
  2. Adanya budaya lokal berupa larangan sosial oleh masyarakat di daerah aliran sungai
  3. Keterampilan masyarakat lokal berupa pembuatan aliran air di sekitar daerah aliran sungai
  4. Sumber lokal dengan pemanfaatan potensi yang ada di daerah tersebut
  5. Proses sosial lokal berupa keramatisasi pengelolaan sumber daya air di daerah aliran sungai

Sebagai contohnya, di beberapa daerah kearifan lokal masyarakat dalam mengelola sumber daya air meliputi beberapa aspek, yaitu aspek pengetahuan, nilai-nilai, aspek moral dan nilai etika, serta norma – norma yang diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti saran, aturan dan sanksi. Hal tersebut dijadikan sebagai pedoman bagi para masyarakat untuk selalu bersikap dan bertindak dalam setiap upaya menjaga serta melestarikan sumber daya air didaerah tersebut.

Namun seiring perkembangan zaman, eksistensi kearifan lokal masyarakat Indonesia dalam mengelola sumber daya air mengalami penurunan. Misalnya dalam penggunaan sistem kalender musim yang digunakan oleh masyarakat dibeberapa daerah. Kalender musim tersebut diyakini oleh para masyarakat dapat memprediksikan persediaan air yang bertumpu pada musim. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, dibeberapa daerah sistem tersebut telah tergantikan. Selain faktor perkembangan teknologi, sistem pemerintahan juga berpengaruh terhadap tatanan kehidupan di masyarakat yang berdampak pada lunturnya nilai kearifan lokal di beberapa daerah. Maka dari itu nilai nilai kearifan lokal di beberapa daerah mulai mengalami penurunan. Kondisi ini terlihat dari kurangnya masyarakat dalam menerapkan nilai nilai kearifan lokal yang sebelumnya diterapkan, bahkan di beberapa daerah nilai nilai tersebut sudah tidak diterapkan lagi atau sudah hilang. Sehingga nilai nilai kearifan lokal tersebut hanya menjadi cerita masyarakat semata.

Dari hal hal diatas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan penggunaan air di tengah pandemic yang sangat meningkat merupakan permasalahan baru yang muncul di kota – kota maupun negara  besar yang mengalami krisis air. Kearifan lokal memiliki peran yang sangat besar dalam keberlanjutan ekosistem alami secara keseluruhan. Oleh karena itu, kearifan lokal memegang peran penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pelestarian sumber daya air, sehingga masyarakat harus melestarikan dan menjaga kearifan lokal yang telah dilakukan oleh para masyarakat dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Untuk mempertahankan nilai nilai kearifan lokal tersebut, para petua disetiap daerahnya  mewariskan norma, etika, nilai nilai dan moral. Maka dari itu setiap masyarakat harus memiliki tanggung jawab penuh untuk senantiasa dapat melestarikan nilai nilai kearifan lokal khususnya dalam pengelolaan sumber daya air yang ada di daerahnya masing masing.

 

 

Daftar Pustaka

Hidayati, D. (2017). Memudarnya nilai kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Jurnal Kependudukan Indonesia11(1), 39-48.

Mega Lastriyono, (2020, Juni 29). Pengelolaan Sumber Daya Air bagi Pemanfaatan SDM. Kompasiana.com. Diunduh dari https://www.kompasiana.com/megalastriyono8311/5efa03a4097f3618642a9933/pengelolaan-sumber-daya-air-bagi-pemanfaatan-sdm?page=all#sectionall

Gazali Solahuddin, (2020, Maret 23). Indonesia Harus Waspada, Jangan Sampai Seperti Negara Ini Saat Menghadapi Corona Mengalami Krisis Air Bersih. Greathealth.id. diunduh dari https://health.grid.id/read/352073486/indonesia-harus-waspada-jangan-sampai-seperti-negara-ini-saat-hadapi-corona-mengalami-krisis-air-bersih?page=all

Nugraha, A. H. A. Kearifan Lokal pada Pengelolaan Sumber Daya Air di Masa dan Pasca-wabah. Malay Local Wisdom in the Period and After the Plague, 73.

N.R. Aida, (2020, Maret 19). Update Virus Corona di Dunia: 214.894 Orang Terinfeksi, 83.313 Sembuh, 8.732 Meninggal Dunia. Kompas.com. Diunduh dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/19/081633265/update-virus-corona-di-dunia-214894-orangterinfeksi-83313-sembuh-8732

PROXSIS WP Admin, (2016, Oktober 11). Aspek dan Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Air. IndonesiaEnvirontment&EnergyCenter.com. Diunduh dari https://environment-indonesia.com/articles/aspek-dan-prinsip-pengelolaan-sumberdaya-air/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *