Mengoptimalkan Musim Hujan Untuk Sumber Daya Air

Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara di dunia yang beriklim tropis, mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau di Indonesia berlangsung bersamaan dengan bertiupnya angin musim timur dan terjadi pada bulan maret hingga september, akan tetapi musim kemarau di Indonesia lebih cenderung berlangsung pada bulan april hingga bulan september. Sebaliknya musim hujan di Indonesia terjadi karena bertiupnya angin musim barat yang terjadi pada bulan september hingga bulan maret, akan tetapi di Indoneisa musim hujan lebih sering terjadi pada bulan oktober hingga bulan februari.

Rata rata curah hujan di Indonesia ada di kisaran 2.000 hingga 3.000 mm per tahun, otomatis bisa kita simpulkan bahwa curah hujan di Indonesia tergolong cukup tinggi. Walaupun Indonesia mempunyai curah hujan yang tinggi, tetap saja ada beberapa daerah di Indonesia yang cenderung kering, gersang dan curah hujan yang relatif rendah, misalnya wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Di beberapa wilayah ini cenderung terik, gersang, dan kering dengan curah hujan yang rendah bahkan pada waktu itu Sumba Timur, pernah mengalami lebih dari 7 bulan tanpa hujan sama sekali.

Untuk daerah pertanian dan kegiatan pertanian pastinya sangat membutuhkan ketersediaan air yang cukup, salah satu solusinya yaitu dengan mengoptimalkan musim hujan untuk sumber daya air. Di indonesia masih banyak wilayah wilayah yang sangat terpengaruh akibat musim kemarau terlebih di sektor pertanian. Kurangnya sosialisasi di kalangan petani lah yang membuat ketidak mampuan menanggulangi musim kemarau sehingga banyak para petani ketika musim kemarau itu gagal panen akibat kekurangan sumber air. Akan tetapi bukan hanya sektor pertanian saja yang mengalami kekurangan air tapi masih banyak masyarakat Indonesia yang masih kekurangan air bersih untuk kehidupannya sehari hari.

Sebenarnya banyak sekali hal hal atau ide untuk mengatasi kekurangan air ketika musim kemarau, salah satunya adalah demgan menampung air hujan dan memanfaatkan dengan optimal ketika kita memasuki musim hujan. Berikut ini beberapa masalah yang terjadi jika kekurangan air.

  • Terjadinya Kelaparan Yang Melanda

Setiap mahluk hidup pasti membutuhkan yang namanya air, terlebih di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dansemua hal yang berhubungan dengan bahan pangan. Jika tidak ada air maka kegiatan pertanian akan terhambat dalam bercocok tanam dan merawat tumbuhannya sehingga pasokan sayur sayuran dan hasil tani kurang maksimal, dan juga di bidang pertanian dan perikanan pastinya akan berdampak besar untuk menyediakan bahan pangan. Oleh karena itu jika ketersedian atau ketidak maksimal tersedianya bahan pangan akibat kekurangan air bisa mengakibatkan kelaparan yang melanda.

  • Standar Kehidupan menurun

Bayangkan jika di setiap tempat umum tidak ada air bersih, pastiĀ  akan menyulitkan setiap orang. banyak setiap pekerjaan dan tempat umum yang membutuhkan air dalam kelangsungan kegiatan seperti pabrik industri, pertambangan, perkantoran, hotel, dan masih banyak lagi. jika saja satu hari tidak adanya air bersih pasti tentunya sangat menghambat kegiatan manusia, bahkan bisa sampai menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar sehingga memngkinkan tingkat kemiskinan meningkat dan standar hidup yang buruk.

  • Penyakit Yang Melanda

Banyak penyakit yang mulai melanda ketika terjadinya kekurangan air bersih, hal yang paling umum yaitu penyakit kulit dan juga penyakit serius lainnya. Jika menggunakan air kotor atau tercemar pun juga dapat menyebabkan penyakit penyakit seperti diare dan penyakit penyakit dalam lainnya bahkan ada yang lebih parah hingga dapat menyebabkan kematian.

Sumber Daya Air

Dalam penanganan kasus iklim ini kita perlu ide ide baru dari anak bangsa untuk mengatasi kekurangan dan ketersediaan air bersih, Seperti mengoptimalkan air hujan untuk sumber daya air. Apa itu sumber daya air? sumber daya air adalah sumber daya berupa air yang digunakan untuk menunjang kehidupan manusia.

Penampung Air

  • Embung Pertanian

Air merupakan yang sangat berpengaruh di bidang pertanian karena setiap tanaman dan hewan ternak pastinhya membutuhkan air. Namun pengolahan sumber daya air yang belum maksimal mengakibatkan bencana tau masalah ketika memasuki musim kemarau sehingga kekurangan pasokan air bersih. Di wilayah wilayah yang mengalami kekeringan sering kali mengalami permasalahan pasokan air dan distribusi air yang sulit di prediksi akibat ketidak meratanya penyebaran curah hujan walaupun ketika musim hujan berlangsung.

Oleh karena itu diperlukannya teknologi untuk menangani masalah ini melalui embung. Embung merupakan versi kecil dari waduk yang ada di kawasan pertanian yang gunanya untuk menampung air hujan, lalu air hujan tersebut digunakan untuk irigasi pertanian dan juga nantinya bisa digunakan untuk mengairi pertanian di saat musim kemarau. Oleh karena itu dibutuhkannya sosialisasi kepada para petani yang berada di kawasan kawasan yang mengalami kekeringan di musim kemarau agar masalah tersebut dapat diatasi dan sektor pertanian teap stabil dalam hal produksi.

  • Waduk

Waduk adalah wadah, danau buuatan, atau pun kolam buatan yang tujuannya untuk menampung dan menyimpan air. Kegunaan waduk juga tidak hanya umtuk menahan atau menyimpan air sampai tingkat yang dibutuhkan, waduk juga dapat menjadi bagian pertama dalam proses pengolahan air. Waduk akan menjadi media tempat air yang akan dialirkan melalui pipa. Waduk memiliki empat jenis, yaitu berdasarkan tujuan pembangunan, berdasarkan penggunaannya, berdsarkan jalan airnnya, dan berdasarkan material pembentukannya. Waduk memiliki banyak manfaat, untuk irigasi, penyediaan air baku, sebagai PLTA, untuk tempat pariwisata, dan lainnya.

  • Menampung Air Hujan Di Rumah

Selain waduk dan embung ada juga cara mudah menampung air hujan untuk mengantisipasi kekeringan akibat musim kemarau dengan cara menampung air hujan di rumah begini lah salah satu cara termudah yang bisa dilakukan setiap orang. ada banyak cara untuk menampung air hujan di rumah contohnya yaitu menerapkan teknik biopori di setiap sudut rumah dengan cara membuat luang lubang lalu di sekelilingnya diberi tanaman agar menjadi daerah resapan air, nantinya air hujan akan masuk ke dalam lubang lubang tersebut sehingga tidak meyebabkan genangan dan juga dapat menghindari banjir dan selanjutnya menyediakan bak untuk menampung air, air yang ditampung bisa digunakan untuk mencuci mobil, menyiram tanaman dan sebagainya.

Refrensi :

https://www.99.co/blog/indonesia/membuat-penampungan-air-hujan/

https://theodoruspasomb.blogspot.com/2014/10/pengertian-waduk-jenis-jenis-waduk.html

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *