Mengenal Lebih Jauh Tentang Hidrologi

 Secara umum, hidrologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang masalah air di muka bumi (siklus hidrologi) dan dapat menjadi opsi untuk pengembangan sumber daya air untuk industri dan pertanian. menurut Federal Council for Science and Technology (1997), hidrologi adalah ilmu yang mempelajari proses terjadi, peredaran, dan distribusi, sifat alam dan kimia air di bumi dan beserta reaksinya terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan.

Menurut Marta dan Adidarma (1983), hidrologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang pergerakan dan penyaluran air di bumi baik di atas maupun dibawah permukaan bumi, kemudian tentang sifat kimia dan fisika air beserta reaksinya terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan.

Siklus Hidrologi dapat disebut juga sebagai siklus air. yaitu perputaran air yang di mulai dari laut kemudian ke atmosfer lalu turun ke permukaan dan akan kembali lagi ke lautan. Dapat diambil kesimpulan bahwa hidrologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perputaran air yang berada di bumi, distribusinya dan pengaruhnya terhadapat kehidupan. Dalam hidrologi terdapat siklus hidrlogi. Siklus hidrologi merupakan proses perputaran atau memutar balikan air secara berulang dan terus menerus. Pancaran sinar matahari yang menjadi pengaruh utama dari siklus hidrologi ini, karena air akan menguap ketika terkena pancaran sinar matahari. Dan pada ketinggian temperatur tertentu terus menurun maka uap air akan mengalamai kondensasi, yaitu ketika uap air berubah menjadi cairan yang nantinya akan menjadi air dan turun sebagai hujan. kemudian terdapat beberapa tahapan proses untuk terbentuknya siklus hidrologi. Diantaranya :

  1. Evaporasi adalah proses perubahan air yang berwujud cair berubah menjadi wujud gas sehingga uap dapat naik ke atmosfer. Proses penguapan ini di bantu oleh sinar matahari untuk meningkatkan suhu agar air dapat berubah menjadi uap air.
  2. Transpirasi Proses ini sama halnya dengan evaporasi, namun proses penguapan disini berasal dari makhluk hidup, seperti hewan dan tumbuhan. Total uap air yang dihasilkan dari proses transpirasi lebih sedih dibandingkan uap air yang dihasilkan dari proses evaporasi.
  3. Evanpotranspirasi Merupakan proses penguapain air secara keseluruhan yang berada di permukaan bumi, baik pada bagian laut, permukaan, ataupun makhluk hidup. Atau dapat disimpulkan bahwa proses ini adalah gabungan dari evaporasi dan transpirasi.
  4. Sublimasi Proses ini adalah berubah wujud dari padat menjadi gas tanpa fase mencair. Hal ini terjadi di puncak gunung es, ketika es yang berada di puncak gunung langsung mengalami penguapan ke atmosfer tanpa mencair terlebih dahulu.
  5. Kondensasi Setelah terjadinya penguapan dan naik hingga titik suhu tertentu, uap air akan berubah menjadi partikel es yang kecil dan saling mendekati dan bergabung satu sama lain sehingga membentuk awan. Proses ini terjadi karena pengaruh dari suhu udara.
  6. Adveksi Adveksi merupakan proses perpindahan awan dari satu titik ke titik yang lain dalam satu horizontal yang diakibatkan oleh gerak angin atau perbedaan tekanan udara. Hal ini yang membuat awan dapat menyebar ke daratan.
  7. Presipitasi Presipitasi adalah proses mencairnya awan akbiat suhu udara yang tinggi, di dalam proses inilah terjadinya hujan. Dan jika suhu berada dibawah titik beku, maka kemungkinan akan terjadinya hujan salju.
  8. Run Off Setelah terjadinya hujan turun dipermukaan, terjadilah proses Run Off yaitu ketika air mengalir pada permukaan yang tinggi ke permukaan yang rendah. Air dapat mengalir melalu saluran air,sungai, danau, dan berakhir pada laut.
  9. Infiltrasi Tidak semua air hujan yang turun ke permukaan akan mengalir ke permukaan melalui proses Run Off. Sebagiannya akan masuk kedalam pori pori tanah dan akan bergerak melalui pori pori tanah yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan akan terkumpul menjadi air tanah.

 

Siklus hidrologi terjadi ketika sinar matahari menyinarin laut ataupun permukaan air yang berada di bumi dan akan terus berlangsung berulang-ulang, namu terdapat beberapa factor yang dapat memperngaruhi terjadinya hidrologi atau siklus hidrologi. Diantarnya adalah suhu dan udara. Ketika suhu menjadi lebih tinggi maka akan terjadi yang namanya evaporasi atau penguapan air yang kemudian uap air tersebut akan berada di udara atau atmosfer, ketika di udara mengalami perubahan suhu yang awalnya panas kemudian berubah menjadi dingin atau lebih rendah maka terjadi kondensasi yang merubah air menjadi cairan. Dan bisa juga ketika suhu berada dibawah titik beku, maka akan membentuk kristal-kristal es. Udara akan membawa atau menggerakan awan yang terbentuk dari uap air ke dataran rendah atau pun ke dataran tinggi. Siklus hidrologi dapat terjadi dimana pun, di dataran rendah, dataran tinggi, maupun di laut itu sendiri. Maka dari itu siklus hidrologi dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan siklus Panjang.

 

  1. Siklus Pendek

Siklus pendek terjadi ketika air laut menguap (evaporasi) kemudia mengalami kondensasi membentuk awan dan kemudian akan menurunnya hujan yang turun di wilayah lautan.

 

  1. Siklus Sedang

Setelah air laut mengalami evaporasi kemudian terbawa oleh angin menuju daratan dan mengalami perubahan menjadi awan lalu akan turun hujan di daratan tersebut dan air yang turun kepermukaan akan mengalir kembali ke laut.

 

  1. Siklus Panjang

Air laut yang menguap mengalami perubahan menjadi awan (kondensasi), lalu terbawa oleh angin ke tempat dataran yang lebih tinggi dan turun lah hujan salju atau es di pegunungan yang tinggi. Kemudian es di atas pegunungan akan mencair dan mengalir Kembali ke lautan.

Tidak semua air yang turun ke permukaan akan terserap oleh tanah dan akan menjadi air tanah. Namun, terdapat air yang mengalir dipermukaan menuju ke sungai tetapi tertahan di kolam dan selokan, ada juga air yang mengalir dipermukaan yang menuju laut melalui parit dan sungai (surface runoff).

Dengan terjadinya siklus hidrologi, maka air yang berada dibumi tidak akan berkurang karena akan selalu terjadi siklus hidrologi secara berulang-ulang. Dari siklus hidrologi ini kita mendapatkan air yang layak untuk membantu kebutuhan hidup manusia, hewan , ataupun tumbuhan. Sebagai contohnya dengan adanya siklus hidrologi, dapat membantu pekerjaan manusia di sektor pertanian untuk mengairi sawah atau dibidang pertanian seperti untuk memberikan minum bagi hewan ternak. Maka dari itu dengan adanya siklus hidrologi, seluruh makhluk hidup dapat di untungkan.

 

 

Daftar Pustaka :

David Keith Todd. (1980). Ground Water Hydrology. New York: John Wiley & Sons, Inc.Ersin Seyhan. 1995. Dasar-Dasar Hidrologi. Yogyakarta: Gadjah Mada UniversityPress.

Haryono, E., & Adji, T. N. (2017). Geomorfologi Dan Hidrologi Karst.

https://doi.org/10.31227/osf.io/7jtgx

Indriani A, D. (2017, January 1). Makalah Hidrologi. Retrieved November 9, 2020, from https://www.academia.edu/37569062/MAKALAH_HIDROLOGI

Yanto, S. (2016). Mencegah Banjir Mesti Dimulai dari Memahami Siklus Hidrologi. Retrieved November 9, 2020, from https://kabarhandayani.com/mencegah-banjir-mesti-dimulai-dari-memahami-siklus-hidrologi/#:~:text=Siklus%20hidrologi%20memegang%20peran%20penting,karena%20proses%20siklus%20hidrologi%20ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *