Mengenal Konservasi Tanah dan Air

Negara Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya alam yang berlimpah. Namun sumber daya alam yang ada di Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara bijaksana. Pemanfataan sumberdaya alam yang tidak sesuai berpotensi untuk menimbulkan berbagai masalah yang dapat merugikan kehidupan makhluk hidup.

Tanah dan air merupakan sumberdaya yang sangat penting sebagai penyokong aktivitas kehidupan makhluk hidup. Tanah dan air merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbarui, walau begitu sumberdaya tanah dan air sangat rentan untuk  mengalami degradasi atau kerusakan yang dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pertanian, insfrastruktur, industri, pemukiman penduduk dan aktivitas lainnya. Degradasi yang terjadi dapat mengakibatkan kerugian karena dapat menyebabkan terjadinya kemunduran produktivitas tanah.

Konservasi tanah dan air merupakan suatu kegiatan usaha pengawetan untuk menjaga dan memperbaiki kualitas dan kuantitas tanah dan air. Konservasi tanah dan air merupakan gabungan dari konservasi tanah dan juga konservasi air. Hal ini dikarenakan setiap perlakuan  yang dilakukan pada tanah akan berpengaruh pada air yang terdapat pada daerah tersebut sehingga konservasi tanah dan konservasi air memiliki hubungan yang erat karena setiap perlakukan konservasi tanah akan berpengaruh terhadap konservasi air.

Tujuan dari Konservasi tanah dan air adalah untuk mencegah terjadinya degradasi lebih lanjut, mengurangi erosi yang terjadi pada tanah, meningkatkan produktivitas tanah dan air, serta meningkatkan pelestarian sumberdaya tanah dan air agar sumberdaya tanah dan air ini dapat terus dimanfaatkan dengan baik dan optimal.  Sumberdaya alam yang dimanfaatkan secara berlebihan melewati daya dukung lingkungan yang tidak dilakukan dengan usaha konservasi tanah dan air akan menimbulkan permasalahan dan ketidakseimbangan lingkungan yang berdampak kepada bertambahnya luas lahan kritis. Konservasi sumberdaya tanah dan air ini sangat penting dilakukan supaya dapat menjaga produksi bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat dengan menjaga lingkungan.

Konservasi kegiatan tanah dan air ini harus melibatkan berbagai pihak karena permasalahan mengenai sumberdaya tanah dan air ini merupakan kebutuhan utama untuk menjalani kehidupan di bumi oleh setiap makhluk hidup itu sendiri. Konservasi tanah dan air ini perlu dipelajari baik oleh petani sebagai pengguna untuk lahan pertanian, mahasiswa, masyarakat, pemerintah. Kegiatan konservasi tanah dan air ini memerlukan kontribusi dari berbagai ahli dalam disiplin ilmu pengetahuan seperti keilmuan biologi, hidrologi, ilmu tanah dan sebagainya. Sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga dan malakukan konservasi tanah dan air ini.

Salah satu kegiatan konservasi tanah dan air yang dapat dilakukan adalah melalui upaya penanggulangan degradasi lahan yang sudah menjadi program utama dalam pembangunan nasional melalui rehabilitasi hutan dan lahan serta pengelolaan daerah aliran sungai. Konservasi tanah dan air di daerah aliran sungai menjadi prioritas dikarenakan sering terjadinya bencana hidrometeorologis seperti longsor dan banjir. Kegiatan konservasi tanah dan air ini sudah dapat dilakukan mulai dari sekarang agar sumberdaya tanah dan air ini dapat berkelanjutan hingga masa generasi selanjutnya dan dapat digunakan secara baik dan optimal saat ini.

Konservasi tanah dan air ini dapat dilakukan di lahan-lahan yang sudah terjadi kerusakan atau degradasi lahan. Konservasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki lahan akibat degrasi. Kerusakan yang terjadi pada lahan dapat berupa hilangnya unsur hara yang terdapat di dalam tanah, jenuhnya air tawar yang terdapat pada akar atau batang suatu tanaman, terdapat kandungan garam di daerah perakaran yang tinggi, tercampurnya limbah yang dapat menyebabkan eutrofikasi, kualitas air yang menurun akibat dari erosi, kesuburan tanah yang berkurang dan terjadinya pencemaran akibat aktivitas manusia seperti; pertanian, industri, pemukiman penduduk dan sebagainya.

Dalam melakukan konservasi sumberdaya tanah dan air, biasanya terdapat tiga metode yang dapat digunakan, antara lain:

  1. Metode Vegetatif, yaitu metode konservasi tanah dan air yang memanfaatkan peranan tanaman atau bagian tanaman. Tanaman dapat berfungsi untuk melindungi tanah terhadap daya pukulan butir air hujan dan daya angkut air aliran pada permukaan tanah (runoff), untuk meningkatkan daya peresapan air ke dalam tanah, untuk memperbaiki infiltrasi tanah dan penahanan air tanah, mempertahankan porositas untuk stabilitas agregat serta sifat kimia yang terkandung pada tanah. Metode ini sering disebut dengan biological erosion control atau cara pengendalian erosi secara biologi. Metode vegetatif ini adalah satu satu cara yang mudah dilakukan khususnya oleh para petani. Metode ini biasanya dilakukan dengan cara tanaman penutup tanah, penanaman menurut garis kontur, penanaman dengan strip, pergiliran tanaman, sistem tumpangsari, penggunaan mulsa, dengan rehabilitasi lahan maupun dengan reboisisai atau penghijauan kembali.
  2. Metode Mekanik, yaitu segala perlakuan fisik yang dilakukan terhadap tanah dengan cara pembuatan bangunan untuk memperlambat aliran permukaan air dan meningkatkan kemampuan penggunaan tanah. Selain itu, metode mekanik berfungsi untuk menyalurkan aliran permukaaan air dengan kekuatan sifat yang tidak merusak pada tanah dan berfungsi untuk memperbaiki atau memperluas infiltrasi air ke dalam tanah serta untuk memperbaiki aerasi tanah, metode ini dapat menjadi penyediaan air bagi tanaman. Metode mekanik ini merupakan manipulasi mekanik pada tanah dengan sistem pengolahan lahan, dengan rorak atau parit, pembuatan teras, pembuatan saluran pembuangan air dan bendungan pengendali,pembuatan lubang resapan biopori, dll.
  3. Metode Kimia, yaitu metode konservasi tanah dan air dengan pemanfaatan soil conditioner atau dengan penggunaan bahan kimia baik secara organik ataupun anorganik yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanah tetap tahan terhadap laju erosi yang dapat terjadi. Penggunaan metode kimia ini jarang digunakan oleh para petani dikarenakan harga penggunaan bahan kimia sangat mahal namun penggunaan bahan kimia ini cukup berpengaruh terhadap stabilitas agregat tanah. Penggunaan metode kimia ini memberikan keuntungan seperti tahan akan serangan mikroba yang terdapat pada tanah, meningkatnya permeabilitas tanah dan mengurangi erosi. Sebagai contoh, ada beberapa contoh bahan kimia yang dapat digunakan yaitu seperti polyvinil alcohol (PVA), sodium polyacrylate (SPA), urethanised (PVAu), polyacrilamide (PAM), asphalt (bitumen), natural rubber latex, vinylacetate maleic acid (VAMA), polysiloxane, dan sebagainya.

Pemanfaatan sumberdaya tanah dan air yang terlalu dieksploitasi tanpa dilakukannya konservasi tanah dan air dapat menyebabkan produktivitas yang ada pada tanah dan air menjadi menurun dan unsur zat hara yang ada berkurang. Menurunnya produktivitas tanah dan air ini berakibat untuk memunculkan berbagai masalah. Oleh karena itu, konservasi tanah dan air harus dilakukan agar sumberdaya tanah dan air ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta dapat menjadi keberlangsungan hingga masa generasi mendatang. Konservasi tanah dan air tersebut dapat dilakukan dengan metode-metode yang ada dan diharapkan teknologi konservasi tanah dan air ini dapat terus berkembang.

Daftar Pustaka 

Arsyad, S. (2009). Konservasi tanah dan air. PT Penerbit IPB Press.

Karyati dan Sri Sarminah. 2018. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Mulawarman University Press. Samarinda.

Sutrisno, N., & Heryani, N. (2014). Teknologi konservasi tanah dan air untuk mencegah degradasi lahan pertanian berlereng.

Roni, Ni Gusti Ketut. (2015). Konservasi Tanah Dan Air. Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Nugroho, S. P. (2011). Minimalisasi lahan kritis melalui pengelolaan sumberdaya lahan dan konservasi tanah dan air secara terpadu. Jurnal Teknologi Lingkungan1(1).

Idjudin, A. A. (2011). Peranan konservasi lahan dalam pengelolaan perkebunan. Jurnal sumberdaya lahan5(2).

Sallata, M. K. (2015). Konservasi dan pengelolaan sumber daya air berdasarkan keberadaannya sebagai sumber daya alam. Buletin Eboni12(1), 75-86.

Fadli, Nur. (2010). Konservasi Lahan Pertanian di Lahan Kering Desa Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.

Umbanraja, Parlindungan. (2018). Peranan Konservasi Tanah dan Air Dalam Perencanaan Pembangunan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *