Mengantisipasi Tergenangnya Air di Area Rumah dengan Membuat Parit dan Bak Kontrol untuk Saluran Drainase

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kita temukan berita mengenai terjadinya banjir di berbagai tempat dan wilayah. Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir yaitu terjadi penumpukkan sampah dimana-mana yang mengakibarkan saluran air yang ada di sekitar rumah menjadi tersumbat, sehingga air meluap ke permukaan dan terjadilah banjir. Hal tersebut tidak hanya merugikan bagi beberapa orang saja, tetapi dapat sangat merugikan bagi sebagian besar orang. Selain membuat daerah rumah menjadi banjir, tersumbatnya saluran air membuat area di sekitaran rumah tergenang air dan becek.  Mengingat bahwa sekarang sudah memasuki musim penghujan, hal-hal seperti tersumbatnya saluran air hingga terjadinya banjir cukup sulit untuk dihindari. Selain tersumbatnya saluran yang diakibatkan oleh sampah, hal tersebut dapat dikarenakan curah hujan yang tinggi dan hujan yang terjadi secara terus-menerus. Maka dari itu, diperlukan solusi untuk mengatasi dan/atau mengantisipasi agar hal-hal tersebut tidak terjadi kembali.

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi hal tersebut, salah satunya adalah dengan membuat drainase. Drainase didefinisikan sebagai pembuangan air permukaan baik secara gravitasi maupun dengan pompa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya genangan agar menjaga dan menurunkan permukaan air sehingga genangan air dapat dihindarkan (Yassir Arafat, 2008). Drainase seringkali kita temukan di pinggir jalan dengan bentuk dan ukuran yang beraneka ragam, ada yang dibuat secara tertutup dan ada pula yang dibuat dengan sengaja dibiarkan terbuka yang kerap kali disebut sebagai selokan. Namun tahukah Anda, bahwa Anda dapat membuat saluran drainase sendiri? Tidak perlu berpikir terlalu jauh untuk membuat saluran drianase di pinggir jalan, tetapi Anda dapat membuatnya di area rumah sendiri secara mandiri dengan membuat semacam bak kontrol dan/atau parit untuk saluran drainase.

Pembuatan saluran drainase dengan membuat bak kontrol dan parit di area rumah dapat meminimalisir terjadinya banjir di sekitaran rumah dan menghindari terjadinya genangan air di area rumah. Meskipun terdengar tidak begitu berpengaruh terhadap rumah-rumah lainnya yang berada di sekitar rumah kita sendiri, namun apabila pembuatan bak kontrol dan parit ini dilakukan oleh seluruh penduduk yang tinggal di area sekitaran rumah kita, hal tersebut tentu akan berpengaruh bagi seluruh penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Adapun bak kontrol adalah semacam bak berlubang yang menerima air kotor dari saluran buangan dai rumah dan meneruskannya ke saluran umum (Rasantika M.S., 2010). Maka dari itu, bak kontrol memiliki fungsi diantaranya agar jika terdapat endapan kotoran yang bersumber dari rumah, kita dapat mengontrol dan membersihkannya dengan mudah sehingga dengan adanya bak kontrol ini akan sangat membantu.

Adapun menurut pabrikconblock.com, material-material yang diperlukan dalam membuat bak kontrol adalah bata merah, besi, semen, pasir, dan air. Mula-mula kita perlu menentukan terlebih dahulu pada titik mana kita akan membuat bak. Apabila sudah ditentukan, mulai membuat tiang pondasi dengan menggunakan besi. Bata digunakan sebagai dinding pada bak, ukuran bak pun disesuaikan dengan saluran air. Saluran air yang dimaksud adalah saluran yang nantinya akan terhubung dengan bak yang dihubungkan dengan pipa paralon. Setelah itu, bak dilapisi oleh semen agar lebih kuat dan rapi, kemudian ditutup. Penutup pada bak dapat berupa kayu yang memiliki lebar sesuai dengan bak, penutup tidak dibua permanen agar jika terdapat masalah atau kerusakan, kita dapat melakukan pengecekan dengan mudah. Lalu, untuk menjaga kebersihan bak kontrol, sebaiknya bak dibersihkan dua bulan sekali untuk mencegah terjadinya penyumbatan pada saluran.

Setelah mengetahui tahapan-tahapan dalam pembuatan bak kontrol dan apabila hal tersebut dirasa belum cukup efektif, Anda juga dapat membuat parit di area rumah Anda. Adapun parit merupakan sejenis selokan namun memiliki ukuran relatif lebih kecil, berbeda dengan selokan yang biasanya sering dijumpai di pinggir jalan. Pembuatan parit ini pun dapat membantu dalam meminimalisir terjadinya genangan air di area rumah akibat hujan. Meskipun di luar rumah biasanya sudah terdapat selokan sebagai aliran drainase, namun kerap kali selokan tersebut belum cukup untuk meminimalisir terjadinya banjir atau genangan air di area rumah. Maka dari itu, membuat parit di area rumah sedikitnya dapat membantu dalam mengantisipasi terjadinya hal tersebut. Selain itu, proses pembuatannya pun terbilang cukup mudah dan dapat dilakukan oleh sendiri.

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam pembuatan parit yaitu kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis permukaan yang hendak dibuat parit, apakah permukaan berbentuk tanah atau semen. Apabila permukaan berbentuk tanah, kita perlu membuat cekungan kurang lebih sedalam 1 jengkal atau sesuai dengan yang diinginkan. Setelah itu, cekungan diteruskan hingga membentuk aliran kemudian diteruskan hingga drainase yang berada di luar rumah. Sedangkan apabila permukaan sudah berbentuk semen, kita perlu menghancurkan terlebih dulu area yang akan dibuat parit. Parit dibentuk menyesuaikan dengan lekukan rumah, sebagian besar orang membuatnya di seluruh pinggiran dinding luar rumah. Kemudian parit yang sudah dibuat, ditutupi kembali oleh semen.

Biasanya membuat parit dengan menggunakan semen cenderung lebih efektif dalam mengalirkan air, karena air tidak teresap oleh permukaan dan langsung mengalir. Berbeda dengan permukaan tanah, air biasanya tidak langsung mengalir, melainkan air biasanya diserap terlebih dahulu oleh tanah. Tetapi hal tersebut bukan berarti pembuatan parit langsung di atas tanah tidak efektif. Membuat parit langsung di atas tanah pun cukup efektif, namun biasanya parit diberi paralon untuk memberi kelancaran bagi air untuk mengalir. Parit dapat dibiarkan secara terbuka agar air hujan dapat langsung mengalir melalui parit hingga ke drainasi di luar rumah. Namun, parit juga dapat dibuat dengan cara tertutup, yaitu dengan menambahkan paralon di dalam parit lalu ditutup oleh tanah atau semen di atasnya.

Demikian penjelasan tersebut dibuat agar kita setidaknya dapat membantu meminimalisir terjadinya banjir dan tergenangnya air akibat hujan di sekitar rumah. Meskipun prosesnya terbilang tidak begitu mudah, tetapi manfaat yang dihasilkan dari pembuatan bak kontrol dan parit tentu sangat berguna. Selain dapat berguna bagi orang lain, hal tersebut juga berguna bagi diri sendiri.

 

REFERENSI

Yassir Arafat. 2008. Reduksi Beban Aliran Drainase Permukaan Menggunakan Sumur Resapan. Jurnal Sipil, Mesin, Arsitektur, dan Elektro (SMARTek). 6(3): 144

Rasantika M. Seta. (2010, June 10). Mencegah Aliran Air Kotor Lambat & Pampat (2). Retrivied November 10, 2020, from https://idea.grid.id/read/09696119/mencegah-aliran-air-kotor-lambat-pampat-2#:~:text=Bak%20kontrol%20adalah%20semacam%20bak,mengontrol%20dan%20membersihkan%20dengan%20mudah.

Dimension Block. (2015, September 07). Cara Pembuatan Bak Kontrol. Retrivied November 10, 2020, from http://pabrikconblock.com/cara-pembuatan-bak-kontrol.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *