Menanggulangi Erosi dengan Teknik Konservasi Tanah dan Air

Tanah dan air adalah sumber alam yang sangat penting untuk kehidupan berbagai makhluk hidup, salah satunya manusia. Tetapi kedua sumber alam ini mudah mengalami kerusakan. Kerusakan pada tanah sering terjadi disebabkan oleh perusakan hutan, perusakan kimiawi air hujan, proses mekanis air hujan dan yang paling sering terjadi adalah erosi oleh air hujan. Dengan begitu banyaknya kerusakan tanah, bisa dipastikan bahwa tanah tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Selain itu kerusakan air disebabkan oleh ulah manusia sendiri karena kurangnya kesadaran terhadap lingkungan. Penyebab kerusakan air adalah limbah pabrik, limbah pertanian serta penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan. Kerusakan air tersebut membuat mata air mengering serta kualitas air yang semakin menurun. Baik tanah maupun air penyebab kerusakan yang utama adalah erosi. Dengan begitu solusi untuk kerusakan tanah dan air yang berupa erosi adalah dengan adanya konservasi tanah dan air.

Konservasi tanah adalah penempatan sebidang tanah sesuai dengan kemampuan dan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi degradasi lahan. Sedangkan untuk konservasi air merupakan penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah seefisien mungkin untuk pertanian dan mengatur waktu agar tidak terjadi banjir yang mampu merusak serta ketersediannya air pada musim kemarau. Konservasi tanah memiliki hubungan erat dengan konservasi air, jadi konservasi tanah dan air adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas tanah sehingga tidak mudah terjadi degradasi lahan terutama erosi.

Erosi adalah peristiwa terkikisnya padatan tanah, sedimen, dan babatuan. Hal ini mampu terjadi karena 2 penyebab yaitu faktor alam dan juga karena ulah manusia sendiri. Ketika suatu daerah sudah mengalami pengikisan maka yang akan terjadi adalah tanah perlahan akan menghilang. Sehingga membuat tanah pada daerah itu akan tandus. Pengendalian erosi harus dengan cepat diatasi terutama erosi pada lah miring dan bereleng, karena semakin curam lereng makan akan semakin cepat pula kecepatan air permukaan dan semakin mudah juga terjadi erosi. Konservasi tanah dan air menjadi sebuah solusi dalam penanganan erosi baik erosi tanah maupun erosi air. Konservasi tanah memilki tujuan untuk mencegah erosi, memperbaik tanah yang mengalami kerusakan atau tandus, dan memelihara serta meningkatkan produktivitas tanah sehingga mampu dimanfaatkan dengan baik. Tujuan tersebut tidak akan legkap jika tidak adanya keseimbangan dari konservasi air yang berguna dalam menjamin ketersediaan air untuk generasi yang akan datang, serta mampu melakukan penghematan baik dari segi pengambilan dan pengolahannya. Jadi, konservasi tanah dan air bertugas untuk memelihar tanah dan air dari kerusakan. Dalam penanganan erosi, konservasi tanah dan air memiliki beberapa metode yaitu metode vegetatif, mekanis, dan kimia. Ketiga metode tersebut memilki tujuan yang sama, untuk yang membedakannya terletak pada efektifitas, persyaratan dan kelayakannya. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan dengan teliti dan tepat saat pemilihan metode konservasi, berikut penjelasan dari ketiga metode tersebut :

  • Metode vegetatif

Metode ini digunakan untuk mengurangi pertumbukannya air hujan yang turun, serta mengurangi jumlah dan kecepatan aliran permukaan yang mampu membantu dalam mengurangi erosi tanah. Metode vegetatif mampu diterapkan dalam :

1.Pertanian Lorong

Teknik ini lebih murah dan cukup efisien dalam pembuatannya, karena secara alami 3-4 tahun kemudian akan timbul teras dengan sendirinya.

2. Sistem Silvopastura

Sistem ini merupakan salah satu bentuk dari sistem tumpangsari. Selain bisa mencegah erosi, sistem ini mampu berguna bagi konsumsi hewan karena penanaman pakan dibawah tegakan pohon.

3. Pemberian Mulsa

Penutupan terhadap tanah menggunakan mulsa yang bertujuan agar permukaan tanah tidak langsung terkena air hujan. Pemberian mulsa ini cukup efektif dalam mencegah erosi karena mulsa memberikan limbah organik pada setiap tanaman dengan proses dekomposisi.

  • Metode Mekanik

Metode ini memberikan perlakuan fisik kepada tanah dengan dibuatnya bangunan yang berfungsi mengurangi aliran permukaan air, sehingga mampu meningkatkan penggunaan tanah dan tercegahnya terjadi erosi. Penerapan metode ini pada :

  • Pengolahan tanah
  • Teras
  • Guludan (pembuatan pematang tanah yang sejajar dengan garis kontur)
  • Lubang resapan (biopori)
  • Sumur resapan
  • Metode Kimia

Metode yang terakhir yang memiliki fungsi yang sama dalam pencegahan erosi adalah metode kimia. Usaha yang diberikan metode kimia dengan cara pemanfaatan soil conditioner atau bahan pemantap tanah yang berguna untuk perbaikan struktur tanah tersebut.

Ketiga metode diatas, metode yang paling sering dipakai dalam pencegahan erosi adalah metode vegetatif. Terutama pada penerapan metode vegetatif ini dalam teknik pemberian mulsa. Seperti yang sudah dijelaskan, teknik ini memanfaatkan limbah organik yang dimasukkan kedalam saluran atau alur yang sejajar dengan kontur pada bidang tanah yang sedang diusahakan. Mulsa organik bisa bertahan lebih lama disesuaikan dengan laju dekomposisinya. Kapan penerapan mulsa tersebut mampu memberikan efek pada tanah di iklim sedang. Iklim yang cocok dalam penerapan mulsa adalah pada saat musim semi atau awal musim panas ketika temperatur tanah meningkat tetapi kelembaban tanah masil relatif tinggi, sehingga temperatur dan kelembaban tanah terjaga lebih optimal. Pemberian mulsa biasanya selalu bersamaan dengan dibuatnya guludan. Secara ekologis teknik yang diberikan ini mampu membuat laju aliran permukaan turun, serta erosi dan hilangnya unsur hara juga dapar menurun. Aliran permukaan itu akan masuk kedalam saluran yang terdapat mulsa atau limbah hutan, lalu meresap kedalam tanah. Selain pemberian mulsa, metode vegetatif lainnya adalah dengan cara pamanfaatan tanaman sehingga terhindar dari air hujan dan aliran permukaan. Tanpa adanya tanaman pada permukaan tanah yang terbuka akan menyebabkan sangat mudah erosi. Tanaman yang kini dimanfaatkan untuk pencegahan erosi adalah tanaman akar wangi. Tanaman ini memiliki akar yang kuat, lebat dan dalam sehinggi mempunyai kemampuan untuk mengkonversi tanah dan air. Menurut penelitian, di wiliyah perbukitan dan pegunungan tanaman akar wangi akan tumbuh seperti pagar hidup yang memiliki jarak maksimal 20 x 20 cm. Dengan begitu, laju erosi akan berkurang. Tanaman ini mampu menahan laju erosi karena tanaman akar wangi tidak mengalami pemangkasan dan hanya dibiarkan berkembang yang membuat tanaman ini tumbuh besar dan rapat. Oleh karena itu, tanaman ini sangat efektif untuk menahan erosi.

Daftar Pustaka

masyarakat, P. k. (2016). Konservasi Tanah Dengan Tanaman Akar Wangi Untung Mengurangi Erosi.

Rimbakita.com. (2019). Konservasi Tanah dan Air – Pengertian, Tujuan & Metode.

Rimbakita.com. (2019). Pengertian Erosi, Penyebab & Dampak Bagi Lingkungan.

Wikipedia. (2013). Mulsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *