Menanam Pakcoy Sebagai Kegiatan Urban Farming di Masa Pandemi

Masa pandemi ini banyak mendatangkan kerugian di segala aspek kehidupan. Namun, tidak semua hal harus dipandang negatif bukan? Ada hal-hal positif yang dapat kita ambil dengan adanya pandemi ini. Dengan melakukan kegiatan yang produktif, mungkin kita dapat menghasilkan sesuatu yang positif. Walaupun hanya di rumah, banyak kegiatan produktif yang dapat kita lakukan, salah satunya yaitu bercocok tanam. Akan tetapi, dalam kegiatan bercocok tanam ini masih banyak orang yang beranggapan tidak dapat dilakukan di lahan yang sempit, padahal itu tidak benar adanya. Era moderen ini sudah banyak metode bercocok tanam yang dapat kita lakukan, dalam rumah sekalipun. Bahkan, sudah banyak orang yang melakukan metode bercocok tanam ini, salah satu metode bercocok tanam yang dapat kita lakukan di rumah yaitu “Urban Farming”.

Urban Farming ini sudah banyak dilakukan oleh sebagian besar orang karena prosesnya yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Bahkan, sudah banyak yang membuka usaha produk hasil urban farming.  Akan tetapi, dalam metode urban farming ini masih mempunyai kekurangan, yaitu tidak semua tanaman dapat di tanam, hanya beberapa tanaman saja yang dapat kita tanam dengan metode urban farming ini. Salah satu tanaman yang terbukti hasilnya yaitu sawi pakcoy. Dalam penanaman sawi pakcoy tentu ada proses-proses yang harus kita lakukan sampai datangnya masa panen nanti. Namun, kelebihan dari urban farming inilah yang dapat memudahkan kita untuk menanam sawi pakcoy karena dalam proses penanamannya sangatlah sederhana dan tidak memerlukan lahan yang luas. Akan tetapi, menentukan lahan yang akan dipakai dalam kegiatan bercocok tanam ini haruslah sesuai dan memenuhi syarat. Lahan yang cocok untuk bercocok tanam adalah lahan yang terbuka dan terjangkau oleh sinar matahari. Hal tersebut sangat penting bagi tanaman untuk melakukan fotosintesis karena dapat menentukan hasil dari tanaman itu sendiri. Untuk itu, tentukanlah lahan yang sesuai agar memberikan hasil yang maksimal pula.

Dalam penanaman sawi pakcoy, tentu kita memerlukan alat dan bahan. Alat dan bahan yang digunakan dalam penanaman sawi pakcoy ini sangatlah sederhana. Kita hanya memerlukan polybag sebagai media tanam dan sekop tanah. Akan tetapi, dalam meyiapkan bahan yang akan digunakan dalam proses bercocok tanam nanti, penting untuk kita memilih bahan berkualitas baik agar hasil yang diinginkan dapat maksimal. Bahan utama yang digunakan dalam penanam ini tentu bibit sawi pakcoy. Siapkanlah bibit sawi yang bagus, apabila ingin mendapatkan hasil produk yang bagus pula. Namun, jika hanya ingin mencoba menanam, sebaiknya gunakan bibit yang umum saja agar tidak terlalu mengeluarkan uang yang banyak. Bahan selanjutnya yaitu tanah. Tanah yang digunakan sebaiknya tanah yang subur dan mempunyai daya serap yang tinggi. Maka dari itu, tanah yang paling cocok untuk digunakan dalam bercocok tanam adalah tanah humus, tanah ini dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Dalam proses bercocok tanam, tanah sangatlah penting untuk pertumbuhan tanaman. Untuk itu gunakanlah tanah yang sesuai agar tanaman dapat menghasilkan produk yang maksimal. Selain tanah, kita juga harus menyiapkan pupuk. Dalam pemelihan pupuk, sebaiknya gunakan pupuk kompos. Pupuk kompos ini mampu meningkatkan unsur hara pada tanah, sehingga pupuk ini sangatlah cocok untuk  bercocok tanam.

Sebelum proses penanaman, siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan. Dalam penanamanya, pertama-tama siapkan polybag yang sudah diberi lubang pada bagian bawahnya. Polybag inilah yang akan menjadi media tanam untuk tanaman sawi pakcoy. Setelah itu, masukkan tanah dan pupuk kompos ke dalam polybag yang sudah disiapkan. Langkah selanjutnya, masukkan bibit sawi pakcoy secukupnya. Perlu diingat, saat memasukkan bibit haruslah berjarak antara bibit satu dengan bibit lainnya. Hal tersebut dapat memudahkan kita pada saat nanti pemindahan. Dapat juga memasukkan bibit tidak lebih dari 5 buah, apabila tidak ingin melakukan pemindahan media tanam. Lakukan penyiraman rutin yaitu pagi dan juga sore hari. Dalam pemindahan, dilakukan pada saat sawi sudah berumur 3-4 minggu, ketika itulah bibit sawi telah menjadi benih. Proses pemindahan ini diperlukan apabila benih terlalu banyak dalam satu media tanam. Untuk itu perlu adanya pemindahan pada media tanam baru. Upayakan akar pada benih tidak rusak, dalam proses ini lakukanlah secara hati-hati. Setelah itu, siapkan kembali polybag yang telah diberi tanah dan pupuk kompos, buatlah lubang pada tanah dengan menggunakan jari, masukkan benih kedalam lubang tersebut. Jika sudah, lakukan penyiraman rutin pagi dan sore hari. Dalam pemeliharaannya kita dapat menggunakan pupuk organik setiap satu minggu sekali agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal.

Masa panen sawi pakcoy ini termasuk relatif singkat, hanya perlu waktu sekitar 2 bulan dalam proses penanamannya. Cara panennya pun sangat mudah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu dengan  mencabut seluruh bagian tanaman atau dapat memotong batang sawi bagian atas saja. Selain itu, dapat juga langsung memetik daunnya saja sehingga dapat membuat tanam sawi tumbuh lama dan tidak perlu lagi mengulangi proses penanaman kembali. Masa panen singkat itulah yang menjadi daya tarik  untuk melakukan kegiatan urban farming sawi pakcoy ini. Tentu, masih ada tanaman lain selain pakcoy yang dapat kita tanam dengan kegiatan urban farming ini, hanya saja kita harus pandai mencari informasi mengenai tanaman yang akan kita tanam. Mungkin saja ada beberapa perbedaan dalam proses yang dilakukan. Maka dari itu, tanaman sawi pakcoy ini dapat menjadi rekomendasi tanaman untuk memulai kegiatan urban farming.

Hal yang perlu diingat, kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada masa pandemi saja, tetapi masa sesudah pandemi pun dapat kita lakukan, tergantung diri masing-masing. Apakah ingin melanjutkan kegiatan ini atau tidak. Selain itu, kegiatan ini pun bukan hanya dapat mengisi waktu luang di masa pandemi. Apabila kita pandai dalam memanfaatkan situasi, kegiatan urban farming ini dapat dijadikan sebuah usaha yang memberikan keuntungan bagi orang-orang yang dapat memanfaatkannya. Untuk itu, saya berharap kegiatan urban farming ini dapat menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya. Selain itu, untuk kedepannya semoga urban farming ini dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/amp/s/www.haibunda.com/moms-life/20200528144040-76-143189/cara-menanam-sawi-di-rumah-dengan-polibag-perawatan-mudah-cepat-panen/amp

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *