Mempertahankan Perekonomian dengan Berbudidaya Ikan Lele

Pada era pandemi sekarang, masyarakat sudah mulai merasakan runtuhnya perekonomian suatu negara. Sangat berdampak bagi masayarakat kalangan menengah kebawah, karena semua kebutuhan pokok harga nya melonjak tinggi dibanding sebelum datangnya pandemi ini. Pendapatan yang minim dan pengeluaran yang dikeluarkan besar merupakan ketidaksinkronan hidup masayarakat di kala pandemi ini, oleh karena itu demi menekan pengeluran yang besar terhadap kebutuhan pangan, diharapkan setiap warga mulai membiasakan diri untuk membuat lahan yang ada menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan. Urban farming atau disebut pertanian perkotaan merupakan solusi bagi masyarakat yang hidup di perkotaan yang tidak memiliki lahan yang luas tetapi ingin memiliki sumber daya pangan yang dihasilkan sendiri agar lebih hemat, efisien dan juga higienis karena pakan yang dikasih ke lele sudah jelas asalnya darimana dan tidak perlu takut akan ketidakbersihan daging lele nya.

Urban Farming merupakan suatu solusi dari permasalahan yang sering timbul di perkotaan, yaitu kurangnya tempat, lahan, dan protein yang disediakan oleh alam untuk manusia bercocok tanam ataupun pengembangbiakan hewan. Budidaya Ikan Lele merupakan salah satu contoh dari banyak produk urban farming yang dibuat oleh manusia dalam memperkuat ketahanan pangan masing masing masyarakat. Pengembang biakan ikan lele tidak harus memiliki lahan yang luas, cukup sediakan lahan sekitar 3×2 meter untuk membuat kolam yang didalam kolam buatan tersebut mampu menampung sekitar ratusan benih ikan lele tersebut. selain menampung lele, air kolam lele tersebut bisa digunakan dan diolah kembali oleh tanaman kangkung dan pakcoy. Kolam tersebut harus diperhatikan kebersihannya, apakah ada oksigen untuk ikan itu bernafas dan masih banyak lagi hal yang harus diperhatikan sebelum membudidayakan lele ini. Karena usaha yang besar diawali dengan berbagai macam usaha kecil yang biasa dilakukan oleh diri kita sendiri.

Ikan lele (Clarius Gariepinus) merupakan salah satu dari banyak ikan air tawar yang dikembang biakan oleh masyarakat Indonesia, karena ikan lele (Clarius Gariepinus) juga merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, berbagai macam olahan yang bisa dibuat dari ikan lele, yang paling populer dan favorit masyarakat adalah pecel lele. Konsumen bukan hanya kalangan menengah maupun Kalangan bawah, semua kalangan pasti pernah merasakan nikmatnya makan ikan lele disertai dengan sambal terasi ulek beserta lalapannya. Proses pembudidayaan lele adalah suatu cara agar kita menggunakan setiap lahan yang ada karena hanya memerlukan lahan yang seadanya, baik di kota maupun pedesaan tempat pembudidayaan lele pasti banyak dikembangkan di tiap daerah karena lele termasuk ikan yang memiliki nilai ekonomis yang lumayan karena banyak peminatnya, perkembangan dan pertumbuhan yang signifikan cepat  Jangan mengira jika berbudidaya lele adalah hal yang tidak berguna ataupun sia sia untuk dilakukan, disamping kita dapat mengkonsumsi sendiri hasil budidaya nya kita juga menjadi ladang mencari uang yaitu dengan menjadikan budidaya ini sebagai usaha.

Dalam berbudidaya lele, kita harus memperhatikan kualitas airnya, jangan sampai membuat airnya menjadi air yang penuh dengan limbah organik. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha untuk mengolah dan memanfaatkan air limbah yang berasal dari feses lele tersebut dan sisa pakan ikan yang hancur karena tidak termakan, ada banyak cara dalam melakukan proses pembersihan kualitas air. kalau dengan menggunakan cara mengganti air setiap minggunya tidak akan efektif dan mahal biaya. Oleh karena itu dalam memanfaatkan segala sesuatu yang ada ( prinsip urban Farming ) kita menggunakan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica)  dan pakcoy ( Brassica rapa chinensis ) yang bisa menetralisir atau disebut fitoremediasi secara resilkurasi. Pada masa pandemi sekarang ini diperlukan usaha tambahan karena krisis ekonomi sudah melanda dimana mana, oleh karena itu dalam mempertahankan ekonomi setiap masyarakat, usaha yang menjanjikan di setiap masyarakat  adalah di sektor pertanian karena kebutuhan pokok berasal dari pertanian, usaha tersebut adalah urban farming seperti yang dijelaskan sebelumnya walaupun hanya mempunyai lahan seadanya, tetap bisa bercocok tanam ataupun berbudidaya hewan. Dalam membudidayakan hewan apapun kita harus mengetahui bagaimana cara membudidayakannya, jangan sampai kita yang berniat menambah jumlah hewan tersebut malah membuat hewan hewan itu mati.

Tanaman pakcoy akan berpengaruh pada suhu (27 – 30 ˚C) dimana tanaman pakcoy adalah tanaman introduksi dari subtropics yang bershu dingin (18 – 22 ˚C). penggunaan kangkung dan pakcoy dapat menurunkan kadar ammonium, kangkung dapat menyerap sekitar 78,42 % dan pakcoy hanya dapat menyerap sekitar 52,16%. Akar kangkung langsung melakukan penyerapan pada air yang mengandung ammonium sebagai pupuk alami yang membuat kangkung dapat hidup dan dapat membuat kangkung yang sehat. Perlakuan yang dilakukan oleh tanaman kangkung dan pakcoy sangat efektif dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup si ikan dan tanaman itu sendiri.

Pada saat kita ingin  pembudidayaan lele ada 2 jenis usaha budidaya yang harus diperhatikan, yang pertama adalah usaha pembesaran saja, yang artinya si pembudidaya hanya membeli benih lele tersebut dari balai benih ikan (BBI) dan hanya dilanjutkan proses pembesarannya saja. Yang kedua adalah usaha pembenihan dan pembesaran dalam satu unit, yaitu melakukan pemisahan terhadap benih dan proses pembesarannya. Suatu pembudidayaan lele dapat dikatakan berhasil jika factor factor penting dalam pembudidayaan terpenuhi, yaitu kualitas benih lele yang sehat, lele berasal dari balai benih ikannya langsung karena disana banyak benih benih ikan yang sehat, yang kedua pakan yang baik kualitas pakan yang baik bagi ikan lele adalah memberi pakan 3 kali sehari dengan ukuran makanan tidak lebih besar dari ukuran badannya, yang ketiga adalah kualitas air yang bersih. Dalam membersihkan air lele lebih baik menggunakan metode fitoremediasi dimana Fitoremediasi adalah merupakan penggunaan suau tumbuhan yang digunakan untuk menurunkan, mengekstrak, ataupun menghilangkan senyawa organic dan anorganik dari daklam limbah tersebut. Baik kangkung maupun pakcoy, kedua tanaman ini bisa dikonsumsi juga oleh kita, dalam satu tahap proses budidaya ikan lele ini kita juga mendapatkan bahan pangan tambahan seperti kangkung dan pakcoy. Dibanding dengan menggunakan cara menguras dan mengganti air kolamnya, hal tersebut tidak efektif dan membutuhkan uang yang sangat banyak serta banyak membuang waktu dan tenaga.  

 

referensi :

file:///C:/Users/User/Downloads/1205-6200-2-PB.pdf

file:///C:/Users/User/Downloads/1540-3916-1-SM.pdf

file:///C:/Users/User/Dowloads/Wirausaha_Kelompok_Usaha_Budidaya_Pembesaran_Lele.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *