Membuat Alat Sistem Irigasi Tetes Untuk Tanaman dengan Lahan Sempit

Dalam kegiatan bercocok tanam, masa kemarau merupakan masa dimana kita harus  dapat memanfaatkan air semaksimal mungkin. Dalam hal ini, kita harus dapat membuat sebuah cara agar tanaman yang kita tanam mendapatkan nutrisi air semaksimal mungkin, namun hemat dalam penggunaannya. Sistem yang akan kita buat tersebut, kita sebut dengan sistem irigasi. Sistem irigasi merupakan sebuah cara pengairan lahan pertanian atau lahan bercocok tanam. Sekarang ini sudah banyak sekali metode sistem irigasi yang dilakukan. Namun, artikel ini akan membahas “Bagaimana Cara Membuat Sistem Irigasi Tetes di Lahan Sempit”.

Pada abad ke-21 ini, sudah banyak orang yang melakukan kegiatan bercocok tanam. Bukan hanya di lahan luas pertanian saja, lahan sempit pun sudah banyak yang melakukan kegiatan bercocok tanam ini. Saat ini sedang trend Bercocok tanam di lahan sempit, bahkan orang-orang sudah banyak yang tertarik dengan kegiatan ini. Akan tetapi, orang-orang banyak yang belum mengetahui bagaimana sistem irigasi yang baik dan efektif dalam pemeliharan tanaman di musim kemarau pada lahan sempit ini. Salah satu masalah umum yang sering terjadi yaitu, seringkali orang-orang yang melakukan kegiatan bercocok tanam di lahan sempit melakukan penyiraman air yang berlebihan, sehingga air yang digunakan banyak yang terbuang sia-sia. Dari masalah tersebut, sebenarnya ada banyak solusi yang dapat kita temukan. Salah satunya, kita dapat membuat sebuah sistem irigasi lahan sempit dengan menggunakan air seminim mungkin, namun efektif dalam penggunaannya.

Lahan sempit bukan menjadi hambatan untuk membuat sebuah sistem irigasi, banyak metode yang dapat kita buat agar memudahkan tanaman mendapatkan nutrisi air yang maksimal, tanpa berlebihan menggunakannya. Salah satu metode sistem irigasi yang dapat kita buat pada lahan sempit yaitu sistem irigasi tetes. Sistem irigasi tetes ini merupakan sebuah sistem yang dapat memudahkan kita dalam memberikan nutrisi air untuk tanaman yang kita tanam, tanpa berlebihan menggunakannya. Sistem irigasi ini sangatlah sederhana, sehingga mudah sekali untuk dibuat. Selain itu, alat dan bahan yang digunakannya pun mudah untuk didapat. Untuk itu, sistem irigasi tetes ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk digunakan dalam kegiatan bercocok tanam di lahan sempit.

Dalam sistem irigasi tetes ini, ada beberapa alat yang dapat dibuat. Ada yang menggunakan selang, botol, atau ada juga alat khusus irigasi tetes. Alat khusus irigasi tetes ini tidak akan terlalu dibahas karena alat ini bukanlah alat sederhana yang mudah dibuat, melainkan alat khusus yang bahkan berharga cukup tinggi untuk kegiatan bercocok tanam lahan sempit. Akan tetapi, kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat alat sistem irigasi sederhana yang mudah dan dapat dibuat oleh semua orang. Tentu kita perlu mempersiapkan alat dan bahannya terlebih dahulu. Bahan utama yang digunakan untuk membuat alat sistem irigasi tetes ini yaitu botol bekas.

Cara kerja sistem irigasi tetes botol ini yaitu menampung air dalam botol yang telah dibuat sedemikian rupa yang nantinya air dalam botol tersebut akan mengalir ke tanaman dengan bantuan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat pada alat tersebut. Tentu dapat terlihat dari cara kerjanya pun sangat sederhana, sehingga dapat menjadi gambaran dalam pembuatannya nanti.

Terdapat  2 jenis penggunaan dalam sistem irigasi tetes botol ini, yaitu irigasi tetes di permukaan tanah dan irigasi tetes di bawah permukaan tanah. Pada irigasi tetes di permukaan tanah, alat irigasi tetes di tempatkan di atas permukaan tanah yang nantinya air akan sedikit demi sedikit menetes ke bawah permukaan tanah. Sedangkan pada irigasi tetes di bawah permukaan tanah, alat irigasi tetes akan dikubur di samping tanaman yang nantinya air akan merembes di sekitar akar tanaman.

Dalam pembuatan alat sistem irigasi tetes di permukaan tanah, yaitu pertama-tama siapkan botol bekas dan paku. Selanjutnya, lubangi bagian tutup botol dengan paku. Harus diingat, jangan lubangi tutup botol dengan ukuran yang terlalu besar, lubangi tutup botol ukuran sedang dengan jumlah secukupnya sehingga air akan menetas sesuai dengan yang dikehendaki. Setelah itu, gantung botol pada tiang gantungan dekat tanaman.

Sedangkan dalam pembuatan alat sistem irigasi tetes di bawah permukaan tanah, yaitu pertama-tama siapkan botol bekas dan paku sama seperti langkah awal pada pembuatan alat sistem irigasi tetes di permukaan tanah. Langkah selanjutnya agak berbeda dengan pembuatan alat sistem irigasi tetes di permukaan tanah. Apabila langkah selanjutnya dalam pembuatan sistem irigasi tetes di permukaan tanah melubangi pada bagian tutup botol, untuk langkah selanjutnya dalam pembuatan sistem irigasi tetes di bawah permukaan tanah yaitu melubangi bagian sisi-sisi botol. Untuk ukuran dan jumlah lubang sama seperti membuat sistem irigasi tetes di permukaan tanah yaitu disesuaikan dengan kebutuhan, jangan terlalu besar saat melubangi, dan secukupnya. Hal tersebut dilakukan agar memberikan keefektifan pada alat sistem irigasi tetes yang telah dibuat. Sedangkan untuk penempatan alat sistem irigasi tetes di bawah permukaan tanah yaitu dengan dikubur di dalam tanah dekat dengan akar tanaman agar air dapat memberikan nutrisi akar tanaman disekitarnnya. Yang harus diingat dalam pembuatan alat sistem irigasi tetes di bawah permukaan tanah adalah mulut botol harus ada di ermukaan tanah agar air bisa diisi kembali ke dalam botol dengan mudah.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam penggunaan alat ini yaitu dapat menyediakan air saat musim kemarau, menghemat energi baik dalam mengggunakan selang ataupun gayung, dapat menyalurkan air ke bagian tanaman yang diinginkan, mengusahakan bagian tanah tetap lembap dan tanaman cukup akan air, dan dapat meningkatkan hasil panen karena dalam sistem irigasi ini bukan hanya air saja yang dapat di tamping dalam botol, pupuk pun dapat ditampung sehingga tanaman lebih terjaga pemeliharaan nutrisinya.

Selain manfaatnya yang banyak, cara pembuatannya sederhana dan mudah untuk dibuat. Maka dari itu, alat ini dapat menjadi alternatif dalam proses pemeliharaan pada tanaman agar lebih efektif dan efisien. Sehingga, masalah mengenai air yang sering terbuang sia-sia saat penyiraman, tidak akan terjadi lagi. Terutama pada saat musim kemarau, alat sistem irigasi tetes ini akan sangat membantu dalam kegiatan bercocok tanam.

DAFTAR PUSTAKA

https://8villages.com/full/petani/article/id/5de08ff6f3adeaa256aafbea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *