Memanfaatkan Pekarangan Rumah Menjadi Tempat Budidaya Kangkung dengan Metode Hidroponik

Di masa pandemi yang tengah melanda hampir seluruh negara di belahan dunia membuat beberapa sektor pekerjaan mulai menurun dan tidak berkembang. Akibatnya, banyak perusahaan yang terpaksa harus memberhentikan atau mem-PHK karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Tidak sedikit bagi mereka yang merasa terpukul dan kesulitan terutama dalam segi ekonomi yang mulai surut setiap harinya. Maka dari itu, alternatif-alternatif lain sangat diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan kegiatan urban farming atau bertani dengan memanfaatkan lahan yang ada. Seperti yang telah kita ketahui, disaat berbagai sektor pekerjaan harus mengalami penurunan diakibatkan pandemi Covid-19, salah satu sektor yang dapat bertahan dan terus berkembang yaitu sektor pertanian. Maka dari itu, kegiatan bertani dapat dilakukan untuk membantu dan setidaknya sedikit demi sedikit dapat membantu perokonomian yang mulai surut.

Kegiatan bertani dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus selalu menggunakan lahan yang luas seperti sawah. Sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai urban farming, bertani dapat dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah saja. Seperti yang telah dikemukakan oleh Latief, Tafzi, dan Ayunis (2013), pekarangan rumah apabila dimanfaatkan dengan menanam tanaman dan dapat memberikan nilai jual, hal tersebut dapat membantu meningktkan ekonomi keluarga. Secara otomatis, hal tersebut sangat membantu pendapatan dan/atau pemasukan bagi keluarga, terlebih apabila memiliki nilai jual yang tinggi. Seringkali tidak terpikirkan oleh kita bahwasannya pekarangan rumah yang tidak terlalu besar pun dapat dijadikan sebuah potensi untuk membantu kebutuhan ekonomi. Sebagai contoh, kita dapat menanam berbagai jenis tanaman seperti buah-buahan dan sayuran, apabila kita dapat merawat dan mengurusnya hingga panen, buah-buahan dan/atau sayuran yang kita tanam dapat dijual dengan harga yang bervariatif. Disamping kebutuhan ekonomi yang mulai surut dapat kembali stabil, kegiatan bertani juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.

Salah satu metode bertani yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yaitu bertani dengan metode hidroponik. enurut Rudiana (2017), hidroponik merupakan suatu teknologi dalam bertani yang dilakukan di perkotaan yang memiliki lahan terbatas atau sempit, atau yang umum dikenal sebagai urban farming. Adapun tanaman yang dapat ditanam beragam jenisnya, tetapi tanaman yang sangat disarankan adalah berbagai jenis sayuran hijau. Meskipun jenis-jenis sayuran hijau terbilang cukup banyak, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah Anda harus mengenali terlebih dahulu karakterstik sayuran yang hendak ditanam, seperti mengetahui terlebih dahulu apakah sayuran yang akan ditanam tersebut cocok dengan musim yang sedang dialami saat ini. Mengingat bahwa sekarang sudah memasuki musim penghujan, ada baiknya sayuran yang ditanam cocok dan dapat tumbuh dengan baik pada musim hujan. Sebagai contoh, sayur kangkung cocok ditanam pada musim penghujan dikarenakan dalam proses pertumbuhannya, kangkung memerlukan air yang cukup banyak dan tentunya dapat ditanam melalui metode hidroponik. Untuk itu, Anda dapat menanam sayur kangkung dan membudidayakannya secara mandiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang tersedia.

Sayur kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) dapat bertahan hidup dengan cukup lama ketika musim hujan tiba. Hal tersebut sudah cukup membuktikan bahwa sayuran kangkung sangat cocok apabila ditanam pada musim hujan seperti saat ini. Maka dari itu, seharusnya Anda sudah tidak aneh lagi apabila menemukan banyak yang menanam sayur kangkung, terutama pada daerah atau kawasan berair. Meskipun sayuran hijau lainnya seperti sawi dan selada dapat ditanam pada musim hujan, kedua sayuran tersebut tidak baik apabila terlalu banyak menyerap air. Mengingat bahwa pada musim hujan, bisa saja air hujan yang turun dapat mengenai sayuran secara terus-menerus. Hal tersebut apabila terjadi dalam waktu yang cukup lama, dapat membuat sayuran seperti sawi dan selada cepat membusuk. Bersebda dengan sayur kangkung yang tentu sudah jelas dapat bertahan lebih lama karena membutuhkan air yang cukup banyak. Selain mudah untuk dibudidayakan, terdapat pula berbagai kelebihan dengan menanam sayur kangkung. Sayur kangkung dikenal dengan kandugannya yang baik bagi kesehatan, seperti antioksidan yang dapat mencegah penyakit kanker, berbagai vitamin hingga mineral, dan masih banyak lagi.

Ada pula tantangan dalam menanam dan membudidayakan sayur kangkung, salah satu diantaranya adalah seringkali orang-orang menyepelekan sayur kangkung dikarenakan harganya yang terbilang sangat terjangkau dan murah sehingga tidak begitu banyak orang yang tertarik untuk membudidayakan sayur kangkung. Tetapi kita tidak perlu bingung dan khawatir, karena masih banyak orang-orang yang mencari sayur kangkung dan mengingat sayuran tersebut mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya. Apabila pembudidayaan dilakukan dengan serius dan konsisten, Anda dapat memperoleh hasil yang baik. Alih-alih terdapat sebuah istilah yang mengatakan, “hasil tidak akan mengkhianati usaha”, istilah tersebut sangat berkaitan erat dengan proses pembudidayaan ini. Asalkan mau bersabar dan melakukannya dengan senang hati, pasti akan berbuah hasil yang baik.

Untuk menanam sayur kangkung dengan metode hidroponik, Anda tidak perlu menyiapkan lahan yang sangat besar, cukup dengan memanfaatkan pekarangan rumah sesuai dengan topik utama pada artikel ini. Apabila Anda memiliki pekarangan rumah yang cukup sempit, hal tersebut tidak perlu Anda khawatirkan. Dengan lahan yang hanya memiliki panjang kurang lebih 1m dan lebar 5m, Anda sudah dapat melakukan pembudidayaan sayur kangkung menggunakan metode hidroponik sendiri di rumah. Untuk itu, Anda hanya perlu mempersiapkan alat-alat dan kebutuhan lainnya yang diperlukan dalam proses pembudidayaan sayur kangkung ini. Setelah menyiapkan segala kebutuhan tersebut, mulai merakit media hidroponik dan menanam benih kangkung. Adapun hal yang perlu diperhatikan terkait dengan penanaman benih kangkung, yaitu benih harus disemai terlebih dahulu hingga benih/biji kangkung sudah tumbuh tunasnya dan memiliki 4 daun sejati. Tetapi, apabila benih/biji kangkung sudah tumbuh tunasnya dan memiliki 4 daun sejati, Anda sudah bisa langsung menanamnya pada wadah hidroponik (Yana, 2020).

Setelah semua tahapan selesai dilakukan, yang perlu dilakukan setelahnya adalah merawatnya hingga masa panen tiba. Memang, dari awal proses untuk melakukan pembudidayaan sayur kangkung ini tidaklah instan, juga dalam merawatnya pun harus dilakukan dengan sabar dan penuh dengan kehati-hatian. Namun, apabila dalam prosesnya diberi target yang baik dengan didasari niat yang baik pula, hasilnya pasti akan selaras dengan usaha yang telah dilakukan.

 

REFERENSI

Wahju Gunawan. 2020. Pemanfaatan Pekarangan untuk Kewirausahaan Keluarga di Desa Cipacing Berbasis Penanaman Bibit Jeruk Lemon. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 3(2): 326

Elly R., Hepi H., Bobby R.S. 2019. Peningkatan Pengetahuan dan Ketertarikan Remaja pada Hidroponik Bebas Organik. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. 4(2): 148

Yana, G. (2020, July 03). Cara Tanam Kangkung dengan Metode Hidroponik, Bisa Ditaruh dalam Kamar. Retrivied November 09, 2020, from https://www.kompas.com/food/read/2020/07/03/082800275/cara-tanam-kangkung-dengan-metode-hidroponik-bisa-ditaruh-dalam-kamar?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *