Marigold (Tagetes erecta L)

Gambar 1. Tanaman Marigold (Tagetes erecta L) (Sumber : https://content.eol.org/data/media/00/03/36/8.10575191053.jpg)

Marigold yaitu sebagai tanaman florikultura atau biasa disebut tanaman horikultura yang dimanfaatkan bagian bunganya. Bunga pada tanaman ini memiliki warna dan aroma yang menarik sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini karena kandungan karotenoid dan minyak atsiri di dalam bunga Marigold, sehingga bunga pada Marigold bisa dimanfaatkan sebagai penghias, bahan obat tradisional, pewarna pakaian, sarana untuk persembahayangan, fungisida dan anti nematoda alami. Marigold memiliki berbagai jenis varietas diantaranya yang paling banyak atau dominan dibudidayakan yaitu Marigold Signet (Tagetes signata L), Marigold Prancis (Tagetes patula L) dan Marigold Afrika atau Amerika (Tagetes erecta L). Di Indonesia sendiri yang paling banyak dibudidaya yaitu Marigold Afrika atau Amerika (Tagetes erecta L).

 

 

 

 

Klasifikasi dan Morfologi Marigold (Tagetes erecta L)

Menurut USDA (United States Department of Agriculture) tanaman Marigold (Tagetes erecta L) diklasifikasikan, seperti berikut ini :

  • Kingdom yaitu Plantae
  • Subkingdom yaitu Tracheobionta
  • Super division yaitu Spermatophyta
  • Division yaitu Magnoliophyta
  • Class yaitu Magnoliopsida / Dicotyledons
  • Subclass yaitu Asteridae
  • Order yaitu Asterales
  • Family yaitu Asteraceae
  • Genus yaitu Tagetes L.
  • Species yaitu Tagetes erecta L.

Berdasarkan klasifikasi tersebut dijelaskan bahwa Mariogold (Tagetes erecta L) merupakan tanaman sub-kingdom Tracheobionta dengan sistem pembuluh untuk menyalurkan nutrisi oleh akar kebagian tajuk dan menyalurkan hasil metabolisme & fotosintesis yang ada di daun ke bagian lainnya.  Tanaman Marigold ini termasuk superdivisi spermatophyta yaitu tanaman berbiji dengan divisi magnoliophyta atau tanaman berbunga. Tanaman ini juga termasuk kelas magnoliopsida atau bisa disebut tanaman berbunga dengan kelas dikotil sehingga memiliki sepasang kotiledon yang bisa dibagi menjadi dua bagian tertentu. Tanaman ini masuk dalam sub-kelas astaridae cirinya memiliki cakram nektar, memiliki pollen yang berinti 2 atau 3, subtansinya bersenyawa iridoid atau alkaloid dan sebagainya. Ordo tanaman ini asterales atau tanaman berbunga majemuk sedangkan family nya asteraceae dengan ciri daunya berhadap dan saling berselingan serta bunganya berbongkol terbentuk dari ratusan atau ribuan bunga kecil, tangkai sari bebas berlekatan, dan saling berseling dengan taju-taju mahkota. Genusnya merupakan bagian dari Tagetes L dengan jenis Tagetes erecta L yaitu endemik Afrika atau Amerika.

Secara detail sebagai berikut morfologi tanaman marigold (Tagetes erecta L) :

  1. Akar tanaman Marigold (Tagetes erecta L) karena berjenis biji dikotil sehingga memiliki akar tunggang, warna akarnya putih kekuningan serta memiliki rambut akar yang digunakan sebagai organ bagian untuk menyerap berbagai nutrisi dan air (Sukarman & Chumaidi, 2010);
  2. Batang Marigold (Tagetes erecta L) berebentuk bulat, berwarna hijau kecoklatan dengan tekstur permukaan yang agak kasar, pada umumnya tumbuh tegak ke atas dengan ketinggian diantara 0,6 m hingga 1,3 m (Winarto, 2010);
  3. Daun Marigold (Tagetes erecta L) berbentuk lanset, tepi beringgit serta ujungnya runcing serta memiliki pertulangan daun menyirip (Winarto, 2010);
  4. Bunga Marigold (Tagetes erecta L) berbentuk menyerupai cawan atau bonggol dengan diameter hingga 7,5 – 10 cm dengan organ bunga yang lengkap yaitu benang sari dan putik. Organ tersebut berkumpul dalam malai yang rata secara jarang-jarang dan dilindung daun. Warna pada bunga Marigold sangat mencolok yaitu oranye dan kuning cerah karena mengandung karotenoid sebanyak 68 mg/100 g (Piccaglia et al., 1998). Unsur karotenoid tersebut berwarna kuning mirip dengan alfa & beta karoten dan xantofil (lutein dan zeaxantin) (Handelman, 2001). 
Berikut Gambar Morfologi Marigold (Tagetes erecta L) :

Gambar 2. Morfologi Marigold (Tagetes erecta L)

(Sumber : https://pfaf.org/Admin/PlantImages/TagetesErecta.jpg)

Pengaplikasian Hidroponik untuk Perkembangan Bunga Marigold (Tagetes erecta L)

Pengembangan Marigold (Tagetes erecta L) kini mulai ke arah sistem produksi berteknologi tinggi dengan kondisi iklim terkendali. Hal ini didasari karena karena produktivitas menurun akibat urbanisasi dan industrialisasi yang cepat, dimana mengakibatkan kesuburan tanah dan iklim di beberapa daerah budidaya menjadi kurang baik untuk pertumbuhan Marigold (Tagetes erecta L) sehingga tanaman ini mudah terserang penyakit akibat terbawa tanah yang mengandung patogen yang masuk melalui perakaran sehingga terjadi layu jamur, bercak daun oleh dan layu bakteri sedangkan disisi lain permintaan pasar kepada Bunga Marigold (Tagetes erecta L) semakin banyak. Maka dari itu untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi resiko pada rusaknya tanaman Marigold (Tagetes erecta L) metode teknologi yang kini dikembangkan yaitu dengan sistem Hidroponik.

Sistem hidroponik dianggap mampu untuk mengurangi resiko pada penyakit bawaan dan patogen di tanaman Marigold ini, karena sistem bisa dikendalikan. Akantetapi untuk penerapan sistem hidroponik ke tanaman ini, bisa dibilang masih dalam tahap uji coba. Hal ini karena penelitiannya masih sedikit dan jarang ditemukan, namun apabila dilihat dari penelitian yang sudah ada tentang pengaplikasian sistem hidroponik kepada tanaman florikultura yang mirip dengan Marigold maka hasil yang di dapatkan memiliki potensi yang cukup baik. Maka dari itu pada 2020 telah dilakukannya penelitian oleh Ruby Sarmah, Sunil Bora dan Ranjan Sarmah dari Department of Horticulture, Assam Agricultural University, Jorhat, India.

Tujuan mereka melakukan penelitian yaitu untuk memperjelas potensi produktivitas bunga marigold dalam sistem hidroponik, sehingga mereka melakukan eksperimental tentang sistem hidroponik apa yang baik untuk tanaman Marigold dan bagaiamana hasil perkembangan salah satu bagian morfologinya khususnya pada bagian bunga, apabila diberi perlakuan nutrisi berbeda. Pengujian dikakukan dengan Lima tingkatan sistem hidroponik yang berbeda yaitu, S1 (teknik NFT atau Nutrient Film Technique), S2 (Water culture system) , S3 (Aggregate or drip system with coco peat), S4 (Aggregate or drip system with sand), S5 (Aggregate or drip system with sawdust) dan tiga perlakuan berbeda pada kadar larutan nutrisi hidroponik konsentrasi yaitu N1 (EC 1.0 dS / m), N2 (EC 1,5 dS / m), N3 (EC 2,0 dS / m) . Jadi ada 15 kombinasi percobaan dengan tiga ulangan untuk setiap perlakuan dengan kondisi lingkungan sesuai standar.

Hasil yang didapatkan dari penelitian mereka yaitu menunjukkan bahwa sistem NFT (Nutrient Film Technique) secara signifikan lebih unggul dari semua sistem lain dalam hal produksi bunga berkualitas dimana rata-rata kuncup pada hari ke 30,89 dan durasi berbunga utuh selama 35,89 hari dengan diameter rata-rata bunga mencapai 8,28 cm, bobot 18,66 g dan bunga maksimum per tanaman sebanyak 23 bunga.  Sedangkan dari perlakuan pemberian EC 1,5 dS / m menghasilkan morfologi karakter bunga yang lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Dengan demikian, dari perspektif florikultura dapat ditarik kesimpulan bahwa kombinasi perlakuan NFT dan EC 1,5 dS / m optimal untuk kualitas bunga produksi marigold.

Perkembangan morfologi Bunga pada tanaman Marigold sangat cocok apabila dikembangkan dalam sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) karena pada dasarnya sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) dapat memberi kebutuhan tanaman kepada akar tanaman berupa air, nutrisi dan oksigen yang mengarah secara langsung ke akar Marigold serta bisa mengurangi kehilangan nutrisi selama proses pemberian nutrisi di dalam sistem hidroponik, selain dari pada itu dimana akar tanaman Marigold tersebut berjenis akar tunggang, sehingga kebutuhan tanaman Marigold terserap dengan optimum oleh akar tanaman dan mempercepat perkembangan bunga Marigold. 

 

Sumber Referensi

Handelman, G, J. 2001. The evolving role of carotenoids in human biochemistry. Nutrition. 17 (10) : 818-822

Ruby Sarmah, Sunil Bora and Ranjan Sarmah. 2020. Quality Blooming of Marigold in Hydroponics. Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci. 9(04): 1792-1799.

Sukarman & Chumaidi. 2010. Bunga Tai Kotok (Tagetas sp) sebagai Sumber Karotenoid pada Ikan Hias. Jurnal Balai Riset Budidaya Ikan Hias, 803–807

Winarto L. 2010. Tagetes Erecta. Diakses tanggal 25 Desember 2020 dari sumut.litbang.deptan.go.id

USDA. Classification for Kingdom Plantae Down to Species Tagetes erecta L. Diakses tanggal 25 Desember 2020 dari https://plants.usda.gov/java/ClassificationServlet?source=display&classid=TAER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *