Manfaat Pasir Vulkanik Bagi Pemurnian Air

Gunung bisa diartikan sebagai tonjolan permukaan tanah yang tinggi bahkan sangat tinggi dibanding dengan daerah sekitarnya. Mengacu dari KBBI, gunung dapat didefinisikan sebagai bukit yang sangat besar dan tinggi dengan batas minimal berketinggian lebih dari 600 mdpl. Hal ini selaras dengan standar yang ditetapkan oleh Encyclopaedia Britannica yang menyebutkan bahwa suatu bukit dapat dikategorikan sebagai gunung mempunyai ketinggian minimal 2000 kaki atau sekitar 610 mdpl.

Gunung sendiri bukan hanya sebuah hiasan Tuhan di muka bumi. Gunung dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu gunung aktif, gunung istirahat, dan gunung mati. Gunung aktif bisa diartikan sebagai gunung yang masih mengalami atau terjadi aktivitas vulkanik di dalam perut gunung tersebut yang sewaktu-waktu dapat keluar menjadi letusan gunung berapi. Kemudian, gunung istirahat adalah gunung yang sudah lama tidak menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dan bisa menjadi gunung mati namun masih ada kemungkinan untuk gunung tersebut aktif kembali walaupun sudah berlangsung selama ratusan bahkan ribuan tahun. Yang ketiga yaitu gunung mati adalah gunung yang sudah tidak menunjukkan aktivitas vulkanik atau dengan kata lain bukan gunung berapi.

Letusan gunung berapi disebut juga erupsi. Erupsi adalah ketika cairan yang sangat panas yang disebut magma dalam perut bumi keluar dan meletus dari gunung berapi yang kemudian menjadi guguran lava. Magma tersebut meletus diakibatkan adanya dorongan bertekanan tinggi yang bersumber dari gas dalam perut bumi. Lava yang keluar dari hasil letusan gunung berapi mempunyai suhu yang tinggi yaitu sekitar 700-1200 derajat Celcius. Material hasil letusan gunung berapi bukan hanya lava, material lainnya adalah batu dan pasir hasil letusan gunung berapi, awan panas dan gas vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan bahkan nyawa, hujan abu, dan lahar yang berasal dari campuran lava dengan bebatuan, air dan berbagai material yang dilalui oleh lava. Lahar terbagi menjadi dua macam yaitu lahar panas yang terjadi ketika lava pijar mengalir dan menabrak semua yang dilaluinya di sekitar gunung sedangkan lahar dingin yaitu ketika lahar panas bercampur dengan aliran sungai yang dingin menciptakan arus sungai yang membahayakan.

Salah satu dampak negative letusan gunung berapi terhadap sumber air bersih adalah pencemaran air yang terjadi karena kandungan asam yang berasal dari gas dan abu vulkanik hasil letusan gunung berapi.  Saluran irigasi dan drainase menjadi tersendat bahkan dapat hancur oleh terjangan lahar dingin yang menerjang berbagai sumber air bersih. Krisis air bersih akan dirasakan bagi daerah terdampak erupsi karena sumber air terkontaminasi oleh senyawa-senyawa hasil erupsi.

Namun dibalik dampak negative tersebut, ternyata pasir vulkanik dapat digunakan sebagai penyaring air dengan berbagai senyawa yang terkandung dalam air dan tingkat kekeruhan air. Kemampuan pasir vulkanik ini tentu jauh berbeda dengan bahan lainnya seperti pasir biasa, arang, ijuk, kerikil dan lainnya karena bahan-bahan tersebut hanya dapat menyaring tingkat kekeruhan air namun tidak dengan senyawa atau zat kimia yang terkandung dalam air tersebut.

Mengingat air merupakan pilar penting dalam menjalani kehidupan selain oksigen untuk bernafas. Berbagai kegunaan air dalam kehidupan sangat beragam tentu saja kualitas air harus sangat diperhatikan utamanya kualitas air minum yang langsung berkontribusi terhadap tubuh. Jika kualitas air buruk maka dalam jangka panjang gangguan kesehatan bisa terganggu. Namun bukan berarti peningkatan kualitas air hanya dalam dunia kesehatan tetapi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan penggunaan air sehari-hari.

Pasir vulkanik terbentuk dari pelapukan bahan piroklastik yang berasal dari material hasil erupsi gunung berapi. Pasir vulkanik mengandung banyak mineral diantaranya kelompok mineral besi, kelompok plagioklas, kelompok piroksin, kelompok amphibol, dan gelas vulkanik. Logam yang terkandung dalam pasir vulkanik umumnya adalah Aluminium, Silikon, Ferrum, dan Magnesium.

Permasalahan kualitas air dalam masyarakat biasanya adalah tingginya kandungan logam berupa besi dan mangan dalam air serta tingkat kekeruhan yang tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas air belum terlalu baik meskipun kandungan besi dan mangan serta kekeruhan air masih dalam ambang batas normal. Mungkin itu tidak akan ada efeknya dalam beberapa hari namun dalam jangka waktu yang panjang hal ini bisa menjadi permasalahan serius.

Kenapa kandungan dan kualitas air tersebut berampak buruk di kemudian hari?

Kandungan besi dan mangan dalam air biasanya disebabkan oleh air ber-pH basa atau memiliki pH yang rendah. Penyebab lainnya adalah air tercampur dengan gas yang bersifat korosif. Gas korosif dapat merusak kesehatan baik itu kulit yang merupakan tubuh bagian luar maupun kerusakan pada organ bagian dalam tubuh jika air itu dikonsumsi. Contoh gas yang bersifat korosif yaitu karbon monoksida dan hydrogen sulfida. Efek yang ditimbulkan dari air yang memiliki kandungan besi dan mangan yang tinggi diantaranya terjadi penyumbatan pada alat-alat irigasi, perubahan warna pada pakaian yang dicuci menggunakan air tersebut, muncul bau tidak sedap dari air tersebut, dan berbagai gangguan kesehatan seperti infeksi pada usus, infeksi mata, iritasi kulit, gangguan pernafasan, dan penurunan fungsi otak

Sebuah penelitian dituangkan dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.9, No.1, Agustus 2017, jurnal tersebut bertujuan membuktikan bahwa pasir vulkanik merupakan bahan yang sangat ampuh dalam hal menyaring senyawa-senyawa kimia yang tidak dibutuhkan atau bahkan dapat menurunkan kualitas air. Penelitian tersebut menguji coba penyaringan menggunakan pasir vulkanik terhadap kandungan Ferrum (besi) dan Mangan dalam air serta dilakukan pula penyaringan tingkat kekeruhan air dengan pasir vulkanik dengan lima kali percobaan pengujian menggunakan metode eksperimen.

Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan Jurnal Kesehatan Lingkungan dengan lima kali pengujian tersebut diperoleh data penurunan kandungan besi dalam air hingga 98% kemudian penurunan kandungan Mangan dalam air hingga 96% dan tingkat kekeruhan air turun dengan presentase hingga 92%.

Dari data yang didapat kualitas air yang tadinya bisa disebut tercemar menjadi air berkualitas baik sesuai dengan pedoman atau peraturan dari Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasir vulkanik dapat menjadi behan penyaring yang sangat ampuh baik dari keadaan fisik berupa tingkat kekeruhan air maupun dari keadaan kimiawi yang dibuktikan dengan penurunan zat-zat kimia yang berbahaya yang terkandung dalam air.

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, K. (2020, Maret 7). 16 Dampak Gunung Meletus Dari Berbagai Segi, Baik Positif dan Negatif. Retrieved from merdeka.com: https://www.merdeka.com/trending/16-dampak-gunung-meletus-dari-berbagai-segi-baik-positif-dan-negatif-kln.html?page=all

Rahmatika, E. (2020, Januari 23). Awas Bahaya Air Mengandung Besi Tinggi, Begini Cara Mengetahuinya! Retrieved from Berita Properti 99.co: https://www.99.co/blog/indonesia/ciri-air-mengandung-besi/#:~:text=3.%20Gangguan%20Kesehatan,pencernaan%2C%20kulit%2C%20hingga%20otak.

Setiyo Purwanto Rachmat Abdul Gani, S. (2019). Karakteristik Mineral Tanah Berbahan Vulkanik dan Potensi Kesuburannya. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16. Retrieved from file:///C:/Users/Acer/Downloads/10265-36699-3-PB.pdf

Suryani, A. S. (2014). DAMPAK NEGATIF ABU VULKANIK. Info Singkat Kesejahteraan Sosial, 4. Retrieved from https://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-VI-4-II-P3DI-Februari-2014-67.pdf

Welly Herman, D. G. (2017). Pemanfaatan Tanah Vulkanik dalam Sistem Multiple Soil Layering (MSL). Jurnal Bibiet, 11. doi: http://doi.org/10.22216/jbbt.v2i1.3085

wikipedia. (2020, Oktober 2). Gunung berapi. Retrieved from wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi

wikipedia. (2020, Oktober 28). Letusan gunung. Retrieved from wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Letusan_gunung#Hasil_letusan_gunung_berapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *