Manfaat Limbah Organik untuk Mengurangi Erosi Tanah

Manusia hidup bergantung terhadap alam, salah satunya ialah tanah. Namun jika pengolahan tanah tidak baik akan mengakibatkan kerusakan tanah, dan salah satu contoh dari kerusakan tanah ialah erosi. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya erosi antara lain faktor iklim, faktor bentuk kewilayahan, faktor penutupan tanah, faktor lereng, dan faktor kegiatan atau perlakuan manusia terhadap tanah. Erosi tanah merupakan salah satu masalah utama bagi bidang pertanian karena erosi tanah berpengaruh terhadap ketahanan pangan, kesuburan tanah dan juga krisis iklim. Erosi ini pada awalnya adanya kerusakan pada agregat-agregat pada tanah akibat hujan dan dilanjutkan dengan masuknya daya rusak air ke pori-pori tanah dan akan melemahkan penyusun dari agregat pada tanah tersebut. Di Indonesia sendiri beriklim basah dan juga lebih banyak lahan yang berlereng dibandingkan dengan lahan yang datar  maka mengakibatkan banyak terjadinya erosi. Contoh beberapa pulau di Indonesia seperti Jawa dan Sumatera yang memiliki lahan berlereng dan iklim yang basah, yang mengakibatkan degrasi lahan yang cukup tinggi. Dan ini menjadi masalah terhadap kualitas tanah terutama pada lahan tanaman pangan di daerah tersebut.

Tanah merupakan sumber daya alam yang sifatnya rapuh, dan terbentuk selama beribu-ribu tahun. Lapisan tanah paling atas merupakan lapisan yang mengandung nutrisi atau unsur hara yang sangat penting dan dibutuhkan bagi tumbuhan. Dalam proses erosi tanah oleh air, terbawa juga nutrisi tersebut yang diperlukan oleh tumbuhan. Dengan kata lain proses erosi tersebut tidak hanya mengangkut tanah saja, melainkan mengangkut hara tanaman juga. Maka dari itu jika erosi terjadi, tanah akan mengalami penurunan kesuburan tanah. Jika kesuburan tanah mengalami penurunan akan mempengaruhi efisiensi dari penggunaan pupuk, dan penurunan dari kesuburan tanah bisa dikatakan juga sebagai bentuk dari degrasi lahan.  Dan jika sudah terjadi erosi disuatu lahan tanah, ada kemungkinan erosi tersebut akan terjadi lagi di tanah tersebut. Oleh karena itu, dikarenakan pembetukan tanah yang relatif lama maka diperlukan media atau alternatif lain untuk mengurangi erosi,  salah satunya adalah menggunakan limbah organik.

Limbah organik merupakan limbah yang berasal yang dari makhluk hidup yang diuraikan dengan sempurna melalui proses biologis. Contoh dari limbah organik yang biasa dimanfaatkan dalam penanggulangan erosi  adalah makanan sisa, sayuran yang busuk, tinja, bangkai hewan, daun kering, jerami, kotoran hewan dan lain lain. Penggunaan dari limbah organik ini dijadikan sebagai pupuk organik atau pupuk kompos. Pupuk organik atau kompos memiliki fungsi fisika, kimiawi maupun biologis.

Untuk fungsi fisikanya adalah berperan untuk pebentukan agregat yang mantap. Agregat ini sangat penting terhadap pertanian karena berfungsi untuk perkembangan akar tanaman yang nantinya berpengaruh terhadap aerasi dan daya tahan terhadap air maupun daya simpan air tanah. Dan jika agregat yang dimiliki oleh tanah tidak stabil akan membuat tanah mudah hancur. Bahan organik yang dapat meningkatkan kestabilan dari agregat berupa pupuk kandang dan juga pupuk kompos. Untuk fungsi kimiawi adalah untuk penyediaan unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S) maupun mikro (Zn, Cu, Mo, Co, B, Mn, dan Fe)  dan juga sebagai pembentuk senyawa kompleks dengan ion logam beracun (Al, Fe, dan Mn). Dan fungsi biologis adalah untuk memperbaiki sifat tanah sebagai sumber energi dan makanan bagi mikroba yang ada di tanah. Mikroba mendapatkan sumber energi yang berasal dari perombakan bahan yang mengandung karbon. Peran mikroba ini sangat penting dalam ekosistem, jika sumber energi bagi mikroba tanah terpenuhi, maka mikroba akan memproduksi kadar hara secara optimum, dan ketersediaan kadar hara pun akan meningkat.

Penggunaan limbah organik sebagai pupuk ini dapat menggantikan unsur-unsur hara dan bahan organik yang terdapat dalam tanah yang hilang terbawa oleh air dalam proses erosi, walaupun hanya sedikit. Penggunaan dari pupuk organik juga dapat menyediakan unsur yang tidak dimiliki oleh pupuk pabrik. Namun penyediaan pupuk organik tidak bisa sebanyak produksi pupuk pabrik. Akan tetapi, penggunaan pupuk organik dalam produksi lebih baik secara kualitas maupun kuantitas, dapat meningkatkan kualitas dari tanah dan juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Tidak hanya pupuk organik atau kompos saja yang bisa menjadi media untuk penanggulangan dari erosi, namun jerami juga mampu untuk mengatasi masalah erosi. Di Indonesia pemanfaatan jerami belum efektif dan belum memili nilai ekonomis. Karena para petani mengganggap jerami merupakan sisa tanaman yang mengganggu pengolahan maupun penanaman padi. Maka selama ini penggunaan padi hanya dipakai untuk bahan baku dalam produksi kertas, bahan bakar dalam produksi batu bata, dan lain sebagainya. Sifat dari jerami sendiri mengandung daun, pelepah daun dan juga ruas atau buku. Yang dimana ketiga unsur tersebut memiliki sifat yang kuat karena mengandung silika yang tinggi dan memerlukan proses yang lama dalam pelapukannya, maka sifat ini bisa untuk menanggulangi masalah erosi. Penggunaan jerami padi lebih baik dibandingkan dengan pengunaan jenis mulsa lain yang mudah lapuk. Pemakain jerami juga dapat menambah bahan organik pada tanah karena akan mengalami pelapukan pada waktu tertentu. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan jerami sebagai pelindung tanah dari gaya-gaya penghancur agregat pada tanah, dimulai dari jumlah bahan yang dipakai, jenis bahan, penempatan bahan, kemiringan lahan, dan lain-lain. Penggunaan jerami ini adalah untuk melindungi dan juga mengurangi tanah yang terbawa oleh air pada erosi. Namun, jerami hanya tersedia jika sudah tiba musim panen padi dan tidak dapat dipakai lagi pada saat masa tanam berikutnya.

Penggunaan kedua limbah organik tersebut sebagai media dalam penanggulangan erosi cukup efektif. Karena tidak hanya berfungsi untuk melindungi bagian terluar dari tanah saja, namun juga dapat memberi nutrisi tambahan terhadap tanah. Dan juga dengan memanfaatkan limbah organik sebagai media penanggulangan erosi selain itu juga dapat mengurangi limbah. Dan jika bahan ini dipakai secara berkala akan memberikan hasil yang optimal. Dan berangsur-angsur struktur dan sifat tanah akan berubah, tanah akan relatif lebih kuat terhadap erosi.

 

DAFTAR PUSTAKA 

G, Subowo. Strategi Efisiensi Penggunaan Bahan Organik Untuk Kesuburan dan Produktivitas Tanah melalui Pemberdayaan Sumberdaya Hayati Tanah. Sumberdaya Lahan. Vol.4 No.1.

Juarsah.I, R.D. Yustika, A.Abdurachma. 2008. Pengendalian Erosi dan Kahat Bahan Organik Tanah Pada Lahan Kering Berlereng Mendukung Produksi Pangan Nasional.

Parhadi. 2015. Pengaruh Mulsa Jerami Terhadap Laju Erosi Pada Tanah Mediteran. Wahana Teknik Sipil. Vol.20 No.1.

Sunandar, Asep. 2013. Penanganan Erosi Permukaan Lereng Jalan Secara Vegetatif Melalui Teknologi Hidrosiding.

Suleman, Abdul Rivai. 2017. Efektivitas Serat Jerami sebagai Lapisan Penutup Permukaan Tanah dalam Kendali Erosi Lereng. Teknik Sipil ITB. Vol.24 No.1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *