Manfaat Irigasi Tetes untuk Tanaman Jagung

Air merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting bagi semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan. Kebutuhan air untuk tumbuhan bisa dilakukan dengan irigasi.  Irigasi atau pengairan adalah suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh manusia terutama para petani, untuk mengairi lahan pertanian pada musim hujan. Irigasi juga dapat diartikan sebagai penyediaan, pembagian, pemberian dan pengaliran air dengan menggunakan saluran tertentu. Irigasi ini ada berbagai jenis, yaitu irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi bawah permukaan, irigasi dengan pompa air, irigasi dengan menimba air dari sumber air lalu disiramkan ke tanaman secara manual, dan masih banyak irigasi lainnya. Salah satu irigasi yang akan saya bahas yaitu irigasi tetes. Irigasi tetes merupakan salah satu cara pengairan tanaman yang menghemat air dan juga pupuk, caranya dengan meneteskan air secara perlahan ke dalam akar tanamannya. Media irigasi tetes ini ada berbagai jenis, yaitu dari bahan botol plastik, dari selang drip, dari emiret atau pemancar, dan dari tabung marihot.

Jagung adalah salah satu tanaman yang didalamnya mengandung karbohidrat dan juga merupakan bahan makanan pokok penduduk di dunia, termasuk negara kita Indonesia. Selain sebagai bahan makanan pokok, jagung juga bisa dijadikan sebagai tepung maizena, bisa dijadikan sebagai pakan ternak, bisa dijadikan makanan ringan, dan juga bisa dijadikan sayur-mayur. Tanaman jagung ada berbagai jenis, contohnya jagung manis, jagung berondong, jagung tepung, minyak jagung, dan lain sebagainya. Jagung ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, contohnya sebagai sumber energi dan untuk menaikkan berat badan karena jagung mengandung karbohidrat dan kalori, sebagai penguat tulang karena jagung mengandung zat besi, magnesium, fosfor yang dibutuhkan oleh tulang, dan juga masih banyak manfaat lainnya.

Cara membuat irigasi tetes menggunakan botol plastik yaitu kita harus mengumpulkan terlebih dahulu botol-botolnya. Irigasi tetes ini ada dua macam, yaitu irigasi tetes dengan aliran lambat irigasi tetes alirat cepat, dan irigasi tetes yang bisa diatur. Pada pembuatan irigasi tetes dengan aliran lambat, siapkan botol plastik yang telah terkumpul dan buat 5-6 lubang atau lubangnya sesuai kebutuhan pada tutup botol. Setelah di lubangi, potong bagian bawah botol dengan gunting, pisau, atau benda tajam lainnya. Potong sekitar 2-3 cm dari dasar botol. Lalu buat lubang sekitar 15 cm dari batang tanaman. Setelah membuat lubang itu, masukkan botol yang telah di potong dengan posisi tutup botol dibawah, posisi tutup botol dibawah fungsinya agar kotoran tidak masuk dan jika kotoran masuk maka bisa menghalangi air mengalir, dan ratakan tanah yang ada di sekitar botol, lalu isi botol itu dengan air. Pada pembuatan irigasi tetes dengan aliran cepat, awalnya sama siapkan botol plastik, pada irigasi aliran cepat ini membutuhkan botol plastik yang memiliki volume sekitar 2 liter. Lalu buat lubang pada sisi botol, buat lubang sekitar 10 cm dari bagian bawah botol dan buat lubang pada dasar botol. Selanjutnya buat lubang di dekat tanaman dengan kedalaman sekitar 20-25 cm, lalu  masukan botol ke dalam lubang dan isi botol dengan air sampai botol penuh. Dan yang terakhir ada pembuatan irigasi tetes yang bisa diatur, pertama-tama siapkan botol plastik dan buatlah lubang yang cukup besar agar bisa dipasang gasket karet dan slang akuarium pada bagian sisi botol. Lalu buat potongan slang akuarium yang elastis dan pasang gasket karet di sekeliling slang yang telah dipotong. Masukan gasket itu ke dalam lubang botol plastik yang telah di lubangi dan atur pemasangan slang. Tutup bagian sekitar gasket dan selang itu dan masukan katup pengontrol aliran airnya. Lalu buat gantungan pada atas botol, lalu masukan air ke dalam botol dan gantung botol di atas tanaman.

Cara membuat sistem irigasi tetes dengan selang drip yaitu siapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Langkah-langkahnya yaitu ukur terlebih dahulu panjang bedengan yang akan digunakan, lalu pasang 2 atau 3 buah selang drip ke setiap bedengnya. Kemudian siapkan pipa paralon yang berdiameter 3 inch. Selanjutnya hubungkan pipa paralon dengan selang drip, tetapi untuk menghubungkannya dibutuhkan konektor yaitu sambungan pipa dalam dan sambungan pipa luar (semua ukuran disesuaikan), dan sambungan pipa di pasang pada pipa paralon. Lalu siapkan pipa paralon yang berdiameter ¾ inch dengan Panjang 10 cm (pipa ini digunakan untuk menghubungkan selang drip dengan sampungan pipa). Setiap ujung selang drip diikat dengan baik agar selang drip berfungsi dengan baik. Air yang digunakan pada drip irigasi ini sebaiknya menggunakan air yang bersih, agar tidak ada sumbatan pada selang drip.

Irigasi tetes ini sangat bermanfaat bagi tanaman jagung, karena tanaman jagung itu merupakan tanaman satu kali panen. Tanaman jagung tidak banyak memerlukan penyiraman, tetapi para petani terkadang menanam jagung pada saat musim kemarau, oleh karena itu diperlukan irigasi dalam penanaman jagung pada saat kemarau. Manfaat irigasi atau pengairan pada tanaman jagung yaitu untuk kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, menghemat tenaga kerja dan juga bisa meningkatkan pertumbuhan dan hasil. Selain itu, sistem irigasi tetes ini juga bisa bermanfaat agar para petani tidak perlu susah-susah keliling semua lahan yang ditanami jagung karena sistem irigasi tetes ini dapat mengalirkan air ke seluruh tanaman yang akan di siram. Irigasi tetes ini juga sangat berpengaruh pada perkembangan tanaman jagung. Jika penanaman jagung hanya sedikit kita boleh menerapkan sistem irigasi tetes dengan bahan dari botol plastik, tetapi jika tanaman jagung yang ditanamnya luas sebaiknya menggunakan sistem irigasi tetes yang berbahan selang drip agar pengairan cepat dan merata. Dengan menggunakan sistem irigasi tetes ini, tanaman jagung akan terjaga kelembabannya sehingga tanaman tidak akan kekeringan.

Pada saat ini para petani banyak yang mengeluh karena tanaman mereka kurang maksimal hasilnya, maka sebagai mahasiswa kita harus bisa menerapkan sistem irigasi ini agar memudahkan para petani untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Apalagi para petani yang berada di pedesaan, mereka lebih memilih lahannya di kosongkan pada saat musim kemarau daripada mengelolanya karena takut gagal panen yang disebabkan oleh kekurangan air. Oleh karena itu, kita harus bisa mencontohkan dan apabila perlu kita lakukan sosialisasi kepada para petani.

Daftar Pustaka :

https://sentrabudidaya.co m/sistem-irigasi-tetes-manfaat-biaya-kelebihan-kekurangan/

https://tipspetani.com/cara-pengairan-tanam-jagung-sesuai-anjuran-baik/ – :~:text=Pengairan%20(irigasi%20lahan)%20tanam%20jagung,parit%20saja%20bukan%20seluruh%20lahan

https://b-pikiran.cekkembali.com/jagung/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *