Manfaat Air Leri Dan Cangkang Telur Untuk Tanaman

Sebagai orang indonesia kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan nasi, kita setiap harinya makan dengan nasi dan kebanyakan dari kita tidak dapat dipisahkan dari nasi. Hal itu karena nasi merupakan bahan makanan pokok untuk kebanyakan orang indonesia. Namun tahukan bahwa sebenarnya ada sesuatu yang sama berharganya dengan nasi itu sendiri? Yaitu air leri.

Air leri dengan cangkang telur, merupakan limbah yang dapat dihasilkan oleh setiap rumah setiap harinya. Namun siapa sangka bahwa pada kedua limbah rumah tangga ini terdapat keterkaitan yang mana mungkin tidak pernah muncul di pikiran orang banyak.

Cangkang telur merupakan cangkang atau lapisan terluar dan terkeras yang berfungsi untuk melindungi isi telur. Air leri atau air bekas pencucian beras merupakan air yang kita dapat dari mencuci beras sebelum memulai proses memasak beras tersebut. Setiap kali mengolah beras atau telur, kita sering kali tidak mempergunakan limbah yang dihasilkan kedua benda tersebut bahkan kita malah membuangnya. Namun ternyata, air leri dan cangkang telur itu terlalu sayang untuk dibuang, karena air leri dan cangkang telur mempunyai banyak manfaat.

Air leri merupakan limbah yang masih memiliki banyak kegunaan karena masih terdapat banyak nutrisi didalamnya. Karena mengandung partikel beras, jadi air leri tentunya mengandung zat karbohidrat. Air leri mengandung karbohidrat berup pati sebesar 85% sampai 90%. Air limbah tersebut juga memiliki zat seperti gula, lemak, protein glutein, selulosa, hemiselulosa, boron, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin K, kalsium, kalium, magnesium, mangan, fosfor sebanyak 50%, zat besi sebanyak 60%, serta mengandung antioksidan.

Cangkang telur ternyata juga mempunyai banyak kandungan zat-zat hara seperti kalsium karbonat, fosfor, magnesium, dan beberapa kandungan mineral lain seperti selenium, fluorida, dan strontium. Membran cangkang yang menempel pada cangkang telur mempunyai kandungan zat-zat seperti protein, lemak, abu, dan air.

Air leri dipercaya oleh beberapa memiliki berbagai kegunaan, diantaranya adalah sebagai perawatan wajah dan kulit. Air leri dipercaya membuat wajah menjadi mulus bebas dari jerawat dan lembut. Ari leri bisa juga untuk perawatan rambut untuk mencegah kerusakan pada rambut tersebut. Air leri pun bahkan ternyata juga dapat diminum. Air leri dapat diminum untuk mengatasi dehidrasi saat sedang diare karena air leri merupakan sumber energi, dan juga air leri dapat mengatasi sembelit karena air leri juga mengandung banyak serat.

Kulit telur juga dipercaya oleh beberapa orang memiliki beberapa kegunaan, seperti, bubuk kulit telur yang dijadikan sebagai perawatan wajah, sebagai bahan untuk kerajinan, sebagai pemisah kuning telur dengan putih telur,sebagai pembersih, sebagai pakan burung, hingga bubuknya mereka jaddikan sebagai obat untuk mereka konsumsi, karena kulit telur mereka percayai dapat mencegah risiko untuk terkena penyakit osteoporosis, juga sebagai suplemen untuk memenuhi kebutuhan kalsium, serta menjaga kesehatan sendi. Namun terlepas dari beberapa menfaat yang dimiliki oleh kedua limbah tersebut, tahukah bahwa ternyata air leri dan cangkang telur ini juga mempunyai manfaat untuk tumbuhan.

Mungkin beberapa dari kita ada yang mempunyai lahan yang tanahnya kurang subur, dan penjual tanaman yang menjual pupuk pun mungkin juga berada jauh dari rumah. Namun sekarang tidak perlu khawatir karena kita bisa menggunakan air leri denga cangkang telur sebagai pupuk untuk tanaman, menjadikan hal tersebut ssenagai solusi yang tepat untuk permasalahan yang mungkin ada pada beberapa dari kita.

Mengapa Air Leri dan Putih Telur?

Dengan semua kandungan zat hara yang ada pada air leri dengan cangkang telur, membuat keduanya menjadi kombinasi bahan yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman. Kandungan zat hara pada cangkang telur dapat membantu tanaman untuk bertumbuh kembang. Ditambah lagi pada air leri juga terdapat beberapa mikroorganisme yang dapat memaksimalkan manfaat dari air leri tersebut. Diantaranya adalah Bakteri Psuedomas fluoerescens yang berguna untuk menghambat pertumbuhan patogen pada tanaman, dan bakteri Petokilin pektin yang berguna untuk menghasikan hormon tumbuh untuk tanaman.
Beberapa institusi di indonesia baru-bari ini melakukan penelitian terkait manfaat air leri terhadap tanaman. Salah satunya diantaranya adalah percobaan yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa dari IKIP Muhammadiyah Maumere mengenai manfaat air leri dan cangkang telur terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Mereka melakukan percobaan ini untuk melihat apakah pemberian air leri dan cangkang telur dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman tomat. Hasil dari percobaan mereka memberikan hasil yang positif bahwa air leri dengan cangkang telur dibuktikan memang benar dapat mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman tomat
Percobaan di atas membuktikan akan manfaat yang dimiliki oleh kedua limbah rumah tangga ini. Lalu, bagaimana menjadikan air leri dan cangkang tomat sebagai pupuk untuk tanaman?

Bagaimana Cara Melakukannya?

Siapaun bisa mencoba melakukan ini karena sangat mudah untuk kita lakukan di rumah masing masing. Pertama-tama, siapkan pot wadah untuk tanaman, media tanam yang memiliki komposisi tanah sebanyak 50 persen, kompos 25 sebanyak persen, dan arang sekam sebanyak 25 persen. Masukkan media tanam ke wadah untuk tanaman, lubangi tanah lalu masukan biji atau bibit tanaman (misalnya tomat) kedalam tanah yang kita lubangi kemudian tutup tanahnya. Setelah itu siram bibit tomat dengan air leri tersebut dengan komposisi setiap sebanyak 100 ml air cucian beras tambahkan 20 gr cangkang telur. Lakukan penyiraman sebanyak 2 hari sekali selama 74 hari setelah penanaman. Jangan lupa untuk melakukan pemeliharaan pada tanaman tersebut seperti menyiang pada setiap seminggu sekali, memasangkan ajir dari bambu ketika tanaman tomat sudah berumur 15 hari atau sudah memiliki ketinggian 10 cm, dan memotong daun jika terkena hama, apabila sudah pada hari ke 74, tanaman tomat pun sudah tinggi dan sudah berbuah, sehingga buah tomat pun sudah bisa kita panen dan kita nikmati.

Cangkang telur pada tanaman juga berfungsi sebagai pengendali hama dan sebagai pengganti untuk kapur dolomit karena cangkang telur mengandung kalsium. Kapur dolomit merupakan kapur untuk meningkatkan ph pada tanah tanaman sehingga ph tanah menjadi netral yang awalnya asam, yang mana tanah asam dapat mengganggu aktivitas pada tanaman

daftar pustaka

http://jurnal.ikipmumaumere.ac.id/index.php/bios/article/view/60/62

http://jurnal.una.ac.id/index.php/jb/article/view/1220

http://v2.eprints.ums.ac.id/archive/etd/18696/1/13

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *