Manafaat Menanaman Tomat di Daerah Perkotaan

Pada zaman sekarang atau biasa kita sebut dengan zaman modern kebutuhan akan teknologi akan terus meningkat tanpa henti dikarenakan pasti saja dengan terus berjalannya waktu manusia pasti akan menemukan sesuatu yang baru dengan hasrat keinginannya yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Dengan pesatnya perkembangan teknologi pasti seiring berjalannya waktu, pasti setiap lahan yang yang saat ini kita sebut dengan wilayah yang belum ter-olah akan di bangun dengan teknologi baru yang manusia buat. apabila saat nanti seluruh wilayah daratan didunia ini sudah dipenuhi dengan bangunan teknologi yang manusia buat dengan tanpa adanya bercocok tanam, hal tersebut bisa mengakibatkan kehancuran pada bumi ini dikarenakan ketidak seimbangan ekosistem. Maka dari itu Urban Farming adalah solusi bagi semua masalah yang bersangkutan dengan tanam menanam.

Urban Farming adalah pemanfaatan lahan di suatu daerah perkotaan untuk dijadikan tempat hijau untuk produk pertanian. Sehingga apabila sering kali kita melihat pertanian hanya bisa dilakukan di daerah pedesaan, dengan adanya urban farming maka akan terwujudnya pertanian bisa dilakukan di wilayah perkotaan. Dengan begitu bahan pangan kita akan tercukupi dan juga tentu saja akan bisa menyeimbangkan ekosistem.

Tomat adalah salah satu produk pertanian yang sangat cocok untuk dijadikan tanaman Urban Farming dikarenakan bentuk jadi tumbuhannya itu bisa dibilang bisa ditanam didalam pot dan tentu saja tidak terlalu memakan tempat bercocok tanam. Dengan begitu tomat adalah salah satu tanaman pangan atau produk pertanian yang cocok tengan penanaman Urban Farming.

Penanaman Tomat di daerah perkotaan dengan menggunakan metode urban farming tentu saja harus dilakukan dengan petani yang mempunyai ilmu pertanian yang tinggi karena Urban Farming dengan penanaman biasa yang dilakukan di tanah kosong di daerah pedesaan itu sangat berbeda. Apabila penanaman biasa yang dilakukan di daerah pedesaan itu hanya dengan mengolah tanah dan hanya tinggal di tanam berbeda dengan Urban Farming yang awalnya harus membuat tempat yang kecil, praktis, dan tidak memakan tempat terlebih dahulu yang hal tersebut tentu saja hanya bisa dilakukan dengan petani yang memiliki ilmu yang tinggi.

Menanam tomat Di daerah perkotaan dengan menggunakan sistem Urban Farming sangatlah penting karena tomat adalah salah satu produk dari produk pertanian lainnya yang sangat dibutuhkan untuk dikonsumsi. Mengingat dengan adanya pengecilan wilayah yang akan terjadi dimasa depan nanti tentu saja hal ini sangat dibutuhkan dan tentu saja tidak hanya tomat saja yang di tanam tetapi juga tanaman-tanaman lainnya. tetapi Urban Farming pada saat ini hanya masih bisa digunakan pada tanaman-tanaman yang kecil saja dan tidak bisa menanam tanaman-tanaman yang sedang apalagi yang besar seperti pohon kelapa. Tetapi dengan mengingat kemajuan perkembangan teknologi pada zaman sekarang tentu saja hal tersebut dapat teratasi di waktu yang akan datang.

Menanam tomat dengan mengunakan sistem Urban Farming dilakukan pada saat jika kita hanya memiliki tanah di daerah perkotaan karena di daerah perkotaan harga tanah khususnya sangat mahal dibandingkan dengan di daerah pedesaan karena pada umumnya lahan di daerah perkotaan di sediakan khusus hanya untuk bangunan saja dengan begitu tidak cocok bagi orang ingin berkebun dilakukan di perkotaan, maka dari itu Urban Farming lah salah satu solusi bagi orang-orang yang ingin bercocok tanam untuk memenuhi persediaan kebutuhan pangan dirumah yang penanaman-nya itu bisa dilakukan di lahan yang kecil maupun tempat yang sempit pun seperti di jalan gang, bisa menanam tomat dengan metode Urban Farming vertikultur.

Cara menanam tomat dengan menggunakan metode Urban Farming itu dengan memakai metode Vertikultur. Vertikultur berasal dari bahasa inggris yang jika di terjemahkan Vertical artinya vertikal dan Culture yang berarti budaya. Vertikultur bisa juga dimaksudkan sebagai arti kegiatan tanam menanam tanaman yang dilakukan dengan dibuat secara bertingkat atau vertikal. Tentu saja metode ini sangat bermanfaat jika dilakukan di perkotaan karena mengingat bahwa daerah perkotaan itu sempit untuk dijadikan perkebunan. Dengan adanya metode vertikultur menanam tomat di daerah perkotaan maupun di gang kecil sekalipun sangat bisa dilakukan. Dan juga tentu saja di daerah perkotaan dan juga di kawasan permukiman penduduk juga dengan adanya penanaman tersebut kita bisa menerapkan cara ini untuk mendapatkan suasana yang lebih segar dan asri yang jika kita mengingat kembali di daerah perkotaan itu banyak sekali dan dipenuhi dengan polusi saja. Jika pot yang pada umumnya memiliki berat sekali pun bisa diganti dengan berbagai media tanam lainnya yaitu seperti rak susun, rak gantung, pipa bekas, botol air minum bekas yang memang kita bahwa botol plastik minuman yang biasa kita lihat itu memiliki berat yang sangat ringan karena bahannya terbuat dari plastik dan juga sangat tipis.

Wadah tanam yang menggunakan metode Vertikultur yang kita gunakan untuk menanam tomat menggunakan pot botol plastik bekas minuman yang berukuran besar yang kita buat dengan cara kita belah dibagian atas tepatnya yang satu per tiga dari atas dipotong sehingga bentuk pot-nya yang akan jadi itu bakal lurus kebawah. Setelah pot yang tadi kita buat dengan botol plastik telah jadi kita membuat rak-rak untuk menaruh dan menata dengan rapih pot plastik tersebut dengan menggunakan rak kayu atau bisa juga kita buat dengn pipa bekas yang di memanjang kesamping untuk menaruh pot plastiknya dan di disusun keatas dengan rapih dan juga tidak lupa dengan memasukkan tanah, pasir, dan kompos ke dalam pot-nya. setelah selesai kita memuat pot untuk penanaman tomatnya kita harus menyiapkan bibit tomat untuk ditanam di pot tersebut. Pertama-tama kita harus memilih bibit tomat yang bagus dan terbebas dari hama yang biasanya buah tomat yang bagus memiliki warna yang merah dan kulit yang tipis dan juga bijinya terlihat besar dan apabila direndam tidak terapung. Kedua adalah penyemaian, bibit tomat tersebut ditaruh terlebih dahulu di kotak penyemaian dengan mencampurkan tanah dan pupuk kandang yang perbandingannya 1:1 dan ditaruh ditempat teduh sehingga tidak terkena hujan dan bibit yang masih lemah tidak rusak, ditunggu selama 1 bulan dan memiliki 5 helai daun. Ketiga setelah tahap kedua selesai pindahkan tanaman tersebut ke dalam pot plastik yang telah disediakan dengan hati-hati. Dan jangan lupa disiram setiap hari agar terus tumbuh dan menghasilkan tomat.

kesimpulannya penanaman tomat dan tanaman pangan lainnya sangat penting untuk memenuhi persediaan pangan untuk di konsumsi mengingat bahwa perluasan perumahan akan semakin meningkat dan mengurangi lahan perkebunan.

Referensi: https://www.dekoruma.com/artikel/82123/urban-farming-konsep-pertanian-kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *