Lobak (Raphanus sativus L)

Gambar 1. Umbi Lobak Merah (Sumber: https://www.seedsavers.org/cincinnati-market-radish, 2020)

Lobak merupakan tumbuhan dengan nama ilmiah Raphanus sativus L. Tanaman ini kaya manfaat yang sering tersedia di meja makan setiap rumah. Namun banyak sekali dari kita yang tidak tahu asal-usul dan  bingung bagaimana cara menanam tumbuhan ini secara hidroponik. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan asal-usul, karakteristik morfologi dan cara menanam Lobak secara hidroponik.

Taksonomi Lobak

Lobak memiliki karakteristik taksonomi berikut, dimana kedudukan lobak dalam taksonomi tumbuhan menurut Rukmana(1995) sebagaimana dikutip 123dok.com(2020) Kingdom lobak tentu saja adalah Plantae, lalu lobak termasuk tumbuhan berbiji sehingga termasuk divisi Spermatophyta, bersub-divisi Angiospermae atau tanaman dengan biji tertutup, kelas lobak adalah Dikotil dan merupakan salah satu spesies R. Sativus. Tumbuhan lobak berkerabat dekat dengan tumbuhan bersuku kubis-kubisan (Cruciferae atau Brassicaceae).Contohnya: sawi, mustard, Kubis-crop, kubis-bunga, dan brokoli.

Morfologi Lobak

Gambar 2. Daun dan Batang Lobak (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Daikon.jpg, 2020)

Menurut Rukmana(1995) sebagaimana dikutip 123dok.com(2020) lobak adalah tanaman musiman atau tahunan (annual) yang memiliki bentuk perdu. Struktur badan tanaman lobak terdiri atas daun, batang, akar, buah, bunga, dan biji. Bagian akar tanaman lobak diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu Redicula (akar lembaga), akar tunggang, dan akar serabut. Akar lembaga dibentuk  saat biji bertunas yang berfungsi untuk membentuk akar primer, lalu berkembang semakin besar dan semakin panjang sehingga berubah menjadi radix primaria atau akar tunggang yang berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi. Akar tunggang pada lobak berbuku-buku dan berwarna putih pucat.  Seiring waktu akar tunggang akan berganti fungsi serta bentuk menjadi wadah menyimpan cadangan makanan yang kerap disebut sebagai “umbi-umbian” yang juga berfungsi sebagai tempat menempelnya Fabrilia atau akar halus yang berbentuk seperti rambut. Akar rambut pada tanaman lobak lebih sedikit dan jarang.

Gambar 3. Akar Lobak (Sumber: https://asgar.or.id/health/makanan-dan-minuman-sehat/khasiat-obat-dan-manfaat-dari-lobak/, 2020)

Umbi lobak pada umumnya berbentuk bulat memanjang, lalu warna daging umbi  dan warna kulit  putih pucat, akan tetapi setelah penemuan berbagai macam jenis lobak hibrida atau sering kali disebut Daikon yang banyak mengalami modifikasi-modifikasi. Contohnya ukuran Daikon seringkali lebih besar dan bentuk umbi yang beraneka-ragam antara semibulat, bundar, dan bulat-memanjang. Demikian pula dengan warna daging umbi, dan kulit Daikon sangat bervariasi, Contohnya ada yang berwarna putih pucat, merah serta putih kehijauan. Ukuran batang lobak sangat pendek seakan daun keluar dari akar lobak. Bagian batang ini memiliki bentuk yang berbuku-buku serta memiliki karakteristik tidak terlalu berkayu pada tempat menempelnya tangkai daun.  Lobak memiliki daun berbentuk lonjong dan berukuran panjang, lalu bagian pinggir daun berlekuk-lekuk, dan bagian permukaan daun lobak berbulu-bulu halus. Ukuran daun  lobak antara 5 hingga 30 cm. Susunan daun lobak varietas budidaya lokal sebagian besar tumbuh secara tunggal, akan tetapi pada Daikon, sejumlah tangkai daun ditumbuhi oleh beberapa daun yang posisinya berpasangan Rukmana(1995) dalam 123dok.com(2020).

Bunga pada lobak adalah bunga majemuk yang memiliki bentuk tandan. Proses pemekaran bunga dimulai dari bawah ke atas secara berturut-turut. Bunga Lobak memiliki tangkai sepanjang 0,75-2 cm sementara daun pada kelopak memiliki panjang 6-10 mm dan bentuk panjang lurus. Mahkota bunga lobak berukuran 0,75-1,75 cm, mahkota lobak ini memiliki warna ungu, atau putih dan memiliki garis-garis berwarna hijau. Bunga tadi berubah menjadi polong berkulit tebal ketika selesainya proses penyerbukan dan pembuahan, buah (polong) lobak ini memiliki rambut dipermukaan kulitnya dan terdapat biji yang berjumlah 2-5 butir di dalamnya Backer dan Bakhuizen v.d Brink (1968) dalam Zaki,dkk (2011).

Gambar 4. Bunga dan Polong Lobak (Sumber: https://www.gardenbetty.com/radish-seed-pods-and-some-pickles/, 2020)

Biji tanaman lobak memiliki bentuk bulat kecil, saat berusia muda, biji lobak akan memiliki warna hijau, sementara saat berusia tua biji lobak akan memiliki warna kecoklat-coklatan atau hitam.  Budidaya tanaman lobak secara generatif menggunakan biji-biji sebagai bahan Rukmana(1995) dalam Septiana(2006).

Gambar 5. Biji Lobak (Sumber: https://www.tokotanaman.com/benih-lobak-putih-unggul-isi-30-80-biji-siap-tanam/, 2020)

Jenis-Jenis Lobak

Berikut ini adalah diantaranya (Susila, 2006):

  1. Jenis dalam, cocok dipanen pada usia 60 hingga 80 hari. Contohnya: lobak rose, lobak putih, lobak hitam, dan lainnya. Lobak ini cocok ditanam pada tempat dengan udara dingin dan lembab.
  2. Jenis sedang, memiliki masa panen 40 hingga 60 hari. Contohnya lobak putih yang mempunyai bentuk panjang, lobak chartier, dan lobak golden globe. Lobak ini cocok ditanam pada dataran menegah hingga tinggi
  3. Jenis genjah, jenis ini lebih baik dipanen saat berusia muda antara 25 hingga 30 hari, jika tidak dipanen pada usia tersebut maka lobak akan bertekstur keras. Misalnya lobak

Cara Menanam Lobak Secara Hidroponik

Sebelum membahas mengenai cara penanaman berikut faktor kunci dalam menanam lobak secara hidroponik (Kutanam, 2020):

  • Suhu, Suhu optimal untuk tumbuhnya tanaman lobak berkisar antara 15oC hingga 25oC, cara mengatur suhu ini adalah dengan mengatur suhu larutan nutrisi tetap pada rentang suhu yang disenangi oleh lobak tadi. Tanaman Lobak cocok ditanaman di akhir musim hujan.
  • pH, pH ideal untuk menanam lobak adalah 6,5 hingga 7. Lobak tahan dengan pH asam namun ini dapat meningkatkan resiko lobak terserang penyakit.
  • Periode panen, periode panen lobak adalah 60 hingga 80 hari, usahakan panen saat itu agar meminimalisir kerusakan yang terjadi saat pemanenan.
  • Cahaya matahari, lobak merupakan salah satu tanaman yang membutuhkan cahaya matahari dalam jumlah.
  • Media tanam, media tanam yang umumnya digunakan pada penanaman lobak secara hidroponik adalah rockwool, namun dapat juga menggunakan media tanam lain seperti vermiculite, perlite, atau
  • Teknik, dikarenakan lobak adalah tanaman umbi-umbian sehingga direkomendasikan untuk menggunakan sistem aeroponik karena sistem ini dapat membuat bagian umbi dan akar menerima oksigen dan nutrisi dalam jumlah yang tinggi (Susilawati, 2019).
Gambar 6. Sistem Aeroponik (Sumber: Susilawati, 2019)

Berikut cara menanam lobak secara hidroponik (Kutanam, 2020):

  1. Penyemaian, penyemaian lobak dengan sistem hidroponik dimulai dari melunakan kulit biji lobak dengan cara merendamnya pada air, usahakan air yang digunakan merupakan air netral. Setelah itu masukan ke rockwool berukuran 2,5 x 2,5 cm yang sudah dilubangi sedalam 1 cm. lalu letakan pada tray dan simpan tray tadi di tempat yang tersinari matahari, jangan lupa membasahi rockwool agar lembab setiap harinya selama 2 minggu atau hingga tumbuh 4 buah daun yaitu 2 daun sejati dan 2 daun lembaga.
  2. Transplantasi dan penanaman, langkah pertama adalah mensortasi tanaman lobak mana yang akan tumbuh optimal, lalu memindahkan tanaman lobak ke sistem hidroponik yang telah disiapkan yang sebelumnya rockwool dan tanaman telah dimasukan kedalam netpot. Mengatur jarak tanam tanaman lobak sekitar 60 cm dan jarak antar setiap baris adalah 20 cm (Susila, 2006). Kemudian mengisi sistem hidroponik dengan larutan nutrisi, nutrisi yang diberikan akan bervariasi tergantung jenis lobak yang ditanam, namun biasanya menggunakan larutan AB Mix dengan kepekatan sebesar 750 hingga 850 ppm saat usia lobak 7-14 hari, lalu kepekatan tadi ditambah menjadi 1000 hingga 1200 ppm saat usia lobak mencapai 45 hari, saat lobak makin besar, kepekatan larutan nutrisi ditambah lagi hingga 1500 hingga 1600 ppm. Menurut Maynard dan Hocmuth(1999) sebagaimana dikutip Susila(2006) nutrisi lobak lebih begus mengandung unsur P dan N sedang. Selama penanaman perlu menjaga pH berkisar antara 6,5 hingga 7. Jangan lupa melakukan pengecekan kepekatan, pH, tinggi muka air setiap dua hari sekali. Terakhir panen saat memasuki usia panen agar lobak lebih nikmat untuk dikonsumsi jika lobak ditanam di dataran rendah maka akan lebih cepat masak dibanding dengan lobak yang ditanam pada dataran tinggi (Susila, 2006).

 

Sumber Referensi:

Susila. (2006). Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Repositori IPB. Bogor.

Susilawati. (2019). Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik. Unsri Press. Palembang.

Zaki, dkk. (2011). Analisis Ciri Morfologi dan Anatomi Akar Pada Tiga Kultivar Lobak (Raphanus sativus) yang Berbeda Bentuk Akar. Jurnal Hortikultura dan Bioteknologi. Vol.22[8]:172-178

123dok.com (2020). Taksonomi dan Morfologi Tanaman Lobak. Diakses pada 25 Desember 2020, dari https://text-id.123dok.com/document/6zkw69m4z-taksonomi-tanaman-lobak-morfologi-tanaman-lobak.html

Fakhri Zahir. (2020, November 13). Cara Menanam Lobak Hidroponik yang Benar. Diakses pada 23 Desember 2020, dari https://kutanam.com/cara-menanam-lobak-hidroponik/.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *