Kemangi (Ocimum sanctum)

Gambar 1. Kemangi (Sumber : https://dayaternak.com/cara-menanam-daun-kemangi/, 2020)

Kemangi adalah salah satu sayuran yang popular di Indonesia. Kemangi memiliki nama latin Ocimum sanctum merupakan tanaman dengan aroma daun yang khas. Banyak olahan makanan menjadikan kemangi sebagai pelengkap ataupun campuran dari makanan tersebut. Tidak jarang ditemukan di daerah Jawa Barat kemangi dijadikan sebagai lalapan bersama sayuran lain seperti selada dan terong yang dimakan mentah – mentah menggunakan sambal. Daun kemangi kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti air, antioksidan, karbohidrat, protein, zeaxanthin, lutein, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, folat, vitamin A, B, C, dan K. Selain kandungannya yang cukup kompleks, kemangi memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh sebagai obat tradisional untuk mengobati sakit perut, demam, diare, luka bakar, mengurangi nyeri, anti bakteri, dan gejala batuk pilek.

Gambar 2. Biji Kemangi dan Tanaman Kemangi (Sumber : http://chittaputri.blogspot.com/2015/01/2.html, 2015)

Kemangi termasuk kedalam family lamiaceae dan merupakan hibrida dari dua macam spesies yaitu Ocimum basilicum dan O. americanum yang  dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. kemampuan adaptasinya yang tinggi membuat kemangi dapat tumbuh diberbagai keadaan lingkungan topografi. Tanaman kemangi memiliki tinggi batang yang berkisar antara 30 – 150 cm dan termasuk jenis batang yang berkayu dengan cabang  yang berbulu berwarna hijau. Ocimum sanctum memiliki bentuk biji yang bulat, berwarna coklat dengan ukuran biji sekitar 0,1 mm perbutir dan tekstur yang cukup keras. Akar dari tanaman ini berjenis tunggang berwarna putih  kotor.

Gambar 3. Daun Kemangi (Sumber : https://www.sehatq.com/artikel/rasakan-wanginya-manfaat-daun-kemangi-yang-begitu-beragam, 2019)

Daun dari tanaman kemangi berbentuk lonjong memanjang, bundar telur memanjang dengan tulang – tulang daun yang menyirip dan lebar 1 – 2,5  cm, panjangnya mencapai 7,5 cm. Daun kemangi memiliki warna hijau sampai dengan kecoklatan. Ukuran panjang daun yang cukup besar berkisar antara 2 – 7,5 cm dengan permukaan daun berambut tipis halus. Pada bagian daun terdapat titik – titik menyerupai kelenjar minyak tempat mengeluarkan aroma yang khas dari kemangi. Daun kemangi memiliki kandungan kalsium, fosfor betakaroten, dan viamin C yang merupakan mineral makro. Selain itu, daun  kemangi mengandug komponen lain seperti eugenol, boron, anetol, argin, flavonoid, dan minyak atsiri yang merupakan komponen non gizi.

Gambar 4. Bunga Kemangi (Sumber : http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2015/10/daun-kemangi-ocimum-sanctum/, 2015)

Bunga kemangi memiliki ciri khas tersendiri yaitu bergerombol dan bermahkota. Mahkota dari bunga kemangi memiki ruang yang merupakan tempat dari benang sari dan putik berada. Warna dari mahkota bunganya adalah putih dengan sentuhan ungu didalamnya. Panjangnya mencapai 7 mm. Bunga kemangi berbentuk tegak berwarna putih dan wangi dan termasuk bunga hemafrodit. Bunga hemafrodit adalah bunga yang memiliki kemampuan untuk melakukan penyerbukan sendiri karena memiliki benang sari dan putik dalam satu individu tanaman. Bentuk dari bunga kemangi adalah elips dengan panjang antara 0,5 – 1 cm. Selain daun yang memberikan aroma yang khas, bunga kemangi juga menjadi sumber munculnya aroma yang khas dari kemangi. Bunga kemangi termasuk kedalam bunga majemuk yang mana satu tangkai dari bunga menopang atau mendukung lebih dari satu bunga. Terdapat kelenjar dan rambut pada sisi luar dari bunga.

Kemangi memiliki buah yang berwarna coklat tua, tegak, ujung berbentuk kait melingkar, dan berbentuk kotak Kemangi adalah tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Iklim Indonesia sangat mendukung budidaya tanaman kemangi. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk budidaya tanaman kemangi yaitu, kondisi iklim, suhu, ketinggian, dan pH.  Kemangi dapat tumbuh dengan optimal dengan iklim yang stabil. Stabil antara curah hujan dan cahaya yang diserapnya. Pada umumnya tanaman kemangi tidak membutuhkan cahaya dalam jumlah yang banyak begitu pula dengan curah hujan. Curah hujan yang tinggi akan merusak proses budidaya tanaman kemangi. Selain iklim, suhu merupakan salah satu bagian yang juga harus diperhatikan saat budidaya. Suhu yang dibutuhkan kemangi untuk tumbuh berkisar antara 20 – 26 derajat celcius. Suhu memengaruhi warna dari daun kemangi. Suhu yang stabil akan menjaga daun tetap berwarna hijau dan lebar. Apabila suhu tidak sesuai daun kemangi akan menjadi tipis dan warnanya menjadi pucat. Kemangi tumbuh dengan optimal pada ketinggian 500 mdpl. Pada ketinggian tersebut Daun akan memiliki bentuk yang optimal dan sehat. Media tanam yang optimal memiliki tingkat keasaman (pH) yang cenderung asam dengan pH 5,5.

Iklim Indonesia yang tidak menentu membuat  budidaya kemangi menjadi terhambat, hal itu berpegaruh kepada jumlah produksi kemangi yang menurun. Perlu adanya inovasi agar kemangi dapat tetap dibudayakan dengan maksimal dikeadaan iklim yang tidak lagi menentu. Budidaya dapat dilakukan dengan sistem hidroponik. Hidroponik adalah sebuah metode budidaya tanaman tanpa media tanah dan memanfaatkan air sebagai sumber pemenuhan nutrisi tanaman. Media tanam hidroponik dapat berupa arang sekam, cocopeat, dan serbuk kayu untuk media tanam organiknya. Sedangkan media tanam anorganik dapat berupa rockwool, parlite, hydroton, dan hydrogel. Terdapat beberapa jens sistem hidroponik yaitu Deep Flow Technique (DFT), rakit apung, Nutrient Film Technique (NFT), sistem wick, dan dutch bucket. Selain menggunakan sistem hidroponik, terdapat sistem yang bernama aquaponik yang menggabungkan sistem hidroponik dengan akuakultur menggunakan ekskresi hewan berupa ikan sebagai sumber nutrisi alami. Pengaplikasian sistem hidroponik pada tamanan tentu memerlukan pengetahuan yang harus diketahui untuk merancang sebuah mekenisme kerja sistem hidroponik yang sesuai. Keuntungan menggunakan sistem hidroponik dalam budidaya tanaman adalah tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam membuat lingkungan budidaya terlihat lebih bersih, selain itu penggunaan pupuk akan lebih hemat karena pupuk diberikan kepada air yang bersirkulasi dan air akan menjadi lebih efisien. Nutrisi dapat dikendalikan lebih mudah dan efisien. Penerapan hidroponik ini sangat cocok diterapkan di lahan yang sempit seperti diperkotaan. Hasil yang lebih banyak karena nutrisi yang diberikan terjaga dan terhindar dari gangguan hama dan penyakit.

Gambar 5. Penanaman Kemangi Menggunakan Sistem Wick (Sumber : https://bibitbunga.com/cara-menanam-kemangi-hidroponik/, 2020)

Berdasarkan syarat tumbuhnya kemangi adalah tanaman yang sederhana dan relatif mudah untuk dibudidayakan mengunakan sistem hidroponik dan aquaponik. Sistem hidroponik yang dapat diaplikasikan untuk budidaya tanaman kemangi sesuai morfologinya adalah sistem wick atau sistem sumbu. Prinsip kerja dari sistem sumbu (wick) adalah menghubungkan media tanam dan nutrisi menggunakan sumbu. Larutan yang berisi nutrisi akan ditarik ke media tanam melalui sumbu sampai mencapai akar. Proses ini memanfaatkan daya kapilaritas pada sumbu.  Sistem ini adalah sistem yang sederhana untuk diaplikasikan. Pemilihan sistem sumbu (wick) digunakan karena membantu akar untuk menyerap nutrisi. Pada tanaman kemangi, akarnya yang masih kecil setelah proses penyemaian belum sampai ke air, maka penyaluran nutrisinya dapat dibantu menggunakan sumbu. Sumbu dapat berupa kain dengan kemampuan menyerap air yang baik seperti kain flannel. Sistem ini memiliki kelebihan yaitu biayanya yang murah karena sistemnya sangat sederhana, selain itu dapat dipindahkan dengan mudah. Perawatan sistem ini cukup mudah, karena bersifat pasif air yang berkurang dapat langsung ditambahkan dan apabila air sudah kotor dapat diganti dengan air yang baru. Air yang dicampurkan sudah diganti kemudian diberikan larutan nutrisi agar kandungan nutrisi dalam airnya tetap terjaga.

Referensi :

  • Agrotek. Klasifikasi dan Morfologi Kemangi. Terdapat pada https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kemangi/
  • Widhiasih, P. L., Fariyanti, A., & Tinaprilla, N. (2013, September). Produksi Kemangi di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor. In Forum Agribisnis (Vol. 3, No. 2).
  • Nofita, Vera. 2019. Metode wick Sistem. Terdapat pada https://www.pulokambing.com/metode-wick-system/#:~:text=Sistem%20sumbu%20adalah%20jenis%20sistem,sebagai%20percobaan%20untuk%20anak%2Danak.
  • Putri, Nina Hertiwi. 2019. Rasakan Wanginya Manfaat Daun Kemangi yang Begitu Beragam. Terdapat pada https://www.sehatq.com/artikel/rasakan-wanginya-manfaat-daun-kemangi-yang-begitu-beragam
  • Yuwono, Sudarminto Setyo. 2015. Daun Kemangi (Ocimum sanctum). Terdapat pada http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2015/10/daun-kemangi-ocimum-sanctum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *