Kangkung Sebagai Komoditas Yang Diminati Dalam Kegiatan Urban Farming

Sumber Gambar: Hidroponik Charlie Tjendapati

Urban farming merupakan sebuah upaya pemanfaatan ruang minimals yang terdapat di perkotaan untuk dimanfaatkan agar dapat menghasilkan produksi yang mana berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan (Muhammad Yusro H, 2014). Hal tersebut ada akibat kecilnya lahan pertanian yang ada di wilayah perkotaan atau di kawasan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Ruang terbuka hijau kini mulai banyak dikembangkan sebagai kegiatan urban farming yang menguntungkan secara ekonomi dan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat kota. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan pada sumber produksi pangan, maka urban farming akan menjadi salah satu alternatif yang sangat penting.

Urban farming sudah mulai dilakukan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, contohnya kegiatan urban farming di kota Jakarta. Kota Jakarta memiliki komunitas urban farming yang bernama Jakarta Berkebun yang di pelopori oleh bapak Walikota Jawa Barat yang menjabat sekarang, yaitu bapak Ridwan Kamil. Bapak Ridwan Kamil mempelopori kegiatan tersebut akibat masih banyaknya lahan yang kosong dan tidak terurus di kota Jakarta. Ada 3 poin penting yang disebut 3E dari kegiatan Jakarta Berkebun, yaitu ekologi, ekonomi dan edukasi. Ekologi karena berkontribusi pada hijaunya kota. Ekonomi karena hasil berkebun dapat menambah perekonomian para petani urban faming.

Dalam kegiatan urban farming yang dilakukan di kota Jakarta jenis tanamannya disesuaikan dengan kondisi tanah yang ada. Teknik yang digunakan dalam urban farming di kota Jakarta lebih sering menggunakan teknik Hidroponik karena keterbatasan lahan yang ada. Hidroponik tersebut biasanya diletakkan di halaman rumah atau bagian atap rumah. Komoditas tanaman yang sering ditanam atau dibudidayakan di Jakarta seperti, Kangkung, Tomat, Bayam, Cabai, dan sayuran daun lainnya. Berdasarkan kutipan yang ada diatas, saya mengambil contoh dan akan membahas tentang tanaman Kangkung yang dibudidayakan dalam linkgup urban farming.

Kangkung adalah adalah tumbuhan yang termasuk kedalam jenis sayur-sayuran. Tumbuhan dengan nama latin Ipomoea aquatic merupakan tumbuhan yang mudah untuk dibudidayakan karena memiliki waktu panen atau waktu tumbuh selama 23-25 hari. Media tanam untuk tanaman Kangkung juga terbilang tidak sulit untuk dicari karena tanaman Kangkung dapat dibudidayakan di 2 media tanam, yaitu tanah dan air.  Penanaman pada media tanam tanah membutuhkan tanah dan pupuk serta pengairan setiap hari, sedangkan pada media tanam air membutuhkan baskom, air, dan pupuk.

Apa saja olahan hasil tanaman Kangkung?
Kangkung merupakan tanaman yang memiliki waktu panen atau waktu tumbuh yang sangat cepat, yaitu 23 sampai 25 hari. Kangkung juga dapat tumbuh media tanam darat atau media tanam air. Olahan yang dapat dibuat dengan bahan dasar tumbuhan Kangkung seperti keripik kangkung, mie kangkung, kroket kangkung, bakwan kangkung, dan olahan kangkung lainnya. Dengan adanya olahan tumbuhan Kangkung tersebut, maka kita dapat mencoba berbagai makanan yang memiliki bahan dasar kangkung yang memiliki cita rasa yang unik. Saya mengambil contoh mie kangkung sebagai olahan yang akan saya jelaskan lebih lengkap.

Mie kangkung merupakan mie yang terbuat dari bahan dasar kangkung. Biasanya mie terbuat dari bahan dasar tepung, sedangkan mie kangkung terbuat dari kangkung sehingga warnanya bisa menjadi hijau. Warnah hijau tersebut didapat dari warna kangkung bukan menggunakan pewarna makanan. Mie kangkung bisa digolongkan sebagai mie sehat karena mie kangkung memiliki bahan dasar sayuran kangkung.

Mengapa kangkung menjadi tanaman yang banyak dipilih sebagai produk urban farming?
Kangkung menjadi tanaman yang sering ditanam dalam lingkup urban farming karena tumbuhan kangkung memiliki waktu panen atau waktu tumbuh yang sangat cepat, yaitu 23 sampai 25 hari. Kita tinggal memilih benih yang berkualitas baik dan menanamnya serta melakukan pemberian pupuk. Pemeliharaan tumbuhan kangkung juga bisa dibilang mudah. Jika menggunakan teknik hidroponik saat tanaman kangkung berumur 2 minggu hanya mengganti pupuk sekali dan tinggal menunggu waktu untuk memanen tumbuhan kangkung tersebut. Kangkung juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan itulah mengapa tanaman Kangkung menjadi komoditas favorit para petani urban farming.

Kapan waktu terbaik untuk menanam sayuran Kangkung?
Waktu yang tepat untuk menanam tanaman kangkung, sebaiknya diawali pada saat musim penghujan tiba. Tanaman kangkung juga bisa ditanam pada musim kemarau atau musim kering, tetapi pengairan dan penyiraman tanaman harus dilakukan setiap harinya. Tidak perlu takut untuk mulai menanam Kangkung karena perawatan dan cara memanen sayuran Kangkung sangatlah mudah.

Dimana tempat untuk mendapatkan benih kankung?
Kita dapat membeli atau mencari benih tanaman Kangkung di pasar atau di tempat jual benih tanaman atau benih sayuran. Kita juga dapat mencari benih tanaman Kangkung di internet seperti Tokopedia, Shopee, dan lain-lainnya. Tetapi ada kelebihan dan kekurangan untuk membeli benih tanaman kangkung dari media online. Kelebihannya adalah kita tidak perlu untuk mencari tempat pembelian benih tanaman Kangkung, kita hanya menulis keyword di google yaitu “jual benih kangkung”, sedangkan kekurangannya adalah kita tidak bisa memilih langsung benih tanaman Kangkung yang memiliki kualitas yang baik.

Bagaimana cara memanen tanaman Kangkung yang ditanam menggunakan media tanam Hidroponik?
Cara memanen tanaman Kangkung yang ditanam pada media hidroponik bisa dibilang cukup mudah. Tinggal menunggu waktu pemanenan tanaman Kangkung dan Kangkung siap dipanen dengan cara memotong batang tanaman kangkung. Akar tanaman Kangkung tidak perlu dibuang atau diganti dengan benih yang baru karena tanaman Kangkung tersebut bisa tumbuh kembali jika akar tanaman Kangkung masih mendapat asupan air dan pemupukan yang baik.


Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah Kangkung yang saya ambil sebagai produk urban farming merupakan tumbuhan yang sangat mudah untuk ditanam. Tumbuhan Kangkung memiliki waktu panen atau waktu tumbuh yang sangat cepat, yaitu 23 sampai 25 hari. Pemeliharaan untuk tanaman kangkung sangatlah mudah dan bisa ditanam pada setiap musim yang ada. Pemanenan kangkung juga terbilang mudah. Jika menggunakan media hidroponik hanya perlu memotong batang Kangkung, sehingga tidak perlu untuk mengganti tanaman Kangkung yang ada dan berbeda dengan tanaman Kangkung yang ditanam di tanah. Bahan olahan Kangkung juga sangat beragam dan bervariasi, sehingga kita tidak bosan untuk membeli memakan sayuran Kangkung.


Sumber:
http://repository.its.ac.id/43952/1/3611100039-Undergraduate_Theses.pdf
http://jambi.litbang.pertanian.go.id/ind/images/PDF/leafletkangkung09.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *