Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

Hidroponik Tanaman Kacang Panjang (sumber : https://bibitbunga.com/cara-menanam-kacang-panjang-hidroponik/ , 2012 )

Tanaman kacang panjang telah menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dikembangkan di Indonesia. Hampir sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi kacang panjang untuk memenuhi kebutuhan protein nabati, hal ini dikarenakan kacang panjang adalah salah satu sayuran sumber protein nabati. Kacang panjang juga bermanfaat sebagai sumber vitamin dan mineral yang dapat mengatur metabolisme dalam tubuh, menaikkan kecerdasan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kacang panjang dapat membantu proses pencernaan karena kandungan seratnya yang cukup tinggi. Pembudidayaan tanaman kacang panjang umumnya dilakukan dengan menggunakan media tanah. Tetapi, seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pembudidayaan tanaman kacang panjang saat ini dapat dilakukan tanpa media tanam tanah, yaitu dengan hidroponik.

Hidroponik adalah teknologi budidaya tanaman tanpa media tanam tanah. Hidroponik ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan penanaman yang menggunakan media tanam tanah, yaitu kebutuhan nutrisi pada tanaman dapat diatur agar nutrisi yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman itu sendiri. Hidroponik dapat diterapkan pada hampir semua jenis tanaman, salah satunya adalah tanaman kacang panjang. Teknologi budidaya ini memiliki beberapa macam sistem hidroponik, diantaranya adalah sistem kultur air (Nutrient Film Technique, Deep Flow Technique, Rakit Apung, Wick, dan Kratky) dan sistem substrat (sistem tetes, sistem Dutch Bucket, sistem pasang surut, dan sistem autopot). Untuk mengetahui sistem yang tepat untuk diterapkan pada tanaman kacang panjang, diperlukan pengetahuan mengenai morfologi tanaman dan syarat penanaman tanaman kacang panjang terlebih dahulu.

Tanaman kacang panjang termasuk ke dalam suku polong-polongan (Fabaceae) berjenis kacang panjang (Vigna sinensis L. atau Vigna unguiculata ssp. sesquipedalis ). Akar, batang, daun, bunga, dan buah adalah bagian-bagian dari tanaman kacang panjang.

Akar Tanaman Kacang Panjang

( sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Rhizobia_nodules_on_Vigna_unguiculata.jpg , 2011 )

Akar kacang panjang berjenis akar tunggang bercabang, yang mana cabang tersebut berfungsi untuk menyerap nutrisi dan unsur. Akar tanaman ini dapat memanjang sepanjang 30 cm hingga 60 cm. Warna dari akar tanaman kacang panjang yaitu cokelat muda. Pada akar tanaman kacang terdapat bintil (nodul) akar yang terbentuk akibat adanya aktivitas simbiosis dengan bakteri Rhizobium SP.. Simbiosis ini berpengaruh positif pada tanaman dalam memenuhi kebutuhan unsur nitrogen, karena bintil akar berperan mengikat nitrogen bebas dari udara ke akar. Bagian dalam akar yang memiliki nitrogen cukup akan berwarna merah, sedangkan bagian dalam akar yang tidak memiliki nitrogen yang cukup akan berwarna pucat. Akar juga sangat sensitif terhadap pH dari media tanam, karena apabila pH terlalu basa, akan menyebabkan bintil akar pecah. Sebaiknya pH media tanam berkisar antara 5,5 hingga 6,5.

Batang Tanaman Kacang Panjang ( sumber : https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kacang-panjang/ , 2020 )

Batang kacang panjang dapat bertumbuh hingga mencapai 2,5 meter dengan diameter batang mencapai 1,5 cm. Struktur batang tegak dan berbentuk silinder. Tekstur dari batang lunak serta permukaan batangnya cenderung halus. Batang tanaman kacang panjang berwarna hijau. Batang ini dapat menjalar, sehingga dibutuhkan alur untuk batang kacang panjang menjalar. Selain itu, batang kacang panjang memiliki kandungan pembuluh batang terbuka dan kambium yang memungkinkan batang untuk bercabang.

Daun Tanaman Kacang Panjang

( sumber : https://www.kampustani.com/kutu-daun-kacang-panjang/ , 2020 )

Daun tanaman kacang panjang berupa daun majemuk dengan bentuk menyerupai jantung yang bagian ujungnya meruncing. Daun kacang panjang memiliki tulang menyirip. Warna dari daun ini yaitu hijau. Daun tanaman kacang panjang memiliki ukuran yang berbeda-beda, umumnya panjang daun berukuran 6 cm hingga 8 cm dan lebar daunnya 3 cm hingga 4,5 cm. Daun tanaman kacang panjang memiliki tepi daun yang rata, pangkal yang membulat, dan tangkai hijau berbentuk silinder yang panjangnya kurang lebih 4 cm.

Bunga Tanaman Kacang Panjang

( sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Fabaceae , 2020 )

Bunga tanaman kacang panjang memiliki alat kelamin jantan dan betina, maka dari itu bunga dari tanaman ini termasuk ke dalam kelompok tanaman dengan jenis bunga sempurna. Warna dari bunga ini yaitu ungu, putih, biru, gradasi putih-ungu, atau gradasi putih-biru.bentuk dari bunga ini menyerupai kupu-kupu. Bunga akan keluar dari ketiak daun. Bunga dari tanaman ini umumnya tumbuh majemuk, yaitu dalam satu tangkai muncul 4 hingga 6 buah kuntum bunga. Tangkai dari bunga ini berbentuk silinder dengan panjang kurang lebih 12 cm. Setiap kuntum bunga, memiliki tiga buah mahkota, satu mahkota berada di bagian bawah dan dua mahkota bersisian. Tangkai benang sari berwarna putih dengan panjang 2 cm, sedangkan kepala benang sarinya berwarna kuning. Putik bunga tanaman kacang panjang berwarna ungu dengan panjang 1 cm. Penyerbukan yang terjadi pada tanaman kacang panjang yaitu penyerbukan sendiri, penyerbukan silang, dan terdapat 10 % kemungkinan penyerbukan terjadi dengan bantuan serangga.

Buah Tanaman Kacang Panjang

( sumber : https://www.pertanianku.com/biji-kacang-panjang-bisa-diolah-jadi-tempe/ , 2017 )

Buah tanaman kacang panjang memiliki bentuk yang memanjang dan ramping. Warna dari buah kacang panjang yaitu hijau muda hingga gelap. Dalam satu tangkai dapat berbuah 1 hingga 3 buah kacang panjang. Ukuran dari buah yaitu sepanjang 25 cm hingga lebih dari 80 cm. Bagian dalam dari buah terdapat biji polong yang berbentuk bulat dan ramping. Terdapat bekas tangkai penghubung biji dengan kulit buah pada bagian tengah biji. Dalam satu buah kacang panjang, terdapat lebih dari 15 biji polong, tergantung dari panjang buah dan jenis tanaman kacang panjang. Biji yang sudah cukup tua akan mengering yang mana kulit bijinya dapat berwarna putih, merah keputihan, cokelat, bahkan hitam. Besar biji polong bervariasi antara 5 mm hingga 9 mm.

Biji Kacang Panjang

( sumber : https://rumus.web.id/budidaya-kacang-panjang/ , 2019 )

Tanaman kacang panjang terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kacang usus, kacang busitao, dan kacang lanjaran biasa. Perbedaan yang paling terlihat dari ketiga jenis tersebut ada pada panjang buah kacang panjang. Buah dari jenis kacang lanjaran biasa panjangnya dapat mencapai 40 cm. Buah dari kacang busitao memiliki panjang 25 cm hingga 35 cm. Sedangkan jenis kacang usus memiliki buah yang sangat panjang, yaitu lebih dari 80 cm. Kacang lanjaran biasa memiliki biji polong yang lonjong dan pipih dengan warna mulai dari kuning hingga hitam. Kacang busitao memiliki sulur yang agak membelit dan rasa polong yang tidak kalah enak dengan jenis kacang panjang lainnya. Sedangkan jenis kacang usus memiliki bentuk lonjong dan pipih dengan warna biji polongnya yaitu putih atau putih dengan bercak merah.

Selain morfologi tanaman, terdapat beberapa syarat tumbuh yang perlu diperhatikan pada tanaman kacang panjang, yaitu ketinggian tempat, suhu, pH, nutrisi, dan bakteri yang terlibat. Umumnya tanaman kacang panjang dapat dikembangkan pada dataran rendah, sedang, maupun tinggi tergantung dari tujuan dan umur panen. Pada dataran rendah dan sedang biasanya bertujuan untuk penangkaran benih dan umur panen relatif lebih pendek. Sedangkan pada dataran tinggi bertujuan untuk keperluan konsumsi dan umur panennya relatif lebih panjang.

Suhu ideal untuk tanaman kacang panjang yaitu berkisar antara 20oC hingga 30oC, iklim hangat. Jika tanaman ini ditempatkan pada suhu di bawah 20oC, pertumbuhan tanaman akan melambat dan jumlah buah yang terbentuk relatif sedikit. Bahkan, jika ditempatkan pada tempat dengan suhu di bawah 4oC, tanaman dapat mati akibat pembekuan. Pada penanaman dengan tanah, dibutuhkan tanah bertekstur lempung berpasir dengan pH 5,5 sampai 6,5. Bintil akar akan berperan mengambil nitrogen bebas, hal ini dipengaruhi oleh kelembaban tanah, derajat asam tanah, unsur Ca, P, K, Mo, Co, Ma, nitrat, amonium, dan bakteri Rhizobium SP. yang aktif pada pH 5,5 hingga 7,0 serta suhu 10oC hingga 28oC.

Setelah mengetahui morfologi dan syarat tanam dari tanaman kacang panjang, maka kita dapat menentukan sistem hidroponik yang tepat untuk tanaman kacang panjang. Dikarenakan tanaman kacang panjang memiliki batang dan akar yang tumbuh dengan cukup tinggi dan daun yang lebat, diperlukan sistem hidroponik yang dapat menopang tanaman dengan baik, yaitu sistem substrat. Sistem substrat adalah sistem hidroponik yang menggunakan media tanam subtrat berupa arang sekam, cocopeat, hidroton, atau media tanam lainnya. Sistem substrat yang dapat digunakan adalah sistem tetes dan sistem autopot. Kedua sistem tersebut dapat dikombinasikan dengan membagi peran dari setiap sistem, kebutuhan air pada tanaman dapat terpenuhi dengan sistem autopot, sedangkan larutan nutrisi dapat dialirkan pada tanaman dengan sistem tetes. Tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan salah satu dari kedua sistem tersebut.

Referensi :

  • Agrotek. (2020, August 17). Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Panjang. Retrieved December 24, 2020, from https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kacang-panjang/
  • https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/477f94e7f2ee6bd0e959d6f1987f1c01.pdf
  • Pemerintah Kabupaten Bogor. (2014, May 6). Retrieved December 26, 2020, from http://blh.bogorkab.go.id/index.php/post/detail/52/budidaya-kacang-panjang
  • Pertanianku. (2015, July 23). Jenis-jenis Kacang Panjang – Artikel Pertanian Terbaru: Berita Pertanian Terbaru. Retrieved December 25, 2020, from https://www.pertanianku.com/jenis-jenis-kacang-panjang/
  • Wina, R. (2019, November 04). Menanam Kacang Panjang Hidroponik. Retrieved December 25, 2020, from https://www.youtube.com/watch?v=PVUs9sxEc6c

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *