Jenis dan Pentingnya Sistem Irigasi Dalam Bertani

Air merupakan suatu sumber kehidupan yang sangat penting bagi semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini karena tanpa adanya air maka tidak akan ada kehidupan. Semua kegiatan yang dilakukan manusia dan makhluk hidup lain hampir seluruhnya melibatkan air, salah satu contohnya yaitu bertani. Bertani merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia khususnya petani dalam mengolah apa yang ada di alam seperti mengolah tanaman untuk memenuhi kebutuhan akan pangan dan memperoleh suatu tujuan atau suatu produk yang memerlukan berbagai aspek, seperti media tanam atau tanah dan juga air.

Jumlah air yang terdapat di muka bumi ini sangat banyak dan keberadaannya pun di bumi tidak akan pernah bisa habis karena air akan terus mengalami daur ulang atau air memiliki suatu siklus yang dinamakan dengan siklus hidrologi. Siklus hidrologi ini berhubungan dengan hujan atau banyaknya air yang akan dijatuhkan ke bumi. Meskipun air itu merupakan suatu kebutuhan bagi semua makhluk hidup, namun jika jumlahnya tidak dapat dikendalikan dan tidak dimanfaatkan dengan baik, maka air akan mengakibatkan bencana besar dan tentunya akan merusak bumi. Untuk mencegah hal tersebut, maka diciptakan lah suatu sistem yang berfungsi untuk mengalirkan jumlah air yang ada ke berbagai sektor sehingga air akan dimanfaatkan dengan baik. Salah satu sistem pengaliran air itu adalah sistem irigasi.

Irigasi merupakan suatu sistem pemanfaatan air pada sektor pertanian. Irigasi secara umum berarti sebagai suatu aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh air agar air tersebut bisa digunakan untuk kegiatan dan berbagai aspek pertanian, seperti sawah, ladang, atau perkebunan. Hal yang paling penting yaitu irigasi digunakan untuk memetakan atau mendistribusikan air ke sektor pertanian. Berdasarkan undang-undang No. 7 tahun 2004 tentang sumber daya air, memuat bahwa irigasi merupakan suatu kegiatan penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang segala kegiatan pertanian. Dalam sistem irigasi terdapat usaha yang harus dilakukan yang berkaitan dengan pembuatan sarana dan prasarana yang berupa bangunan dan saluran aliran air untuk mendistribusikan air secara tepat yang selanjutnya digunakan untuk kebutuhan tanaman (Pasandara & Tylor, 2007).

Sistem irigasi di Indonesia sudah lama dilakukan, dari zaman kerajaan kuno pun sistem irigasi di Indonesia sudah berlangsung walaupun masih dengan prinsip tradisional yang sangat sederhana. Kegiatan irigasi yang dilakukan pada saat itu adalah seperti membendung kali secara bergantian agar bisa mengaliri sawah, mencari sumber air dan mengalirkannya dengan bambu (Latif, 2016). Seiring dengan perkembangan zaman, kini sistem irigasi di Indonesia sudah berkembang yang semulanya hanya bersifat tradisional, saat ini sudah mulai menggunakan berbagai teknologi. Dengan perkembangan tersebut lah pekerjaan petani di Indonesia dapat menjadi lebih ringan.

Jenis Irigasi

Secara garis besar, irigasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu irigasi secara alamiah dan secara buatan. Untuk irigasi secara alamiah ini memanfaatkan air hujan dan genangan air, sementara untuk irigasi secara buatan ini biasanya memanfaatkan pompa air yang selanjutnya air akan disalurkan baik secara mekanis maupun manual.

Sistem irigasi yang terdapat di Indonesia mengalami berbagai perkembangan yang dilihat dari proses penyediaan, pemberian, pengelolaan, dan pengaturan air, sehingga sistem tersebut dikelompokkan menjadi: (Rizal, 2012)

  1. Irigasi Permukaan

Irigasi permukaan adalah suatu sistem untuk mengambil air secara langsung dari sungai melalui bendungan atau melalui bangunan pengambilan bebas dan selanjutnya air tersebut akan disalurkan secara gravitasi menuju ke lahan pertanian yang dituju.

  1. Irigasi Bawah Permukaan

Pada sistem irigasi ini air akan langsung disalurkan ke sekitar akar tanaman yang membutuhkannya melalui aliran tanah, dilakukan dengan menggunakan pipa bawah tanah atau saluran terbuka.

  1. Irigasi Lokal

Pada sistem irigasi ini, air akan disalurkan dengan menggunakan pipa dan dialirkan juga secara gravitasi, artinya lahan yang berada di tempat yang lebih tinggi akan dialirkan air terlebih dahulu, tetapi pada sistem irigasi ini penyaluran airnya sangat terbatas sehingga hanya beberapa lahan saja yang akan dialirkan air.

  1. Irigasi dengan Penyemprotan

Penyemprotan ini sama hal nya dengan penyiraman namun memakai sebuah alat yang dinamakan sprinkler.

  1. Irigasi Tradisional dengan Ember

Pada sistem ini air dialirkan secara manual dengan ember, dinilai tidak efisien karena harus melibatkan banyak orang dan memakan waktu yang cukup lama.

  1. Irigasi Pompa Air

Irigasi pompa air ini mengambil air dari dalam sumur dan kemudian disalurkan melalui pompa air dan dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan pipa.

  1. Irigasi Tanah Kering atau Irigasi Tetes

Sistem irigasi ini merupakan irigasi yang jarang dan harus dimanfaatkan secara efisien. Banyaknya air yang diberikan disesuaikan dengan keperluan tanaman, kemampuan tanah menyerap air, dan sarana yang tersedia. Irigasi ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu irigasi tetes, irigasi curah, irigasi saluran terbuka, dan irigasi bawah permukaan.

Tujuan dan Fungsi Irigasi

Dari jenis-jenis irigasi tersebut secara tidak langsung sudah disebutkan bahwa irigasi tersebut sangat penting untuk kegiatan bertani karena berfungsi sebagai sarana pengaliran atau pendistribusian air ke lahan pertanian. Maka dari itu perlu sistem irigasi perlu dijaga keseimbangannya agar tidak rusak.

Selain untuk mengaliri lahan pertanian, menurut Standar Perencanaan Irigasi KP-01 irigasi juga memiliki beberapa tujuan dan fungsi, yaitu:

  1. Membasahi tanaman dan tanah

Maksud dari kata membasahi ini adalah menyiram tanaman dan tanah untuk mencegah lahan kering dan kekurangan air

  1. Merabuk

Merabuk merupakan suatu cara pemberian air disertai dengan pemberian zat-zat yang pneting bagi tanaman

  1. Mengatur suhu

Irigasi ini berfungsi sebagai pemeliharan dan pengatur suhu tanaman dan area sekitar tanaman

  1. Memberantas hama

Pada musim kemarau biasanya akan ada hama yang bersarang di sekitar lahan pertanian, namun dengan adanya irigasi hal itu akan dapat teratasi

  1. Kolmatase

Kolmatase merupakan suatu kegiatan pengairan lahan pertanian dengan tujuan untuk memperbaiki permukaan dan kondisi tanah

  1. Menambah Persediaan Air Tanah

Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk menambah persediaan air dengan cara menahan air dan kemudian air tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Selain dari tujuan dan fungsi yang sudah disebutkan di atas, keberadaan irigasi ini sangat penting bagi semua orang khususnya bagi para petani karena dengan adanya irigasi, mereka dapat melakukan kegiatan bertani tidak bergantung kepada musim hujan saja dan tidak akan cemas akan mengalami kekeringan sehingga dengan adanya irigasi para petani bisa melakukan kegiatan bertani pada musim apa saja. Tidak akan terbayang jadinya jika sistem irigasi ini tidak ada, mungkin jika hal tersebut terjadi maka lahan pertanian akan gersang dan banyak yang gagal panen serta kebutuhan manusia akan pangan tentunya tidak dapat terpenuhi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Pasandara, E., & Tylor, D. C. (2007). Dalam Irigasi Kelembagaan dan Ekonomi. Jakarta: PT Gramedia Jakarta.

Riadi, M. (2018, November 23). Pengertian, Tujuan, dan Jenis Irigasi. Dipetik November 11, 2020, dari kajianpustaka.com:    https://www.kajianpustaka.com/2018/11/pengertian-tujuan-dan-jenis-jenis-irigasi.html

Latif, A. (2016). Sistem Saluran Irigasi Terhadap Kesejahteraan Petani di Kelurahan Tamarunang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. 11-12.

Rizal, M. (2012). Rancang Bangun dan Uji Kinerja Sistem Kontrol Irigasi Tetes pada Tanaman Strawberry (Fragaria Vesca L). 4.

Anonim. (1986). Dalam  Buku Petunjuk Perencanaan Irigasi Bagian Penunjang untuk Standar Perencanaan Irigasi (KP-01). Bandung: Galang Persada.

Anonim. (2019). Jenis Irigasi dan Contohnya. Dipetik November 13, 2020, dari dosenpertanian.com: https://dosenpertanian.com/jenis-irigasi/

Zulkarnain. (2018). Irigasi dan Bangunan Irigasi. 49-50.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *