Inovasi Sabun anti-Noda yang Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Minyak Jelantah

Permasalahan lingkungan di dunia terlebih di Indonesia sudah semakin menumpuk dan mau tidak mau kita harus mencari solusi terbaik yang tepat untuk menanggulangi beberapa permasalahan lingkungan tersebut. Seperti yang kita ketahui, kondisi lingkungan saat ini telah menimbulkan bencana alam dimana-mana yang disebabkan oleh tangan nakal manusia itu sendiri, mereka tidak bertanggung jawab dalam merawat dan melestarikan lingkungan, tentunya melihat hal tersebut kita merasakan kesedihan dan turut prihatin. Perlu ditekankan kembali, bahwa dewasa ini perubahan kualitas lingkungan hidup yang semakin buruk membawa dampak pada perubahan perilaku konsumen. Konsumen mulai menunjukkan rasa kesadaran yang semakin tinggi untuk menyelamatkan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya komunitas dan gerakan peduli lingkungan. Negara pun kian semakin aktif dalam mengesahkan peraturan untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang ada.

Tentunya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah tugas utama bagi kita semua karena lingkungan yang tidak dijaga dengan baik dan benar akan memberikan dampak yang buruk bagi makhluk hidup. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat merusak lingkungan dan salah satunya adalah pemakaian berbagai produk rumah tangga yang tidak ramah lingkungan. Mungkin hingga saat ini, ada banyak dari Anda yang masih menggunakan detergen atau sabun cuci yang sudah jelas merupakan produk yang tidak ramah lingkungan karena terbuang begitu saja dan menimbulkan pencemaran tanah maupun pencemaran air. Nah! Maka dari itu, penting sekali untuk kita mengonsumsi produk-produk ramah lingkungan. Kesadaran manusia akan keadaan lingkungan pada abad ke-21 ini telah mengakibatkan gaya hidup “back-to-nature” yang telah diterapkan oleh banyak orang di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa gaya hidup tersebut merupakan salah satu cara konsumen atau masyarakat dalam membantu pelestarian lingkungan sekitar.

Produk ramah lingkungan merupakan produk yang biasanya berasal dari bahan yang tidak mencemari lingkungan tentunya tanpa kandungan bahan kimia didalamnya serta kemasannya pun mudah terurai sehingga tidak menjadi sampah yang akan mencemari lingkungan. Selain itu, pada saat proses produksi pun tidak banyak mengeluarkan limbah. Oleh sebab itu, produk ramah lingkungan lebih aman dan lebih baik untuk dikonsumsi masyarakat. Seperti yang sudah disebutkan, sabun atau detergen merupakan salah satu produk tidak ramah lingkungan. Lantas, apakah bisa produk tersebut ber-transformasi menjadi produk ramah lingkungan?

Seperti yang kita ketahui bersama, sabun menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang dan tentunya saat ini sudah ada produk sabun ramah lingkungan yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia tanpa harus merusak lingkungan sekitar. Terdapat beberapa jenis sabun yang tersedia mulai dari sabun batang, sabun cair, shower gel, shower cream, shower oil dan berbagai sabun lainnya dengan aroma dan kandungan yang berbeda-beda. Sebuah riset membuktikan bahwa sabun ramah lingkungan ternyata lebih baik digunakan daripada sabun antibakteri. Hal ini disebabkan karena sabun antibakteri diproduksi secara sintetis yang mana terkandung unsur kimia didalamnya dan justru hal tersebut dapat merusak kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar.

Mengingat terdapat banyaknya pencemaran lingkungan, terobosan produk ramah lingkungan tiada henti terus dihadirkan oleh para pelaku usaha. Salah satu contohnya adalah sabun anti-noda ramah lingkungan yang terbuat dari minyak jelantah. Minyak goreng merupakan salah satu bahan memasak yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemakaian minyak goreng secara berulang tentunya akan menghasilkan minyak bekas atau biasa disebut dengan minyak jelantah. Apabila diperhatikan dari komposisinya, minyak jelantah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang mana senyawa atau zat tersebut memicu pertumbuhan sel kanker pada tubuh manusia. Dapat dikatakan bahwa minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali dianjurkan untuk tidak digunakan kembali. Sementara pada kenyataannya, apabila minyak jelantah langsung dibuang begitu saja tanpa ada penanganan khusus limbahnya dapat mencemari dan meracuni lingkungan karena minyak jelantah yang dibuang melalui saluran air akan menyebabkan pipa air tersumbat akibat lemak yang menempel. Apabila lemak minyak jelantah terbawa hingga ke danau bahkan ke laut, lemak minyak akan berkumpul dan membentuk suatu gumpalan yang bisa menutupi permukaan air. Akhirnya bagaimana caranya agar minyak jelantah menjadi lebih ekonomis? Melalui percobaan dan eksperimen munculah produk sabun anti-noda ramah lingungan berbahan dasar minyak jelantah. Sabun anti-noda hadir dalam beberapa keunggulan yaitu dapat mengangkat noda membandel dengan cepat serta dalam pemakaiannya pun tidak perlu lagi menambahkan detergen lagi. Selain itu, sabun anti-noda berbahan dasar minyak jelantah tidak menimbulkan rasa panas di tangan dan tentunya tidak ada kandungan pemutih dalam pembuatannya, jadi lebih aman terhadap lingkungan.

Telah dibuktikan oleh seseorang, sabun anti-noda minyak jelantah ini cukup efektif dalam membersihkan kotoran berlemak, minyak, darah, dan lain-lain. Namun, mengingat bahan dasar sabun anti-noda tersebut adalah limbah minyak jelantah, sabun tersebut memerlukan lebih banyak komposisi pewangi dari sabun biasanya. Inovasi sabun anti-noda berbahan dasar minyak jelantah diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah di lingkungan, membuka peluang usaha baru bagi banyak orang serta sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan.

Anda juga tentunya dapat melakukan pembuatan sabun berbahan dasar minyak jelantah agar lebih hemat tanpa harus membeli sekaligus dapat mengisi waktu luang selama di rumah. Berikut cara pembuatan sabun anti-noda berbahan dasar minyak jelantah :

  1. Saring minyak jelantah menggunakan kain kemudian direndam beberapa saat bersama arang. (arang berfungsi untuk menyerap lemak dan kotoran yang terdapat pada minyak jelantah sehingga warnanya sedikit lebih jernih) ;
  2. Siapkan minyak jelantah yang telah dijernihkan, pewarna makanan, air 150 ml, soda api,  wadah, cetakan dan sendok ;
  3. Masukkan air ke dalam wadah, kemudian campurkan air dengan soda api secara perlahan sambil diaduk ;
  4. Tunggu hingga suhu air dingin kembali ;
  5. Masukkan minyak jelantah secara perlahan sambil diaduk, kurang lebih 10-15 menit hingga rata dan mengental seperti adonan kue ;
  6. Setelah adonan mengental tambahkan pewarna makanan sesuai yang diinginkan ;
  7. Kemudian tuang adonan tersebut ke dalam cetakan dan tunggu hingga 12 jam ;
  8. Sabun dari minyak jelantah siap digunakan.

Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai berkontribusi menggunakan produk ramah lingkungan! Selamat mencoba!

 

DAFTAR PUSTAKA

Uno, Mien R. (2011). 300 Cara Bijak Ramah Lingkungan dan Menghemat Uang. Jakarta : PT. Gramedia

Maya, Intan. (2012). Produk Ramah Lingkungan. blogspot.com. Diambil dari http://intanmayaherfiani.blogspot.com/2012/11/produk-ramah-lingkungan.html

Leonard, Boy. (2020). Ini Alasan Sabun Ramah Lingkungan Baik Untuk Kesehatan dan Lingkungan. rumah.com. Diambil dari https://www.rumah.com/berita-properti/2020/8/191453/ini-alasan-sabun-ramah-lingkungan-baik-untuk-kesehatan-dan-lingkungan

Tiofani, Krisda. (2020). Sabun dari Minyak Jelantah. greeners.co. Diambil dari https://www.greeners.co/ide-inovasi/sabun-dari-minyak-jelantah/

Utami, Sri Fadhillah. (2020). Minim Sampah Rumah Tangga. zerowaste.id. Diambil dari https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/bagaimana-cara-mengolah-minyak-jelantah/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *