Home Industri “Kurma Tomat” Sebagai Lapangan Pekerjaan dan Inovasi Terbaru

Urban Farming ( Pertanian Kota ) adalah proses praktik budidaya, produksi, dan pendistribusian bahan pangan di perkotaan dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi yang tersedia dengan efisien, serta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Urban farming tidak hanya berkecimpung di bidang pertanian saja, tetapi tersedia juga di berbagai bidang lain, seperti peternakan, perairan, dan watani.

Urban Farming sangat penting bagi masyarakat di wilayah perkotaan, khususnya wilayah yang padat penduduk. Hal ini disebabkan karena urban farming mengutamakan efisiensi dan efektifitas untuk meminimalisir lahan dan resiko akan gagal panen. Selain itu, masyarakat dapat lebih mengerti tentang edukasi sayuran sehat dengan berbagai cara pengelolaannya. Salah satu cara urban farming yang marak digunakan di wilayah padat penduduk adalah Hidroponik yaitu, budidaya penanamaman tumbuhan tanpa menggunakan tanah melainkan menggunakan air sebagai bahan utama untuk pemenuhan kebutuhan dan nutrisi bagi tanaman.

Buah- buahan di Indonesia sangatlah beragam. Berbagai buah dapat kita temui di negara kita ini. Buah- Buahan inipun dapat dijadikan sebagai peluang usaha bagi masyarakat di suatu wilayah. Akan tetapi, keberagaman tersebut tak akan bisa dijadikan sebagai lahan usaha apabila hal tersebut tidak diimbangi oleh teknologi agroindustri yang ada untuk mengolah bahan mentah tersebut  menjadi bahan yang bernilai lebih tinggi setelah di produksi.

Hal tersebut dibuktikan saat musim panen telah tiba. Tomat memiliki harga yang sangat rendah apabila dijual tanpa diolah, bahkan sebagian harus terbuang karena gagal dengan berbagai faktor. Tentu saja itu membuat para petani dan produsen merasa gundah. Dikarenakan adanya hal tersebut, tomat sering kali dibuat menjadi produk maupun makanan yang dapat bernilai cukup tinggi. Dalam hal ini, tomat dimanfaatkan untuk dijadikan manisan kurma. Walaupun nama makanan ini manisan kurma, sebenarnya manisan ini dibuat dari buah tomat yang hanya saja bentuk produknya menyerupai kurma. Hal tersebut yang membuat makanan ini disebut manisan kurma.

Mayoritas produsen melakukan penanaman dengan metode hidroponik. Disamping meminimalisir lahan untuk penanaman, hidroponik juga memperkecil angka kegagalan hasil panen. Penanaman tomat dengan hidroponik ini dimulai dengan penyediaan alat dan bahan. Hal yang harus dilakukan pertama ialah penyediaan bibit yang telah direndam dengan air hangat selama 4-8 jam. Selanjutnya pindahkan bibit ke dalam media tanam yang tersedia dan lakukan penyemprotan air. Setelah hal tersebut dilakukan, pindahkan bibit tomat ke dalam polybag yang dilubangi dan diisi dengan cocopeat. Siram bibit setiap hari dengan Kadar Kepekatan Nutrisi (PPM ) sekitar 1400-3600 dan PPM akan naik secara berkala sesuai dengan kondisi dan pertumbuhan tanaman tersebut. Tomat akan siap panen setelah penanaman sekitar 80-90 hari.

Pembuatan produk ini membutuhkan waktu yang cukup lama, setidaknya 10 hari. Lamanya proses pembuatan manisan ini terletak pada proses pengeringan produk yang memakan waktu dari 5 hingga 10 hari. Pembuatan produk ini diawali dengan pencucian dan pemotongan tomat itu sendiri. Setelah itu, tomat ditiriskan hingga tidak ada air dan dimasak dengan campuran gula hingga layu. Hal ini berguna untuk membuat gula sebagai pemanis dan pengawet makanan dapat meresap ke seluruh tomat dan diamkan selama 24 jam hingga benar benar layu dan meresap. Tak berhenti sampai situ, tomat kemudian dikeringkan dibawah matahari selama 5 hingga 10 hari tergantung dengan kondisi tomat tersebut. Langkah terakhir adalah dengan mengangkat dan melakukan pengemasan terhadap produk.

Pengolahan buah tomat dengan pengeringan ditujukan agar tomat tahan lama serta memperpanjang usia konsumsi produk manisan ini tanpa adanya pengawet. Pengawet alami dan non kimia yang digunakan adalah gula. Gula mengandung tingkat konsentrasi yang tinggi, sehingga dapat menyerap cairan internal dari mikroorganisme yang ada di dalamnya.

Pengolahan manisan ini sangat berpotensi untuk membuat lapangan pekerjaan dan peluang usaha bagi masyarakat. Selain itu, manisan ini mengandung serat tinggi dan menyehatkan bagi konsumen. Hal ini dikarenakan tomat mengandung banyak vitamin A dan C, serat, dan antioksidan yang tentu saja sangat menyehatkan bagi manusia serta menggunakan bahan pengawet alami, sehingga aman dan tahan lama.

Para pengusaha manisan ini memiliki strategi dari bidang pemasaran , diantaranya mengenai penjelasan manfaat dari manisan ini di bagian kemasan. Kemasan di desain menarik dan memaparkan manfaat dari manisan tersebut tanpa ada pengawet. Selanjutnya, para penjual mencoba melakukan promosi produk dengan cara tester, pengenalan manfaat, serta kualitas produk tersebut. Produsen maupun para penjual menjual tak dengan harga yang mahal, meskipun sangat bermanfaat dan enak, hal ini tidak membuat mereka menjual produk mahal melainkan mereka menjual produk murah agar dapat dijangkau oleh semua kalangan. Sistem pendistribusian dari produk ini dengan menitipkan, mensupply produk ke toko oleh oleh, makanan, maupun minimarket. Selain itu, mereka juga membuka toko manisan tomat sendirii sebagai toko oleh- oleh yang dapat mengenalkan dan mengembangkan wilayahnya.

Efek home industri manisan tomat kurma ini bagi masyarakat setempat sangat membantu. Produk ini membantu masyarakat setempat dalam berbagai aspek. Aspek yang pertama adalah aspek ekonomi, masyarakat dibantu dalam penjualan produk, pembelian hasil panen, mendapat sebuah pekerjaan dari usaha pemberdayaan masyarakat dan dapat membiayai keluarga dari penjualan produk tersebut.Selain itu, masih ada aspek lain yang bermanfaat bagi masyarakat dalam bidang ketenagakerjaan. Aspek ketenagakerjaan ini memiliki manfaat bagi seluruh masyarakat yang kesulitan mencari lapangan pekerjaan dan bekerja di home industri di wilayah tersebut sebagai pekerjaan untuk membiayai para tenaga kerja. Aspek terakhir yang sangat bermanfaat dan produk ini terkenal ialah aspek teknologi pengolahan. Aspek teknologi pengolahan ini menghasilkan produk yang murah tetapi sangat bermanfaat dan bergizi tinggi. Hal ini menyebabkan para konsumen tertarik untuk membeli dan mengkonsumsinya.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari pengolahan dan penjualan manisan tomat ini ialah buah yang berharga sangat murah bahkan dapat terbuang sia- sia dapat diolah menjadi produk yang bernilai tinggi, bergizi tinggi, dan bercita rasa yang enak melalui pengolahan “Manisan Kurma”. Banyak sekali aspek yang membantu masyarakat untuk berkembang dan memiliki pekerjaan. Aspek ekonomi membantu untuk mendapat keuntungan bagi tenaga kerja. Aspek ketenagakerjaan yang membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang kesulitan untuk mendapat lapangan pekerjaan.Aspek teknologi pengolahan yang menjaga kualitas, rasa, dan gizi yang ada dalam produk tersebut. Selain itu, adanya home industri ini membantu mengembangkan wilayahnya dan mengenalkan makanan sehat ke seluruh masyarakat yang ada dengan rasa yang enak.

 

Referensi :

Agroindustri Pengolahan Produk Tomat

https://netblog-mointi.blogspot.com/2015/03/makalah-pembuatan-manisan-tomat.html

https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/inspirasi-kesehatan/mengawetkan-makanan-secara-alami-dan-sehat.html#:~:text=Selain%20memberikan%20rasa%2C%20gula%20pasir,gula%20sebagai%20pengawet%20disebut%20penggulaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *