Hidup Sehat dengan Sayuran Organik di Sudut Rumah

Dewasa ini, terlihat masyarakat yang mulai menyadari akan pentingnya pola hidup sehat. Pola hidup yang sehat tentunya akan membawa kita pada kesehatan jasmani. Salah satu bentuk kepedulian masyarakat pada pola hidup sehat adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan terbebas dari zat-zat kimia. Kesadaran masyarakat akan pentingnya bahaya zat kimia anorganik pada produk pertanian mulai terbangun, akibatnya masyarakat semakin selektif dalam mengonsumsi produk-produk pertanian. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan konsumsi pada sayuran organik saat ini, bahkan popularitas sayuran organik pun dapat dibilang cukup melejit.

Menurut Dlaimi dan Konglongo. 2014, pertanian organik adalah pertanian yang sitem pertaniannya tidak menggunakan bahan-bahan sintetis melainkan mengandalkan bahan-bahan alami dalam proses pembudidayaannya. Tujuan dari teknik pertanian organik adalah untuk menghasilkan produk pangan yang aman bagi konsumen dan produsennya tanpa merusak lingkungan.

Teknik pengelolaan pertanian untuk menghasilkan produk-produk organik sangat berbeda dengan pertanian konvensional, dalam pertanian organik unsur hara yang ada pada sisa tanaman dipindahkan dengan segera, pupuk kandang dan kompos berperan sebagai biomassa tanah yang kemudian setelah mengalami proses mineralisasi akan menjadi hara di dalam larutan tanah. Perbedaannya dengan pertanian konvensional adalah pada pertanian konvensional pemberian hara dilakukan dengan cepat dan langsung dalam bentuk larutan yang kemudian segera diserap dengan takaran dan jadwal pemberian yang sudah ditentukan.

Sedangkan, sayuran organik sendiri menjadi pilihan masyarakat karena dirasa pengelolaan serta pembudidayaannnya yang bersifat alami, terhindar dari jenis pupuk dan pestisida yang bersifat sintetis atau bahkan terhindar dari paparan radiasi guna mengusir hama serta membuat tanaman tahan lama sekaligus. Selain itu, sayuran organik juga tampaknya memberi jaminan kualitas yang lebih aman serta kandungan nutrisinya dirasa lebih tinggi dibanding sayuran biasa karena teknik pengelolannya. Hal ini pun menjadi alasan bagi sebagian masyarakat untuk beralih dari sayuran konvensional ke sayuran organik.

Beberapa keunggulan lain yang terletak pada sayuran organik dibanding sayuran konvensional adalah kandungan antioksidan yang dimiliki pada sayuran organik lebih tinggi sekitar 10-50%. Zat antioksidan adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh karena dapat memulihkan kondisi tubuh ketika terserang penyakit, zat antioksidan juga dapat disebut zat kekebalan tubuh. Kandungan vitamin C dan mineral esensial seperti kalium, magnesium, fosfor, zat besi, maupun krom pada sayuran organik lebih tinggi dibanding sayuran konvensional.

Sayuran organik umumnya dapat ditemui pada ritel-ritel modern atau tempat tertentu karena sayuran biasa dijual dengan harga yang relatif lebih, hal tersebut tentunya sejalan dengan kualitasnya yang juga tinggi. Kemasan pada produk sayuran organik juga perlu diperhatikan guna menjaga kesegaran dan keamanan dari sayuran itu sendiri. Peningkatan konsumsi sayuran organik tentunya menjadikan peluang bagi ritel-ritel modern untuk memperjual-belikan atau memasarkan produk sayuran organik. Eksistensi sayuran organik tidak hanya dibuktikan melalui tingginya angka konsumsi pada komoditas ini, melainkan masyarakat yang juga mulai berbondong-bondong untuk membudidayakan produk sayuran organik itu sendiri.

Pada masyarakat perkotaan yang minim akan lahan pertanian sekalipun dapat memanfaatkan ruang-ruang di sekitar pekarangan rumah untuk melakukan teknik urban farming guna membudidayakan sayuran organik. Pertanian urban farming seakan menjadi jawaban bagi masyarakat perkotaan yang hanya memiliki pekarangan namun ingin menghasilkan produk pangan yang sehat, khususnya pertanian urban farming dengan metode yang sudah disebutkan di atas, metode organik.

Lalu apakah yang dimaksud dengan konsep urban farming? Konsep urban farming adalah konsep pertanian yang menanfaatkan pekarangan rumah atau pemukiman serta lahan pada perkotaan untuk membudidayakan tanaman. Pertanian urban dapat dikatakan sebagai sebuah industri yang memproduksi, memproses, hingga memasarkan produk pertanian tersebut yang berupa bahan pangan nabati guna memenuhi permintaan sehari-hari konsumen perkotaan. Konsep pertanian urban farming pun dapat dikatakan sebagai gaya hidup masyarakat modern. Sedangkan, tujuan budidaya sayuran organik dengan metode urban farming adalah untuk menghasilkan komoditas pertanian pada pekarangan rumah yang terhindar dari residu kimia, sehingga aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi. Pada hakekatnya, konsep urban farming tidak hanya berpatokan sebagai pertanian pada lahan sempit namun konsep urban farming juga dapat memberikan manfaat yang lain seperti memberikan ruang hijau bagi pekarangan rumah.

Dengan adanya konsep urban farming, maka masyarakat kota yang mulai menyadari pentingnya kesehatan dan ingin menghasilkan serta mengonsumsi produk pertanian organik pun dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ditanami sayuran dengan sistem pertanian organik. Dampak langsung yang akan didapat dari mengelola pertanian organik di pekarangan rumah sendiri adalah kesehatan pribadi serta keluarga akan terjaga dengan mengonsumsi hasil panen yang kemungkinan bisa didapat setiap saat. Melalui penanaman yang kita kelola, kita dapat bertanggung jawab penuh terhadap tanaman yang kita tanam karena kita dapat mengontrol sendiri dampak buruk pestisida terhadap lingkungan, apalagi dengan pertanian organik ini. Tentunya, polusi udara dan air akan berkurang. Kita juga tidak perlu cemas akan kontaminasi pada tanaman yang kita tanam. Selain itu, mengonsumsi hasil panen yang kita kelola sendiri pastinya akan lebih menghemat pengeluaran karena harga sekantung benih jauh lebih murah dibandingkan dengan harga sayuran organik yang terdapat di ritel-ritel modern.

Kembali lagi pada tingginya tingkat konsumsi sayuran organik yang terjadi saat ini, dengan kandungan nutrisi dan zat antioksidannya yang lebih banyak membuat sayuran organik ini menjadi pilihan dalam meningkatkan taraf hidup sehat dibanding sayuran konvensional yang dalam proses pengelolaannya masih menggunakan zat-zat kimia seperti pestisida. Tentunya sayuran organik ini menjadi produk pertanian yang lebih unggul, terlebih jika sayuran organik ini didapat dari penanaman yang kita kelola sendiri di pekarangan rumah, selain mendapatkan kepuasan kita juga dapat menjaga keamanan serta kualitas dari tanaman tersebut.

Dengan pengonsumsian sayuran organik menggunakan konsep urban farming, tentunya kehidupan yang sehat bukanlah sekedar angan-angan belaka bagi masyarakat perkotaan. Hasil produk pertanian organik yang kita tanam sendiri tanpa menggunakan zat-zat kimia di pekarangan pun dapat kita konsumsi bersama keluarga di rumah. Pastinya, hal tersebut merupakan sebuah kegiatan positif yang berperan sebagai peningkatan taraf kehidupan sehat bagi masyarakat perkotaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dlamini, D. F., & Kongolo, M. 2014. Resource Use Efficiency in Organic Vegetable Production: A Case Study of Manzini Region, Swaziland. Journal of Agricultural Studies, 2(2), 52. https://doi.org/10.5296/jas.v2i2.5958

Mandei, I. J. R., Pangemanan, I. L. R. J., Tangkere, E. G., Pendidikan, K., & Kebudayaan, D. A. N. (2015). Strategi Pengembangan Pertanian Organik Sayuran Di Kelurahan Kakaskasen Dua Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Cocos, 6(2), 1–15.

Parlyna, R., & Munawaroh, M. (2011). Konsumsi Pangan Organik: Meningkatkan Kesehatan Konsumen? Econosains Jurnal Online Ekonomi Dan Pendidikan, 9(2), 157–165. https://doi.org/10.21009/econosains.0092.06

Prabowo, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Dalam Membeli Sayur Organik Di Transmart Plaza Medan Fair. 1–49. http://repositori.umsu.ac.id/handle/123456789/1387

Wigjopranoto, J., Raharjo, S., & Koncoro, T. A. (2015). Rumah Organik: Memanfaatkan Setiap Sudut Rumah untuk Bertanam Sayuran Organik. AgroMedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *