Filter Air Sederhana Sebagai Langkah Pelestarian Air Bersih

Tidak dapat dipungkiri, bahwa air adalah salah satu kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup.  Bahkan manusia tidak hanya menggunakan air untuk kebutuhan pangan, namun juga kebutuhan rumah tangga, kebutuhan produksi, kebutuhan industri, dan kebutuhan lainnya. Menurut siklus hidrologi, jumlah air yang tersedia di bumi ini tetap. Hal tersebut akan menimbulkan masalah krisis air, apabila jumlah makhluk hidup di bumi ini semakin meningkat. Terbukti, saat ini banyak daerah yang mengalami kekeringan, bahkan saat musim penghujan.

Dunia saat ini tengah menghadapi masalah krisis air. Jumlah air bersih di bumi yang dapat dikonsumsi kini hanya 1%, dan tidak semua masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Dari data WHO 2015 ditemukan fakta bahwa jumlah penduduk yang masih kesulitan dalam mengakses air bersih mencapai ±663 juta penduduk. Dilansir dari World Water Assesment Programme (WWAP), UNESCO meramalkan hampir dua pertiga penduduk dunia akan tinggal di daerah-daerah yang mengalami kekurangan air pada tahun 2025 nanti. Parahnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah mencatat Indonesia menempati peringkat terburuk dalam bidang pelayanan ketersediaan air bersih dan layak konsumsi se-Asia Tenggara pada tahun 2012.

Dilansir dari merdeka.com, Baru-baru ini, masyarakat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tengah dilanda oleh krisis air bersih. Pada Rabu, 11 November 2020, Dwi Sukarmei , selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung menyatakan bahwa dibutuhkan bantuan pasokan air bersih untuk kurang lebih 10 desa yang tersebar di 10 kecamatan dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut membuktikan bahwa memang benar, jika Indonesia masih memiliki sistem pengelolalaan air bersih yang buruk.

Apabila dibandingkan dengan negara-negara maju, Indonesia tentu masih jauh tertinggal. Di Jepang contohnya, kita bahkan dapat mendapatkan air minum hanya dari sumber air keran. Tidak heran demikian, bahkan sungai dan selokan di Jepang memiliki air yang jernih. Sebaliknya, sebagian besar air sungai di Indonesia juga memiliki kualitas yang buruk, dan dikategorikan tercemar. Konsumsi air tercemar sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, karena didalamnya terkandung berbagai macam bakteri dan zat-zat beracun. Beberapa virus yang mungkin saja terkandung didalam air tercemar adalah sebagai berikut :

  1. Salmonella : Menimbulkan penyakit seperti dehidrasi, sakit perut, diare, demam, bahkan infeksi pada usus.
  2. E.coli : Bila sampai terinfeksi, maka akan beresiko terjangkit diare yang bahkan disertai darah.
  3. Hepatitis A : Dapat menimbulkan resiko penurunan fungsi hati.

Hal tersebut tentu sangat mencemaskan, dan oleh karena itu, ketersediaan air bersih harus terus kita jaga. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai upaya pencegahan pencemaran air, seperti sebagai berikut :

  1. Menggunakan air secara hemat dan bijaksana.
  2. Tidak membuang sampah sembarangan, terutama bahan-bahan kimia yang dapat mencemari air.
  3. Mengurangi penggunaan bahan kimia.
  4. Mendaur ulang bahan bekas.

Selain mencegah tercemarnya air, kita juga dapat memperbaiki kualitas air yang sudah rusak. Salah satu caranya adalah dengan cara membuat saringan (filter) air. Sistem filter air sendiri sudah ada sejak abad ke-12, saat itu Hippocrates melakukan eksperimennya sendiri dalam pemurnian air, meskipun desainnya belum sempurna. Sementara itu, penggunaan saringan pasir yang pertama kali  dimulai pada 1804, di Paisley, Skotlandia dan bertujuan untuk memurnikan air. 

Di era kini, Filter banyak dibutuhkan dalam bidang industri. Banyak sekali ragam dan jenis dari filter air yang kini tersedia. Umumnya, beberapa jenis filter air yang sering digunakan dalam dunia industri adalah filter UV dan juga filter keramik.

Filter Keramik terbuat dari material keramik, yang memiliki fungsi penyaring air yang sangat baik. Biasanya material keramik pada filter ini akan dilengkapi dengan senyawa karbon aktif dan nano silver, yang ampuh membunuh berbagai senyawa mikroorganisme dalam air, menghilangkan senyawa kimia berbahaya, serta menghilangkan aroma tak sedap. Pori yang kecil pada filter keramik ini, membuatnya dapat menyaring air dengan baik. Ukuran diameter pori pada filter ini amat beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan.

Filter keramik ini banyak digunakan di negara-negara berkembang dengan krisis air bersih. Proses penjernihan air dengan filter ini mampu menurunkan jumlah bakteri E.coli  yang membahayakan tubuh. Bahkan dalam Program Air dan Sanitasi yang diselenggarakan UNICEF, disebutkan bahwa filter ini mampu menurunkan tingkat penyakit diare pada masyarakat secara signifikan.

Seiring dengan berjalannya waktu, maka teknologi pun kian maju. Filter UV ini adalah salah satu bukti kemajuan teknologi. Filter ini sangat aman, dan bahkan gelombang UV yang dipancarkan filter ini mampu membunuh 99% kuman dan juga mikroorganisme lain seperti spora, virus, dan bakteri. Filter UV ini memiliki dua jenis, yakni Low Pressure UV dan Medium Pressure UV.

Namun untuk skala rumahan, filter air ini dapat kita buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat. Dengan menggunakan filter air ini, tentu kita secara tidak langsung turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian air. Selain itu, kita juga bisa menghemat pengeluaran. Ada beberapa cara untuk membuat filter air ini.

Cara pertama adalah dengan penyulingan air. Dibawah ini merupakan beberapa bahan yang dibutuhkan :

  • Pemanas air
  • Selang air atau pipa
  • Wadah

Langkah-langkah penyulingan air ini adalah sebagai berikut :

  1. Rebus air yang terkontaminasi dengan suhu konstan sampai menghasilkan uap-uap air.
  2. Nantinya, uap-uap air yang terkumpul akan tersalur lewat pipa,lalu akan masuk ke wadah penampungan.
  3. Air yang terkumpul di wadah siap digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Cara kedua adalah dengan cara membuat saringan air dari drum. Bahan-bahan yang diperlukan diantaranya :

  • Batu alam
  • Ijuk
  • Arang dari batok kelapa
  • Pasir halus
  • Kerikil
  • 2 buah drum
  • Wadah

Langkah pembuatannya cukup mudah. Cukup susun bahan-bahan filter dalam drum pengendapan dengan susunan berikut dari atas ke bawah : Batu 10 cm- Ijuk 20 cm- Arang 10 cm- Pasir 20 cm- Ijuk 5 cm- Kerikil 20 cm. Setelah itu alirkan air yang tercemar ke drum pengendapan, dan alirkan kembali air dari drum penyaringan. Air dari drum penyaringan sudah siap digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Cara terakhir, dengan cara membuatnya dari ijuk sederhana. Berikut bahan-bahan yang diperlukan :

  • Batu kerikil
  • Ijuk
  • Arang
  • Botol plastik bekas
  • Penopang botol
  • Kain/Spons
  • Wadah tampungan air

Langkah-langkah pembuatannya cukup mudah, yakni sebagai berikut :

  1. Cuci botol plastik, potong menjadi dua. Cukup gunakan bagian atas.
  2. Masukkan kain /spons pada bagian paling bawah botol bagian atas tadi.
  3. Masukkan ijuk, dan tekan-tekan sampai memadat.
  4. Masukkan arang dan sabut kelapa, tekan-tekan sampai memadat.
  5. Tuangkan kerikil hingga penuh.
  6. Beri penopang pada botol penjernihan air sederhana ini, supaya dapat berdiri dengan kokoh.
  7. Untuk menampung air yang telah disaring, letakkan wadah di bagian bawah mulut botol.

 

 

Daftar Pustaka

Amalia, B., & Sugiri, A. (2014). Ketersediaan Air Bersih Dan Perubahan Iklim: Studi Krisis Air Di Kedungkarang Kabupaten Demak. Teknik Perencanaan Wilayah Kota, 3(2), 2.

Harijati, S., Sadjati, I. M., Handayani, S. K., & Dkk. (2017). Optimalisasi Peran Sains & Teknologi untuk Mewujudkan Smart City. In Universitas Terbuka. http://repository.ut.ac.id/7068/1/UTFMIPA2017-ALL.pdf#page=226

Ricker, R. (2017). History of water filters. https://www.spasandstuff.com/history-of-water-filters

Sari, H. R. (2020, November). Musim Penghujan, Sepuluh Desa di Temanggung Krisis Air Bersih. Merdeka.Com, 1. https://www.merdeka.com/peristiwa/musim-penghujan-sepuluh-desa-di-temanggung-krisis-air-bersih.html

Syabani, T. S. (2020). Cara Penjernihan Air Sederhana di Rumah _ Diminum & Kebutuhan Harian. 99.Co. https://www.99.co/blog/indonesia/penjernihan-air/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *