Hidup Sehat dengan Sayuran Organik di Sudut Rumah

Dewasa ini, terlihat masyarakat yang mulai menyadari akan pentingnya pola hidup sehat. Pola hidup yang sehat tentunya akan membawa kita pada kesehatan jasmani. Salah satu bentuk kepedulian masyarakat pada pola hidup sehat adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan terbebas dari zat-zat kimia. Kesadaran masyarakat akan pentingnya bahaya zat kimia anorganik pada produk pertanian mulai terbangun, akibatnya masyarakat semakin selektif dalam mengonsumsi produk-produk pertanian. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan konsumsi pada sayuran organik saat ini, bahkan popularitas sayuran organik pun dapat dibilang cukup melejit.

Menurut Dlaimi dan Konglongo. 2014, pertanian organik adalah pertanian yang sitem pertaniannya tidak menggunakan bahan-bahan sintetis melainkan mengandalkan bahan-bahan alami dalam proses pembudidayaannya. Tujuan dari teknik pertanian organik adalah untuk menghasilkan produk pangan yang aman bagi konsumen dan produsennya tanpa merusak lingkungan.

Read More …

Budidaya Paprika Menggunakan Metode Hidroponik

Dewasa ini, mulai banyak orang untuk terjun menggeluti budidaya tanaman berbasis urban farming. Urban farming merupakan suatu konsep kegiatan yang mengubah pertanian konvensional menjadi pertanian perkotaan. Salah satu konsepnya yaitu dengan menggunakan metode hidroponik. Di saat pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, hal tersebut dilakukan banyak orang yang memiliki lebih banyak kegiatan di rumah untuk menjadikannya sebuah hobi bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai peluang usaha baru di masa perkembangan teknologi saat ini. Mengapa hal tersebut banyak dilakukan banyak orang? dikarenakan urban farming sendiri merupakan salah satu konsep gaya hidup yang cocok dan mudah dilakukan bahkan, urban farming merupakan salah satu usaha yang menguntungkan di masa kini.

Hidroponik merupakan sistem pertanian yang dilakukan menggunakan media tanam air yang berisi larutan nutrient. Budidaya hidroponik biasanya dilakukan di dalam rumah kaca untuk menjaga pertumbuhan tanaman secara optimal dan tetap terlindungi dari unsur luar seperti hujan, iklim, dan hama penyakit. Hasil panen dari hidroponik dinilai lebih sehat karena konsep tersebut menerapkan sistem penanaman organik. Bahkan dari segi finansial harga jual tanaman hidroponik lebih tinggi daripada tanaman non-hidroponik, hasil panen yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi salah satunya yaitu paprika. Tanaman paprika (Capsicum Annuum  L.) merupakan tanaman hortikultura berjenis sayuran yang masih satu keluarga dengan tanaman cabai , paprika termasuk tanaman yang mudah dan cepat mengalami pertumbuhan dan dapat menguntungkan apabila dibudidayakan, dikarenakan tanaman tersebut dianggap jenis tanaman hidroponik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan, mampu menangkal penyakit penyakit berbahaya seperti kanker dan jantung.

Untuk melakukan proses budidaya paprika menggunakan metode hidroponik kita perlu mempersiapkan beberapa lahan, alat, dan bahan-bahan. Alat dan bahan yang perlu disiapkan yaitu berupa:

  1. Tray semai/Wadah, alat ini berfungsi untuk mengurangi risiko kerusakan akar saat transplanting dan juga memudahkan dalam menghitung jumlah benih yang ditanam.
  2. Nursery, alat ini berfungsi sebagai tempat berprosesnya benih menjadi bibit yang siap ditanam
  3. Benih Paprika, benih paprika yang ada seperti Spertacus F1, Goldflame F1, dan Kelvin F1.
  4. Media semai, bahan ini digunakan sebagai media untuk menunjang pertumbuhan tanaman, media yang biasa digunakan berupa sekam bakar/rockwool-grodan.
  5. Hygrometer/Thermometer, alat ini dapat digunakan untuk mengukur kadar pH dalam air, sehingga tanaman dapat bertumbuh lebih optimal.
  6. Pinset,  alat ini berfungsi sebagai alat bantu semai benih yang kecil pada media semai, dan memudahkan mengambil benih kecil yang akan ditanam.
  7. Alat semprot, kegunaan alat ini berfungsi untuk penyiraman rutin agar tetap terjaga keperawatannya.

Setelah sudah lengkap semua perlengkapan alat dan bahannya, hal yang selanjutnya dilakukan yaitu mempersiapkan benih paprikanya. Untuk mendapatkan benih tersebut dapat temui di pasar terdekat atau menemuinya lewat platform e-commerce. Pastikan Anda selalu menggunakan benih yang berkualitas. Disarankan untuk tidak menyemai benih paprika yang diambil langsung dari buahnya, sebab, kebanyakan paprika yang dijual merupakan hasil dari tanaman hybrid, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan yang didapatkan anakannya berbeda dari induknya, bahkan bibit yang akan ditumbuh tidak bisa berbuah. Jika sudah mendapatkan benih yang berkualitas, langkah awal untuk memulai pembudidayaannya yaitu dengan melakukan penyemaian benih. Penyemaian merupakan proses menumbuhkan biji menjadi bibit, langkah berikut merupakan cara penyemaian bibit paprika:

  1. Gunakan benih yang memiliki daya kecambah mencapai 90%
  2. Merendam bibit paprika ke dalam air yang memiliki suhu 10°C dan kelembaban 40°C selama kurang lebih 2 jam
  3. Mencampurkan sekam atau pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:3 untuk media penyemaian
  4. Tanam bibit yang sudah di rendam sebelumnya, ke dalam media semai sedalam 1 cm
  5. Memosisikan tempat yang jarang terkena sinar matahari untuk tempat penyimpanan benih
  6. Pemeliharaan bibit meliputi penyiraman yang dilakukan secara rutin 1-2 kali sehari guna mempercepat proses tumbuh menjadi tunas
  7. Mengatur kembali jarak antar  tanam agar daun tidak saling menutupi
  8. Bibit paprika sudah siap dipindahkan ke media tanam jika bibit sudah berumur di atas 24 hari.

Proses selanjutnya setelah tahap penyemaian bibit yaitu mempersiapkan dan memindahkannya ke media tanam, tetapi sebelum media ditempatkan, masukkan terlebih dahulu media ke dalam polybag atau pot. Gunakan media seperti sekam bakar atau rockwool-grodan agar tidak mudah padat, tidak menyerap banyak air dan mengandung unsur hara. Pemindahan ke dalam media tanah juga perlu diperhatikan, agar tidak mengalami stress pada tanaman paprika, pemindahan ini juga memiliki waktu yang baik untuk dilakukan, pagi atau sore merupakan waktu yang disarankan untuk dilakukannya proses pemindahan, karena paprika merupakan jenis tanaman yang sensitif terhadap sinar matahari secara langsung. Gunakan proteksi berupa paranet agar mengurangi intensitas cahaya yang diterima dan penanaman paprika lebih optimal.

Apabila sudah dilakukan pemindahan, selanjutnya yaitu proses penempatan bibit paprika satu persatu pada setiap media yang sudah disiapkan dengan memakai pinset. Setelah itu tutup bibit yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa, kemudian bibit bibit tersebut ditempatkan di Tray semai dengan suhu optimal 20-25°C. Pasang lampu bila suhunya rendah dan semprotkan air menggunakan hand sprayer ke dalam tray semai apabila mengalami kelembaban, cara tersebut merupakan pengaturan suhu pada tray semai. Apabila bibit sudah mempunyai kotiledon yang tumbuh sempurna, selanjutnya lakukan pemindahan bibit ke dalam polybag atau pot yang sudah tercampur larutan AB mix dengan EC 2.5 S/cm dan pH 5,5.

Tahap selanjutnya yang perlu dilakukan pada penanaman paprika ini yaitu memangkas tunas vegetatif yang sering muncul di batang utama, hal tersebut bertujuan untuk membentuk tanaman dengan cara mengontrol atau mengarahkan pertumbuhan tanaman dan juga meningkatkan kualitas pada buah yang dihasilkan.

Di tahap ini merupakan tahap terakhir untuk melakukan proses pemanenan yaitu proses pemeliharaan yang harus melakukan penyiraman rutin sebanyak 1-2 kali sehari tergantung cuaca serta pengendalian pada hama dan gulma yang akan tumbuh di sekitar tanaman paprika. Pemberian pupuk susulan juga harus dilakukan untuk menjaga nutrisi tanaman seperti (JORO A&B Mix) dengan EC. 1,5 ms/cm dan pH 5,5. Untuk pemeliharaan tetap terjaga usahakan posisi tanaman jangan terlalu dekat antar tanaman.

Hasil pemanenan akan dapat didapatkan setelah 3 bulan sejak masa tanam apabila kita melakukan beberapa tahapan di atas. Dari hasil pemanenan dapat kita gunakan maupun dijadikan sebuah keuntungan untuk menambah penghasilan dikarenakan buah paprika yang memiliki harga yang cukup mahal. Penghasilan tersebut bisa lebih dikembangkan apabila kita melakukan kerja sama dengan para kelompok petani, menyuplai hasil panen kita ke restoran atau supermarket, menjual secara langsung ke pasar. Hal tersebut dapat kita lakukan jika ada kemauan untuk melakukan bisnis di bidang pertanian.

 

REFERENSI

Cara Menanam Paprika Hidroponik. (n.d.). From https://bukubiruku.com/cara-menanam-paprika-sistem-hidroponik/

11 Jenis Tanaman Hidroponik Bernilai Ekonomi Tinggi _ Bibit Online. (n.d.). From https://bibitonline.com/artikel/11-jenis-tanaman-hidroponik-bernilai-ekonomi-tinggi

DISPERTAN.BANTENPROV.GO.ID | Budidaya Paprika Hidroponik. (n.d.). From https://dispertan.bantenprov.go.id/lama/read/artikel/572/Budidaya-Paprika-Hidroponik.html

Urban Farming dengan Sistem Hidroponik Menjadi Usaha Menguntungkan di 2020 – Jurnal. (n.d.). From https://www.jurnal.id/id/blog/urban-farming/#Kelebihan_dan_Kekurangan_Konsep_Hidroponik

Cara Menyemai Bibit Paprika | Bibit Online. (n.d.). From https://bibitonline.com/artikel/cara-menyemai-bibit-paprika

(DOC) Makalah Fisika Terapan. Tanaman Hidroponik Disusun oleh keompok 9 | yessa febriana – Academia.edu. (n.d.). From https://www.academia.edu/34727969/Makalah_Fisika_Terapan_Tanaman_Hidroponik_Disusun_oleh_keompok_9

 

 

 

 

 

Memanfaatkan Pekarangan Rumah Menjadi Tempat Budidaya Kangkung dengan Metode Hidroponik

Di masa pandemi yang tengah melanda hampir seluruh negara di belahan dunia membuat beberapa sektor pekerjaan mulai menurun dan tidak berkembang. Akibatnya, banyak perusahaan yang terpaksa harus memberhentikan atau mem-PHK karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Tidak sedikit bagi mereka yang merasa terpukul dan kesulitan terutama dalam segi ekonomi yang mulai surut setiap harinya. Maka dari itu, alternatif-alternatif lain sangat diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan kegiatan urban farming atau bertani dengan memanfaatkan lahan yang ada. Seperti yang telah kita ketahui, disaat berbagai sektor pekerjaan harus mengalami penurunan diakibatkan pandemi Covid-19, salah satu sektor yang dapat bertahan dan terus berkembang yaitu sektor pertanian. Maka dari itu, kegiatan bertani dapat dilakukan untuk membantu dan setidaknya sedikit demi sedikit dapat membantu perokonomian yang mulai surut.

Read More …

Budidaya Bawang Merah Menggunakan Metode Hidroponik Sistem Wick

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum L) atau brambang merupakan salah satu produk hortikultura unggulan Indonesia yang produk bibitnya terus ditingkatkan untuk memperoleh bibit yang bermutu dan sehat. Bawang merah adalah tanaman semusim yang mempunyai umbi berlapis-lapis dengan biji keping satu (monokotil), memiliki daun dengan bentuk silinder berongga, dan akarnya serabut. Pangkal daun yang berlapis, membesar, menyatu dan membentuk batang yang tumbuh hingga membentuk umbi berlapis. Menurut (Anonim, 2007) umbi bawang merah beragam warna, dari warna merah muda, merah pucat, merah cerah, merah keunguan, hingga merah kekuningan. Selain termasuk tanaman umbi-umbian, bawang merah juga termasuk tanaman rempah-rempah. Bawang merah sering digunakan sebagai bahan bumbu masakan dan penyedap masakan. Selain itu, bawang merah mengandung zat dan senyawa yang dapat digunakan sebagai obat alternatif dan berguna bagi kesehatan. Di Indonesia untuk permintaan bawang merah mengalami kenaikan senilai 5% dari tahun ke tahun. Hal tersebut disebabkan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Selanjutnya BPS (2004) menjelaskan bahwa impor bawang merah menyentuh 56710 ton, ini dikarenakan kapasitas produksi bawang merah Indonesia masih kurang yaitu 9,2 ton/ha. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan bawang merah di dalam negeri masih tinggi dibandingkan dengan penawarannya. Oleh karena itu, perlunya peningkatan produktivitas bawang merah di dalam negeri. Meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan akan bawang merah  mengalami kenaikan sedangkan lahan yang tersedia kian sempit.

Read More …

Manfaat Penanaman Lili Paris dengan Metode Wall Gardening di Wilayah Perkotaan

Wilayah perkotaan berkembang dengan sangat pesat. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya lahan terbuka hijau ditengah masyarakat di wilayah perkotaan. Banyak aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat sangat merugikan lingkungan seperti menebang pohon untuk keperluan pembangunan. Kondisi ini tidak hanya merugikan lingkungan, namun juga merugikan masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut karena ketidaktersediaannya lahan hijau yang berfungsi sebagai penyedia udara bersih bagi masyarakat. Bahkan, dengan berada di ruangan tetutup bukan berarti kita terjaga dan terbebas dari senyawa berbahaya di udara.

Read More …

Budidaya Padi Menggunakan Polybag Dengan Sistem Urban Farming

Sumber Gambar: antvklik.com

Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) atau biasa disebut beras merupakan salah satu tanaman budidaya paling penting di negara-negara berkembang khususnya seperti Indonesia (Harjadi, 1983). Konsumen beras terbesar di dunia di pegang oleh Indonesia. Karena kita sudah terbiasa makan dengan nasi (tiga kali sehari) berbeda dengan orang-orang barat yang cenderung mengkonsumsi gandum dan jagung. Menurut data Kementerian Pertanian, Negara Indonesia termasuk penghasil beras terbesar di dunia, yaitu tepatnya ada di posisi ke-3. Karena luas lahan yang digunakan untuk produksi padi terhitung cukup luas, yaitu sekitar 15,8 juta hektar pada tahun 2017. Namun setiap tahun nya negara kita kehilangan ratusan bahkan ribuan hektare lahan pertanian yang dialih fungsikan menjadi lahan properti, infrastruktur, dan lain-lain. Hal ini bisa mengancam lahan pertanian atau sawah di Indonesia, bisa saja semakin lama Indonesia akan kehabisan lahan untuk pertanian, dan lahan penghijauan akan semakin berkurang yang mana bisa mengakibatkan pencemaran udara dan kondisi lingkungan akan menjadi kurang baik.

Read More …

Menjaga ketahanan Pangan Melalui Pertanian Berbasis Urban Farming dengan Sistem Vertikultur

Saat ini, peneliti memperkirakan bahwa pada tahun 2050 populasi dunia akan mencapai 9 miliar penduduk. Dimana 70 % diantaranya akan tinggal di daerah perkotaan. Artinya lahan terbuka untuk pertanian akan sedikit. Perubahan ini sejalan dengan peralihan iklim dan terbatasnya sumber daya alam terutama pasokan pangan. Kebutuhan pangan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dan sangat krusial, karena tanpa pangan manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Lalu bagaimana solusi bagi kita untuk mengatasi krisis pangan ditengah berkurangnya lahan pertanian? Urban Farming dapat menjadi jawaban dari permasalahan tersebut.

Read More …

Mengoptimalkan Potensi Lahan Sempit dengan Sistem Vertikultur

Seiring pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat, semakin tinggi pula permintaan akan lahan pemukiman masyarakat. Hal ini menyebabkan peralihan fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan pemukiman. Sayangnya,alih fungsi lahan ini tidak diimbangi dengan pembukaan lahan pertanian baru. Bahkan akhir-akhir ini dapat kita sadari bahwa lahan pertanian di Indonesia semakin hari semakin berkurang,dan tergantikan oleh berbagai kompleks perumahan dan gedung-gedung perkantoran. Padahal, pertanian merupakan sektor yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang semakin tinggi.

Read More …

Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.)

Gambar 1. Tanaman Bunga Rosella Merah (Sumber: https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-rosella/)

Bunga Rosella atau Hibiscus sabdariffa L merupakan tanaman bunga yang pada awalnya tumbuh subur di benua Afrika. Bunga Rosella pada awalnya hanya digunakan sebagai hiasan dari suatu taman kecil di rumah dan juga seringkali dijadikan minuman hangat ketika musim dingin telah tiba serta dijadikan minuman dingin ketika musim panas. Sebuah penelitian mengungkap bahwa kandungan dari suatu tanaman bunga rosella yang bermanfaat bagi kesehatan adalah pada bagian kelopak bunganya. Kelopak bunga rosella dalam kondisi kering mengandung senyawa aktioksidan. Zat antioksidan bagi tubuh sangat bermanfaat untuk melindungi sel di dalam tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, dimana radikal bebas merupakan pemicu terjadinya kanker.

Struktur dari tanaman bunga Rosella sama dengan tanaman bunga herbarium lainnya, yaitu bunga yang memiliki ukuran besar serta berwarna merah hingga kuning yang semakin gelap di tengah bunganya. Keluarga dari bunga Rosella ini adalah Malvaceae yaitu keluarga tanaman yang merupakan tanaman semak bercabang banyak, warna dari bunga dan batang serupa dan mencolok, warna daun hijau gelap hingga memiliki batang yang mengandung serat yang banyak sehingga menjadikan tanaman bunga Rosella ini kuat.

Read More …