Konservasi Hutan Mangrove

Seperti yang bisa kita lihat pada saat ini lahan terbuka hijau di Indonesia sangatlah minim, khususnya pada kota-kota besar. Pesatnya pembangunan infrastruktur yang terjadi membuat sedikitinya lahan terbuka hijau yang tersisa. Dalam menanggapi kurangnya lahan terbuka hijau ini perlu dilakukan beberapa hal. Seperti misalnya, melakukan pengembangan serta strategi dalam memperbaiki ruang terbuka hijau hutan mangrove. Strategi tersebut dapat dilakukan melalui 3 aspek yang berlandaskan konsep ekowisata.

Apa saja kah yang menjadi konsep ekowisata tersebut? Aspek yang pertama mencakup tentang jenis mangrove, teknik bagaimana cara menanam mangrove tersebut beserta polanya, aspek tersebut termasuk ke dalam aspek teknis. Kemudian, pada aspek mencakup tentang jumlah kepadatan penduduk, peran yang diberikan dari setiap masyarakat, serta kesadaran yang dimiliki oleh masing-masing masyarakat dalam menjaga hutan mangrove tersebut. Tiga hal tersebut termasuk ke dalam aspek sosial. Kemudian, yang terakhir adalah aspek kelembagaan. Sebagaimana aspek kelembagaan tersebut mencakup dukungan dari pemerintah, dukungan Peraturan Perundangan, serta Partisipasi dari Badan Lingkungan Hidup. Dari 3 aspek tersebut, diharapkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi hutan mangrove dan ekowisata mangrove dapat terbangun.

Read More …

Manfaat Air Leri Dan Cangkang Telur Untuk Tanaman

Sebagai orang indonesia kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan nasi, kita setiap harinya makan dengan nasi dan kebanyakan dari kita tidak dapat dipisahkan dari nasi. Hal itu karena nasi merupakan bahan makanan pokok untuk kebanyakan orang indonesia. Namun tahukan bahwa sebenarnya ada sesuatu yang sama berharganya dengan nasi itu sendiri? Yaitu air leri.

Air leri dengan cangkang telur, merupakan limbah yang dapat dihasilkan oleh setiap rumah setiap harinya. Namun siapa sangka bahwa pada kedua limbah rumah tangga ini terdapat keterkaitan yang mana mungkin tidak pernah muncul di pikiran orang banyak.

Cangkang telur merupakan cangkang atau lapisan terluar dan terkeras yang berfungsi untuk melindungi isi telur. Air leri atau air bekas pencucian beras merupakan air yang kita dapat dari mencuci beras sebelum memulai proses memasak beras tersebut. Setiap kali mengolah beras atau telur, kita sering kali tidak mempergunakan limbah yang dihasilkan kedua benda tersebut bahkan kita malah membuangnya. Namun ternyata, air leri dan cangkang telur itu terlalu sayang untuk dibuang, karena air leri dan cangkang telur mempunyai banyak manfaat.

Read More …

Penggunaan Irigasi Curah Otomatis untuk Lahan Kering

Irigasi merupakan proses pemberian air secara buatan pada tanah yang diolah dengan sistematis. Irigasi ini mempunyai tujuan agar tanaman yang ditanam pada suatu lahan dapat terpenuhi kebutuhan airnya, tidak hanya mengandalkan air alami yang didapatkan ole tanaman seperti hal nya dari pasokan air hujan atau air tanah. Hal ini dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh secara optimal dan terhindar dari kekeringan atau kekurangan air. Irigasi ini juga diharapkan sampai pada kondisi pF (retensi lengas tanah) antara 2.54 (kapasitas lapang) sampai dengan 4.2 (titik layu permanen). Kondisi pF dibawah 2 akan mengakibatkan genangan dan perkolasi pada lahan tanam, jika diatas 4.2 maka tanaman sudah tidak dapat menyerap air lagi dari tanah sehingga tanaman akan layu nantinya. Pemberian air atau irigasi terbagi menjadi empat metode, yaitu: irigasi permukaan, irigasi bawah permukaan, irigasi curah, dan irigasi tetes (Tusi, 2016).

Read More …

Manfaat Tanaman Kale Sebagai Bahan Untuk Masakan

Saat ini di dalam bidang pertanian banyaknya bermunculan metode-metode baru untuk menunjang kegiatan dan kualitas dari berbagai komoditas. Para penggiat di bidang pertanian mulai banyak mengembangkan teknologi agar tanaman atau sayuran dapat di olah menjadi macam-macam bahan untuk kebutuhan pangan di masyarakat. Saya membuat artikel ini agar dapat menambah pengetahuan akan komoditas pertanian ini yang di Indonesia belum terlalu dikenal. Artikel ini akan membahas juga kegiatan pertanian yang dinamakan urban farming. Kegiatan pertanian di lahan terbatas ini sedang digandrungi oleh masyarakat dunia pada tahun-tahun belakangan ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna.

Read More …

Penyiraman menggunakan Air cucian beras untuk tomat Hidroponik

Nasi merupakan makanan pokok bagi orang Indonesia. Banyak orang yang mengatakan jika belum makan nasi artinya kita belum makan sama sekali. Mungkin masih sedikit orang yang tahu bahwa air dari bekas cucian beras bisa bermanfaat bagi tanaman.dilansir dari kompas.com, Eny Palupi seorang dosen Departemen Gizi Masyarakat dari IPB mengatakan bahwa air cucian beras bermanfaat bagi tumbuh kembang tanaman karena memiliki kandungan nutrisi dan juga vitamin yang membantu pertumbuhan tanaman. Air cucian beras adalah limbah cair yang didapat dari hasil pencucian beras untuk kita masak menjadi nasi.

Read More …

Degradasi Lahan kian Memburuk, Solusinya?

Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan karena dilintasi oleh garis khatulistiwa. Hal ini sangat menguntungkan Indonesia di sektor bidang pertanian sebab tanahnya menjadi sangat subur. Akan tetapi, degradasi (penurunan kualitas) lahan kini semakin memburuk akibat dari tidak terkontrolnya pembangunan pertanian, aktivitas pertambangan, dan industri yang dilakukan secara ilegal maupun legal dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dan ekonomi negara. Akibatnya, unsur hara penting dan air bersih dalam tanah terkikis dan tercemar oleh residu kimia yang berbahaya akibat limbah-limbah yang tidak dikelola dengan baik tersebut. Contoh dari residu kimia berbahaya ini adalah pupuk anorganik, pestisida sintetis, logam berat beracun, dan belerang dioksida (SO2) yang dapat mengakibatkan hujan asam. Ekosistem perairan juga ikut terganggu karena air hujan yang mengalir melewati tanah membawa residu kimia berbahaya ke danau, sungai, dan laut. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat juga menjadi salah satu penyebab dari degradasi lahan karena terbatasnya ketersediaan lahan sebagai tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan pembukaan lahan baru yang biasanya dilakukan dengan cara pembakaran atau penebangan hutan yang pengelolaannya kurang diperhatikan bahkan sembarangan. Bencana alam juga merupakan salah satu dari faktor penyebab degradasi lahan, contohnya banjir bandang, kekeringan, longsor, erosi, gempa bumi, dan meletusnya gunung berapi. Namun di Indonesia, degradasi lahan paling menonjol adalah akibat dari longsor atau erosi.

Read More …

Manfaat Irigasi Tetes untuk Tanaman Jagung

Air merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting bagi semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan. Kebutuhan air untuk tumbuhan bisa dilakukan dengan irigasi.  Irigasi atau pengairan adalah suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh manusia terutama para petani, untuk mengairi lahan pertanian pada musim hujan. Irigasi juga dapat diartikan sebagai penyediaan, pembagian, pemberian dan pengaliran air dengan menggunakan saluran tertentu. Irigasi ini ada berbagai jenis, yaitu irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi bawah permukaan, irigasi dengan pompa air, irigasi dengan menimba air dari sumber air lalu disiramkan ke tanaman secara manual, dan masih banyak irigasi lainnya. Salah satu irigasi yang akan saya bahas yaitu irigasi tetes. Irigasi tetes merupakan salah satu cara pengairan tanaman yang menghemat air dan juga pupuk, caranya dengan meneteskan air secara perlahan ke dalam akar tanamannya. Media irigasi tetes ini ada berbagai jenis, yaitu dari bahan botol plastik, dari selang drip, dari emiret atau pemancar, dan dari tabung marihot.

Read More …

Manfaat Pasir Vulkanik Bagi Pemurnian Air

Gunung bisa diartikan sebagai tonjolan permukaan tanah yang tinggi bahkan sangat tinggi dibanding dengan daerah sekitarnya. Mengacu dari KBBI, gunung dapat didefinisikan sebagai bukit yang sangat besar dan tinggi dengan batas minimal berketinggian lebih dari 600 mdpl. Hal ini selaras dengan standar yang ditetapkan oleh Encyclopaedia Britannica yang menyebutkan bahwa suatu bukit dapat dikategorikan sebagai gunung mempunyai ketinggian minimal 2000 kaki atau sekitar 610 mdpl.

Gunung sendiri bukan hanya sebuah hiasan Tuhan di muka bumi. Gunung dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu gunung aktif, gunung istirahat, dan gunung mati. Gunung aktif bisa diartikan sebagai gunung yang masih mengalami atau terjadi aktivitas vulkanik di dalam perut gunung tersebut yang sewaktu-waktu dapat keluar menjadi letusan gunung berapi. Kemudian, gunung istirahat adalah gunung yang sudah lama tidak menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dan bisa menjadi gunung mati namun masih ada kemungkinan untuk gunung tersebut aktif kembali walaupun sudah berlangsung selama ratusan bahkan ribuan tahun. Yang ketiga yaitu gunung mati adalah gunung yang sudah tidak menunjukkan aktivitas vulkanik atau dengan kata lain bukan gunung berapi.

Read More …

Tanaman Penyerap Polutan Metropolitan

Saat ini pencemaran udara akibat aktivitas manusia di kota-kota besar seluruh dunia sudah melampaui Nilai Ambang Batas (NAB). Nilai Ambang Batas adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien, udara ambien sendiri merupakan udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan berpengaruhi bagi kesehatan umat manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

Menurut National Geographic, polusi udara adalah campuran partikel dan gas yang dapat mencapai konsentrasi berbahaya baik di luar maupun diluar ruangan. Sebagian besar polusi udara yang diakibatkan oleh aktivitas manusia berbentuk serupa debu dengan ukuran yang sangat kecil seperti diameter rambut (partikel) atau bahkan lebih kecil (partikel sangat halus). Partikel ini sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan manusia, karena dapat menyebabkan penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), asma, bronkitis pneumonia sampai gangguan pada jandung dan paru-paru.

Read More …