Permasalahan Nyata yang Terjadi pada Aliran Sungai Cikapundung

Hamparan dari suatu wilayah atau kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi atau punggung bukit yang fungsinya untuk menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta untuk mengalirkannya melalui anak anak sungai dan keluar pada satu titik adalah pengertian dari daerah aliran sungai (DAS) dan definisi tersebut mengartikan bahwa seluruh purmukaan daratan di bumi ini terbagi dalam daerah aliran sungai. Pemanfaatan potensi dari sumber daya alam di dalam DAS yang termasuk hutan untuk kepentingan dan kebutuhan manusia pribadi atau golongan telah menyebabkan terjadinya degradasi lahan dan hutan yang cukup dasyat dan perubahan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali ini bisa mempengaruhi fungsi dari lingkungan dan keseimbangan nya yang termasuk proses-proses hidrologis di dalam wilayah daerah aliran sungai tersebut. Akibat yang terjadi adalah ketidakseimbangan neraca air, sedimen, hara dan rusaknya habitat keanekaragaman hayati di dunia. Nah tujuan adanya pengelolaan daerah aliran sungai sendiri adalah supaya terkendali hubungan timbal balik antara lingkungan DAS sendiri dan sumber daya yang ada dialam, dengan keinginan manusia guna untuk kelestarian fungsi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Di dalam penerapannya di lapangan, konsepsi tersebut memerlukan upaya yang tidak mudah dan untuk itu diperlukan keterpaduan pengelolaan oleh berbagai pihak yang terlibat atau sektor mulai dari  hulu sampai hilir dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan seperti kondisi biofisik dan sosial ekonomi yang ada dalam suatu daerah aliran.

Read More …

Ancaman Kualitas Air Waduk Di Masa Depan

Waduk merupakan tempat ataupun wadah dalam menampung air dengan jumlah yang sangat besar. Waduk memiliki fungsi seperti danau, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan yaitu proses pembuatannya. Danau terbentuk secara alami, bisa dari proses vulkanologis, aliran air sungai, dan lainnya, sedangkan waduk terbentuk atas proses pembangunan manusia. Sumber air waduk biasanya berasal dari tampungan air hujan, aliran air sungai yang dibendung, atau berasal dari air tanah. Ketersediaan air dalam waduk ini sangat dipengaruhi oleh proses infiltrasi ataupun evaporasi pada waduk tersebut (Notohadiprawiro dkk., 2006).

Read More …

Pencegahan Erosi Tanah Menggunakan Metode Terasering

Bila sedang mengangkat pembahasan mengenai teknik tanah dan air di Indonesia, pembahasan tersebut biasanya tidak jauh dari kata konservasi lahan. Konservasi lahan itu sendiri memiliki makna yang berarti salah satu rangkaian strategi dalam mengatur dan mencari cara untuk mencegah erosi yang terjadi pada tanah di permukaan bumi. Terjadinya erosi biasanya ditandai dengan beberapa perubahan secara biologi ataupun kimiawi yang diantaranya adalah akibat dari penggunaan lahan yang bisa dibilang berlebihan, pengasaman yang terjadi pada lahan, degradasi atau salinisasi dimana garam yang terlarut dalam air terakumulasi dalam media tempat menanam, dan kontaminasi yang berasal dari faktor luar lainnya. Penerapan salah satu konservasi lahan tersebut yang ada di Indonesaia adalah terasering.

Read More …

Irigasi Tetes, Strategi Menyiasati Kekurangan Air

Air merupakan salah satu komponen terpenting di dalam pertanian. Air menjadi faktor kunci dari keberlanjutan kesuksesan hasil pertanian. Dari jumlah air yang ada di dunia, 70% digunakan untuk kebutuhan sistem pertanian. Ada banyak manfaat air, terutama di bidang pertanian yaitu sebagai berikut.

  1. Membantu tanah di dalam lahan pertanian untuk menjadi basah sehingga memudahkan petani untuk menanam dan membajak lahan
  2. Membantu menyerap unsur hara oleh akar tanaman
  3. Membantu menyuburkan tanah karena air kaya akan unsur hara
  4. Membantu sistem metabolisme tanaman sehingga berpengaruh pada produktivitas tanaman
  5. Membantu memelihara suhu tanaman

Read More …

Manfaat Limbah Organik untuk Mengurangi Erosi Tanah

Manusia hidup bergantung terhadap alam, salah satunya ialah tanah. Namun jika pengolahan tanah tidak baik akan mengakibatkan kerusakan tanah, dan salah satu contoh dari kerusakan tanah ialah erosi. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya erosi antara lain faktor iklim, faktor bentuk kewilayahan, faktor penutupan tanah, faktor lereng, dan faktor kegiatan atau perlakuan manusia terhadap tanah. Erosi tanah merupakan salah satu masalah utama bagi bidang pertanian karena erosi tanah berpengaruh terhadap ketahanan pangan, kesuburan tanah dan juga krisis iklim. Erosi ini pada awalnya adanya kerusakan pada agregat-agregat pada tanah akibat hujan dan dilanjutkan dengan masuknya daya rusak air ke pori-pori tanah dan akan melemahkan penyusun dari agregat pada tanah tersebut. Di Indonesia sendiri beriklim basah dan juga lebih banyak lahan yang berlereng dibandingkan dengan lahan yang datar  maka mengakibatkan banyak terjadinya erosi. Contoh beberapa pulau di Indonesia seperti Jawa dan Sumatera yang memiliki lahan berlereng dan iklim yang basah, yang mengakibatkan degrasi lahan yang cukup tinggi. Dan ini menjadi masalah terhadap kualitas tanah terutama pada lahan tanaman pangan di daerah tersebut.

Read More …

Produksi Benih Kentang dengan Aplikasi Biopestisida Secara Aeroponik di Dataran Rendah

www.literasipublik.com, 2018
Sumber: www.literasipublik.com, 2018

Urban Farming saat ini menjadi salah satu teknik bertanam yang populer di masa pandemi ini. Banyak orang mempraktikkan kegiatan ini di halaman rumah mereka masing-masing. Hal ini dikarenakan Urban Farming sangat mudah untuk dipraktikkan dan lahan yang dibutuhkan juga tidak besar. Selain itu, Urban Farming juga menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat serta hasil panennya nanti bisa dikonsumsi oleh keluarga. Banyak teknik Urban Farming yang bisa dilakukan, Salah satunya adalah Aeroponik. Istilah Aeroponik berasal dari dua kata, yaitu “aeros” (artinya udara) dan “ponus” (artinya tenaga). Kedua istilah tersebut adalah bahasa Yunani. Dengan mengacu pada dua istilah di atas, aeroponik berarti mengacu pada penggunaan udara untuk memberdayakan sesuatu. Pengertian lengkap aeroponik adalah sistem budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, melainkan menggunakan media tanam berupa udara. Kentang merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan secara vegetatif dari setiap generasi ke generasi, namun bibit kentang yang dibudidayakan secara vegetative memiliki potensi dalam menyebarkan penyakit jika pada saat tahap produksinya tidak dilakukan pengawasan dengan baik. Beberapa negara di Asia dan Eropa merupakan produsen kentang utama dunia. Negara-negara ini menyumbang 80% dari produksi kentang dunia pada tahun 2007. Ada beberapa negara di Asia yang berpotensi menghasilkan kentang, yang menyumbang sebesar hampir 50% dari pasokan kentang dunia (Prakash et al., 2010).

Read More …

Mengenal Hidrologi

Hidrologi merupakan cabang ilmu Geografi yang membahas pergerakan dan distribusi air di permukaan maupun dalam bumi. Hidrologi dapat dikategorikan sebagai ilmu sains karena bidang kajiannya meliputi hasil dari penerapan ilmu matematika, fisika, kimia, dan biologi. Selain itu, hidrologi juga sangat erat dengan bidang kajian ilmu lainnya karena air adalah komponen inti dari setiap makhluk hidup yang ada di bumi. Oleh karena itu, hidrologi juga biasa dijadikan sebagai  bidang kajian pengantar atau dasar dalam prinsip-prinsip keilmuan lainnya seperti sipil, lingkungan, pertanian, dll. Selain berperan sebagai keilmuan, hidrologi juga berguna dalam kehidupan manusia secara langsung sehingga bisa juga memberikan keuntungan sebagai profesi. Orang yang mempelajari dan ahli pada bidang kajian ini dapat disebut sebagai hidrologi.  Tugas seorang hidrolog bukan hanya meneliti dan mengkaji air, tetapi dituntut dapat memberikan solusi dari problematika yang ada di perairan seperti debit dan kadar ideal air yang meliputi air sungai, air laut, air tanah, dll. Oleh karena itu, profesi ini bisa dikateorikan sebagai profesi  yang bergerak pada ranah teknikal dan penelitian karena memerlukan kemampuan menelaah, kejelian dan keakuratan terhadap data yang didapatkan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan sebuah keputusan untuk memberikan solusi pada permasalahan yang ada.

Read More …

Dampak Pestisida dalam Pencemaran Tanah dan Air Tanah

Tanah merupakan hasil alam dari kombinasi mineral dan bahan organik di permukaan bumi. Peran tanah sebagai tempat hidup tumbuhan, menjadikan tanah sebagai fondasi dari ekosistem terestial (darat). Tanah adalah tempat bahan organik membusuk juga tempat elemen mineral kembali dalam siklus materi. Tanah juga menjadi habitat hewan, penyedia air, dan nutrisi bagi tumbuhan. Pembentukan tanah berawal dari pelapukan batuan dan mineral. Dalam proses pelapukan fisik, air, angin, suhu, dan tumbuhan berperan dalam menghancurkan batuan. Dalam proses pelapukan kimiawi, aktivitas organisme tanah, juga asam dan hujan yang dilepaskan oleh bahan organik tanah membantu menghancurkan mineral esensial (Hj. Tina Safaria Nilawati). Air tanah mengacu pada semua jenis air yang terletak di bawah lapisan tanah. Air tanah menyumbang sekitar 0,6% dari total air di bumi. Jika digabungkan, jumlah air tanah lebih banyak daripada air sungai dan danau, bahkan air yang terdapat di atmosfer. Air tanah bisa dikategorikan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam. Biasanya, orang lebih sering menggunakan air tanah dangkal dengan membuat sumur dengan kedalaman tertentu. Kedalaman rata-rata air tanah dangkal adalah 9 sampai 15 meter di bawah permukaan tanah. (Sinta, 2017).

Read More …

Pengenalan Metode Akuaponik

Akuaponik merupakan sistem pertanian yang menggabungkan sistem budidaya ikan (akuakultur)  dengan sistem hidroponik di dalam sebuah lingkungan atau keadaan yang saling menguntungkan dengan menggunakan bakteri alami untuk mengubah kotoran dan sisa makanan ikan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Jadi dapat disimpulkan bahwa akuaponik merupakan sistem dimana tanaman dan ikan dapat tumbuh bersama.

Akuaponik memiliki dua komponen yang penting. Yang pertama,yaitu bagian hidroponik untuk tanaman yang akan tumbuh, dan yang kedua, bagian akuakultur untuk tempat ikan yang akan dipelihara. Akuaponik juga memiliki sistem  seperti biofilter yang menjadi tempat untuk nitrifikasi bakteri dan berfungsi untuk mengubah amonia yang dihasilkan dari kotoran ikan menjadi nitrat yang dibutuhkan oleh tumbuhan, dan aerator yang berguna untuk mengirimkan udara ke air supaya akar tumbuhan dapat bernafas.

Read More …