Sistem Vertiminaponik yang Menguntungkan pada Lahan Sempit di Wilayah Perkotaan

Tidak bisa dipungkiri, seiring perkembangan zaman ke arah modern, lahan yang bisa digunakan untuk aktivitas pertanian juga semakin sempit. Apalagi di kota-kota besar, lahan banyak yang dialihfungsikan menjadi kawasan apartemen, kompleks perumahan, lapangan golf, kawasan perkantoran, dan lain-lain. Akan tetapi dengan minimnya lahan, bukan berarti dapat menghalangi kita untuk bercocok tanam. Apalagi ditengah pandemi yang terjadi sekarang, pola hidup sehat sudah menjadi suatu kewajiban. Dengan kondisi serba sulit saat ini, kita tetap harus menyediakan makanan yang sehat baik untuk diri sendiri dan keluarga. Jikapun makanan organik sudah banyak tersedia di supermarket besar, tapi tentu saja harganya juga tinggi.

Read More …

Wall Gardening: Solusi bertani dengan memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal

Tingginya proses urbanisasi dan pesatnya laju pertumbuhan populasi menyebabkan peningkatan kepadatan penduduk juga tingginya laju pembangunan lahan perkotaan. Hal ini pun berakibat terhadap keterbatasan lahan bagi sebagian orang yang hendak berbudidaya tanaman di wilayah perkotaan. Adapun, dengan perkembangan teknologi di bidang pertanian, keterbatasan lahan dapat disiasati dengan menerapkan pertanian perkotaan. Pertanian perkotaan adalah kegiatan pertumbuhan, pengolahan, dan distribusi pangan serta produk lainnya melalui budidaya tanaman yang intensif serta menggunakan (kembali) sumber daya alam dan limbah untuk memperoleh keragaman hasil panen.

Read More …

Urban Farming Sebagai Solusi Menjaga Ketahanan Pangan Dan Keterbatasan Lahan Pertanian Dengan Menerapkan Sistem Hidroponik Smart Watering (Zero Energy Base Fertigation System)

Perkotaan adalah pusat segala kegiatan, pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi suatu daerah dengan segudang permasalahan yang terdapat di dalamnya. Kota – kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan kota lainnya memiliki permasalahan yang hampir sama yaitu pemmukiman padat penduduk dan keterbatasan lahan pertanian. Berdasarkan data dari kementrian pertanian luas lahan untuk sektor pertanian dari tahun 2012 sampai dengan 2016 mengalami penurunan 20% akibat dari adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian (Kementrian Pertanian, 2017). Penurunan lahan pertanian disebabkan oleh alih fungsi lahan yang terjadi karena beragam faktor. Berkembangnya sistem perekonomian dan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun menjadi salah satu faktor terjadinya alih fungsi lahan petanian.

Read More …

Agroindustri Cabai Berbasis Urban Farming Dengan Sistem Hidroponik

Cabai (Capsicum sp.) memiliki peranan penting dalam masakan, berfungsi sebagai bumbu penyedap dan penguat rasa karena memiliki rasa khas pedas. Kaya akan vitamin dan mineral serta dapat digunakan sebagai obat tradisional (Saptana et.al., 2010). Cabai merupakan komoditas hortikultura yang sangat potensial karena tanaman ini mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi tinggi, dan salah satu komoditas sayuran unggulan nasional. Komoditas ini sangat dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga maupun industri. Seiring dengan beragamnya jenis masakan yang menggunakan cabai serta permintaan industri (bumbu, mi instan) maka kebutuhan komoditas ini akan selalu meningkat (Hidayah , 2014).

Read More …

Agroindustri Budidaya Bunga Telang Menggunakan Sistem Hidroponik DFT

Menjaga imunitas dan kesehatan tubuh pada masa pandemi ini merupakan prioritas masyarakat Indonesia. Salah satu upaya dalam menjaga kesehatan tubuh adalah dengan mengonsumsi bahan pangan organik dan fungsional yang mengandung antioksidan dan komponen senyawa aktif yang dapat meningkatkan sistem imun. Pemenuhan bahan pangan organik dan fungsional dapat melalui berbagai macam komoditas pertanian. Salah satu komoditas pertanian yang sedang gencar dimanfaatkan oleh masyarakat maupun agroindustri di Indonesia adalah bunga telang.

Bunga Telang (Clitoria ternatea) merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang populer akan kegunaannya. Seluruh bagian bunga telang mulai dari kelopak bunga, biji, daun, hingga akarnya dapat dimanfaatkan sebagai keperluan makanan dan obat tradisional. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa bunga telang mengandung berbagai komponen senyawa aktif seperti fenol, terpenoid, dan alkaloid yang memiliki sifat fungsional seperti antioksidan, antidiabetes, antikanker, antiinflamasi dan analgesik, antiobesitas, antiasma, dan antimikroorganisme (Marpaung, 2020). Sifat fungsional tersebut dapat mengobati berbagai penyakit dan memperkuat fungsi organ tubuh. Selain bermanfaat sebagai tanaman obat, bunga telang dapat dimanfaatkan dalam berbagai food processing, diolah menjadi teh, dan menjadi bahan dasar yang dibutuhkan berbagai industri. Berdasarkan hal tersebut, bunga telang menjadi semakin diminati dan permintaan terhadap bunga telang maupun produk agroindustri bunga telang meningkat (Purba, 2020).

Read More …

Plant Factory : Perkembangan Indoor Vertical Farming Masa Kini dan Aplikasinya Pada Agroindustri Cabai Merah

Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi penduduk yang terbanyak pada lingkup Asia Tenggara yaitu sebesar 268.583.016 jiwa dalam kurung waktu lima bulan terakhir. Angka tersebut merupakan peningkatan seiring bertambahnya tahun dan perkembangan zaman yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan sandang, pangan, dan khususnya papan bagi setiap jiwa. Oleh karenanya ketersediaan lahan di Indonesia saat ini pemanfaatannya banyak digunakan untuk kebutuhan mendirikan papan, hunian atau lahan usaha khususnya di perkotaan.

Ketahanan pangan merupakan hal yang selalu menjadi perhatian negara bahkan dalam lingkup dunia dari masa ke masanya. Hal ini yang menjadi alasan lahirnya berbagai macam ide untuk menjaga ketahanan pangan khususnya pada masyarakat perkotaan dengan memaksimalkan keterbatasan lahan yang ada untuk tetap dapat memiliki nilai dan guna dalam menyokong aktifitas pertanian dan pangan. Urban farming lahir sebagai suatu langkah pencerahan yang digunakan untuk semua permasalahan yang menyangkut dengan keterbatasan lahan sampai ancaman ketahanan pangan. Urban farming merupakan kegiatan bertani yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan kosong yang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat di area rumah masing-masing (Nurlaelih dan Damaiyanti, 2019).

Read More …

Agrowisata dan Agroindustri Stroberi Menggunakan Sistem Urban Agriculture Greenhouse

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki wilayah dataran tinggi dan dataran rendah dengan keragaman suhu. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia mempunyai peluang untuk mengembangkan berbagai komoditi pertanian dengan sistem pengelolaan lahan yang sesuai. Stroberi merupakan buah yang berasar dari pegunungan chili yang beriklim subtropis, namun di Indonesia stroberi dapat dibudidayakan di daerah yang berada di dataran tinggi sekitar 1000 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata 17-20oC. Stroberi memiliki nilai ekonomi tinggi dengan daya tarik yang terletak pada warna buahnya yang merah dan rasanya yang manis segar. Stroberi mempunyai peluang bisnis tidak hanya di luar negeri tetapi juga di pasar dalam negeri. Hasil panen buah stroberi umumnya didistribusikan ke hotel-hotel, restoran, kafe, pasar swalayan dan industri pengolahan pangan. Stroberi tidak hanya dapat dikonsumsi segar tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti selai, manisan, sirop, dodol, jus, sari buah, sorbet, bahan tambahan untuk yoghurt dan es krim.

Read More …

Keterbatasan Dibalik Menjanjikannya Urban Farming

Urban farming atau juga dikenal dengan urban agriculture adalah suatu kegiatan yang melibatkan unsur-unsur pertanian yang dilakukan didaerah perkotaan. Untuk melakukannya, urban farming tidak memerlukan lahan yang luas sehingga urban farming dapat dilakukan oleh siapapun yang ingin melakukannya. Penanaman ini biasanya dilakukan di rumah dengan permukaan yang vertikal, atap rumah, atau kebun indoor. Tren menggiati urban farming terus berkembang seiring dengan meningkatnya masalah ketahanan pangan yang terjadi.

Melakukan urban farming tidak hanya sebatas menanam tumbuhan pangan di lingkungan perkotaan, melainkan memiliki beberapa konsep yang bisa diterapkan seperti tanaman dinding, rooftop garden, hidroponik, indoor farming, greenhouse, community garden, dan masih banyak konsep lainnya. Tidak hanya tumbuhan, cakupan urban farming ini sangat luas meliputi peternakan (pemeliharaan ayam di kebun) hingga aquaculture (budidaya ikan di kolam buatan). Selain itu, skala urban farming pun dapat dilakukan pada skala home industry sampai commercial industry. Tentunya dari konsep tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, sehingga perlu memilih konsep yang tepat dengan mempertimbangkan biaya dan kemampuan menjalankannya.

Read More …

“Urban Farming” Solusi Ketahanan Pangan?

Indonesia memiliki kecenderungan untuk menerima dan mengadopsi bermacam-macam konsep dari gerakan internasional, khususnya konsep gerakan dari lembaga resmi dunia seperti WHO, FAO, dll. Contoh gerakan dunia yang saat ini sedang diadopsi oleh Indonesia adalah konsep pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, kedaulatan pangan, dan pertanian ramah lingkungan. Seperti beberapa tahun terkahir pertanian dengan konsep urban farming mulai digemari masyarakat dan menjadi trend di perkotaan. Dalam kondisi pandemi urban farming menjadi semakin digemari masyarakat perkotaan, karena keterbatasan aktivitas dan harus melakukan segala aktivitas dari rumah.

Read More …