Tanaman Bayam (Amaranthus sp.)

Gambar 1. Tanaman bayam Sumber: (www.teorieno.com)

Tanaman bayam merupakan salah satu sayuran daun yang dapat dibudidayakan dan dikonsumsi, tanaman bayam dijual secara komersial di pasar tradisional maupun pasar modern seperti supermarket. Konsumsi bayam di Indonesia selalu meningkat pada setiap tahunnya, menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 konsumsi bayam di Indonesia diperkirakan mencapai 4,03 kg perkapita lalu meningkat menjadi 4,49 kg perkapita pada tahun 2016. Bayam disukai oleh banyak masyarakat karena mudah dicerna dan memiliki banyak manfaat, salah satu manfaatnya adalah baik untuk kesehatan tulang dan kesehatan kulit serta rambut karena bayam mengandung banyak vitamin, termasuk vitamin K, vitamin C, dan vitamin A. Selain vitamin, bayam juga mengandung garam-garam mineral penting seperti besi, kalsium, dan fosfor.

Bayam memiliki banyak jenis, tanaman bayam ada yang dibudidayakan namun ada juga yang tidak dibudidayakan. Jenis-jenis bayam antara lain adalah bayam petik , bayam cabut (Amaranthus tricolor L.), bayam tahun (Amaranthus hybridus L.), bayam tanah (Amaranthus blitum L.), dan bayam berduri (Amaranthus spinosus L.). Bayam yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dan bayam tahun (Amaranthus hybridus L.).

Read More …

Tanaman Bunga Mawar (Rosa Sp)

Gambar 1. Morfologi Bunga mawar (Sumber : https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bunga-mawar-secara-hidroponik, 2018)

Mawar adalah tanaman semak dari genus ini. Mawar sendiri mengandung 100 spesies yang tumbuh di dunia utara dan tumbuh di udara sejuk. Istilah jenis mawar mengacu pada semak dengan duri pada batangnya, atau dapat disebut tumbuhan merambat, dan tumbuh kurang dari 2 sampai 5 meter. Ciri khas bunga mawar itu sendiri tentunya struktur anatomi organisasi pengangkutan. Ada dua organisasi angkutan pada bunga mawar, yaitu xilem dan floem.

  • Morfologi Bunga Mawar

Tanaman hias atau mawar ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, banyak diminati konsumen, dan dapat ditanam secara komersial. Berdasarkan kegunaannya pada bunga mawar dibedakan menjadi bunga potong, taman mawar dan bahan kosmetik pada bunga mawar. Tanaman hias mawar ini dapat diperbanyak dengan cara stek, sambung, sambung dan sambung. Biasanya bunga mawar bisa dilakukan dengan cara okulasi.

Read More …

Tanaman Stevia (Stevia Rebaudiana B.)

Gambar 1. Tanaman Stevia (stevia rebaudiana B.) (Sumber: https://www.99.co/blog/indonesia/manfaat-daun-stevia/, 2020)

Tanaman Stevia (Stevia  rebaudiana B.) merupakan tanaman golongan herba. Tanaman ini memiliki nilai komersial yang tinggi dikarenakan mengandung pemanis alami yang dapat digunakan sebagai pengganti tebu dan juga lebih manis dari tebu. Rasa manisnya karena stevia mengandung senyawa steviol glikosida. Dua glikosida steviol tertinggi ditemukan pada daun stevia, steviol glikosida (4-13%) dan rebaudioside-A (2-4%). Manisnya steviol glikosida 70-400 kali lebih tinggi dibandingkan sukrosa (Adabiyah dkk., 2019).

Stevia Rebaudiana B. diklasifikasikan pertama kali oleh Moises Santiago Bertoni pada tahun 1899. Tanaman tersebut awalnya bernama Eupatorium rebaudianum dan berganti nama menjadi Stevia Rebaudiana pada tahun 1905 (Lemus-mondaca et al., 2012). Menurut Yadav et al. (2011), klasifikasi posisi tanaman stevia adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae, Subkingdom    : Tracheobionta,  Superdivision  : Spermatophyta,  Divisi: Magnoliophyta,  Kelas               : Magnoliopsida, Subkelas          : Asteridae, Kelompok       : Monochlamydae, Famili: Asteraceae, Subfamili         : Asteroideae, Genus              : Stevia,  Spesies : Rebaudiana Bertoni

Tanaman stevia memiliki sistem perakaran berserat (Serabut). akar serabut tanaman stevia dibagi menjadi dua jenis bagian yaitu akar halus dan akar tebal. Akar halus tumbuh di bawah permukaan tanah, dan akar yang kasar tebal menembus tanah. Panjang akar stevia sangat bergantung dengan ketersediaan kebutuhan air. semakin sedikit air maka akan semakin panjang akaranya untuk mencari ketersediaan air.  Tanaman ini memiliki kemampuan regenerasi yang kuat sehingga tahan terhadap pemangkasan (Lemus-Mondaca et al., 2012).

Read More …

Bawang Bombay (Allium cepa L.)

Gambar 1. Bawang Bombay (Sumber: https://hidup-sehat.serhamo.net/2016/05/klasifikasi-dan-morfologi-bawang-bombay.html, 2016)

Bawang bombay merupakan salah satu tanaman yang termasuk umbi-umbian, tanaman ini seringkali digunakan sebagai bumbu atau penambah cita rasa pada masakan. Tanaman bawang bombay termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan karena tanaman ini akan tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan intensitas curah hujan dan cahaya yang mencukupi. Bawang bombay memiliki nama latin Allium cepa, tanaman ini termasuk ke dalam famili liliceae yang masih satu famili dengan suku terong-terongan. Secara sistematis menurut ilmu biologi, tanaman bawang bombay dapat diklasifikasikan, berikut ini klasifikasi dari tanaman bawang bombay:

Read More …

Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis L)

Gambar 1. Tanaman Asparagus Gambar ini bersumber dari (https://www.britannica.com/plant/Asparagus)

Asparagus officionalis L  atau biasa diketahui dengan Asparagus. merupakan salah satu sayuran yang bernilai ekonomi tinggi di dunia juga di Indonesia. Tanaman asparagus ini termasuk famili bawang-bawangan (Liliaceae) atau biasa disebut dengan Asparagus officinalis L. Asparagus ini telah dibudidayakan dan dipanen oleh manusia selama ribuan tahun dan telah menjadi tanaman yang penting secara ekonomi sejak saat itu. monumen pertama yang menyebutkan bahwa asparagus sudah dibudidayakan sejak lama adalah penggambaran dari bangsa Mesir  3000 tahun sebelum Masehi yang menggunakannya sebagai obat-obatan. Saat ini budidaya asparagus sendiri sudah banyak dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Asparagus adalah tanaman semak yang banyak ditemukan pada daerah pegunungan dan beriklim subtropis. Asparagus juga merupakan tanaman herbs tegak yang mampu tumbuh setinggi hingga 2 m, dan memiliki rimpang atau batang bawah tanah dan biasa di panen saat musim semi. Selain dijadikan tanaman herbal asparagus juga merupakan jenis sayuran yang sudah sering digunakan  sebagai  bahan  makanan  karena memiliki cita rasa yang enak juga memiliki  sifat   diuretik.   Sifat   diuretik yang dimiliki asparagus bermanfaat  untuk memperbaiki kinerja ginjal karena dapat memperlancar   saluran  urine.(Sutari & Padjadjaran, 2018) Selain rasanya yang enak Asparagus juga banyak digunakan sebagai bahan makanan karena dapat memenuhi syarat makanan sehat dikarenakan kandungan gizi dan nutrisinya yang tinggi. Asparagus memiliki kandungan nutrisi yang baik karena merupakan sumber asam folat   nabati yang baik,   sangat rendah   kalori, dan tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol. Asparagus juga memiliki kandungan vitamin C, vitamin A, dan vitamin K yang cukup tinggi.(Duniaji et al., 2016). Asparagus memang memiliki banyak sekali manfaat sehingga asparagus banyak diminati dan dicari oleh orang-orang.

Read More …

Tanaman Cabai Keriting (Capcisum annum L)

Gambar 1. Buah Cabai Keriting (Sumber : https://www.agronet.co.id/detail/budi-daya/pertanian/3328-Budidaya-Cabe-Keriting, 2019)

Salah satu kebutuhan pokok jenis pangan berupa rempah-rempahan yang sangat banyak digunakan terutama untuk menambah cita rasa makanan agar lebih pedas adalah cabai keriting. Cabai keriting ini juga merupakan salah satu  jenis buah cabai yang banyak tumbuh di Indonesia yang dapat berkembang dengan sangat baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi dengan iklim yang tropis.  Cabai keriting atau dalam bahasa ilmiahnya biasa disebut dengan istilah Capcisum annum L juga merupakan  jenis tanaman semusim yang dapat dikagorikan dalam tumbuhan perdu berkayu. Adapun ciri-ciri dari cabai keriting ini diantaranya adalah sebagai berikut : Tinggi tanaman rata-rata setinggi 70-110 centimeter kemudian untuk panjang buah biasanya berkisar antara 9-15 centimeter serta memiliki  diameter buah sebesar 1-1,75 centimeter. Untuk warna buah nya sendiri jika cabai keriting yang muda itu akan berwarna hijau dan jika sudah matang maka akan berubah menjadi merah dengan permukaan buah yang ramping dan juga berlakuk dan memiliki rasa yang cukup pedas. Read More …

Tanaman Daun Peppermint (Mentha Piperita)

(sumber: http://hidroponikpedia.com/cara-mudah-stek-mint-hidroponik/ , 2018)

Tanaman peppermint memiliki nama latin yaitu Mentha piperita. Tanaman ini berasal dari hasil persilangan antara Mentha spicata (spearmint) dan Mentha aquatica (watermint). Tanaman ini memiliki asal muasal dari daratan Eropa dan Amerika Utara. Tanaman peppermint merupakkan tanaman yang masuk ke dalam klasifikasi Lamiaceace dan juga sebagai tanaman perdu tahunan (perennial). Tinggi tanaman ini tidak lebih dari 90 cm. Menurut Hadipoentyanti (2010), Tanaman menthe berkembang biak dengan cara vegetatif.

 

Mentha piperita L. bersifat absolute serta menghabiskan waktu 16 jam penyinaran agar dapat berbunga, ditanam didaerah beriklim sedang seperti Amerika serikat, Eropa, Australia, dapat tumbuh pada ketinggian 4000-7000 kaki (1200-2100 m) diatas permukaan laut. Menurut Hadipoentyanti (2010), Tanaman ini dapat dikembangkan di daerah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 900 meter diatas permukaan laut. Hal ini disebabkan melihat suhu yang cukup besar pada wilayah di Indonesia.

Tanaman peppermint tentu bukan tanaman yang asing dan cukup dikenal oleh banyak orang jika hanya melihat dari bentuk luarnya, karena seringkali tanaman ini dijadikan makanan atau minuman. Pada dasarnya tanaman ini tidak memperlukan proses yang panjang serta memakan waktu yang lama dalam pertumbuhannya. Tanaman peppermint (Mentha piperita L.) ini berasal dari famili Labiaceae, tumbuh didaerah yang lembab pada dataran tinggi dan tanah yang mengandung bahan organic. Selain itu, tanaman ini merupakan tanaman yang termasuk kedalam tanaman tahunan atau bisa dikenal dengan istilah rizhomatosa, tanaman ini memiliki drainase yang baik dan pH sekitar 6-7, tanaman ini juga memerlukan pencahayaan yang cukup sehingga dapat menjaga kualitas kandungan minyak yang di produksi.

Read More …

Sawi Putih (Brassica pekinensis L.)

Gambar 1. Akar sawi putih (Sumber : https://www.manfaatmewah.com/2018/04/10-manfaat-mewah-akar-sawi-putih.html, 2018)

Sawi putih kerap sekali disebut juga sebagai sawi cina. Sawi putih termasuk dalam golongan Kelompok Pakinensis atau Brassicaceae ini juga dikenal sebagai sayuran olahan yang dapat dikreasikan dalam masakan Tionghoa. Disebut sebagai sawi putih dikarenakan warna daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya yang berwarna putih. Tanaman sawi putih ini hanya tumbuh dengan baik pada tempat-tempat yang sejuk, sehingga bila di budidayakan di Indonesia ditanam di dataran yang tinggi. Sawi putih termasuk dalam jenis tanaman semusim (berumur pendek). Di Indonesia tanaman sawi putih dikenal dengan petsai, kubis cina dan sawi jantung.  Sawi putih sudah dapat dipanen saat memasuki tahap vegetative (belum berbunga). Bagian tanaman yang dipanen yakni keseluruhan bagian tubuh yang berada tepat di permukaan tanah (Rukmana, 1994).

Read More …

Tanaman Paprika (Capsicum Annuum L)

Gambar 1. Tanaman Paprika (Sumber : https://www.kampustani.com/cara-menanam-paprika/)

Tanaman paprika (Capsicum Annuum L) adalah sebuah varietas cabai yang biasanya mempunyai bentuk yang tidak sama dengan cabai lain. Paprika berbentuk seperti buah kesemek yang besar (W.D Herawati, 2012). Tanaman paprika ini merupakan tanaman yang umumnya digunakan untuk penyedap dari bahan masakan. Tanaman paprika memiliki berbagai zat atau kandungan gizi yang relatif tinggi. Zat atau kandungan gizi tersebut diantaranya vitamin A, vitamin B, vitamin C, protein, karbohitrat dan lemak serta zat mineral yang terdiri dari zat Fe, P, K dan Ca.

Tanaman paprika pada dasarnya tidak pedas dibandingkan dengan cabai. Hal ini dikarenakan paprika tidak memiliki zat kapsaisin yang ada pada cabai sehingga rasa paprika tidak pedas, bahkan lebih cenderung manis. Tanaman paprika memiliki berbagai macam warna seperti hijau, merah bahkan kuning. Warna ini dipengaruhi oleh varietas tanaman yang akan ditanam.

Read More …