Pemanfaatan Limbah Organik Berskala Rumah Tangga menjadi Kompos

Permasalahan sampah di Indonesia saat ini masih menjadi problematika yang belum terselesaikan secara meneyeluruh baik di wilayah perkotaan maupun wilayah pedesaan. Rendahnya pengetahuan masyarakat akan pengelolaan sampah dan sempitnya lahan tempat pembuangan akhir menjadikan salah satu faktor yang menyebabkan tidak terselesaikannya permasalahan sampah di Indonesia. Sampah merupakan limbah padat yang terdiri dari bahan organik maupun anorganik yang sudah dianggap tidak berguna lagi, sehingga banyak masyarakat yang mengabaikannya begitu saja. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah sampah di Indonesia. Penyumbang sampah paling besar saat ini adalah rumah tangga, diperkirakan setiap rumah tangga di Indonesia dapat menghasilkan sampah sebanyak 0.52 kg/jiwa/hari (Widyastuty et al., 2019). Produksi sampah yang meningkat setiap tahunnya bila tidak disertai dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan akan menimbulkan pencemaran, baik pencemaran tanah, air dan udara.

Read More …

Teknik Pengelolaan Limbah Organik Sayur Sawi Menjadi Kompos Dengan Metode Komposter

Sumber sampah organik terbanyak berasal dari cluster pemukiman dan pasar tradisional. Sampah pada cluster pasar yang berasal dari pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, memiliki jenis yang relatif seragam. Sebanyak 95% berupa sampah organik. Jenis sampah yang berasal dari cluster pemukiman umumnya lebih beragam, rata-rata 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya merupakan sampah anorganik. Kandungan dalam sampah sayuran yaitu senyawa dan berbagai bakteri pengurai. Senyawa dan bakteri yang terdapat pada sampah tersebut dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan cara menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah. Kandungan  pada sampah tersebut dapat dijadikan sebagai kompos organik dengan mencampurkan berbagai komponen bahan-bahan tertentu. Unsur-unsur yang terdapat pada sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan Kompos dengan berbagai metode pengolahan sampah organik, salah satunya dengan metode Komposter (Latifah et al., 2012).

Read More …

Pemanfaatan Limbah dari Air Cucian Ikan Teri Sebagai Pupuk Organik Cair

Indonesia merupakan negara berkembang yang menduduki peringkat keempat dengan jumlah penduduk paling tinggi di dunia (Worldometer, 2020). Jumlah penduduk yang tinggi ini diiringi dengan meningkatnya jumlah limbah yang dihasilkan tiap tahunnya, baik dari sektor rumah tangga hingga industri. Limbah merupakan sampah hasil kegiatan manusia yang yang sudah terbuang atau tidak memiliki nilai ekonomi, bahkan berpotensi bernilai negatif (Murtadho, 1988). Meskipun limbah didefinisikan sebagai sampah atau bahan yang sudah tidak dipergunakan lagi, namun perlu dikelola agar tidak memberikan gangguan terhadap lingkungan sehingga tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

Read More …

Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Sapi Menjadi Biogas dan Pupuk Organik

Limbah merupakan bahan-bahan yang tidak dimanfaatkan lagi, baik bahan organik maupun anorganik. Limbah dapat berasal dari berbagai sumber hasil buangan, seperti limbah rumah tangga, limbah peternakan, limbah pertanian, dan sebagainya. Limbah ini dapat berupa limbah padat, cair, dan gas yang akan berdampak buruk pada lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. (Adityawarman et al, 2015). Salah satu limbah yang berdampak pada lingkungan adalah limbah peternakan yang dapat berasal dari hasil kegiatan usaha ternak, rumah potong hewan, serta pengolahan produksi ternak. Limbah peternakan yang menjadi fokus pada paper ini adalah limbah kotoran sapi yang mencapai > 10 kg per hari. Hal ini mengakibatkan penumpukan kotoran di tempat pembuangan limbah membuat kandang sapi menjadi semakin buruk, bau kotoran yang mengganggu, serta dapat membuat pengelola ternak sapi menyediakan tempat yang lebih besar untuk menampung limbah tersebut (Pratiwi et al, 2019). Selain itu, apabila kotoran sapi tidak diolah dengan baik akan menjadikan limbah serta pencemaran lingkungan, karena kotoran ternak mengandung NH3, NH, dan senyawa lainnya (Sukamta et al, 2017). Read More …

Pengolahan Limbah Buah-Buahan Menjadi Pupuk Organik Cair

Sampah merupakan bahan yang sudah tidak terpakai atau tidak dapat dipergunakan kembali. Buah-buahan pada umunya hanya dimanfaatkan daging buahnya saja dan kemudian sisanya menjadi sampah seperti kulit dan bijinya, hal tersebut menyebabkan sampah buah-buahan menjadi melimpah. Sampah buah-buahan biasanya hanya dibuang saja tanpa dilakukan pengelolaan lebih lanjut sehingga seringkali timbul gangguan lingkungan seperti munculnya bau yang tidak sedap serta muncul berbagai penyakit. Sampah buah-buahan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik cair apabila dikelola dan diolah dengan baik.

Read More …

Pengelolaan Limbah Sampah Organik Menjadi Kompos Menggunakan EM4

Sampah merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di Indonesia, karena banyaknya masyarakat Indonesia yang belum memahami dampak yang timbul akibat sampah. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengolah sampah, namun cara – cara tersebut tidak dilakukan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sering diabaikan atau tidak dilakukan secara rutin. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengolah sampah menjadi kompos, yaitu metode daur ulang sampah yang semakin hari jumlahnya semakin meningkat (Astuti, 2008). Kompos adalah salah satu jenis pupuk hasil penguraian sampah organik (misalnya daun). Bahan baku kompos yang sangat bagus dari sampah organik yaitu bahan organik basah yang memilki kandungan air yang tinggi contohnya sisa buah-buahan atau sayur-sayuran dari limbah rumah tangga. Bahan organik ini kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan selulosa dari bahan organik semakin besar maka proses penguraian bakteri menjadi semakin lama (Purwendro, 2006). Pengomposan adalah pupuk, tidak menggunakan bahan kimia sehingga dapat menyuburkan tanaman. Mendaur ulang sampah menjadi kompos memiliki banyak keuntungan. Pertama, dapat membuang sampah secara tepat dan kedua, mengolah sampah menjadi kompos sehingga memperoleh keuntungan komersial tinggi karena harga jual kompos cukup tinggi (Sulistyorini, 2005).

Read More …

Pengelolaan Sampah Pasar Organik Menjadi Komposter dan Pupuk Cair

Sampah dapat diartikan sebagai bahan yang sudah tidak berguna atau bahan yang terbuang. Sampah dapat berupa basah maupun kering.

Beberapa klasifikasi sampah diantaranya:

      1. Sampah organik

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang sebagian kandungannya senyawa organik yakni sisa tanaman, kotoran, dan hewan. Sampah organik mudah diuraikan oleh mikroorganisme.

     2.  Sampah anorganik

Sampah an-organik sangat sulit di uraikan karena berbentuk plastik dan logam.

          Sampah di pasar merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar. Sampah yang dihasilkan dipasar mayoritas adalah sampah organik bekas sayur, buah dan sisa-sisa makanan yang sudah tidak bisa dimakan. Hal ini menjadikan pasar merupakan penyumbang sampah terbanyak setiap harinya. 1 hari saja, sampah di pasar menghasilkan 3-4 truk sampah dan hal itu terus berulang setiap hari. Gagasan ini muncul karena melihat kondisi yang memprihatinkan karena sampah-sampah tersebut tidak diolah dengan baik justru hanya menimbun sampah yang semakin menggunung. Sedangkan setiap kecamatan pasti memiliki pasar besar untuk pusat jual beli secara tradisional. Menggunungnya sampah di TPS akan menyebabkan peningkatan degradasi kebersihan lingkungan karena sampah mengeluarkan gas yang berupa metan yang berakibat pemanasan global. Gas metan mempunyai daya rusak 23 kali lebih kuat dari gas karbon.

Read More …

Pengolahan limbah organik

Dewasa ini, kita seringkali menemukan banyak sampah organik yang terbuang begitu saja secara sembarangan.  Hal ini menimbulkan banyaknya timbunan sampah di sekitar kita yang membuat lingkungan terlihat kotor dan tidak bersih.  Alangkah baiknya apabila sampah-sampah organik tersebut dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos yang berguna untuk memberi nutrisi pada tanaman sehingga mengasilkan win-win solution, dimana lingkungan bersih dari sampah organik yang terbuang secara sembarang dan tanaman pun bisa tumbuh subur berkat pupuk organik tersebut.  Kompos adalah bahan organik yang sudah terurai dan terdaur ulang, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk atau bahkan sebagai agen perbaikan tanah.  Dalam proses pengomposan, berbagai teknologi (komposter) dapat digunakan sesuai kebutuhan. Selain itu, pada proses ini dibutuhkan bakteri untuk membantu proses nitrifikasi, dan juga dibutuhkan C / N ratio yang sesuai agar mencapai efek yang maksimal.

Read More …

Pengelolaan Limbah Pertanian dan Peternakan

Tingginya angka kelahiran dan pertambahan penduduk akan berdampak pada peningkatan jumlah sampah di Indonesia. Sampah yang dihasilkan bervariasi, dan sampah perkotaan akan berbeda dengan sampah pedesaan. Sampah kota termasuk sampah organik, anorganik dan berbahaya. Sedangkan sampah pedesaan biasanya hanya berupa sampah organik, seperti sampah rumah tangga, ternak dan sampah pertanian. Pengolahan sampah di Indonesia masih banyak menggunakan cara-cara yang sederhana, bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa pengolahan sampah hanya dengan program 3P (Pengumpulan, Pengangkutan dan Pembuangan) tetapi cara ini belum bisa digunakan untuk limbah peternakan dan pertanian. Biasanya limbah ternak dan pertanian dibiarkan begitu saja, limbah ini akan menjadi masalah yang serius, baik dari segi estetika maupun kesehatan. Limbah ternak yang sering dimanfaatkan adalah kotoran sapi.. Salah satu proses yang banyak dimanfaatkan untuk limbah ternak dan pertanian adalah dengan membuat kompos atau pupuk organik dengan cara pengomposan. Kompos yang terbuat dari limbah pertanian dan peternakan mengandung kandungan nitrogen, kalium dan serat yang tinggi. Karya ilmiah ini dibuat dengan tujuan mengkaji pengolahan limbah pertanian dan peternakan menggunakan metode pengomposan sehingga menjadi produk yang bernilai dan dapat digunakan kembali.

Read More …