Penggunaan Akuaponik Sebagai Alternatif Pertanian di Kota

Urban farming (pertanian perkotaan) atau bertani dengan memanfaatkan lahan yang sempit atau pengurangan lahan, yang guna untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah sehari-hari bagi masyarakat pemukiman/perumahan yang berada di daerah perkotaan dan mencakup berbagai proyek dan aktivitas penghasil makanan dan kebangkitan pertanian baru-baru ini di dalam dan sekitar kota, orang telah terhubung kembali ke pertanian dengan menanam makanan sendiri dan mengunjungi pasar petani. Hal yang berkembang pesat ini berpotensi membuat masyarakat jauh lebih sehat dan menciptakan peluang ekonomi lalu pertanian perkotaan populer karena beberapa alasan seperti keberlanjutan, keterjangkauan, kesehatan, dan kenyamanan dan saat ini pertanian perkotaan ada didalam berbagai bentuk yaitu: kebun komunitas dan halaman belakang, berkebun di atap dan balkon, tumbuh di lahan kosong, taman daftarnya terus berlanjut bahwa urban farming sendiri sering disalahartikan sebagai berkebun komunita atau pertanian subsisten.

Read More …

Permasalahan Nyata yang Terjadi pada Aliran Sungai Cikapundung

Hamparan dari suatu wilayah atau kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi atau punggung bukit yang fungsinya untuk menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta untuk mengalirkannya melalui anak anak sungai dan keluar pada satu titik adalah pengertian dari daerah aliran sungai (DAS) dan definisi tersebut mengartikan bahwa seluruh purmukaan daratan di bumi ini terbagi dalam daerah aliran sungai. Pemanfaatan potensi dari sumber daya alam di dalam DAS yang termasuk hutan untuk kepentingan dan kebutuhan manusia pribadi atau golongan telah menyebabkan terjadinya degradasi lahan dan hutan yang cukup dasyat dan perubahan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali ini bisa mempengaruhi fungsi dari lingkungan dan keseimbangan nya yang termasuk proses-proses hidrologis di dalam wilayah daerah aliran sungai tersebut. Akibat yang terjadi adalah ketidakseimbangan neraca air, sedimen, hara dan rusaknya habitat keanekaragaman hayati di dunia. Nah tujuan adanya pengelolaan daerah aliran sungai sendiri adalah supaya terkendali hubungan timbal balik antara lingkungan DAS sendiri dan sumber daya yang ada dialam, dengan keinginan manusia guna untuk kelestarian fungsi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Di dalam penerapannya di lapangan, konsepsi tersebut memerlukan upaya yang tidak mudah dan untuk itu diperlukan keterpaduan pengelolaan oleh berbagai pihak yang terlibat atau sektor mulai dari  hulu sampai hilir dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan seperti kondisi biofisik dan sosial ekonomi yang ada dalam suatu daerah aliran.

Read More …

Ancaman Kualitas Air Waduk Di Masa Depan

Waduk merupakan tempat ataupun wadah dalam menampung air dengan jumlah yang sangat besar. Waduk memiliki fungsi seperti danau, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan yaitu proses pembuatannya. Danau terbentuk secara alami, bisa dari proses vulkanologis, aliran air sungai, dan lainnya, sedangkan waduk terbentuk atas proses pembangunan manusia. Sumber air waduk biasanya berasal dari tampungan air hujan, aliran air sungai yang dibendung, atau berasal dari air tanah. Ketersediaan air dalam waduk ini sangat dipengaruhi oleh proses infiltrasi ataupun evaporasi pada waduk tersebut (Notohadiprawiro dkk., 2006).

Read More …

Kandungan Trombinol dan Quercetin di Jus Jambu biji

Ketika musim hujan seringkali membuat masyarakat resah khususnya masyarakat Indonesia. Pada musim hujan sangatlah rentan dengan penyakit Demam Berdarah atau yang dikenal sebagai penyakit DBD. Deman berdarah atau dikenal sebagai Dengue Fever merupakan sebuah demam yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak di tropis dan subtropis. Di Indonesia tingkat terjangkitnya penyakit ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia belum banyak yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan rumahnya masing-masing.

Read More …

Budidaya Tomat Cherry dengan Metode Hidroponik

Urban farming merupakan suatu konsep pertanian atau perkebunan yang pelaksanaannya memanfaatkan lahan yang terbatas. Urban farming atau pertanian perkotaan disebut juga sebagai kegiatan membudidayakan tanaman atau memelihara hewan ternak di wilayah kota besar (metropolitan) maupun kota kecil untuk memperoleh bahan pangan dan kebutuhan lain seperti menjadi sumber pendapatan. Di dalam kegiatan urban farming terdapat juga pemprosesan hasil panen, pemasaran, dan distribusi produk hasil kegiatan penanaman tanaman atau pemeliharaan hewan ternak (Syafei, 2016). Salah satu metode urban farming yang tengah digemari adalah hidroponik. Hidroponik sendiri adalah budidaya tanaman pada air seperti yang dicetuskan pertama kali oleh Gericke pada tahun 1936. Dalam bahasa Yunani, hidroponik berasal dari dua kata, yaitu “hydro” yang berarti air dan “ponos” yang memiliki arti bekerja (bercocok tanam) pada media air (Dr. Susilawati, 2019). Sederhananya, hidroponik merupakan salah satu metode budidaya tanaman dengan menggunakan media air yang diperkaya dengan nutrisi. Hal ini membuat pengendalian nutrisi, pengendalian hama, dan pencahayaan lebih mudah diawasi dan dikendalikan. Hidroponik tidak memerlukan penggunaan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan nantinya sayuran atau buah-buahan yang dihasilkan akan lebih sehat dan organik. Penanaman dengan metode hidroponik akan menghasilkan tanaman yang memiliki kualitas yang baik dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

Read More …

Pencegahan Erosi Tanah Menggunakan Metode Terasering

Bila sedang mengangkat pembahasan mengenai teknik tanah dan air di Indonesia, pembahasan tersebut biasanya tidak jauh dari kata konservasi lahan. Konservasi lahan itu sendiri memiliki makna yang berarti salah satu rangkaian strategi dalam mengatur dan mencari cara untuk mencegah erosi yang terjadi pada tanah di permukaan bumi. Terjadinya erosi biasanya ditandai dengan beberapa perubahan secara biologi ataupun kimiawi yang diantaranya adalah akibat dari penggunaan lahan yang bisa dibilang berlebihan, pengasaman yang terjadi pada lahan, degradasi atau salinisasi dimana garam yang terlarut dalam air terakumulasi dalam media tempat menanam, dan kontaminasi yang berasal dari faktor luar lainnya. Penerapan salah satu konservasi lahan tersebut yang ada di Indonesaia adalah terasering.

Read More …

Penggunaan Ampas Kopi dan Ampas Teh dengan Media Hidroponik

Sebagian orang khususnya yang tinggal di Indonesia menganggap bahwa ampas kopi dan ampas teh merupakan suatu limbah rumah tangga ataupun industri dalam bidang kuliner yang kedepannya sudah tidak dapat dipergunakan kembali. Sehingga, masyarakat pada umumnya langsung membuangnya tanpa berpikir apakah bisa dipergunakan kembali. Akan tetapi, jika diproses kembali dengan metode yang tepat, ampas kopi dan ampas teh tersebut dapat dimanfaatkan kembali dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai. Salah satu metode pemanfaatan ampas kopi dan ampas teh tersebut adalah dengan menggunakan hidroponik.

Read More …

Teknologi Vertikultur sebagai Efisiensi Lahan dan Budidaya Sayuran di Daerah Perkotaan

Wilayah yang memiliki kegitan utama bukan pertanian melainkan sebagai tempat perumahan di perkotaan, pemusatan, distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayananan sosial, serta kegiatan ekonomi lainnya hal tersebut biasa kita kenal dengan daerah perkotaan.

Vertikultur sebagai teknik budidaya tanaman dilakukan dengan cara bertingkat atau ke atas diterapkan secara indoor maupun outdoor. Vertikultur biasanya digunakan menggunakan model atau tempat tertentu untuk penanamannya tergantung bagaimana keadaan tempat dan kemampuan setiap orang yang menggunakannya.

Negara-negara yang beriklim tropis misalnya Indonesia sudah memulai menggunakan model bercocok tanam vertikultur ini, dikarenakan hal ini dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat yang saat ini sedang meningkat tetapi lahan tanam yang ada makin sempit atau menurun. Selain itu teknik model vertikultur ini dapat digunakan untuk dekorasi taman maupun di kota yang berisi gedung-gedung kaca.

Read More …

Irigasi Tetes, Strategi Menyiasati Kekurangan Air

Air merupakan salah satu komponen terpenting di dalam pertanian. Air menjadi faktor kunci dari keberlanjutan kesuksesan hasil pertanian. Dari jumlah air yang ada di dunia, 70% digunakan untuk kebutuhan sistem pertanian. Ada banyak manfaat air, terutama di bidang pertanian yaitu sebagai berikut.

  1. Membantu tanah di dalam lahan pertanian untuk menjadi basah sehingga memudahkan petani untuk menanam dan membajak lahan
  2. Membantu menyerap unsur hara oleh akar tanaman
  3. Membantu menyuburkan tanah karena air kaya akan unsur hara
  4. Membantu sistem metabolisme tanaman sehingga berpengaruh pada produktivitas tanaman
  5. Membantu memelihara suhu tanaman

Read More …