Manfaat Pasir Vulkanik Bagi Pemurnian Air

Gunung bisa diartikan sebagai tonjolan permukaan tanah yang tinggi bahkan sangat tinggi dibanding dengan daerah sekitarnya. Mengacu dari KBBI, gunung dapat didefinisikan sebagai bukit yang sangat besar dan tinggi dengan batas minimal berketinggian lebih dari 600 mdpl. Hal ini selaras dengan standar yang ditetapkan oleh Encyclopaedia Britannica yang menyebutkan bahwa suatu bukit dapat dikategorikan sebagai gunung mempunyai ketinggian minimal 2000 kaki atau sekitar 610 mdpl.

Gunung sendiri bukan hanya sebuah hiasan Tuhan di muka bumi. Gunung dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu gunung aktif, gunung istirahat, dan gunung mati. Gunung aktif bisa diartikan sebagai gunung yang masih mengalami atau terjadi aktivitas vulkanik di dalam perut gunung tersebut yang sewaktu-waktu dapat keluar menjadi letusan gunung berapi. Kemudian, gunung istirahat adalah gunung yang sudah lama tidak menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dan bisa menjadi gunung mati namun masih ada kemungkinan untuk gunung tersebut aktif kembali walaupun sudah berlangsung selama ratusan bahkan ribuan tahun. Yang ketiga yaitu gunung mati adalah gunung yang sudah tidak menunjukkan aktivitas vulkanik atau dengan kata lain bukan gunung berapi.

Read More …

Mengenal Konservasi Tanah dan Air

Negara Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya alam yang berlimpah. Namun sumber daya alam yang ada di Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara bijaksana. Pemanfataan sumberdaya alam yang tidak sesuai berpotensi untuk menimbulkan berbagai masalah yang dapat merugikan kehidupan makhluk hidup.

Tanah dan air merupakan sumberdaya yang sangat penting sebagai penyokong aktivitas kehidupan makhluk hidup. Tanah dan air merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbarui, walau begitu sumberdaya tanah dan air sangat rentan untuk  mengalami degradasi atau kerusakan yang dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pertanian, insfrastruktur, industri, pemukiman penduduk dan aktivitas lainnya. Degradasi yang terjadi dapat mengakibatkan kerugian karena dapat menyebabkan terjadinya kemunduran produktivitas tanah.

Read More …

Meningkatkan Keefektifitas Pengelolaan Air untuk Pertanian Lahan Kering

Indonesia adalah negara agraris dimana pembangunan di bidang pertanian sangatlah penting, UU No. 7 Tahun 1996 membahas tentang pangan dimana menyatakan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan suatu negara adalah suatu kewajiban bagi setiap pemerintah maupun masyarakat nya. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produksi pangan antara lain yaitu usaha dalam meningkatkan produksi pangan dengan memperluas areal tanam, dan intensifikasi yang artinya usaha dalam peningkatan produksi pangan dengan menggunakan lahan yang sudah ada antara lain penggunaan bibit unggul, pemberian pupuk,yang tepat serta menggunakan irigasi yang efektif dan efisien. Lahan kering di Indonesia punya banyak potensial untuk dikelola. Tapi pengelolaan itu terhambat akibat kurangnya pengairan yang ada yang disebabkan oleh turunnya hujan yang tidak merata sehingga membuat lahan tersebut kekurangan pasokan air saat musim kemarau dan produktivitas tanaman menjadi rendah. Karena itu, diperlukan perluasan dan sistem yang baru dalam jaringan irigasi untuk memberikan pasokan air yang cukup kepada lahan dan tanaman agar lahan dan produk tersebut bisa kembali produktif lagi.

Read More …

Mengoptimalkan Musim Hujan Untuk Sumber Daya Air

Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara di dunia yang beriklim tropis, mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau di Indonesia berlangsung bersamaan dengan bertiupnya angin musim timur dan terjadi pada bulan maret hingga september, akan tetapi musim kemarau di Indonesia lebih cenderung berlangsung pada bulan april hingga bulan september. Sebaliknya musim hujan di Indonesia terjadi karena bertiupnya angin musim barat yang terjadi pada bulan september hingga bulan maret, akan tetapi di Indoneisa musim hujan lebih sering terjadi pada bulan oktober hingga bulan februari.

Read More …

Rehabilitasi Lahan di Sekitaran Daerah Aliran Sungai

Letak geografis yang strategis menunjukan bahwa Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah daerah aliran sungai atau DAS. Daerah aliran sungai atau DAS merupakan suatu daerah yang berfungsi untuk mewadahi air hujan yang kemudian akan dialirkan melalui saluran air yang dibatasi oleh punggung bukit atau gunung . Kemudian air tersebut berkumpul menuju suatu muara sungai, laut, danau, atau waduk. Terdapat berbagai jenis pengguna lahan pada daerah aliran sungai , misalnya pedesaan, lahan pertanian, hutan, jalan, dan lain-lain. Dengan demikian, daerah aliran sungai memiliki berbagai macam fungsi sehingga perlu kita kelola.

Pengelolaan daerah aliran sungai merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, petani, dan pemerintah. Tujuan pengelolaan daerah aliran sungai  adalah untuk memperbaiki keadaan lahan dan ketersediaan air secara terintegrasi didalam suatu daerah aliran sungai. Rusaknya hutan diwilayah hulu akibat pola usaha tani yang kurang bijak serta kurang optimalnya perencanaan ruang berbasis daerah aliran sungai dan ketidakpatuhan dalam implementasi regulasi merupakan beberapa contoh dari aktifitas yang lebih mementingkan keuntungan materi semata dengan mengabaikan lingkungan dimana kita tinggal.

Read More …

Potensi Sumber Daya Air di Indonesia

Sumber daya air merupakan suatu sumber daya alam yang mempunyai potensi besar bagi makhluk hidup, tanpa air proses kehidupan tidak akan berlangsung. Dengan tersedianya sumber daya air membuat manusia tidak menganggap sia-sia keberadaannya. Kegunaan air dapat membuat manusia lebih efektif dalam melakukan segala aktivitasnya seperti penggunaan pada bidang industri, pertanian, pariwisata, maupun rumah tangga. Namun, dengan keberadaannya dan penyebarannya sering sekali menjadi permasalahan, hal itu dikarenakan sifat air sangat mudah terkontaminasi dengan zat-zat yang didapatkan dari pencemaran lingkungan. Selain itu permasalahan lain akan timbul jika air tidak dikelola dengan baik, terutama karena tidak adanya keseimbangan antara persediaan dan kebutuhan

Read More …

Pengolahan Limbah Air Wudhu Untuk Budidaya Ikan Air Tawar

Air merupakan elemen terpenting bagi peradaban manusia . Dalam islam, kegiatan membersihkan diri dari segala kotoran dengan menggunakan air itu dinamakan wudhu. Dan Indonesia merupakan negara dengan mayoritas masyarakatnya adalah beragama islam. Wudhu merupakan suatu kebiasaan seorang muslim dan muslimah sebelum melaksanakan shalat ataupun bisa juga sebelum tidur supaya tetap terjaga keimanannya. Setidaknya dalam sehari seorang muslim melakukan wudhu sebanyak lima kali sehari juga bisa ditambah dengan shalat sunah. Dan rata-rata setiap muslim menghabiskan air untuk berwudhu kurang lebih sebanyak 3 liter air setiap kali wudhu. Berarti kurang lebih setiap muslim menggunakan 15 liter air setiap harinya untuk wudhu. Air ini sedikit tercemar karena terkena dengan beberapa bagian tubuh. Namun air limbah ini memiliki nilai guna untuk diolah kembali atau bisa di daur ulang , itu dilihat berdasarkan volume dan juga kualitasnya yang memungkinkan untuk kembali di olah. Dengan demikian kita harus bisa menyesuaikan diri akan kebutuhan air setiap harinya, apabila manusia lebih banyak mencemari dari pada mengolah kembali limbah air, itu  justru akan mempersulit manusia di kehidupan yang akan datang. Dengan menggunakan air wudhu sebanyak itu, kita dapat memanfaatkan limbah nya dengan semaksimal mungkin.

Read More …

Permasalahan Sumber Daya Air

Air merupakan salah satu komponen dalam kehidupan yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan. Air di permukaan bumi ada sekitar 70%, yaitu berupa lautan, danau, sungai, dan lain-lain. Tetapi dari seluruh air yang tersedia hanya sekitar seperempat yang bisa diminum atau dimanfaatkan. Pengeolaan sumber daya air merupakan hal yang penting untuk tetap mencukupi kebutuhan masyarakat agar tetap terjaga kunatitas dan kualitasnya. Tetapi pada kenyataannya pengelolaan sumber daya air mengalami beberapa permasalahan seperti kekeringhukuman, permintaan (demand), konservasi sumber daya air, dan manajemen sumber daya air yang tidak benar.

Air adalah hal penting dan diperlukan untuk kehidupan makhluk hidup yaitu sebagai media transportasi zat-zat makanan, juga merupakan salah satu sumber energi serta berbagai keperluan lainnya (Arsyad, 1989). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyebutkan bahwa kebutuhan air rata-rata secara wajar adalah 60 liter/ orang/ hari untuk segala keperluannya. Kebutuhan air bersih dari dari waktu ke waktu diperkirakan terus meningkat. Jumlah penduduk di dunia sebesar pada tahun 2000 yaitu sebanyak 6,121 milyar, maka diperlukan air bersih sebanyak 367 km3 per hari, maka pada tahun 2025 diperlukan air bersih sebanyak 492 km3 per hari (Suripin, 2002). Masalah utama sumber daya air adalah kualitas air yang semakin menurun dari tahun ke tahun dan kuantitas air yang tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kekeringan merupakan salah satu permasalahan pada sumber daya air. Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan di berbagai sector kehidupan. Kekeringan merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari lagi khususnya bagi Indonesia dan dapat dikatakan sebagai bencana tahunan atau bencana yang rutin terjadi. Di Indonesia sangat sering terjadi bencana kekeringan, karena Indonesia berada di bagian equator atau khatulistiwa bumi yang notabene memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Berikut adalah dampak-dampak yang diakibatkan oleh kekeringan yang terjadi di Indonesia:

  1. Terjadi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang cukup parah;
  2. Berdampak pada sektor pertanian;
  3. Sumber air minum berkurang;
  4. Tanaman dan hewan mati;
  5. Kelaparan;
  6. Lingkungan kotor;
  7. Wabah penyakit;
  8. Serangan serangga; dan
  9. Krisis air yang dapat menimbulkan konflik.

Penanggulangan kekeringan dapat dilakukan dengan mitigasi masyarakat terhadap bahaya kekeringan yaitu dengan cara pembuatan sumur bor, pembuatan sumur resapan, pembangunan tampugan air, sosialisasi atau penyuluhan tentang mitigasi kekeringan, mempersiapkan program bantuan air bersih kepada masyarakat, reboisasi, pembuatan embung, perbaikan saluran irigasi, dan normalisasi waduh/ embung (Hastuti dkk, 2017).

Masalah lain yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air adalah tingginya tingkat permintaan (demand). Jumlah penduduk dari tahun ke tahun kian meningkat. Indonesia pada 2015 memiliki jumlah penduduk 238.518.000 jiwa di Indonesia dan pada 2020 akan meningkat sebanyak 271.066.000 jiwa (BPS, 2020). Semakin banyak penduduk maka semakin tinggi pula permintaan atau kebutuhan air yang harus disediakan. Tetapi pada kenyataannya jumlah air tidak bertambah. Penduduk Indonesia belum mendapatkan akses air bersih dengan merata. Ada sekitar 33,4 juta penduduk yang masih kekurangan air bersih dan 99,7 juta penduduk yang masih kekurangan akses untuk fasilitas sanitasi yang baik. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) capaian air bersih yang layak saat ini Indonesia mencapai 77,55%. Capaian air bersih layak di Indonesia masih dibawah target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu sebesar 100%. Solusi untuk mencegah krisis air bersih di Indonesia adalah (PDAM Tirta Benteng, 2017) adalah penetapan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh sektor swasta maupun masyarakat sekitar, diperlukan pengkajian terhadap PDAM, baik dari segi tugas, proses kerja, maupun tanggung jawab kelembagaan, sosialisasi intensif kepada masyarakat pun mengambil peran yang sangat penting, membiasakan diri dan orang di sekitar akan pentingnya air bersih sejak dini, teknologi air bersih dan penyediaan sanitasi harus dikembangkan, dan melakukan pertolongan alternatif dengan sedekah air bersih.

Masalah lain yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air adalah konservasi sumber daya air. Konservasi adalah upaya pelindungan dan pelestarian lingkungan agar tetap berada di fungsi alamiahnya dan tetap berkesinmabungan. Upaya konservasi campur tangan banyak pemangku kebijakan (stakeholders), tidak hanya para ahli konservasi, akademisi, kaum professional, masyarakat, petani, serta pihak pemerintah. Upaya konservasi yang dapat dilakukan adalah memeliharaan daerah resapan air hujan dengan cara mematuhi peraturan Koefisien Bangunan Dasar (KBD) agar kemampuan tanah dalam menyerap air menjadi lebih baik, melakukan rehabilitasi hutan dengan cara menjaga kawasan pegunungan agar tertutup dengan vegetasi tetap sekurang- kurangnya 70%, melestarikan kawasan hutan lindung dan suaka alam, menanam pohon- pohon penyimpan air di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), menghindari bercocok tanam di daerah lereng yang terjal dengan kelerengan lebih dari 40%, Membuat aturan dan sanksi tegas bagi orang yang membuang sampah di sungai, membuat sumur resapan dan biopori, menampung air hujan yang berlebihan dan memanfaatkannya pada saat diperlukan, menghemat penggunaan air, mengendalikan penggunaan air, dan masih banyak lagi.

Permasalahan terakhir dalam pengelolaan sumber daya air adalah manajemen sumber daya air. Manajemen sumber daya air adalah aktivitas merencanakan, mengembangkan, mendistribusikan, dan mengelola penggunaan sumber daya air secara optimal. Dalam kondisi yang ideal, perencanaan manajemen sumber daya air memperhatikan semua kebutuhan air dan mengalokasikan air berbasis kesetaraan yang memuaskan semua pengguna air. Secara praktik, hal in jarang terjadi. Fungsi manajemen sumber daya air adalah melakukan konservasi sumber daya air, mengedalikan daya rusak air, dan mendayagunakan air. Masalah yang dihadapi dalam manajemen sumber daya air adalah penanganan yang terfragmentasi, Kelemahan koordinasi di tingkat nasional, daerah dan wilayah sungai, Belum memadainya UU-Peraturan yg dijiwai desentralisasi dan prinsip reformasi, konsep dan perangkat desentralisasi pengelolaan SDA belum mantap, instrumen dan mekanisme pengguna dan pencemar membayar belum mantap, instrumen dan mekanisme perijinan belum memadai, organisasi petani pemakai air belum mandiri, keterbatasan investasi pemerintah dan swasta, penerapan prinsip Good Governance belum diaplikasikan, akuntabilitas publik Pengelolaan SDA, masih lemahnya institusi pengelola wilayah sungai, tidak efektifnya pemeliharaan jaringan irigasi, dan lemahnya manajemen sistem informasi SDA.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2008. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana. Jakarta: BNPB.

 

Badan Nasional Penaggulangan Bencana. 2013. Info Bencana Edisi September 2013. Jakarta: BNPB.

 

Badan Pusat Statistik. 2020. Jumlah Penduduk Indonesia. Jakarta: BPS

 

Hastuti dkk. 2017. Mitigasi Kesiapsiagaan, dan Adaptasi Masyarakat Terhadap Bahaya Kekeringa, Kabupaten Grobogan. Terdapat di jurnal.uns.ac.id

 

Suripin. 2002. Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. ANDI. Yogyakarta.

 

PDAM Tirta Benteng. 2017. Solusi Mencegah Krisis Air Bersih Di Indonesia. Terdapat di pdamtirtabenteng.co.id (Diakses pada 11 November 2020 pukul 19.05 WIB)

Krisis Pengembangan Sumber Daya Air Bersih

Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup terutama manusia.Air juga merupakan sumber daya alam terbarukan yang artinya air dimuka bumi ini sebenarnya tidak akan habis. Jumlah air dipermukaan bumi sangat banyak tapi hanya sedikit yang dapat dikonsumsi manusia karena 97% air dimuka bumi adalah air laut.Oleh sebab itu, kita sebagai manusia harus pandai memanfaatkan dan melestarikan air agar tetap terjaga kualitasnya.Namun, kini banyak permasalahan- permasalahan sumber daya air yang disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Permasalahan sumber daya air di Indonesia sudah cukup meresahkan.Semakin meningkatnya jumlah kebutuhan air untuk dikonsumsi merupakan salah satu masalahnya.Untuk memenuhi keperluan air yang selalu meningkat,maka sumber daya air perlu dikembangkan dan dimanfaatkan sebaik baiknya. Sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya air  terpadu yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.Kebutuhan air semakin hari semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk . Angka pertumbuhan penduduk yang dinilai relatif cukup tinggi .Pertumbuhan yang cukup tinggi ini akan mengakibatkan kebutuhan air untuk berbagai kegiatan hidup masyarakat seperti pertanian dan industri juga ikut melonjak . Disisi lain semakin banyak kegiatan  industri maka akan semakin banyak pabrik pabrik yang membuang limbah padat maupun cair yang dapat mengakibatkan pencemaran serta kerusakan sumber daya air.

Read More …