Embung Sebagai Alternative dalam Menghadapi Krisis Air dalam Pertanian

Air menjadi unsur penting bagi keberhasilan hidup semua makhluk, tidak hanya manusia yang membutuhkan asupan air untuk keperluaan tubuhnya, juga tanaman yang membutuhkan air dalam proses pertumbuhannya, tanah pula membutuhkan air untuk menstabilkan kadar kandungan di dalamnya. Maka perlu suatu cara untuk menjadi sarana mengatasi kekrisisan air, dan embung menjadi salah satu caranya.

Embung adalah bangunan konservasi yang berbentuk cekungan serta lebih rendah dari daratan dan merupakan salah satu cara membudidayakan pemanenan air hujan. Embung ini pula dapat dikatakan waduk yang berukuran kecil, dengan menggunakan sistem penampungan air hujan, air limpasan (runoff), maupun air berlebih dari sumber lain. Adanya embung ini dapat menjadi sumber air untuk pertanian jikalau kemarau.

Read More …

Mengatasi Krisis Air Bersih di Indonesia dengan Pengelolaan Sumber Daya Air

Banyak negara di dunia sedang menghadapi krisis air bersih dan air mineral. Mulai dari negara kecil, negara berkembang bahkan negara maju pernah mengalaminya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya krisis air, misalnya pembangunan gedung bertingkat yang membuat sumber daya air sulit didapat, bahkan faktor lingkungan dan iklim masing-masing negara yang membuat negara tersebut mengalami kekeringan.

Air adalah sumber daya alam yang dibatasi oleh waktu dan tempat. Pengelolaan dan pelestarian merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan. Menurut Arsyad (1989) menjelaskan bahwa air merupakan bahan alam yang dibutuhkan untuk kehidupan makhluk hidup yaitu sebagai media pengangkutan zat-zat makanan dan juga merupakan sumber energi. Kebutuhan air rata-rata secara wajar adalah 60 l/orang/hari untuk segala keperluannya, ini terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Perkiraan dari tahun ke tahun untuk kebutuhan air bersih terus meningkat.

Read More …

Dampak dan Pemanfaatan Sumber daya Air

Air merupakan suatu elemen berada dibumi yang dikaruniakan oleh Tuhan yang Maha Esa yang menjadi komponen paling penting yang tersedia di bumi dan dalam kehidupan semua mahluk di bumi dari manusia, tumbuhan dan binatang. sebanyak 72 % permukaan bumi di liputi oleh air, namun  sekitar 92 % bumi diliputi oleh air asin ( laut ) dan sisanya hanya sebagian kecil merupakan air tawar yang layak digunakan secara langsung untuk kebutuhan sehari – hari seperti untuk minum dan menyiram tanaman atau pertanian . sedangkan air asin ( laut )  juga memiliki manfaat sebagai sebagai tempat cadangan air di bumi . air laut juga dapat menjadi sumber air  minum namun memerlukan proses desalinisasi ( proses menghilangkan kadar garam yang berlebih dalam air laut ) sehingga dapat dikonsumsi .

Read More …

Keefektifan Pemasangan Lubang Biopori Terhadap Penanggulangan Banjir di Rumah

Di musim penghujan ini, banyak daerah yang mudah tergenang banjir, salah satunya DKI Jakarta. Banyak cara telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi banjir tersebut. Namun, tetap saja masih ada bagian di Jakarta yang tergenang banjir. Entah karena kiriman dari daerah sekitarnya atau dari hujan yang terjadi di Jakarta. Hal ini membuat masyarakat Jakarta resah karena hampir setiap kali hujan, Jakarta pasti akan tergenang banjir di beberapa titik.

Read More …

Terasering dan Pengaruhnya Terhadap Tanah

Apa itu Terasering ? merupakan kegiatan bercocok tanam dengan memakai metode konservasi dengan cara membuat berbagai teras yang dilakukan agar dapat mengurangi panjang lereng dan dapat menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan sehingga memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah. Terasering bertingkat biasanya digunakan oleh masyarakat untuk bercocok tanam di daerah perbukitan atau juga pegunungan.  Banyak sekali jenis-jenis terasering yang dapat dibuat yaitu:

Read More …

Sistem Filtrasi Menjawab Persoalan Kualitas Air pada Daerah Aliran Sungai (DAS)

Kehidupan makhluk hidup sangat membutuhkan air, karena air merupakan faktor utama dalam metabolisme dan komponen utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Air juga sangat dibutuhkan oleh tanaman yaitu sebagai pelarut unsur hara, media transportasi hara dalam tanah dan mempertahankan state dalam proses transportasi dan fotosintesa, sehingga ketersediaan air merupakan faktor utama dalam pertumbuhan tanaman. Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai kawasan tangkapan air berperan penting dalam menyediakan air bagi kehidupan dengan berbagai kebutuhan tersebut. Selain itu, DAS (Daerah Aliran Sungai) juga berperan perting dalam menjaga lingkungan termasuk kualitas air.

Read More …

Jenis dan Pentingnya Sistem Irigasi Dalam Bertani

Air merupakan suatu sumber kehidupan yang sangat penting bagi semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini karena tanpa adanya air maka tidak akan ada kehidupan. Semua kegiatan yang dilakukan manusia dan makhluk hidup lain hampir seluruhnya melibatkan air, salah satu contohnya yaitu bertani. Bertani merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia khususnya petani dalam mengolah apa yang ada di alam seperti mengolah tanaman untuk memenuhi kebutuhan akan pangan dan memperoleh suatu tujuan atau suatu produk yang memerlukan berbagai aspek, seperti media tanam atau tanah dan juga air.

Read More …

Pengunaan Model Hidrologi Untuk Pengelolaan DAS

Hidrologi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari mempelajari pergerakan, distrubusi dan kualitas air di bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air (SDA). Dengan mempelejari Hidrologi kita bisa menggunakan Modelnya untuk Efektifitas dari pengelolaan DAS yang harus memperhatikan respon hidrologi pada setiap pelaksanaannya.Pengelolaan DAS itu sendiri sebaiknya menggunakan model hidrologi,yang diaman model itu menggunakan SWAT(Soil and Water Assesment Tool),yang dimana SWAT adalah salah satu model hidrologi yang terhubung oleh SIG(Sistem Informasi Geografis) dan DSS (Decision Support System). Sebelum itu kita harus mengerti tentang Pengetian dari DAS itu sendiri. DAS adalah singkatan dari Daerah Aliran Sungai, yang dimana dalam pendekatan Hidrologis merupakan wilayah yang dibatasi punggung bukit (pemisahan topografi) dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut untuk ditampung dan selebihnya dialirkan dari sungai kecil ke sungai utama. DAs itu sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu. mengumpulkan curah hujan,menyimpan air hujan untuk simpanan DAS dan mengalirkan air untuk limapasanya. Ketinga fungsi tersebut saling berinstraksi dalam suatu sistem DAS mulai dari penyimpanan massa air hingga hubungan masuk dan keluaran limpasa DAS itu sendiri. Read More …

Masalah Banjir di Sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS)

Indonesia merupakan negara kepulauan karena lebih dari setengah wilayah Indonesia merupakan perairan. Tercatat ada 17.504 pulau di Indonesia. Di Indonesia juga terdapat banyak sungai yang berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sehari-hari, transportasi, dan menampung debit air yang turun ke tanah melalui hujan Selain itu, Indonesia juga hanya mempunyai 2 musim saja, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan di Indonesia biasanya terjadi pada kisaran bulan Oktober-April. Meskipun Indonesia bukan negara dengan intensitas hujan tertinggi, tapi Indonesia memiliki curah hujan yang terbilang cukup tinggi, karena Indonesia merupakan negara yang dilewati oleh garis ekuator sehingga Indonesia memiliki iklim tropis. Curah hujan di Indonesia rata-rata berkisar antara 2.000-3.000 mm per tahun. Sartono Marpaung dari Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN menyebutkan bahwa wilayah dataran tinggi memiliki curah hujan yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah dataran rendah. Rata-rata curah hujan pada dataran dengan ketinggian 600-1.300 mdpl berkisar antara 2.300-2.800 mm per tahun. Sedangkan rata-rata curah hujan pada wilayah dataran rendah lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah dataran tinggi. Terdapat masalah yang timbul saat curah hujan di Indonesia sedang tinggi. Salah satu masalah yang biasa timbul adalah banjir. Banjir dapat didefinisikan sebagai luapan air dalam jumlah besar yang kemudian menggenangi daratan. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), luapan air dapat terjadi apabila curah hujan berada di atas 100 mm per hari.

Read More …