Budidaya Paprika Menggunakan Metode Hidroponik

Dewasa ini, mulai banyak orang untuk terjun menggeluti budidaya tanaman berbasis urban farming. Urban farming merupakan suatu konsep kegiatan yang mengubah pertanian konvensional menjadi pertanian perkotaan. Salah satu konsepnya yaitu dengan menggunakan metode hidroponik. Di saat pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, hal tersebut dilakukan banyak orang yang memiliki lebih banyak kegiatan di rumah untuk menjadikannya sebuah hobi bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai peluang usaha baru di masa perkembangan teknologi saat ini. Mengapa hal tersebut banyak dilakukan banyak orang? dikarenakan urban farming sendiri merupakan salah satu konsep gaya hidup yang cocok dan mudah dilakukan bahkan, urban farming merupakan salah satu usaha yang menguntungkan di masa kini.

Hidroponik merupakan sistem pertanian yang dilakukan menggunakan media tanam air yang berisi larutan nutrient. Budidaya hidroponik biasanya dilakukan di dalam rumah kaca untuk menjaga pertumbuhan tanaman secara optimal dan tetap terlindungi dari unsur luar seperti hujan, iklim, dan hama penyakit. Hasil panen dari hidroponik dinilai lebih sehat karena konsep tersebut menerapkan sistem penanaman organik. Bahkan dari segi finansial harga jual tanaman hidroponik lebih tinggi daripada tanaman non-hidroponik, hasil panen yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi salah satunya yaitu paprika. Tanaman paprika (Capsicum Annuum  L.) merupakan tanaman hortikultura berjenis sayuran yang masih satu keluarga dengan tanaman cabai , paprika termasuk tanaman yang mudah dan cepat mengalami pertumbuhan dan dapat menguntungkan apabila dibudidayakan, dikarenakan tanaman tersebut dianggap jenis tanaman hidroponik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan, mampu menangkal penyakit penyakit berbahaya seperti kanker dan jantung.

Untuk melakukan proses budidaya paprika menggunakan metode hidroponik kita perlu mempersiapkan beberapa lahan, alat, dan bahan-bahan. Alat dan bahan yang perlu disiapkan yaitu berupa:

  1. Tray semai/Wadah, alat ini berfungsi untuk mengurangi risiko kerusakan akar saat transplanting dan juga memudahkan dalam menghitung jumlah benih yang ditanam.
  2. Nursery, alat ini berfungsi sebagai tempat berprosesnya benih menjadi bibit yang siap ditanam
  3. Benih Paprika, benih paprika yang ada seperti Spertacus F1, Goldflame F1, dan Kelvin F1.
  4. Media semai, bahan ini digunakan sebagai media untuk menunjang pertumbuhan tanaman, media yang biasa digunakan berupa sekam bakar/rockwool-grodan.
  5. Hygrometer/Thermometer, alat ini dapat digunakan untuk mengukur kadar pH dalam air, sehingga tanaman dapat bertumbuh lebih optimal.
  6. Pinset,  alat ini berfungsi sebagai alat bantu semai benih yang kecil pada media semai, dan memudahkan mengambil benih kecil yang akan ditanam.
  7. Alat semprot, kegunaan alat ini berfungsi untuk penyiraman rutin agar tetap terjaga keperawatannya.

Setelah sudah lengkap semua perlengkapan alat dan bahannya, hal yang selanjutnya dilakukan yaitu mempersiapkan benih paprikanya. Untuk mendapatkan benih tersebut dapat temui di pasar terdekat atau menemuinya lewat platform e-commerce. Pastikan Anda selalu menggunakan benih yang berkualitas. Disarankan untuk tidak menyemai benih paprika yang diambil langsung dari buahnya, sebab, kebanyakan paprika yang dijual merupakan hasil dari tanaman hybrid, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan yang didapatkan anakannya berbeda dari induknya, bahkan bibit yang akan ditumbuh tidak bisa berbuah. Jika sudah mendapatkan benih yang berkualitas, langkah awal untuk memulai pembudidayaannya yaitu dengan melakukan penyemaian benih. Penyemaian merupakan proses menumbuhkan biji menjadi bibit, langkah berikut merupakan cara penyemaian bibit paprika:

  1. Gunakan benih yang memiliki daya kecambah mencapai 90%
  2. Merendam bibit paprika ke dalam air yang memiliki suhu 10°C dan kelembaban 40°C selama kurang lebih 2 jam
  3. Mencampurkan sekam atau pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:3 untuk media penyemaian
  4. Tanam bibit yang sudah di rendam sebelumnya, ke dalam media semai sedalam 1 cm
  5. Memosisikan tempat yang jarang terkena sinar matahari untuk tempat penyimpanan benih
  6. Pemeliharaan bibit meliputi penyiraman yang dilakukan secara rutin 1-2 kali sehari guna mempercepat proses tumbuh menjadi tunas
  7. Mengatur kembali jarak antar  tanam agar daun tidak saling menutupi
  8. Bibit paprika sudah siap dipindahkan ke media tanam jika bibit sudah berumur di atas 24 hari.

Proses selanjutnya setelah tahap penyemaian bibit yaitu mempersiapkan dan memindahkannya ke media tanam, tetapi sebelum media ditempatkan, masukkan terlebih dahulu media ke dalam polybag atau pot. Gunakan media seperti sekam bakar atau rockwool-grodan agar tidak mudah padat, tidak menyerap banyak air dan mengandung unsur hara. Pemindahan ke dalam media tanah juga perlu diperhatikan, agar tidak mengalami stress pada tanaman paprika, pemindahan ini juga memiliki waktu yang baik untuk dilakukan, pagi atau sore merupakan waktu yang disarankan untuk dilakukannya proses pemindahan, karena paprika merupakan jenis tanaman yang sensitif terhadap sinar matahari secara langsung. Gunakan proteksi berupa paranet agar mengurangi intensitas cahaya yang diterima dan penanaman paprika lebih optimal.

Apabila sudah dilakukan pemindahan, selanjutnya yaitu proses penempatan bibit paprika satu persatu pada setiap media yang sudah disiapkan dengan memakai pinset. Setelah itu tutup bibit yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa, kemudian bibit bibit tersebut ditempatkan di Tray semai dengan suhu optimal 20-25°C. Pasang lampu bila suhunya rendah dan semprotkan air menggunakan hand sprayer ke dalam tray semai apabila mengalami kelembaban, cara tersebut merupakan pengaturan suhu pada tray semai. Apabila bibit sudah mempunyai kotiledon yang tumbuh sempurna, selanjutnya lakukan pemindahan bibit ke dalam polybag atau pot yang sudah tercampur larutan AB mix dengan EC 2.5 S/cm dan pH 5,5.

Tahap selanjutnya yang perlu dilakukan pada penanaman paprika ini yaitu memangkas tunas vegetatif yang sering muncul di batang utama, hal tersebut bertujuan untuk membentuk tanaman dengan cara mengontrol atau mengarahkan pertumbuhan tanaman dan juga meningkatkan kualitas pada buah yang dihasilkan.

Di tahap ini merupakan tahap terakhir untuk melakukan proses pemanenan yaitu proses pemeliharaan yang harus melakukan penyiraman rutin sebanyak 1-2 kali sehari tergantung cuaca serta pengendalian pada hama dan gulma yang akan tumbuh di sekitar tanaman paprika. Pemberian pupuk susulan juga harus dilakukan untuk menjaga nutrisi tanaman seperti (JORO A&B Mix) dengan EC. 1,5 ms/cm dan pH 5,5. Untuk pemeliharaan tetap terjaga usahakan posisi tanaman jangan terlalu dekat antar tanaman.

Hasil pemanenan akan dapat didapatkan setelah 3 bulan sejak masa tanam apabila kita melakukan beberapa tahapan di atas. Dari hasil pemanenan dapat kita gunakan maupun dijadikan sebuah keuntungan untuk menambah penghasilan dikarenakan buah paprika yang memiliki harga yang cukup mahal. Penghasilan tersebut bisa lebih dikembangkan apabila kita melakukan kerja sama dengan para kelompok petani, menyuplai hasil panen kita ke restoran atau supermarket, menjual secara langsung ke pasar. Hal tersebut dapat kita lakukan jika ada kemauan untuk melakukan bisnis di bidang pertanian.

 

REFERENSI

Cara Menanam Paprika Hidroponik. (n.d.). From https://bukubiruku.com/cara-menanam-paprika-sistem-hidroponik/

11 Jenis Tanaman Hidroponik Bernilai Ekonomi Tinggi _ Bibit Online. (n.d.). From https://bibitonline.com/artikel/11-jenis-tanaman-hidroponik-bernilai-ekonomi-tinggi

DISPERTAN.BANTENPROV.GO.ID | Budidaya Paprika Hidroponik. (n.d.). From https://dispertan.bantenprov.go.id/lama/read/artikel/572/Budidaya-Paprika-Hidroponik.html

Urban Farming dengan Sistem Hidroponik Menjadi Usaha Menguntungkan di 2020 – Jurnal. (n.d.). From https://www.jurnal.id/id/blog/urban-farming/#Kelebihan_dan_Kekurangan_Konsep_Hidroponik

Cara Menyemai Bibit Paprika | Bibit Online. (n.d.). From https://bibitonline.com/artikel/cara-menyemai-bibit-paprika

(DOC) Makalah Fisika Terapan. Tanaman Hidroponik Disusun oleh keompok 9 | yessa febriana – Academia.edu. (n.d.). From https://www.academia.edu/34727969/Makalah_Fisika_Terapan_Tanaman_Hidroponik_Disusun_oleh_keompok_9

 

 

 

 

 

Memanfaatkan Pekarangan Rumah Menjadi Tempat Budidaya Kangkung dengan Metode Hidroponik

Di masa pandemi yang tengah melanda hampir seluruh negara di belahan dunia membuat beberapa sektor pekerjaan mulai menurun dan tidak berkembang. Akibatnya, banyak perusahaan yang terpaksa harus memberhentikan atau mem-PHK karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Tidak sedikit bagi mereka yang merasa terpukul dan kesulitan terutama dalam segi ekonomi yang mulai surut setiap harinya. Maka dari itu, alternatif-alternatif lain sangat diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan kegiatan urban farming atau bertani dengan memanfaatkan lahan yang ada. Seperti yang telah kita ketahui, disaat berbagai sektor pekerjaan harus mengalami penurunan diakibatkan pandemi Covid-19, salah satu sektor yang dapat bertahan dan terus berkembang yaitu sektor pertanian. Maka dari itu, kegiatan bertani dapat dilakukan untuk membantu dan setidaknya sedikit demi sedikit dapat membantu perokonomian yang mulai surut.

Read More …

Budidaya Bawang Merah Menggunakan Metode Hidroponik Sistem Wick

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum L) atau brambang merupakan salah satu produk hortikultura unggulan Indonesia yang produk bibitnya terus ditingkatkan untuk memperoleh bibit yang bermutu dan sehat. Bawang merah adalah tanaman semusim yang mempunyai umbi berlapis-lapis dengan biji keping satu (monokotil), memiliki daun dengan bentuk silinder berongga, dan akarnya serabut. Pangkal daun yang berlapis, membesar, menyatu dan membentuk batang yang tumbuh hingga membentuk umbi berlapis. Menurut (Anonim, 2007) umbi bawang merah beragam warna, dari warna merah muda, merah pucat, merah cerah, merah keunguan, hingga merah kekuningan. Selain termasuk tanaman umbi-umbian, bawang merah juga termasuk tanaman rempah-rempah. Bawang merah sering digunakan sebagai bahan bumbu masakan dan penyedap masakan. Selain itu, bawang merah mengandung zat dan senyawa yang dapat digunakan sebagai obat alternatif dan berguna bagi kesehatan. Di Indonesia untuk permintaan bawang merah mengalami kenaikan senilai 5% dari tahun ke tahun. Hal tersebut disebabkan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Selanjutnya BPS (2004) menjelaskan bahwa impor bawang merah menyentuh 56710 ton, ini dikarenakan kapasitas produksi bawang merah Indonesia masih kurang yaitu 9,2 ton/ha. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan bawang merah di dalam negeri masih tinggi dibandingkan dengan penawarannya. Oleh karena itu, perlunya peningkatan produktivitas bawang merah di dalam negeri. Meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan akan bawang merah  mengalami kenaikan sedangkan lahan yang tersedia kian sempit.

Read More …

Tanaman Bunga Mawar (Rosa Sp)

Gambar 1. Morfologi Bunga mawar (Sumber : https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bunga-mawar-secara-hidroponik, 2018)

Mawar adalah tanaman semak dari genus ini. Mawar sendiri mengandung 100 spesies yang tumbuh di dunia utara dan tumbuh di udara sejuk. Istilah jenis mawar mengacu pada semak dengan duri pada batangnya, atau dapat disebut tumbuhan merambat, dan tumbuh kurang dari 2 sampai 5 meter. Ciri khas bunga mawar itu sendiri tentunya struktur anatomi organisasi pengangkutan. Ada dua organisasi angkutan pada bunga mawar, yaitu xilem dan floem.

  • Morfologi Bunga Mawar

Tanaman hias atau mawar ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, banyak diminati konsumen, dan dapat ditanam secara komersial. Berdasarkan kegunaannya pada bunga mawar dibedakan menjadi bunga potong, taman mawar dan bahan kosmetik pada bunga mawar. Tanaman hias mawar ini dapat diperbanyak dengan cara stek, sambung, sambung dan sambung. Biasanya bunga mawar bisa dilakukan dengan cara okulasi.

Read More …

Tanaman Cabai Keriting (Capcisum annum L)

Gambar 1. Buah Cabai Keriting (Sumber : https://www.agronet.co.id/detail/budi-daya/pertanian/3328-Budidaya-Cabe-Keriting, 2019)

Salah satu kebutuhan pokok jenis pangan berupa rempah-rempahan yang sangat banyak digunakan terutama untuk menambah cita rasa makanan agar lebih pedas adalah cabai keriting. Cabai keriting ini juga merupakan salah satu  jenis buah cabai yang banyak tumbuh di Indonesia yang dapat berkembang dengan sangat baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi dengan iklim yang tropis.  Cabai keriting atau dalam bahasa ilmiahnya biasa disebut dengan istilah Capcisum annum L juga merupakan  jenis tanaman semusim yang dapat dikagorikan dalam tumbuhan perdu berkayu. Adapun ciri-ciri dari cabai keriting ini diantaranya adalah sebagai berikut : Tinggi tanaman rata-rata setinggi 70-110 centimeter kemudian untuk panjang buah biasanya berkisar antara 9-15 centimeter serta memiliki  diameter buah sebesar 1-1,75 centimeter. Untuk warna buah nya sendiri jika cabai keriting yang muda itu akan berwarna hijau dan jika sudah matang maka akan berubah menjadi merah dengan permukaan buah yang ramping dan juga berlakuk dan memiliki rasa yang cukup pedas. Read More …

Tanaman Daun Peppermint (Mentha Piperita)

(sumber: http://hidroponikpedia.com/cara-mudah-stek-mint-hidroponik/ , 2018)

Tanaman peppermint memiliki nama latin yaitu Mentha piperita. Tanaman ini berasal dari hasil persilangan antara Mentha spicata (spearmint) dan Mentha aquatica (watermint). Tanaman ini memiliki asal muasal dari daratan Eropa dan Amerika Utara. Tanaman peppermint merupakkan tanaman yang masuk ke dalam klasifikasi Lamiaceace dan juga sebagai tanaman perdu tahunan (perennial). Tinggi tanaman ini tidak lebih dari 90 cm. Menurut Hadipoentyanti (2010), Tanaman menthe berkembang biak dengan cara vegetatif.

 

Mentha piperita L. bersifat absolute serta menghabiskan waktu 16 jam penyinaran agar dapat berbunga, ditanam didaerah beriklim sedang seperti Amerika serikat, Eropa, Australia, dapat tumbuh pada ketinggian 4000-7000 kaki (1200-2100 m) diatas permukaan laut. Menurut Hadipoentyanti (2010), Tanaman ini dapat dikembangkan di daerah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 900 meter diatas permukaan laut. Hal ini disebabkan melihat suhu yang cukup besar pada wilayah di Indonesia.

Tanaman peppermint tentu bukan tanaman yang asing dan cukup dikenal oleh banyak orang jika hanya melihat dari bentuk luarnya, karena seringkali tanaman ini dijadikan makanan atau minuman. Pada dasarnya tanaman ini tidak memperlukan proses yang panjang serta memakan waktu yang lama dalam pertumbuhannya. Tanaman peppermint (Mentha piperita L.) ini berasal dari famili Labiaceae, tumbuh didaerah yang lembab pada dataran tinggi dan tanah yang mengandung bahan organic. Selain itu, tanaman ini merupakan tanaman yang termasuk kedalam tanaman tahunan atau bisa dikenal dengan istilah rizhomatosa, tanaman ini memiliki drainase yang baik dan pH sekitar 6-7, tanaman ini juga memerlukan pencahayaan yang cukup sehingga dapat menjaga kualitas kandungan minyak yang di produksi.

Read More …

Tanaman Paprika (Capsicum Annuum L)

Gambar 1. Tanaman Paprika (Sumber : https://www.kampustani.com/cara-menanam-paprika/)

Tanaman paprika (Capsicum Annuum L) adalah sebuah varietas cabai yang biasanya mempunyai bentuk yang tidak sama dengan cabai lain. Paprika berbentuk seperti buah kesemek yang besar (W.D Herawati, 2012). Tanaman paprika ini merupakan tanaman yang umumnya digunakan untuk penyedap dari bahan masakan. Tanaman paprika memiliki berbagai zat atau kandungan gizi yang relatif tinggi. Zat atau kandungan gizi tersebut diantaranya vitamin A, vitamin B, vitamin C, protein, karbohitrat dan lemak serta zat mineral yang terdiri dari zat Fe, P, K dan Ca.

Tanaman paprika pada dasarnya tidak pedas dibandingkan dengan cabai. Hal ini dikarenakan paprika tidak memiliki zat kapsaisin yang ada pada cabai sehingga rasa paprika tidak pedas, bahkan lebih cenderung manis. Tanaman paprika memiliki berbagai macam warna seperti hijau, merah bahkan kuning. Warna ini dipengaruhi oleh varietas tanaman yang akan ditanam.

Read More …

Tanaman Pegagan (Centella Asiatica)

(sumber : https://doktersehat.com/manfaat-daun-pegagan/, 2020)

Tumbuhan pegagan atau disebut dalam nahasa latin yaitu Centella Asiatica merupakan tanaman yang biasa tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, dan juga didaerah persawahan. Pegagan ini merupakan tanaman yang dapat ditemukan di daerah Asia Tenggara dan sebagian kawasan subtropis. Pegagan ini biasa di sebut dengan nama lainnya yaitu daun kaki kuda atau antanan.

Secara umum tanaman pegagan ini merupakan tanaman herba yang digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan tradisional dalam kehidupan masyarakat karena khasiatnya yang berlimpah. Menurut Ramadhan (2015) pegagan mengandung zat kimia diantaranya adalah asiaticoside (termasuk bagian dari saponin), yang memiliki manfaat untuk penyembuhan luka dan juga antilepra. Khasiat  dari tanaman pegagan ini juga yaitu untuk pengobatan diare, disentri, epilepsi dan bahkan untuk peningkatan daya ingat. Berdasarkan penelitian S Shakir Jamil et al, bahwa pegagan juga mempunyai manfaat untuk pengobatan usus lambung, memiliki efekneuroprotektif, kardioprotektif, radioprotektif dan hepatoprotektif, sebagai antioksidan, antiinflamasi, antiansietas, memperbaiki kerusakan vena dan arteri, serta sebagai antistres. Bahkan masyarakat di pulau jawa biasa mengkonsumsi daun pegagan sebagai sayur lalapan dan di percaya dapat meningkatkan kecerdasan otak, menguatkan syaraf otak, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan daya ingat otak.

Read More …

Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.)

Gambar 1. Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) (Sumber: https://www.teorieno.com/2016/10/klasifikasi-dan-morfologi-kacang-hijau.html, 2016)

Asal Usul dan Klasifikasi Kacang Hijau (Vigna Radiata L.), Indonesia adalah negeri yang diberkahi tanah dengan tingkat kesuburan yang baik dan kondisi iklim yang sangat bersahabat untuk berbagai jenis tanaman yang kaya akan nutrisi. Oleh karena itu wajar jika kemudian banyak komoditi tanaman yang bermanfaat dan tumbuh subur di Indonesia. Salah satu komoditi tersebut ialah tanaman kacang hijau. Asal usul kacang hijau berasal dari Negara India, kemudian menyebar ke Negara Asia tropis hingga akhirnya masuk ke Indonesia. Pernyataan mengenain asal usul tanaman kacang hijau ini didukung oleh sebuah pendapat dari seorang ahli botani asal Uni Soviet yang bernama Nikolai Ivanovich Vavilov. Dia mengatakan bahwa India merupakan salah satu daerah asal tanaman suku leguminosae dan dia telah menemukan plasma nuftah kacang hijau jenis Phaseolus Mango di India atau yang kemudian disebut kacang hijau India (Rukmana, 1997). Kacang hijau diperkirakan masuk ke Indonesia pada awal abad ke 17. Masuknya tanaman ini ke Indonesia dibawa oleh pedagang China dan Portugis, awal mula penyebarannya hanya berada di pulau Jawa dan Bali. Kemudian seiring berjalannya waktu sekitar tahun 1920an mulai menyebar masuk ke wilayah Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur.

Read More …