Penggunaan Akuaponik Sebagai Alternatif Pertanian di Kota

Urban farming (pertanian perkotaan) atau bertani dengan memanfaatkan lahan yang sempit atau pengurangan lahan, yang guna untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah sehari-hari bagi masyarakat pemukiman/perumahan yang berada di daerah perkotaan dan mencakup berbagai proyek dan aktivitas penghasil makanan dan kebangkitan pertanian baru-baru ini di dalam dan sekitar kota, orang telah terhubung kembali ke pertanian dengan menanam makanan sendiri dan mengunjungi pasar petani. Hal yang berkembang pesat ini berpotensi membuat masyarakat jauh lebih sehat dan menciptakan peluang ekonomi lalu pertanian perkotaan populer karena beberapa alasan seperti keberlanjutan, keterjangkauan, kesehatan, dan kenyamanan dan saat ini pertanian perkotaan ada didalam berbagai bentuk yaitu: kebun komunitas dan halaman belakang, berkebun di atap dan balkon, tumbuh di lahan kosong, taman daftarnya terus berlanjut bahwa urban farming sendiri sering disalahartikan sebagai berkebun komunita atau pertanian subsisten.

Read More …

Kandungan Trombinol dan Quercetin di Jus Jambu biji

Ketika musim hujan seringkali membuat masyarakat resah khususnya masyarakat Indonesia. Pada musim hujan sangatlah rentan dengan penyakit Demam Berdarah atau yang dikenal sebagai penyakit DBD. Deman berdarah atau dikenal sebagai Dengue Fever merupakan sebuah demam yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak di tropis dan subtropis. Di Indonesia tingkat terjangkitnya penyakit ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia belum banyak yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan rumahnya masing-masing.

Read More …

Budidaya Tomat Cherry dengan Metode Hidroponik

Urban farming merupakan suatu konsep pertanian atau perkebunan yang pelaksanaannya memanfaatkan lahan yang terbatas. Urban farming atau pertanian perkotaan disebut juga sebagai kegiatan membudidayakan tanaman atau memelihara hewan ternak di wilayah kota besar (metropolitan) maupun kota kecil untuk memperoleh bahan pangan dan kebutuhan lain seperti menjadi sumber pendapatan. Di dalam kegiatan urban farming terdapat juga pemprosesan hasil panen, pemasaran, dan distribusi produk hasil kegiatan penanaman tanaman atau pemeliharaan hewan ternak (Syafei, 2016). Salah satu metode urban farming yang tengah digemari adalah hidroponik. Hidroponik sendiri adalah budidaya tanaman pada air seperti yang dicetuskan pertama kali oleh Gericke pada tahun 1936. Dalam bahasa Yunani, hidroponik berasal dari dua kata, yaitu “hydro” yang berarti air dan “ponos” yang memiliki arti bekerja (bercocok tanam) pada media air (Dr. Susilawati, 2019). Sederhananya, hidroponik merupakan salah satu metode budidaya tanaman dengan menggunakan media air yang diperkaya dengan nutrisi. Hal ini membuat pengendalian nutrisi, pengendalian hama, dan pencahayaan lebih mudah diawasi dan dikendalikan. Hidroponik tidak memerlukan penggunaan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan nantinya sayuran atau buah-buahan yang dihasilkan akan lebih sehat dan organik. Penanaman dengan metode hidroponik akan menghasilkan tanaman yang memiliki kualitas yang baik dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

Read More …

Penggunaan Ampas Kopi dan Ampas Teh dengan Media Hidroponik

Sebagian orang khususnya yang tinggal di Indonesia menganggap bahwa ampas kopi dan ampas teh merupakan suatu limbah rumah tangga ataupun industri dalam bidang kuliner yang kedepannya sudah tidak dapat dipergunakan kembali. Sehingga, masyarakat pada umumnya langsung membuangnya tanpa berpikir apakah bisa dipergunakan kembali. Akan tetapi, jika diproses kembali dengan metode yang tepat, ampas kopi dan ampas teh tersebut dapat dimanfaatkan kembali dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai. Salah satu metode pemanfaatan ampas kopi dan ampas teh tersebut adalah dengan menggunakan hidroponik.

Read More …

Bayam Merah untuk Kesehatan Ibu Hamil

Dalam keadaan pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk tinggal di rumah. Sebagian dari kita bersekolah, kuliah, hingga bekerja melalui online yang sering kali membuat jenuh. Banyak yang merasa tidak produktif karena segala pergerakan dan kegiatan menjadi terhambat diakibatkan PSBB ini. Namun, kita harus melakukannya karena ini sudah menjadi keputusan pemerintah yang mengharuskan masyarakat Indonesia untuk berdiam diri di rumah sebagai langkah memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Read More …

Budidaya Tanaman Kangkung Menggunakan Baskom Dengan Sistem Hidroponik

Pada masa pandemi ini sudah banyak warga masyarakat yang melakukan urban farming, dikarenakan adanya Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) yang di berlakukan oleh pemerintah Indonesia, sehingga masyarakat diharuskan untuk berdiam di rumah dan tidak banyak melakukan aktivitas lainnya di luar rumah. Maka dari itu warga masyarakat  memiliki lebih banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lainnya di rumah salah satunya dengan melakukan urban farming. Urban farming adalah salah satu metode pertanian yaitu dengan memanfaatkan lahan sempit menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian. Urban farming ini biasa dikenal oleh masyarakat sebagai pertanian perkotaan, kenapa ? karena pertanian biasanya terdapat di pedesaan atau perkampungan. Tetapi dalam urban farming memungkinkan bahwa  pertanian dilakukan di wilayah perkotaan, misalnya di daerah pemukiman padat penduduk dengan lahan yang kurang luas.

Read More …

Budidaya Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) Hidroponik

Urban Farming (Pertanian Perkotaan) dewasa ini merupakan praktik budidaya, pemrosesan, dan distribusi bahan pangan yang ada di sekitar perkotaan. Kegiatan dari Urban Farming itu sendiri melibatkan budidaya peternakan, budidaya perairan, holtikultura, dan watani. Kegiatan pertanian perkotaan ini sudah sering kita temukan di perkotaan, apalagi banyak orang yang melakukan kegiatan ini menjadi sebuah ladang usaha. Status keberlanjutan pengembangan pertanian perkotaan ini bersifat multi-dimensional, yaitu : ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan juga teknologi dengan metode MDS (Multi-Dimentional Scaling)Indonesia juga sudah mendapatkan peringatan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), yaitu “Ketika negara-negara memerangi pandemic corona, mereka juga harus melakukan segala upaya untuk menjaga kelancaran rantai pasokan makanan mereka”. Rantai makanan ini melibatkan interaksi yang lumayan kompleks, seperti petani, benih, pupuk, anti-hama, pabrik pengolahan, dan lainnya dari sector pertanian.

Read More …

Pengembangan Jahe Sebagai Tanaman Urban Farming

Puji syukur saya panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan berkat dan karunia-Nya pada saya, saya mampu untuk menyusun karya ilmiah ini yang berjudul “Penanaman Jahe untuk Urban Farming”.

Pada kesempatan kali ini, ijinkan saya untuk memaparkan sedikit tentang karya ilmiah saya ini. Pada karya ilmiah saya ini, saya akan memaparkan tentang alasan dan keuntungan pemilihan jahe untuk urban farming dan bagaimana proses penanaman jahe untuk urban farming

Saya berharap agar karya ilmiah ini dapat memberikan informasi yang berguna pada pembaca tentang tanaman jahe. Saya menyadari bahwa karya ilmiah ini memiliki banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran pembaca sangat saya butuhkan untuk menyempurnakan karya ilmiah ini.

Alasan Pemilihan Jahe

Urban Farming sudah menjadi tren untuk saat ini dikarenakan lingkungan perkotaan yang mulai banyak mengambil lahan pertanian sehingga mengurangi kuantitas pertanian yang tumbuh. Urban Farming mengandalkan ruang terbuka yang berada di lingkungan perkotaan untuk menjadi lahan hijau yang produktif.

Read More …