Cabai Merah Besar (Capsicum annum L)

Cabai Merah Besar (Sumber : https://bibitonline.com, 2020)

Cabai merah besar (Capsicum annum L) merupakan tanaman yang berasal dari iklim tropis dan subtropis pada Benua Amerika, tepatnya di negara  Colombia dan Amerika Selatan. Cabai merah besar masuk kedalam famili terung terungan (Seteiadi,2006). Terdapat sekitar 20 spesies dari genus Capsicum ini. Cabai termasuk kedalam golongan sayur buah yang berarti tanaman tersebut dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya. Tanaman yang termasuk golongan sayur buah adalah mentimun, paprika, tomat dan lainnya. Cabai sering digunakan sebagai bumbu masakan di benua Asia. Tanaman cabai merah besar ini tidak sepedas spesies cabai lainya biasanya digunakan sebagai penambah warna pada suatu makanan. Kandungan capsaicin pada spesies cabai selain memberikan rasa pedas juga berperan sebagai obat. Kandungan yang terdapat pada cabai merah besar memiliki kandungan vitamin c dan beta karoten yang cukup tinggi. Vitamin c pada cabai merah besar bermanfaat sebagai menigkatkan daya tahan tubuh, mempelihara membran sel, serta dapat mempercepat penyembuhan. Klasifikasi cabai merah besar masuk ke dalam kingdom Plantae, divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Dicotyledoneae, ordo Tubiflorae (Solanales), famili Solanaceae, genus Capsicum dan merupakan spesies dari Capsicum annuum  L.

Cabai merah besar memiliki adaptasi yang bagus dalam pertumbuhannya. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah dari ketinggian 0 – 800 mdpl pada dataran tinggi pun dapat tumbuh hanya saja pada daerah dataran tinggi pertumbuhannya lambat dan prokdutivitasnya yang rendah. Cabai merah besar memerlukan intensitas cahaya yang cukup tinggi yaitu sekitar 70% jika kurang maka akan menyebabkan daun dan batang lemas, tumbuh meninggi serta produksi akan rendah. curah hujan yang optimum untuk pertumbuhan yaitu 600-1250 mm per tahun. Ph yang ideal berada pada 5,5 – 6,8; bila lebih atau kurang akan menghasilkan produktivitas yang kurang optimum. Secara umum fase pertumbuhan tanaman cabai terbagi menjadi dua fase yaitu fase vegetatif yang berlangsung pada umur 0-40 hari setelah tanam (HST) dan fase generatif yaitu pada umur 40-75 hari setelah tanam

Cabai merah besar memiliki morfologi daun yang memiliki bentuk lonjong atau berbentuk bulat/oval seperti telur agak memanjang dengan bentuk tulang daun menyirip. Panjang daun 9-15 cm dan lebar 3-5 cm. Daunnya tunggal dengan warna pada daun bagian atas atau permukaannya berwarna hijau tua dan bagian bawah daun berwarna hijau muda atau hijau terang. Tinggi batang cabai merah sekitar 30-37,5 cm dengan batang tegak berkayu dan panjang 20-28 cm (Hewindati, 2006) . Diameter batang berkisar 5-10 mm dan panjang tiap ruas batang 5-10 cm. Lebar kanopi pada varietas cabai merah besar cukup besar yaitu berkisar 50-70 cm. percabangan pada batang pohon cabai bersifat dikotomi atau menggarpu  serta tumbuhnya batang secara berkesinambungan.

Daun Cabai Merah Besar (Sumber :https://serbacabe.wordpress.com/2012/07/19/daun-cabe/ 2020)

Cabai merah besar memiliki bentuk akar tunggang dengan penyebaran akar lurus ke bawah tetapi agak menyebar (Prajnanta, 2007). Akarnya selain sebagai penyerap zat hara juga berfungsi sebagai penegak dari tanaman diatasnya.  Panjang akarnya berkisar primer 35-50 cm dengan akar lateral 35-45 cm. Akar cabai memerlukan drainase air yang baik karena sangat peka terhadap genangan (Rubatzky dan Yamaguchi  1999). Semakin lama kondisi akar dalam keadaan tergenang maka kondisi cabang akan semakin menurun dikarenakan ketidakmampuan akar untuk tumbuh dan berkembang akibat akar kurang mampu menyerap air dan nutrisi. Bunga tanaman cabai tumbuh pada ujung percabangan yang artinya semakin banyak cabang maka akan semakin banyak terbentuk bunga yang berpeluang menjadi buah cabai. Bila drainase kurang baik maka produktivitas tanaman pun akan menurun.

Akar Cabai Merah Besar (Sumber : https://docplayer.info/130234749-Pertumbuhan-vegetatif-tanaman-cabai-merah-capsicum-annum-l-secara-hidroponik-dengan-nutrisi-pupuk-organik-cair-dari-kotoran-kambing-skripsi, 2020)

            Bunga pada tanaman cabai merah besar berbentuk seperti terompet ((hypocrateriformis)  pada bagian putik (Prajnanta, 2007) namun pada spesies cabai lain berwarna ungu. Bunga cabai masuk kedalam bunga yang lengkap/ sempurna karena memiliki  mahkota bunga (corolla), kelopak bunga (calix), putik (statemen) dan benang sari (statemen). Bunga cabai merupakan bunga yang memiliki kelamin jantan (benang sari) dan betina (putik) dalam satu bunga atau disebut juga bunga hermaprodit. Bunga cabai keluar pada ketiak daun dengan ukuran panjang bungan 1-1,5 cm dengan lebar 0,5 cm.

Bunga Cabai Merah Besar (Sumber: https://tanahkaya.com/cabe/, 2020)

 

              Buah cabai merah besar berbentuk panjang da mengerucut pada bagian ujungnya dengan permukaan kulit rata serta licin mengkilap bertangkai pendek. Buahnya  Diameter buah 1-2 cm dengan panjang 4 – 17 cm. Buah yang sudah matang sempurna berwarna merah cerah.  Pembentukan buah dimulai pada umur 29-40 sejak hari sudah tanam (HST). Daging buah lebih tebal dari cabai jenis lainya serta rasanya tidak terlalu pedas. Perkecambahan biji memerlukan suhu optimum yaitu sekitar 30°C. struktur buah cabai terdiri dari kulit, buah dan bagian dalam terdapat plasenta (Rukmana, 1996).  Biji pada buah berbentuk pipih berwarna kuning dan berukuran diameter 4 mm. Biji tersebut melekat pada plasenta yang berada di dalam buah.

Buah Cabai Merah Besar (Sumber: https://tanahkaya.com/cabe/, 2020)

 

Sistem hidroponik yang akan diterapkan berdasarkan morfologi tanaman cabai diatas yaitu dengan sistem substrat dengan fertigasi irigasi tetes.

Sistem Hidroponik Substrat dengan Fertigasi Irigasi Tetes (Sumber: https://hidroponiq.com/2014/07/sistem-tetes-drip/, 2020)

Sistem hidroponik substrat adalah sistem hidroponik yang tidak menggunakan air/ kultur air sebagai medianya tetapi menggunakan media selain tanah yang dapat menahan kelembapan dan dapat menahan nutrisi serta dapat menahan/menyimpan oksigen. Sistem ini menggunakan media yang aerasi nya tinggi. Kelebihan dari sistem substrat yaitu tanaman yang ditanam dapat berdiri tegak di karenakan media tanamnya menggunakan substrat seperti arang sekam, kerikil, batu bata dan lainnya tidak seperti sistem DFT (Deep Flow Tehnique) dan NFT (Nutrient Film Technique) yang menggunakan media air untuk mengalirkan nutrisi ke akar tanaman. Cabai merah besar cocok diterapkan dikarenakan akar cabai merah basar yang panjangnya dapat mencapai 35-50 cm. dengan begitu tanaman cabai dapat berdiri tegak dengan batuan ajir atau penunjang tanaman yang terbuat dari bambu atau dapat diganti dengan menopang batang tanaman cabai dengan benang yang di ikatkan ke atas. Pembuatan pembatas ini dilakukan untuk mencegah kerusakan pada akar tanaman. Kelebihan lain yaitu biaya operasional lebih murah, kebutuhan nutrisi lebih mudah dipantau. Dengan instalasi yang dipakai adalah sistem fertigasi irigasi tetes. Sistem fertigasi ini sangat efisien dengan memberikan air dengan debit yang kecil tetapi dengan frekuensi yang tinggi/ terus-menerus pada sistem perakaran dengan perantara emiter. Pada sistem ini kelembapan media tanam dapat terjaga sehingga akar dapat terjaga kelembapanya. Kelemahan dari metode irigasi tetes/drip irrigation adalah memerlukan perawatan yang intensif, memerlukan biaya investasi yang tinggi dan diperlukan teknik yang tinggi untuk merancang, mengoperasikan serta memeliharanya. Masa panen dapat dilakukan setelah 75-85 hari sudah tanam (HST). Pada umumnya setelah panen pertama dapat dilakukan pemanenan sebanyak 12 – 20 kali hingga tanaman cabai berumur 6 – 7 bulan.

 

 

 

Daftar Pustaka

Hewindati dan Y. Tri. 2006. Hortikultura. Universitas Terbuka. Jakarta

Prajnanta, F. 2007. Agribisnis Cabai Hibrida. Penebar Swadaya : Jakarta. 162 hal

Rubatzky, V.E. & M. Yamaguchi. 1999. Sayuran Dunia. Prinsip, Produksi, dan Gizi. Jilid 1 (HORTI). Bandung: Penerbit ITB.

Rukmana, R. 1996. Usaha Tani Cabai Hibrida Sistem Mulsa Plastik. Yogyakarta. Kanisius.

Setiadi. 2006. Bertanam Cabai. Penebar Swadaya : Jakarta. 183 hal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *